NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Debat

Dina dan Susanto juga ikut bersama dengan kerumunan para warga, merasa sok penasaran dengan hal tersebut karena bila mereka tidak mau bila datang sendiri maka yang ada nanti para warga akan merasa curiga kepada mereka berdua, pada saat ini sudah tengah malam namun para warga masih sibuk mencari keberadaan Ana.

Bu Yuni juga sudah tantrum sendiri karena dia beranggapan bahwa Rudi telah bersalah dan pasti pria itu yang telah membawa Ana pergi dari Desa ini, walau Rudi telah menjelaskan sekuat tenaga namun tetap saja dia tidak percaya dan beranggapan bahwa itu semua hanya dusta sehingga dia akan berusaha keras untuk mencari tahu tentang kebenaran itu.

Buka hanya untuk Bu Yuni saja tapi sebagian orang juga sudah mulai percaya bahwa bisa saja Rudi adalah pelaku dari hilang nya Ana saat ini, Sebab semua terasa mendadak dan orang juga beranggapan bahwa selama ini desa mereka bila kehilangan seseorang maka akan berakhir seperti itu.

Salah satu contoh yang begitu besar adalah kasus Airin dari desa sebelah, Gadis itu menghilang begitu saja dan ternyata yang membunuhnya adalah sang kekasih karena untuk dijadikan Tumbal Pesugihan yang gagal, jadi saat ini Bu Yuni beranggapan bahwa bisa saja Rudi adalah pelaku dari kasus tersebut karena mereka juga mengetahui kalau Ana selama ini bila pergi hanya bersama dengan rugi saja.

Kini sebagian orang mulai beranggapan bahwa bisa saja ini semua memang ulah Rudi dan mereka ingin tahu lebih lanjut tentang apa yang telah terjadi, Bunda yang mendengar hal itu tentu saja dia tidak terima karena dia yakin bahwa sang anak tidak mungkin melakukan perbuatan keji itu.

''Loh memang bisa saja dia adalah pelaku karena selama ini kan Gadis itu selalu pergi dengan dia.'' Susanto ikut berbicara.

''Sudah banyak memang kejadian seperti itu dan setelah terungkap maka mereka bisa mengetahui bahwa pacar sendiri yang telah membunuh.'' Sania juga sudah setuju sejak tadi.

''Kau mengaku saja sekarang dan di mana Ana?'' Reni juga ikut menuduh.

''Kalian semua sudah gila sehingga bisa berbicara seperti itu!'' Rudi sangat tidak terima akan fitnah yang telah terjadi.

''Kalian semua tolong tenang terlebih dahulu karena belum ada saksi yang melihat bahwa Ana pergi bersama dengan Rudi.'' Pak Lurah terus berusaha untuk menengahi perdebatan mereka.

''Rudi juga tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu kepada Ana!'' bunda terus membela Rudi karena dia sangat yakin.

''Tidak usah kau tutupi fakta yang ada karena aku yakin bahwa dia memang memiliki dendam dan sedang melakukan sesuatu.'' Bu Yuni berteriak dengan sangat kalap.

Kini mereka semua kebingungan karena mendadak saja sekarang malah menjadi semakin rumit seperti itu, apa yang telah terjadi sebenarnya karena mereka juga tidak tahu apakah ingin percaya kepada Rudi atau justru akan berbalik menuding bahwa Rudi memang bisa saja menjadi pelaku atas hilangnya Ana secara mendadak dari desa.

''Kan selama ini sudah banyak kasus tentang pacar yang membunuh kekasih.'' Dina mendadak saja membuka suara sehingga semua orang menatap dia.

''Jaga omongan kau itu karena di sini kau pendatang baru sehingga tidak bisa memfitnah aku seperti itu!'' bentak Rudi Karena dia sudah terlanjur emosi.

''Kalian lihat saja emosi dia yang sangat menyala seperti ini, bisa saja dia emosi kepada Gadis itu dan membantai sekarang.'' Susanto juga stay menjadi kompor.

''Kau sekarang Katakan saja apa memang Rudi telah pergi bersama dengan Ana?'' Sania menatap Yusuf yang ikut serta karena dia telah mendapat kabar itu.

''Tadi dia memang ke rumah aku dan setelah itu dia pergi lalu kembali lagi.'' Yusuf berkata apa ada nya.

