Asisten Duda CEO Tajir Melintir
Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.
Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.
Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.
Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertemuan yang ternyata direncanakan
Malam itu terasa panjang bagi Galaxy Adelion Wesley.
Ia masih berdiri di ruang kerjanya, menatap layar laptop yang menampilkan satu file rahasia.
"Proyek Wesley – Hubungan Grizella Madeline Dealova dan Galaxy Adelion Wesley."
Nama itu terus berputar di pikirannya.
Grizella.
Wanita yang awalnya hanya seorang anak magang.
Wanita yang masuk ke hidupnya secara tidak sengaja.
Atau...
Mungkin tidak sesederhana itu.
Galaxy mengepalkan tangannya.
"Mustahil..."
Ia tidak ingin percaya bahwa semua momen yang terjadi di antara mereka hanyalah sebuah rencana.
Tatapan tulus Grizella.
Perhatian kecilnya.
Cara wanita itu selalu berani melawannya.
Apakah semuanya hanya sandiwara?
Keesokan paginya...
Grizella datang ke kantor seperti biasa.
Namun ia langsung menyadari ada sesuatu yang berbeda.
Galaxy terlihat lebih dingin.
Lebih jauh.
"Tuan Galaxy."
Pria itu mengangkat kepala.
"Ya?"
"Saya sudah menyiapkan laporan rapat hari ini."
Galaxy menerima dokumen tersebut.
"Terima kasih."
Hanya itu.
Tidak ada komentar lain.
Tidak ada perdebatan kecil seperti biasanya.
Grizella menatapnya sebentar.
"Tuan..."
"Ada sesuatu yang ingin Anda tanyakan?"
Galaxy terdiam.
Pertanyaan itu tepat sasaran.
Namun ia belum siap mendengar jawabannya.
"Tidak."
Grizella tersenyum kecil.
"Saya mengerti."
Namun dalam hati, ia merasa ada sesuatu yang berubah.
Siang hari...
Galaxy memanggil tim keamanan secara diam-diam.
"Aku ingin semua informasi tentang Adrian Cole."
"Termasuk hubungannya dengan Grizella."
Aaron mengangguk.
"Baik, Tuan."
Beberapa jam kemudian, laporan pertama datang.
Dan isinya membuat Galaxy terkejut.
Adrian memang pernah mengenal Grizella.
Namun bukan hanya sebagai teman.
Mereka pernah berada dalam satu proyek penelitian bisnis saat kuliah.
Dan proyek itu...
Dibiayai oleh keluarga Wesley.
Galaxy membaca dokumen tersebut perlahan.
"Kenapa aku tidak pernah tahu?"
Aaron menjawab,
"Karena data itu dikunci bertahun-tahun lalu."
"Siapa yang menguncinya?"
Aaron terdiam.
"Tuan..."
"Jawab."
"Perintah datang dari seseorang di keluarga Wesley."
Tatapan Galaxy berubah.
Sore harinya...
Galaxy meminta Grizella datang ke ruangannya.
Wanita itu masuk dengan wajah tenang.
"Ada yang ingin Anda bicarakan?"
Galaxy menatapnya lama.
"Kau pernah bekerja dengan Adrian sebelumnya?"
Grizella terkejut.
"Adrian?"
"Ya."
Grizella mencoba mengingat.
"Saat kuliah, kami pernah ikut proyek bisnis."
"Kenapa?"
Galaxy meletakkan dokumen di meja.
"Karena proyek itu berhubungan dengan keluargaku."
Grizella mengambil dokumen tersebut.
Semakin membaca, wajahnya semakin berubah.
"Saya tidak tahu."
"Aku percaya kau tidak tahu."
Jawaban Galaxy membuatnya menatap pria itu.
Namun ada sesuatu yang masih tertahan dalam sorot mata Galaxy.
"Galaxy..."
Itulah pertama kalinya Grizella memanggil namanya lagi.
"Apa Anda mencurigai saya?"
