Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18.Pavilun Giok Hitam
Hujan lebat yang mengguyur Ibukota Imperial malam ini seolah meredam gemerlapnya distrik utara, kawasan yang terkenal sebagai pusat hiburan malam bagi para elite, konglomerat, dan tokoh-petinggi yang ingin memuaskan hasrat duniawi mereka. Di balik deretan gedung modern, berdiri sebuah bangunan megah bergaya arsitektur oriental klasik yang dilingkari pagar besi setinggi tiga meter—**Klub Malam Paviliun Giok Hitam**.
Secara sekuler, tempat ini dikenal sebagai klub malam paling eksklusif dengan biaya keanggotaan mencapai jutaan yuan per tahun. Namun di dunia bawah tanah Ibukota, Paviliun Giok Hitam adalah salah satu benteng terdepan milik **Klan Alkemis Naga Hitam**. Di sinilah mereka mendistribusikan pil-pil obat terlarang, mengumpulkan dana segar, dan mengikat kesetiaan para pejabat korup melalui ketergantungan obat serta racun mistis.
Malam ini, pelataran parkir paviliun dipenuhi oleh deretan mobil sport mewah dan sedan antipeluru berlogo khusus. Di dalam aula utama lantai tiga yang megah dan kedap suara, sebuah pelelangan rahasia sedang berlangsung dengan intim. Aroma dupa penenang jiwa yang mahal menguar, berbaur dengan uap anggur yang disajikan oleh pelayan-pelayan wanita berpakaian minim.
Di atas panggung pelelangan, seorang pria paruh baya bertubuh kurus dengan pakaian jubah modern berwarna hitam pekat sedang memegang sebuah kotak kayu cendana kecil. Pria itu adalah **Master Gu**, salah satu alkemis faksi luar dari Klan Naga Hitam yang bertanggung jawab atas wilayah operasional Ibukota bagian utara.
"Hadirin sekalian, barang berikutnya adalah **Pil Pengumpul Roh Naga Hitam**," suara Master Gu terdengar serak namun bergema jelas ke seluruh sudut aula, menarik perhatian sekitar lima puluh orang berpakaian mewah yang duduk di kursi sofa empuk. "Pil ini diracik langsung oleh para penatua inti di gunung suci kami. Satu pil mampu memperpanjang usia hingga lima tahun dan membersihkan seluruh racun duniawi di dalam tubuh kalian. Harga pembuka... lima puluh juta yuan!"
"Enam puluh juta!" seorang pria tambun berjas wol langsung mengangkat tangannya.
"Tujuh puluh juta!" sahut seorang wanita paruh baya bermata licik di sudut lain.
Persaingan harga berlangsung sengit. Mereka semua adalah orang-orang kaya yang ketakutan akan kematian, rela menukar tumpukan lembaran uang demi beberapa tahun sisa umur tambahan. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa di dalam pil tersebut telah ditanami benih racun mikro yang membuat mereka harus terus membeli obat penawar dari Klan Naga Hitam seumur hidup mereka.
*DUAARRR!!!*
Tepat di tengah suasana lelang yang memanas, dinding kaca raksasa yang membatasi aula pelelangan dengan balkon luar meledak hancur berkeping-keping. Jutaan serpihan kaca tajam melesat masuk seperti hujan peluru, menghantam beberapa meja kristal hingga hancur berantakan.
"Aaaahhh!"
"Ada serangan! Lindungi kami!"
Suara teriakan histeris langsung memecah keheningan aula. Para konglomerat dan wanita kaya itu panik, merangkak turun dari sofa mereka untuk mencari perlindungan di balik pilar-pilar batu giok. Belasan pengawal pribadi bersenjata api yang berjaga di sudut ruangan langsung melompat maju, mengarahkan moncong senjata mereka ke arah balkon yang kini dipenuhi embusan angin malam dan rintik air hujan.
Dari balik tirai kabut hujan dan serpihan kaca yang berserakan, sesosok pemuda berjalan masuk dengan langkah kaki yang teramat santai.
Lin Xiu telah tiba.
Dia datang tanpa payung, membiarkan kaus oblong hitam kasualnya sedikit basah oleh sisa air hujan di luar. Tas kain usangnya tersampir kokoh di bahu kiri, dan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana jins pudar miliknya. Ekspresi wajah tampannya begitu tenang, kontras dengan sepasang mata emas murninya yang memancarkan pendaran cahaya yang teramat dingin dan mengintimidasi.
"Siapa kau?! Berani sekali mengacau di wilayah Paviliun Giok Hitam!" bentak Master Gu dari atas panggung, wajah kurusnya berkerut penuh amarah saat melihat kotaknya hampir terkena pecahan kaca.
Lin Xiu menghentikan langkahnya tepat di tengah aula yang berantakan. Dia menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan, melewati para pengawal yang gemetar ketakutan, lalu menatap lurus ke arah Master Gu.
