NovelToon NovelToon
Teman Dekat

Teman Dekat

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Epik Petualangan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:838
Nilai: 5
Nama Author: Rohos Otaku

Agnes hanya bisa memperlakukan Kelvin sebagai teman.. Begitu juga Kelvin.. Mereka benar hanya berteman biasa.. Bukan sebagai sahabat... Tidak bersapa saat di sekolah.. Tapi Agnes bisa saja keluar masuk rumah Kelvin seenaknya layaknya rumah sendiri... Bagaimana bisa??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohos Otaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyusup

" Kom. De Ag.. Tapi pria itu belum sadarkan diri.."

" Kapten.. Saya tidak ingin mengulang perkataan saya.. Sekarang bawa dia ke tenda di pinggiran pantai itu saja.. Saya sendiri yang akan pergi sana sampai dia sadarkan diri.. Jadi sudah enggak ada alasan kalian harus membawanya ke sini..." tegas Agnes sambil melihat ke arah kapten Dirga yang berdiri di hadapannya...

" Tapi.."

" Kapten Dirga!! Saya tetap dengan keputusan saya.. Jangan melibatkan pekerjaan anda dengan perasaan anda.. Seperti yang sudah saya katakan.. Pria itu sendiri yang meminum racun.. Seharusnya anda lebih berhati-hati memikirkannya.. Karna anda punya tanggungjawab utama.."

" Baik Kom. Dr Ag.." Dirga memberi hormat lalu keluar dari ruangan Agnes.. Agnes mengerut kedua keningnya lalu memegang kepalanya...

Tidak lama kemudian Agnes keluar dari ruangannya.. Agnes mendekati pria itu.. Agnes memakai sarung tangannya.. Lalu memegang nadi pria itu..

" Ini sudah 3hari.. Kenapa dia masih tidak sadarkan diri?? Seharusnya dia sudah sadarkan diri.. Setidaknya dia bisa membuka matanya karna dia pasti mendengar sekarang..." Agnes bertanya kepada Randy.. Randy tidak menjawabnya karna tidak bisa menyangkal perkataan Agnes bahawa seharusnya pria itu sudah sadar lalu melihat Agnes...

Agnes mengerut kedua keningnya lalu bicara kepada pria yang tidak sadarkan diri itu...

" Kamu mendengar apa yang semua orang di sini katakan.. Seharusnya kamu mati saja.. Tapi kapten Dirga itu terlalu mengikuti perasaannya karna memikirkan kamu itu sudah tua seperti ayahnya yang sudah meninggal... Jadi jangan berlebihan.. Aku bisa saja membunuhmu kapan saja.. Mungkin kamu harus melakukan tugas.. Aku juga melakukan tugas dan menyelamatkan mu dua kali.. Tapi aku tidak akan berpikir dua kali untuk membunuhmu..." Lalu menekan pinggang pria itu tepat di tempat yang dia operasi...

Tidak lama kemudia kapten Dirga datang bersama dua orang bawahannya untuk membawa pria itu pergi...

" Kom. Dr Ag.. Saya akan membawa dia pergi sekarang..."

" Itu yang terbaik kapten.. Kalo kamu terlalu mempedulikannya kamu bisa saja bicara padanya karna dia seharusnya mendengar apa yang ingin kamu katakan.. Tapi pikirkan sendiri bahawa kamu harus melebihi tanggungjawabmu berbanding perasaanmu.. Saat kamu memilih pekerjaanmu.. Biarpun orang tuamu adalah musuhmu.. Kamu tidak punya pilihan selain membunuhnya untuk kamu tetap bertahan hidup.. Pekerjaan mu tidak seharusnya membutuhkan mu untuk mati.. Tapi membutuhkan pikiran yang jernih karna manusia kapan pun tetap saja mati... Kalo kamu tidak bisa melakukannya maka kamu harus berhenti dari pekerjaanmu.." Agnes bicara sambil melihat wajah Dirga yang menundukkan sedikit kepalanya lalu menepuk bahu Dirga setelah itu membuang sarung tangannya dan pergi ke ruangannya...

