Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23.
Awalnya Wiliam jengkel dan kesal dengan nenek Willy, karena tidak suka dengan Kania malah memaksa putus disaat cintanya dan Kania masih mekar dan terasa begitu indah.
Tapi akhirnya waktu itu nenek Willy memberikan dirinya sebuah video cctv, didalam video itu.
Nenek Willy sama sekali tidak kasar ataupun memaksa Kania dan keluarganya, bahkan nenek Willy terlihat berbicara dengan sangat sopan.
Di dalam video itu, nenek Willy memberikan Kania dan ayahnya dua pilihan.
'Uang 2 miliar dan tinggalkan Wiliam atau kamu masih mau mempertahankan Wiliam tapi tidak akan pernah mendapatkan restu dariku?'
Tanpa ragu, Kania langsung memilih uang itu.
Sampai membuat seluruh keluarga besar Kania yang duduk makan gratis direstoran terkejut dengan keputusan Kania.
Didalam video itu, dengan nada tegas Kania berkata, "Aku orang yang cerdas dan materialistis. Bahkan parasku juga sangat cantik. Diluar sana, aku pasti bisa mendapatkan banyak pria seperti Wiliam!!"
Lalu Kania berdiri dengan wajah sombong. "Nenek Willy, jangan terlalu menyombongkan cucumu! Tanpa harta yang dia memiliki, tidak akan mungkin ada seorang gadis yang sangat tulus mencintainya!!"
"Baik," sahut nenek Willy, lalu ia meninggalkan restoran kelas atas itu.
Wiliam waktu itu sangat syok, akhirnya ia membuka hati dan memperlakukan Gymora dengan sangat baik.
Tapi Gymora gadis yang lembut, penurut dan tidak pernah manja.
Hubungan seperti itu, membuat Wiliam merasa hambar.
Ia sangat merindukan sikap manja, posesifnya Kania.
Sementara Gymora, terlalu membosankan bahkan terlalu pengertian.
Wiliam merasa tidak ada tantangan dalam menjalin hubungan.
Lalu ia bertemu lagi dengan Kania setahun lalu di kampus, Kania berubah menjadi sangat cantik, bahkan semakin jual mahal.
Wiliam sangat terpikat, karena banyak hal yang sebelumnya ingin ia lakukan dengan Kania tidak terwujud.
Makanya Wiliam ingin mewujudkan semua angan-angannya dimasa lampau.
Ia ingin pergi ke beberapa tempat bersama Kania, hal itu sungguh menyenangkan.
Dan akhirnya ia melupakan Gymora yang selama ini selalu baik dan selalu ada disisinya.
Wiliam tahu, kalau sikapnya sangat keterlaluan. Tapi ia tidak khawatir, mengingat Gymora sangat mencintainya tidak mungkin meninggalkannya.
Apalagi, ia ingin melihat Gymora menunjukkan marah dan cemburunya, bukankah itu hal yang menyenangkan? Makanya ia mengajak Kania untuk bersandiwara.
Alhasil Gymora marah, ia sangat bahagia.
Dan ia malah ketagihan untuk menyakiti gadis itu, agar Gymora menunjukkan ekspresinya.
Tapi akhirnya dia sadar, kalau sikapnya begitu keterlaluan pada Gymora.
"Tapi Gymora begitu mencintaiku? Tapi kenapa ia tidak mau memafkan ku bahkan memilih pergi dengan pria lain?" Kata Wiliam.
Nenek Willy memegang punggung tangannya, "hidup nenek sudah nggak lama lagi! Nenek hanya ingin melihatmu bahagia, jika bahagia mu bersama Kania. Nggak papa Wiliam, nenek akan merestui kalian."
"Nenek sekarang aku sudah nggak mencintai Kania, aku hanya ingin Gymora." Kilah Wiliam.
Tiba-tiba wajah nenek Willy berubah muram. "Tapi kamu selama ini selalu menyakiti Gymora, bahkan membuatnya menjadi bahan lelucon dikampus. Kamu juga membuatnya menjadi pencuri?"
"Bagaimana nenek bisa tahu?" Tanya Wiliam bingung.
Nenek Willy yang merasa sangat kesal dengan cucunya, memukul dahi cucunya itu.
"Aduh nenek sakit." Wiliam mengelus- elus dahinya.
"Kamu pikir selama ini nenekmu tidak mengawasi mu! Nenek tahu semua hal yang kamu lakukan pada Gymora, bahkan nenek punya rekaman saat para mahasiswa kampus menindas Gymora, dan saat itu kamu memilih acuh."
cerita nya seruuu👍