Raja Iblis Vorthar adalah penguasa seluruh wilayah kegelapan yang ditakuti oleh para dewa dan manusia. Setelah perang besar yang memakan korban tak terhitung, ia akhirnya dikalahkan dan dikurung selama ribuan tahun. Namun, kutukan para dewa tak mampu menghapus keberadaannya sepenuhnya.
Saat terbangun kembali, Vorthar tidak lagi berada di istana kegelapan yang megah. Ia terlahir kembali sebagai seorang anak biasa di dunia manusia yang damai dan penuh dengan para kultivator yang menganggap kekuatan kegelapan sebagai hal terlarang. Dengan ingatan dan kekuatan dasar yang masih tersimpan, ia harus menavigasi dunia yang memandangnya sebagai musuh.
Tanpa teman dan dengan banyak musuh yang mengincar nyawanya, Vorthar mulai menapaki jalan kembali menuju puncak kekuatan. Ia tidak hanya ingin memulihkan kekuatannya sebagai Raja Iblis, tetapi juga mencari tahu rahasia di balik perang kuno yang menghancurkan dunianya. Dalam perjalanannya, ia akan bertemu dengan sekutu yang tak terduga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sulaiman1927, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebenaran yang tersembunyi
Setelah kembali dari Area Terlarang, Ryn menjadi sosok yang berbeda di antara murid-murid Sekte Angin Bayangan. Aura yang terpancar dari tubuhnya kini jauh lebih dalam dan berat, seolah ia telah menyentuh sesuatu yang jauh melampaui batas biasa manusia.
Namun Ryn tidak memamerkan apa yang ia dapatkan. Ia tetap hidup dan berlatih seperti biasa, namun sekarang ia berlatih dengan tujuan yang lebih jelas dan mendalam.
Setiap malam, ia akan mempelajari isi dari Permata Kenangan dan Teknik Penyempurnaan Jiwa yang ia temukan. Dari pengetahuan itu, ia mulai memahami struktur kekuatan alam semesta yang sebenarnya.
Dunia ini tidak hanya terdiri dari apa yang terlihat oleh mata biasa. Ada lapisan-lapisan dimensi, ada hukum-hukum alam yang tersembunyi, dan ada keseimbangan yang dijaga oleh dua kekuatan besar—Cahaya dan Kegelapan—yang seharusnya saling melengkapi, bukan saling bermusuhan.
Masalahnya dimulai ketika Persekutuan Dewa muncul dan mengklaim bahwa hanya kekuatan cahaya yang benar dan suci, sementara kekuatan kegelapan adalah dosa dan kejahatan. Dengan kekuasaan mereka, mereka mengubah sejarah, mengubah ingatan seluruh makhluk, dan menindas siapa pun yang menggunakan kekuatan kegelapan.
"Vorthar," baca Ryn dari isi gulungan kertas itu, "tidak pernah ingin berperang. Ia hanya ingin menegakkan keseimbangan. Namun karena keinginannya untuk memberikan kebebasan bagi semua jenis kekuatan, ia dianggap sebagai ancaman oleh mereka yang ingin menguasai segalanya."
Ryn kini mengerti mengapa ia merasa begitu akrab dengan tempat-tempat kuno, mengapa ia bisa berkomunikasi dengan makhluk-makhluk tua, dan mengapa kekuatannya memiliki karakteristik yang unik. Ia bukan sekadar kultivator biasa, ia adalah bagian dari sejarah dunia ini.
Suatu hari, saat Ryn sedang membaca di perpustakaan, Penatua Ren datang lagi dan duduk di sebelahnya.
"Aku melihat perubahan pada dirimu, Ryn," kata Penatua Ren dengan nada lembut. "Mata kamu sekarang tidak lagi seperti mata murid biasa. Mereka memiliki kedalaman yang sangat tua."
Ryn menutup buku yang sedang ia baca dan menatap Penatua Ren. "Penatua, apakah kamu percaya pada apa yang tertulis di buku-buku sejarah?"
Penatua Ren terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. "Dulu aku percaya. Tapi setelah hidup selama ratusan tahun dan melihat banyak hal, aku mulai menyadari bahwa sejarah sering kali ditulis oleh mereka yang menang, bukan oleh mereka yang benar. Aku tidak tahu kebenaran yang sebenarnya, Ryn. Tapi aku tahu bahwa kekuatan itu sendiri tidak baik atau buruk. Hanya tujuannya yang menentukan."