Kelvin yang berdiri di depan pintu hanya melihat lalu masuk ke ruangan Agnes..

" Maafkan aku.. Aku tau aku tidak pantas bicara seperti itu sama kamu hari itu.. Apa kamu marah??" Kelvin bertanya kepada Agnes yang melakukan pekerjaannya..

" Buat apa aku marah.. Kamu juga hanya menjalankan tanggungjawabmu.." jawab Agnes.. Suasana ruangan Agnes jadi sunyi.. Hanya kedengaran bunyi pen di atas kertas..

" Aku akan pergi selama 5hari.. Aku dihantar untuk tugas khusus..."

Agnes berhenti menulis... Kelvin berdiri di samping Agnes lalu meletakkan kotak cincin di atas meja.. Lalu membungkukkan sedikit tubuhnya mendekati wajah Agnes

" Apa aku bisa membantu mu memakai cincin ini?? Ini bukan lamaran.. Tapi tanda kesepakatan kita yang aku gantungkan.. Juga sebagai tanda kita itu teman dekat.. Aku akan kira sampai tiga.. Kalo kamu diam berarti kamu tidak menolaknya.." bisik Kelvin dan memulai kiraan..

" Satu... Dua... Tiga... Kamu diam berarti kamu setuju.. Tapi aku tidak akan memaksamu.. Kamu bisa menyimpannya lagi di dalam lacimu.. Karna tugasan khusus itu bahaya..." lalu berdiri...

" Jadi kamu harus membantuku memakainya atau aku akan membuangnya.. Dan tugasmu.. kamu harus menyelesaikannya.. Karna kamu harus tetap hidup dan pulang dalam kondisi apa pun..." tegas Agnes...

Kelvin tersenyum lalu membuka kotak cincinnya.. Kelvin memakaikan cincin itu di jari tengah Agnes..

" Kamu sedikit kekurusan.. Sebaiknya di sini saja.. Jari manismu.. Aku tidak layak menandainya.." lalu memeluk Agnes..

" Jangan berpura-pura tidak menemukan jalan pulang.. Ingat.. Pekerjaanmu.. Berhasil atau tidak itu hanya pekerjaan.. Jadi tetaplah berhasil melindungi dirimu sendiri.." lalu membalas pelukan Kelvin sambil meletakkan wajahnya di dada Kelvin.. Kelvin tersenyum lalu memegang kepala Agnes dengan tangan kanannya dan mencium kepala Agnes..

Sementara di luar ruangan...

" Wahh dua orang itu.. Haahhh.. Setidaknya mereka bisa menutup tirainya.." Monica memegang kepalanya..

" Mereka hanya pelukan sebagai teman kok.. Kelvin.. Oh maksud aku.. Kol. KV harus pergi selama 5hari karna tugas khusus..." jelas Randy...

Setelah 4hari kepergian Kelvin.. Agnes sering datang ke tenda utama penempatan kecil berhampiran sempadan...

" Kom. Dr Ag!! Kami menemukan beberapa pria yang cedera karna tanah longsor di sekitar bukit..." bicara dalam walkie talkie...

" Berapa orang?? Gimana kondisi kecederaan mereka??" Agnes bertanya sambil mengirim pesan darurat kepada Randy untuk datang ke tenda bersama beberapa perawat..

" 7orang yang masih hidup.. 5 darinya sudah meninggal.. 2orang patah kaki.. 3orang tangannya patah dan 2orang suda tidak sadarkan diri.."

" Bawa ke tenda berhampiran pantai saja..."

" Tapi..."

" Saya hanya bicara sekali saja.. Kalau mereka tidak bisa bertahan itu karna mereka memang sudah ketentuan mereka.. Saya akan segera ke sana..." lalu berdiri menemui beberapa tentara...

" Maaf saya merepotkan kalian.. Tapi saya meminta bantuan kalian untuk ke tenda berhampiran pantai sekarang.. Lalu pastikan kalian punya senjata yang cukup.. Dan hati-hati.."

" Baik komandan!!"