"Aku datang ke sini bukan untuk membeli pil obat murahan kalian," suara Lin Xiu terdengar sangat jernih dan bergetar halus, menekan frekuensi udara di dalam ruangan hingga membuat dada semua orang terasa sesak. "Aku datang untuk menagih utang darah Klan Alkemis Naga Hitam, dan mengumpulkan kepala siapa pun yang bertanggung jawab atas penyebaran Racun Pemutus Jiwa Sembilan Pembalikan."
Mendengar nama racun rahasia itu diucapkan oleh seorang pemuda asing, pupil mata Master Gu mendadak mengecil drastis. Sinar matanya berubah menjadi sangat kejam. "Bocah ingusan... Jadi kau adalah tikus pengganggu dari Jiangnan yang diceritakan oleh pusat? Kau menghancurkan anjing-anjing kami di sana, dan sekarang kau mengantarkan nyawamu sendiri ke Ibukota?!"
Master Gu mengibaskan tangannya dengan kasar ke depan. "Bunuh dia! Hancurkan tubuhnya menjadi serpihan untuk dijadikan pupuk tanaman obat kita!"
"Tembak!!!"
*DOR! DOR! DOR! DOR! DOR!*
Belasan pengawal elite Paviliun Giok Hitam serempak memuntahkan badai peluru tajam dari senapan otomatis mereka ke arah Lin Xiu dalam jarak dekat. Namun, pemandangan mistis yang melampaui akal sehat kembali terulang di aula tersebut.
Seluruh peluru berkecepatan tinggi itu mendadak berhenti total di udara, mengambang di jarak tiga puluh sentimeter di depan tubuh Lin Xiu. Sebuah dinding energi tak kasat mata berwarna emas murni—manifestasi dari *Zhenqi* Sembilan Matahari milik Lin Xiu—membentengi tubuhnya dengan kekuatan mutlak yang tidak bisa ditembus oleh senjata api mana pun.
"A-Apa?! Menahan peluru dengan energi?!" para pengawal itu terbelalak horor, tangan mereka yang memegang senjata bergetar hebat hingga beberapa dari mereka menjatuhkan magasin peluru mereka ke lantai.
"Senjata buatan manusia terlalu lemah untuk menghentikan takdir kalian," kata Lin Xiu malas.
Lin Xiu menggerakkan tangan kanannya keluar dari saku celana, lalu mengibaskannya ke depan dengan gerakan memutar yang sangat anggun.
*BOOOM!!!*
Belasan peluru yang mengambang di udara itu mendadak melesat kembali ke arah asalnya dengan kecepatan tiga kali lipat, diselimuti oleh percikan api emas murni yang membakar.
*CRASH! CRASH! CRASH!*
Bunyi hantaman fisik dan erangan kematian terdengar beruntun dalam hitungan dua detik. Belasan pengawal elite itu langsung terpental ke belakang, menabrak dinding marmer dengan lubang besar di dada mereka sebelum akhirnya tumbang tak bernyawa ke atas lantai yang kini digenangi oleh darah segar.
Para konglomerat yang menyaksikan pembantaian instan itu berteriak lebih histeris lagi. Beberapa dari mereka bahkan langsung pingsan di tempat karena tidak kuat menahan tekanan mental melihat kematian yang begitu dekat di depan mata mereka.
Kini, di tengah aula yang hancur, hanya tersisa Lin Xiu dan Master Gu yang berdiri membeku di atas panggung pelelangan. Rasa percaya diri dan keangkuhan faksi luar Klan Naga Hitam yang melekat pada tubuh Master Gu menguap sepenuhnya, digantikan oleh keringat dingin yang mengucur deras membasahi jubah hitamnya.
"K-Kau... Kau sudah mencapai ranah *Grandmaster* Bela Diri?!" bisik Master Gu dengan suara yang bergetar hebat, langkah kakinya terhuyung mundur satu langkah ke belakang altar.
Lin Xiu melangkah maju perlahan, setiap entakan kakinya di atas lantai marmer yang basah menimbulkan getaran energi yang membuat tiang-tiang bangunan bergoyang halus. "Kalian para alkemis faksi sesat terlalu lama bersembunyi di balik obat-obatan, sampai lupa bagaimana rasanya berhadapan dengan kekuatan dewa yang sesungguhnya."
"Bocah keparat... Jangan remehkan kekuatan alkimia klan kami!" Master Gu berteriak histeris dengan wajah yang terdistorsi oleh kegilaan ketakutan. Dia meraba sabuk jubahnya dan mengeluarkan tiga buah botol giok berwarna merah darah. Tanpa ragu, dia memecahkan ketiga botol tersebut dan meminum seluruh cairan di dalamnya secara bersamaan—**Cairan Stimulan Iblis Darah**.
*RUMBLE!!!*
Pembuluh darah di seluruh tubuh Master Gu mendadak menonjol keluar hingga kulitnya tampak seperti robek. Matanya berubah menjadi merah menyala tanpa pupil, dan energi spiritual di sekitarnya tersedot masuk secara paksa ke dalam dantiannya, membuat kekuatannya melonjak drastis dari tingkat master biasa mendekati ranah *Grandmaster*.