Pertanyaan itu membuat Galaxy diam.
Karena ia tidak ingin berbohong.
"Aku mencoba mencari kebenaran."
Grizella menunduk.
Kalimat itu terdengar masuk akal.
Namun tetap terasa menyakitkan.
Malamnya...
Sebuah pesan masuk ke ponsel Grizella.
Dari Adrian.
"Kau akhirnya tahu, kan?"
Grizella membeku.
Pesan kedua muncul.
"Kau bukan kebetulan dalam hidup Galaxy."
"Kau adalah bagian dari rencana yang sudah dibuat bertahun-tahun lalu."
Grizella menatap layar dengan napas tertahan.
Lalu pesan terakhir masuk.
"Kalau ingin tahu siapa yang mengatur semuanya, datanglah sendiri."
Sebuah lokasi muncul.
Dan lokasi itu...
Adalah tempat pertama kali Grizella bertemu Galaxy.
Malam itu, Grizella duduk sendirian di dalam kamarnya.
Ponsel masih berada di tangannya.
Pesan dari Adrian terus terbuka di layar.
"Kau bukan kebetulan dalam hidup Galaxy."
Kalimat itu membuat pikirannya kacau.
Selama ini ia percaya bahwa pertemuannya dengan Galaxy hanyalah sebuah keberuntungan.
Sebuah kejadian tidak sengaja.
Ia hanya seorang anak magang yang salah masuk ke ruangan CEO.
Lalu semuanya berubah.
Namun sekarang...
Bagaimana jika sejak awal ada seseorang yang mengatur semuanya?
Grizella menutup mata sejenak.
"Tidak..."
Ia menggeleng.
Ia tidak ingin percaya.
Karena jika semua ini benar...
Maka semua kenangan yang ia miliki bersama Galaxy akan terasa seperti kebohongan.
Keesokan paginya...
Galaxy memperhatikan Grizella yang terlihat tidak fokus.
Biasanya wanita itu selalu memiliki energi besar.
Selalu siap berdebat dengannya.
Namun hari ini berbeda.
"Grizella."
Wanita itu menoleh.
"Ya?"
"Apa kau baik-baik saja?"
Grizella tersenyum kecil.
"Saya baik."
Galaxy menatapnya tajam.
"Kau berbohong."
Grizella terdiam.
Kali ini ia tidak membantah.
"Tuan Galaxy..."
"Hm?"
"Apakah Anda pernah berpikir..."
"Bahwa sesuatu yang terjadi dalam hidup kita mungkin sudah direncanakan orang lain?"
Pertanyaan itu membuat Galaxy diam.
Karena pertanyaan itu juga sedang ia pikirkan.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"
Grizella mengalihkan pandangan.
"Tidak apa-apa."
Galaxy tidak memaksanya.
Namun ia tahu...
Ada sesuatu yang disembunyikan Grizella.
Siang hari...
Grizella akhirnya memutuskan pergi menemui Adrian.
Bukan karena ia percaya padanya.
Tetapi karena ia ingin mengetahui kebenaran.
Tempat pertemuan itu adalah sebuah gedung kantor lama di pusat New York.
Tempat yang sudah lama tidak digunakan.
Saat Grizella masuk, suasana terasa sepi.
"Adrian?"
Suara langkah kaki terdengar.
Seorang pria muncul dari bayangan.
Adrian Cole.
Wajah yang dulu ia kenal.
Namun sekarang terasa asing.
"Kau datang."
Grizella menatapnya dingin.
"Apa maksud semua ini?"
Adrian tersenyum tipis.
"Aku tahu kau akan bertanya itu."
"Jangan bermain-main."
Nada Grizella tegas.
Itulah sifat yang selalu ia tunjukkan.
Adrian menghela napas.
"Kau masih sama."
"Masih keras kepala."
Grizella mengepalkan tangan.
"Jawab pertanyaanku."
Adrian menatapnya.
"Pertemuanmu dengan Galaxy bukan kebetulan."