Kalimat itu membuat Ryn merasa lega. Ia tahu bahwa Penatua Ren bukan sekadar orang biasa yang hanya mematuhi aturan tanpa pertanyaan.
"Apakah kamu ingin tahu lebih banyak tentang masa lalu?" tanya Penatua Ren tiba-tiba.
Ryn menatapnya dengan mata bersinar. "Bisa kah Penatua memberitahuku?"
"Ada sebuah legenda yang jarang dibicarakan di sini," kata Penatua Ren pelan. "Legenda tentang Raja Iblis Vorthar. Banyak orang menganggapnya sebagai monster yang memakan kota dan menghancurkan segala sesuatu. Tapi ada juga yang percaya bahwa dia adalah penjaga keseimbangan yang dikhianati oleh mereka yang seharusnya melindungi dunia ini."
"Siapa mereka?" tanya Ryn dengan napas tertahan.
"Persekutuan Dewa," jawab Penatua Ren. "Mereka adalah kelompok kultivator yang telah hidup ribuan tahun dan mengumpulkan kekuatan terbesar. Mereka mengatur segala sesuatu, menentukan aturan, dan mengubah sejarah sesuai keinginan mereka. Dan mereka tidak akan pernah membiarkan siapa pun mengetahui kebenaran yang sebenarnya."
Mendengar itu, Ryn semakin yakin bahwa jalannya benar. Musuh utamanya bukan sekadar Pengawal Cahaya atau pemimpin sekte lain, melainkan Persekutuan Dewa itu sendiri.
"Terima kasih atas informasi ini, Penatua," kata Ryn dengan hormat.
"Jaga dirimu baik-baik, Ryn," pesan Penatua Ren. "Aku bisa merasakan bahwa kamu membawa rahasia besar. Dan suatu hari nanti, rahasia itu akan mengubah nasib seluruh dunia ini. Aku hanya berharap kamu menggunakan kekuatanmu untuk kebaikan, bukan untuk kehancuran."
Setelah pertemuan itu, Ryn semakin giat mempelajari teknik baru yang ia dapatkan dari Area Terlarang. Teknik Penyempurnaan Jiwa mengajarkannya cara menyatukan tubuh, energi, dan pikiran menjadi satu kesatuan yang utuh. Dalam waktu singkat, ia berhasil menembus ke Tingkat Master Tahap Pertama, sebuah pencapaian yang bahkan membuat guru-gurunya terkejut.
Namun tidak semua orang bahagia dengan perkembangan Ryn. Kairon dan kelompoknya semakin iri dan takut. Mereka merasa bahwa Ryn akan segera melebihi semua orang, termasuk para penatua sekte itu sendiri.
Suatu malam, Kairon kembali menyusun rencana bersama teman-temannya.
"Kita tidak bisa membiarkan dia terus tumbuh," kata Kairon dengan suara berbisik. "Kita harus mencari cara untuk menjatuhkannya sebelum dia menjadi terlalu kuat. Jika dia benar-benar memiliki hubungan dengan legenda itu, maka dia akan menjadi musuh terbesar bagi Persekutuan Dewa, dan kita tidak ingin terlibat dalam masalah itu."
Salah satu temannya bernama Luka mengusulkan ide. "Ada Lembah Angin Terlarang di luar sekte. Konon di sana sering terjadi pertemuan kelompok perampok. Jika kita bisa menjebak Ryn pergi ke sana, mungkin dia akan mati di tangan mereka, atau setidaknya kehilangan banyak kekuatannya."
Kairon tersenyum sinis. "Itu ide yang bagus. Kita akan mengirim pesan palsu seolah ada peninggalan kuno yang ditemukan di sana, dan menunggu sampai dia pergi. Lalu kita akan memastikan dia tidak bisa kembali."
Ryn tidak menyadari bahwa ia sudah menjadi sasaran rencana jahat ini. Ia hanya fokus pada latihannya dan mempersiapkan diri untuk perjalanan selanjutnya. Ia tahu bahwa hidupnya tidak akan pernah tenang selama Persekutuan Dewa masih ada, dan setiap hari yang berlalu adalah hari di mana ia semakin dekat dengan tujuan akhirnya.