''Nah kau pergi ke mana saat dari rumah Yusuf dan kembali lagi ke rumah dia saat itu?'' Pak Lurah bertanya kepada Rudi.

''Aku membeli tuak dan itu aku berikan kepada Yusuf juga.'' Rudi menjawab agak ragu karena dia selama ini tidak pernah mengakui bahwa dirinya bisa minum.

''Kamu minum itu?!'' Bunda yang mendengar hal tersebut tentu saja menjadi.

''Ini Semua sudah jelas bahwa kau memang yang sudah mencelakai Ana, Katakan sekarang Di mana Ana berada dan Apa kau sudah membunuh dia!'' Bu Yuni berteriak sembari mencengkeram baju pemuda itu.

Rudi sama sekali tidak menghempas atau menepis karena dia juga masih merasa sungkan kepada Bu Yuni, meski dirinya mendapat tuduhan kejam seperti itu namun tetap saja dia tidak tega bila menyakiti orang tua dan selama ini hubungan mereka juga baik-baik saja tanpa ada konslet atau bahkan salah paham.

''Kalau dia tidak mau mengaku maka sebaiknya siksa saja agar mau membuka mulut.'' Susanto memberi saran dengan begitu enteng.

''Heh jaga ucapan kau itu ya!'' Bunda berteriak marah dan menunjuk wajah Susanto.

''Mau menyiksa orang juga tidak segampang itu, kita juga belum menemukan bukti yang valid bahwa rugi adalah pelaku.'' Pak RT membuka suara.

Entah Mengapa pak RT merasa tidak suka sekali dengan suami Dina itu sehingga dia terus saja menyangkal meski saat ini dirinya juga mulai merasa curiga kepada Rudi, tapi bila dibandingkan dengan Susanto maka Pak RT lebih memilih Rudi saja dan yang paling penting dirinya tidak mau bila sampai nanti terjadi salah paham.

''Apa kita minta tolong saja pada mbak purnama untuk mencari keberadaan Ana?'' Sania mempunyai usul.

''Ah Kenapa pula harus minta tolong kepada Purnama? Ana hilang bukan karena setan tapi karena dia yang sudah membunuh!'' Bu Yuni berkata dengan sangat yakin.

''Bu, atas dasar apa Ibu bisa berpikir begitu kejam kepada diriku sekarang?'' Rudi saja tidak percaya bahwa Bu Yuni memiliki pikiran seburuk itu.

''Tidak usah banyak mengelak Karena aku tahu kau memang tidak pernah bisa berpikir baik, pasti kau sudah melakukan kekejaman itu kepada Ana!'' teriak Bu Yuni kembali.

Plaaaaak.

Bunda yang emosi langsung menampar begitu saja tanpa pikir dua kali karena sejak tadi dia terus berusaha untuk tetap sabar agar Bu Yuni tidak menuduh Rudi terus-menerus, Namun ternyata wanita itu malah terus menuduh bahwa Rudi memang pelaku dan sampai membunuh Ana.

''Kau terus saja menuduh Putraku seperti itu seolah sudah ada bukti.'' geram Bunda.

Bu Rt berdiri di tengah-tengah agar pertengkaran itu tidak semakin berlanjut karena nanti yang ada mereka akan terus berdebat satu sama lain tanpa memikirkan konsekuensi yang harus dia hadapi, ini tidak kunjung menemukan anak-anak namun yang ada mereka terus saja berdebat satu sama lain.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
Heni Mulyani
lanjut author
ismi
bu yuni bakal nyesel karena tlah menuduh rudi,padahal ana mati karena dibuat tumbal oleh susanto dan dina
vania larasati
lanjut kak
Noona Han
hais malah pdaribut menuduh rudi
Kristiana Subekti
Sania malah bikin suasana jadi makin runyam aja😤😤
Kristiana Subekti
waduh si Rudi jd tersangka nih,,,,, padahal dia g tau apa-apa
Yeyet Rohaeti
kasihan rudi di jadikan kambing hitam,klu ana udah di ketemu kan meninggal.
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Apriyanti
ko bisa nak Tini bicara SM kursi kosong ,,apadina Uda JD setan ya
Ayuk Witanto
Bu Yuni jadi negatif thinking ya karna memang sekarang banyak kasus seperti itu ...di kotaku juga beberapa hari lalu viral kasus pembunuhan dan yang membunuh adalah pacarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!