Jantung Grizella berdegup lebih cepat.
"Apa maksudmu?"
"Dulu, ada seseorang yang ingin mendekatkan Galaxy dengan orang yang bisa dipercaya."
"Dan seseorang itu memilihmu."
Grizella terdiam.
"Siapa?"
Adrian tersenyum samar.
"Itu yang harus kau cari tahu."
Sementara itu...
Galaxy mendapat laporan dari tim keamanan.
"Tuan, Nona Grizella tidak berada di kantor."
Galaxy langsung mengangkat wajah.
"Ke mana dia?"
"Kami tidak tahu."
Jawaban itu membuat ekspresi Galaxy berubah.
Ia segera melihat lokasi terakhir ponsel Grizella.
Dan menemukan sebuah alamat.
Wajahnya langsung serius.
Tempat itu.
Adalah gedung lama milik keluarga Wesley.
Tempat yang berkaitan dengan rahasia masa lalu keluarganya.
Di gedung tua itu...
Adrian mengeluarkan sebuah dokumen.
"Ini bukti."
Grizella mengambilnya.
Matanya membesar ketika membaca nama di halaman pertama.
Galaxy Adelion Wesley.
Lalu di bawahnya...
Grizella Madeline Dealova.
Ada catatan tentang mereka.
Tentang pertemuan mereka.
Tentang hubungan mereka.
Bahkan tentang posisi Grizella sebagai asisten pribadi Galaxy.
Tangan Grizella mulai gemetar.
"Jadi..."
"Semua ini..."
Adrian menatapnya.
"Ya."
"Seseorang sudah merencanakan agar kau masuk ke hidup Galaxy."
Grizella menatap dokumen itu dengan perasaan campur aduk.
Namun sebelum ia sempat bertanya lebih jauh...
Pintu gedung tiba-tiba terbuka keras.
Suara langkah kaki terdengar.
Seseorang datang.
Dan suara yang terdengar membuat Grizella membeku.
"Grizella."
Itu suara Galaxy.
Suara langkah kaki Galaxy menggema di dalam gedung tua itu.
Grizella perlahan menoleh.
Di pintu utama, berdiri Galaxy Adelion Wesley dengan wajah yang sulit dibaca.
Namun matanya...
Matanya menunjukkan kekhawatiran.
"Galaxy..."
Untuk sesaat, Grizella lupa bagaimana harus bereaksi.
Ia tidak menyangka pria itu akan datang.
Galaxy berjalan mendekat.
Tatapannya berpindah dari Grizella ke Adrian.
"Kalian berdua bertemu di sini."
Nada suaranya terdengar dingin.
Adrian hanya tersenyum tipis.
"Akhirnya kau datang juga."
Galaxy menatap tajam.
"Apa tujuanmu?"
Adrian tidak menjawab.
Sebaliknya, ia melihat Grizella.
"Beritahu dia."
Grizella terdiam.
Ia masih memegang dokumen yang diberikan Adrian.
Galaxy melihat dokumen itu.
"Apa itu?"
Grizella menggenggam kertas tersebut.
"Saya..."
Ia sulit mengatakan kalimat berikutnya.
Karena ia sendiri masih berusaha memahami semuanya.
Galaxy mendekat.
"Grizella."
Nada suaranya lebih lembut.
"Jangan takut."
Kalimat itu membuat hati Grizella bergetar.
Bahkan di saat seperti ini...
Galaxy masih mencoba menenangkannya.
"Aku akan menjelaskan."
Akhirnya Grizella bersuara.
"Adrian mengatakan bahwa pertemuan kita bukan kebetulan."
Galaxy terdiam.
Meskipun ia sudah menduga hal itu, mendengarnya langsung dari Grizella tetap terasa berat.
"Apa kau percaya padanya?"
Pertanyaan itu membuat Grizella menatap Galaxy.
"Saya tidak tahu."
Jawaban jujur itu membuat suasana semakin sunyi.