"Mati kau, Lin Xiu!!!" Master Gu melompat dari panggung, kedua tangannya yang kini berkuku tajam kehitaman memancarkan uap beracun yang sangat pekat, menerjang ke arah pelipis Lin Xiu dengan kecepatan kilat.
Menghadapi serangan nekat dari seorang alkemis yang membakar sisa hidupnya sendiri ini, Lin Xiu tidak menggeser kakinya satu milimeter pun. Dia menarik tangan kanannya dari saku, dan di antara dua jarinya, sebilah **Jarum Perak Surgawi** telah bertengger dengan pendaran cahaya suci yang begitu bersih.
"Teknik yang mengorbankan esensi kehidupan... benar-benar menjijikkan," bisik Lin Xiu dingin.
Lin Xiu menggerakkan jarinya maju dengan teknik *Jari Penembus Langit*, menusukkan jarum perak itu tepat di titik meridian pusat yang terletak di antara kedua alis Master Gu yang sedang menerjang.
*TING!*
Gerakan Master Gu langsung berhenti total di udara, seolah-olah waktu di dalam aula tersebut telah dibekukan secara paksa. Kuku tajam beracun miliknya hanya berjarak lima sentimeter dari wajah Lin Xiu, namun dia tidak mampu menggerakkan satu otot pun dalam tubuhnya.
*KRETEK! KRETEK!*
Detik berikutnya, energi suci dari jarum perak Lin Xiu mengalir masuk ke dalam otak Master Gu, menghancurkan seluruh pasokan energi ilegal dari cairan iblis darah tadi. Tubuh Master Gu mendadak menyusut kembali menjadi kurus kering, dan dia jatuh berlutut di hadapan Lin Xiu dengan lemas bagai anjing lumpuh.
"Ugh... d-dantianku... kau menghancurkan kultivasiku?!" Master Gu memuntahkan seteguk darah hitam kental, menatap Lin Xiu dengan pandangan kosong yang dipenuhi horor mutlak. Bagi seorang praktisi, kehilangan kultivasi jauh lebih menyakitkan daripada kematian itu sendiri.
Lin Xiu berdiri tegap di depan Master Gu yang berlutut, menatapnya dari atas dari balik payung hitam yang entah sejak kapan sudah terbuka kembali di tangan kirinya untuk menghalau rintik hujan dari atap yang hancur.
"Dantianmu hanyalah harga awal yang harus kau bayar," kata Lin Xiu dingin, suaranya sedingin es dari neraka terdalam. "Sekarang, jawab pertanyaanku jika kau masih ingin jiwamu masuk ke dalam siklus reinkarnasi dengan utuh. Di mana markas utama Klan Alkemis Naga Hitam di Ibukota Imperial ini, dan siapa Penatua Inti yang memegang perintah operasi pemusnahan panti asuhan Jiangnan tiga belas tahun lalu?"
Master Gu gemetar hebat, sisa harga diri dan loyalitasnya pada klan hancur total malam ini di bawah intimidasi aura dewa perang milik Lin Xiu. "S-Saya tidak tahu lokasi pasti gunung suci klan... Kami hanya faksi luar! Tapi... tapi besok malam, **Penatua Huo**, salah satu dari tiga Penatua Inti Klan Naga Hitam, akan datang ke **Kediaman Agung Keluarga Bangsawan Lu** di distrik pusat untuk merayakan ulang tahun Ketua Konsorsium Lu! Beliau... Beliau yang memegang seluruh catatan operasi luar kota termasuk Jiangnan!"
"Keluarga Bangsawan Lu? Bagus sekali," Lin Xiu menyisipkan kembali gulungan jarumnya ke dalam tas kain usangnya.
"T-Tuan Lin Xiu... saya sudah mengatakan semuanya... tolong ampuni nyawa anjing saya ini..." ratap Master Gu sambil membenturkan kepalanya ke lantai berulang kali hingga marmer itu berlumuran darah.
Lin Xiu membalikkan tubuhnya, berjalan perlahan menuju tepi balkon luar yang hancur tanpa menoleh kembali. "Aku berjanji tidak akan menghancurkan jiwamu, tapi tubuhmu yang penuh dosa ini... harus dibersihkan dari muka bumi."
*WUSH!!!*
Tepat saat Lin Xiu melompat turun dari balkon lantai tiga menuju kegelapan malam, sisa energi *Zhenqi* Sembilan Matahari yang tertinggal di dalam jarum perak di dahi Master Gu mendadak meledak dari dalam. Tubuh Master Gu langsung terbakar oleh api emas suci tanpa asap, berubah menjadi tumpukan abu hitam halus dalam waktu tiga detik tanpa menyisakan sepotong tulang pun.
Paviliun Giok Hitam telah runtuh malam ini. Badai pembalasan sang Dokter Surgawi baru saja menghancurkan satu cabang peliharaan Klan Naga Hitam, dan besok malam, giliran salah satu keluarga bangsawan tertinggi di Ibukota Imperial yang akan menjadi saksi dari amarah yang membakar milik Lin Xiu.