Agnes berangkat bersama 10orang tentara menuju ke tenda berhampiran pantai... Setelah sampai Agnes melihat pria yang masih tidak sadarkan diri di atas kasur...

" Kom. Dr Ag.. Apa yang bisa di bantu??" Randy datang bersama beberapa perawat..

" Sebentar lagi datang beberapa orang yang cedera.. Kita hanya akan merawat mereka di sini.. Lalu perawat wanita.. Kalian harus bisa mempertahankan diri kalian.. Bunuh saja jika merasa mereka mencurigakan.. Apa jelas??..." Agnes bicara dengan tegas...

" Jelas Kom. Dr Ag!!"

Beberapa menit kemudian tentara yang membawa 7orang itu datang.. Agnes, Randy dan tim medis membantu mereka..

Keesokan harinya.. Agnes sedang di dalam ruangannya... Tiba-tiba seorang tentara yang sering bersama Kelvin menerobos masuk ke ruangan Agnes...

" Kom. Dr Ag!! Terjadi penyusupan di tenda berhampiran pantai.. Ramai tentara yang cedera... Kami akan menghantar mereka ke tenda utama dengan segera.."

" Tidak!!.. Kami akan ke tenda bersekatan pantai.. Jangan bawa ke tenda utama.. Hanya arahkan saja bawahan kalian membawa senjata yang cukup ke tenda pantai.. Jangan bodoh!!" Agnes bicara...

" Baik komandan!!" lalu menghubungi tenda utama..

Agnes membawa Randy, Monica dan beberapa perawat tentara.. Lalu berangkat ke tenda pantai...

Dari jauh sudah bisa dilihat lebih dari 30orang penyusup lalu sekitar 20orang yang sudah mati..

Agnes hanya menarik tentara yang dia bisa selamatkan.. Monica dan perawat lainnya melakukan hal yang sama.. Randy bersama beberapa tentara lainnya menjaga kawasan yang digunakan oleh Agnes dan tim medis....

Akhirnya mereka tentara bisa menawan beberapa orang penyusup yang sudah cedera parah tetapi masih hidup.. Mereka mengikat semua penyusup itu lalu tentara lainnya mengumpulkan penyusup yang sudah mati...

" Kom. Dr Ag.. Bagaimana.. Apa sudah bisa membawa mereka ke tenda utama??" tanya tentara yang sering bersama Kelvin itu..

" Bawa terus ke kamp.. Let. Dr Monica akan pergi bersama kalian.. Jika ada yang mencurigakan dalam perjalanan tembak saja..." jelas Agnes.. Monica menganggukkan kepalanya lalu menghubungi tim medis yang ada di kamp...

Setelah semuanya sudah selesai.. Tentara menguburkan mayat-mayat penyusup yang sudah menjadi mayat...

Tentara mengurung penyusup dan mulai menginterogasi penyusup satu persatu... Agnes hanya melihat dari jauh lalu masuk ke dalam tenda yang terbuka dan berdiri di hadapan Dirga.. Kapten Dirga mencoba menghubungi kamp pertahanan Victoria untuk membuat kesepakatan..

Tiba-tiba pisau sudah diletakkan di leher Agnes... Kapten Dirga terdiam lalu menjatuhkan telefon yang ada di tangannya dan melihat ke arah Agnes serta pria yang dia selamatkan di belakang Agnes....

" Aku berterima kasih karna kamu menyelamatkan nyawaku dua kali.. Tapi sayang kamu terlalu berhati-hati.." ucap pria itu lalu mulai menggores leher Agnes.. Agnes hanya tersenyum sinis lalu bertindak memutar tangan pria itu dan menjatuhkannya lalu menusuk dada pria itu dengan pisaunya tepat di jantungnya dan merobek isi dada pria itu.. Kapten Dirga menembak tepat di dahi pria itu sampai tangannya jatuh dari pisaunya yang menusuk pinggang Agnes...

Randy yang sedang bersama tentara lainnya kaget mendengar bunyi tembakan dari tenda Dirga lalu berlari ke tenda itu.. Agnes menarik pisaunya lalu berdiri dan memegang bahu Dirga...