Karena untuk pertama kalinya...
Mereka berdua berada dalam posisi yang sama.
Sama-sama tidak memiliki jawaban.
Adrian melangkah maju.
"Kalian masih belum mengerti."
Galaxy menatapnya.
"Jelaskan."
Adrian tersenyum.
"Sejak awal, seseorang ingin menghancurkan keluarga Wesley."
"Dan cara terbaik adalah menghancurkan orang yang menjadi penerusnya."
Galaxy mengepalkan tangan.
"Siapa?"
Adrian tidak langsung menjawab.
"Orang yang paling dekat denganmu."
Tiba-tiba suara tepuk tangan terdengar dari lantai atas.
Semua orang menoleh.
Seorang pria tua muncul dari tangga.
Galaxy membeku.
"Paman Richard..."
Richard Wesley tersenyum.
"Lama tidak bertemu, Galaxy."
Suasana langsung berubah.
Grizella melihat perubahan wajah Galaxy.
Ini adalah orang yang muncul dalam dokumen keluarga Wesley.
Orang yang berkaitan dengan rahasia ayahnya.
"Apa maksud semua ini?"
tanya Galaxy.
Richard berjalan mendekat.
"Kau selalu pintar, Galaxy."
"Tapi terlalu percaya pada orang."
Tatapan Galaxy menjadi dingin.
"Apa kau yang mengatur semua ini?"
Richard hanya tersenyum.
"Aku hanya membuka jalan."
"Yang lain bergerak sendiri."
Grizella mulai memahami sesuatu.
Adrian.
Vanessa.
Dokumen rahasia.
Semua kejadian ini bukanlah masalah yang berdiri sendiri.
Seseorang telah mengatur semuanya.
Namun satu hal masih membuatnya bingung.
"Kenapa saya?"
Richard menatap Grizella.
"Karena kau adalah satu-satunya orang yang mampu membuat Galaxy berubah."
Galaxy langsung menoleh.
"Apa maksudmu?"
Richard tersenyum.
"Selama ini Galaxy hanya hidup untuk perusahaan."
"Dia tidak percaya siapa pun."
"Tapi ketika kau muncul..."
"Dia mulai membuka hatinya."
Kalimat itu membuat Grizella terdiam.
Begitu juga Galaxy.
Karena untuk pertama kalinya, seseorang mengatakan dengan jelas apa yang selama ini mereka rasakan.
Namun sebelum mereka bisa bertanya lebih jauh...
Lampu gedung tiba-tiba mati.
Suara alarm terdengar.
Richard menghilang dalam kegelapan.
"Grizella!"
Galaxy langsung meraih tangannya.
Mereka berlari mencari jalan keluar.
Di tengah gelapnya gedung tua itu, Grizella menggenggam tangan Galaxy erat.
Dan untuk pertama kalinya...
Ia tidak merasa takut.
Karena Galaxy ada di sampingnya.
Setelah berhasil keluar, Galaxy menatap Grizella.
"Kau terluka?"
Grizella menggeleng.
"Tidak."
Galaxy menghela napas lega.
Namun kemudian ekspresinya berubah serius.
"Aku punya satu pertanyaan."
Grizella menatapnya.
"Apa?"
Galaxy melihat dokumen di tangannya.
"Jika semua ini benar..."
"Apakah kau akan tetap memilih tinggal di sisiku?"
Grizella terdiam.
Karena pertanyaan itu bukan lagi tentang pekerjaan.
Bukan tentang menjadi asisten.
Tetapi tentang hati.
Dan sebelum ia menjawab...
Ponsel Galaxy berbunyi.
Sebuah pesan masuk.
Pesan terakhir malam itu membuat wajah Galaxy berubah.
"Cari tahu siapa ibu kandung Grizella."
Galaxy menatap layar.
Lalu menatap Grizella.
Karena ternyata...
Rahasia berikutnya bukan tentang dirinya.
Melainkan tentang wanita yang mulai ia cintai.