Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?
Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.
Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?
Baca kisahnya... Di
— Cinta Wanita Pedang —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Sangat berbeda
Sementara itu di Sebuah rumah sakit elit seorang gadis cantik terbaring lemah di salah satu kamar VVIP rumah sakit elit bernama.
Seperti apa kata Wiko tadi ia akan pergi dan kembali saat makan siang, Puteri Mayang Sari menatap lelaki yang sedang menyusun beberapa makanan yang begitu lezat sekali di meja
Makanan yang asing di matanya, ia tergelitik untuk bertanya " Kenapa begitu banyak sekali kamu makan?, apakah manusia zaman sekarang makannya sangat banyak sehingga satu meja yang seharusnya bisa untuk beberapa panglima? " Cecar gadis itu
" Sstt!, jangan berisik kamu tinggal makan silakan makan! " Wiko menyerahkan sendok dan garpu kepada Mayang gadis itu berkerut dahi melihatnya aneh
" Ngga ada sumpit? " Tanya Mayang
" Aku minta ambil kan tunggu! " Kata Wiko sembari bangkit dari duduknya, ia bergegas keluar lalu kembali dengan sebuah sumpit besi ia menyerahkannya ke Mayang
" Terimakasih "
" Sama-sama "
Mayang dengan ragu memakan apa yang jarang ia makan di kerajaan tersebut, tangannya bergetar menahan gejolak dadanya dengan cepat tangannya menyuap jamur berbumbu saus padang yang begitu harum sekali.
" Enak " Gumamnya matanya terbelalak tidak percaya dengan apa yang ia rasakan sungguh makanan yang sangat enak sekali,
" Coba juga Chicken teriaky nya!, aku sengaja beli di restoran langganan kamu " Kata Wiko sembari menaruh Chicken Teriaky tersebut ke piring Mayang gadis itu melahapnya lagi-lagi ia terpesona dengan rasa sedapnya makan tersebut. Yang begitu lezat sekali
Sementara itu di zaman lain kebahagiaan Mayang begitu kontras dengan Anya saat ini ia sedang di landa ke gundahan sekali. Lagi-lagi ia harus dipaksa ikut perang kembali karena dia adalah Permata pedang di perang
Lagi-lagi dirinya harus turun tangan karena ada beberapa penyusup di kediaman Ibu Agung, Anya mengambil pedang yang biasa Puteri Agung pakai ketika di medan perang
" Puteri Agung, kamu sudah punya gelar seperti itu kenapa sih suka sekali ikut-ikutan main pedang?. Kalau aku jadi Puteri Agung aku sih lebih baik tidur di layani dayang! " Gerutu Anya sembari mengayun langkah keluar dari bilik tersebut ia langsung di sambut beberapa Dayang yang memberitahu kalau panglima Barata zhou dengan panglima Arta serta pengawal yang lainnya, sedang bertempur di depan pintu masuk kediaman Ibu Agung Zhoujia
Baru kali ini dalam sejarah ada penyusup yang masuk kediaman Ibu Agung Zhoujia apalagi penyusup nya sudah menampakkan diri di depan panglima besar kerajaan Bulan Emas,
" Kalian akan mati wilayah ini akan di pimpin oleh Raja Sabda ku yang Agung! " Pekik Seorang lelaki wajahnya tertutup dengan penutup wajah berbahan emas yang terukir ular yang sangat besar. Tidak lupa ikat kepala ular yang terikat di kepala lelaki tersebut
" Bermimpilah!, karena dalam mimpi mu kau saja tidak akan pernah memimpin wilayah mulia ini! " Kata Barata ia tersenyum miring
" Kau hanya Panglima rendahan! " Maki Lelaki berbadan kekar lelaki itu melempar benda berbentuk bintang, benda itu melesat cepat namun satu gerakan dari Barata zhou benda tersebut hancur berkeping-keping tidak bersisa.
" Serang! " Perintah Barata mengangkat satu tangan ke atas membuat semua prajurit dan pengawal kediaman Ibu Agung tersebut berlarian membabi buta. Menyerang musuh tersebut satu yang mereka inginkan
Kemenangan
Barata melesat cepat ke arah lelaki bertopeng ular tersebut yang tiada henti menghujami dirinya dengan benda berbentuk bintang, dengan gesit Barata menepisnya peluh menetes dari pelipis nya namun ini baru permulaan baginya
𝘗𝘳𝘢𝘯𝘨!
𝘚𝘳𝘦𝘵𝘵!
Suara pedang saling beradu menggantung di udara yang dingin, hanya suara pedang dan benda-benda tajam yang terdengar serta pekikan seorang pengawal Perguruan Ular Kobra terdengar melengking di pendengaran mereka.
Saat Arta menghujami tubuh tersebut dengan pedang yang sangat tajam menusuknya tanpa henti, membuat tubuh tersebut terhuyung dan terjerembab ke tanah yang begitu dingin sekali
" Kau!, berani sekali masuk wilayahku! " Suara dingin seorang wanita menusuk pendengaran mereka
Semua orang menghentikan pertarungan tersebut, tatapan mereka tertumbuk pada sosok wanita berparas jelita dengan surai panjang yang terikat
" Wilayahmu?, ini akan menjadi wilayah Raja Agung ku dan kau akan ku jadikan Selir! " Kata Lelaki dari Perguruan Ular Kobra
" Dasar sekte sesat!, langkahkan mayatku bila kamu ingin wilayah ini! " Sahut Anya ia tersenyum miring tangannya menggenggam erat pedang bermata miliknya.
" Kau wanita yang pemberani Iblis pedang, mari kita bermain! " Lelaki itu melesat cepat ke arah Anya ia mendarat tepat di depan Anya menatap dengan Seringaian predator pada gadis tersebut.
" Ya aku adalah ' 𝘐𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘗𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 ' dan aku akan membuatmu mati di tanganku! " Manik Anya menggelap ia menatap tajam lelaki tersebut
" Buktikan! " Tantang lelaki tersebut