" Aku sudah bilang.. Jangan terlalu percaya sama orang yang terlihat lemah.." lalu mencabut pisau dari pinggangnya dan keluar dari tenda menuju ke arah Randy

" Kali ini.. Aku mohon bantuanmu.. Aku pusing karna aku melewati makananku.. Lalu pisau itu beracun.." lalu pingsan di bahu Randy karna satu tangannya merangkul bahu Randy...

" Kom. Dr Ag!!" para tentara memanggil Agnes.. Randy buru-buru mengangkat Agnes lalu masuk ke dalam mobil tentara untuk di bawa pulang ke kamp...

Mobil tentara parkir tepat di depan pintu gedung medis.. Randy buru-buru menggendong Agnes masuk ke ruangan operasi diikuti Monica dan dua orang suster dan dua dokter sukarela...

Randy mengambil pisau yang masing di dalam genggaman Agnes.. Lalu melihat tangan Monica menggeletar saat merobek baju Agnes..

" Mon!!.. Biar aku saja yang lakukan.. Kita harus bisa menghentikan darahnya dan melihat kondisi lukanya.. Karna pisau itu beracun..." jelas Randy...

" Haahhh.. Maafkan aku.. Aku bisa.." Monica menarik napasnya lalu mulai melihat luka Agnes dan mengeluarkan racunnya...

" Sepertinya kita harus memasangkan saluran pemakanan ke dalam mulutnya karna dia bilang telah melewati makannya..." jelas Randy...

" Bisa... Dia sudah tau jelas kondisinya sendiri.. Berikan saja.. Pasti saat ini dia sedang kelaparan.. Dia hanya membutuhkan tenaganya untuk melawan kesakitannya...." jelas Monica

Setelah satu jam.. Mereka berjaya mengeluarkan racun dari tubuh Agnes.. Mereka membawanya keluar dari ruang operasi...

Tidak lama kemudian Agnes membuka matanya..

" Haahh.. Kalian melakukannya dengan baik.. Sekarang bantu aku ke toilet.. Dan terima kasih makanannya.." sambil tersenyum lalu perlahan duduk dan dibantu Randy dan Monica.. Monica membantu Agnes turun dari kasur lalu membawanya ke toilet...

" Haahh.. Wanita ini benar-benar gila.. Dia mengagetkan saja.." Randy bergumam

Agnes di hantar ke rumah oleh Randy dan Monica untuk istirahat..

" Nes.. Kamu bisa kan sendiri?? Aku dan Randy harus balik lagi ke gedung medis untuk merawat tentara yang cedera...

" Ya.. Pergi saja.. Aku hanya butuh tidur.. Dan tolong tutup pintunya.." Agnes melihat pinggangnya di cermin...

" Haahh.. Mau saya aku pecahin kepala orang tua itu.. Sekarang bekas jaitan ini bisa membekas.. Tsk.. Berani dia menyentuhku dengan tubuh jijiknya itu.. Bajingan!!" sumpah Agnes.. Lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya..

Setelah selesai Agnes membersihkan jaitannya dan mengoleskan dengan salep lalu membalutnya.. Agnes memakai seluar tentara yang baru dan memakai sepatu bootsnya.. Lalu memakai singlet.. Agnes berbaring membelakangi pintu kamarnya karna lukanya yang ada di kiri pinggangnya..

Waktu dinihari.. Tiba-tiba Agnes tersadar.. Kelvin memeluk bahu Agnes dengan tangan kanannya memeluk kepala Agnes...

" Bukannya 5hari??" tanya Agnes

" Aku biasanya membuat pekerjaanku siap lebih awal.." jawab Kelvin....

" Ini hangat.. Tadinya aku sempat merasa kedinginan.." sambil memegang tangan Kelvin..

" Tidurlah.. Kamu butuh istirahat.. Aku sudah menghancurkan tubuh pria itu.. Kamu pasti menginginkannya... Karna dia menyentuhmu dan mendekatikan tubuh jijiknya ke tubuhmu... Aku juga barusan sudah membakar pakaianmu..."

1
Amiera Syaqilla
hi
Rohos Otaku: Hai 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!