NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Regazz

"Apa-apaan sih loe, pincang! Jangan sok kecantikan deh. Lebih baik pakai baju loe sana! Loe pikir gue bakalan tertarik apa sama loe!" ujar Zayn berkata kasar pada istrinya saat malam pertama mereka.

Varisha Salsabilla Jannah.

Gadis pincang yang baru saja kehilangan suami sekaligus calon anaknya.
Ia bahkan terpaksa harus menikah dengan adik iparnya sendiri, yaitu Zayn Alkautsar.
Adik ipar yang membenci dirinya.

Apakah pernikahan terpaksa ini akan berakhir mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regazz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Aku bukan mainanmu!

Bab 18— Aku bukan mainanmu!

"Kamu mau apa mas ?" Varisha sebegitu takut sekali.

Zayn tersenyum menyeringai, "tentu saja melakukan apa yang udah loe lakuin sama dia tadi."

Zayn langsung mengunci tubuh Varisha dengan dadanya. "Aku nggak ngapa-ngapain sama dia mas."

Zayn langsung mencengkram kedua pipi Varisha, "dasar pincang! Bisa-bisanya loe  masih ngelak dari gue, Jelas-jelas loe udah selingkuh sama cowok lain."

Varisha mencoba melepaskan cengkraman Zayn pada pipinya. Rasanya tulang pipinya bisa saja remuk saat ini juga.

"Kalau aku selingkuh, terus kamu apa hah?! Kamu bahkan berciuman dengan Adinda tadi!" balas Varisha tak ingin selalu disalahkan.

“Udah berani ngelunjak ya loe!”

Kini, satu tangan Zayn mencengkram tangan Varisha dengan erat. Tinggal satu tangan Varisha yang berusaha untuk memberontak memukul dada Zayn.

"Adinda itu pacar gue.. Dan loe itu hanya perusak dalam hubungan ini! Camkan itu!" ujar Zayn tepat di depan wajah Varisha.

Ia masih mencengkeram pipi Varisha dengan kuat. Varisha tak tahan lagi, ia berusaha terus memberontak dengan kuatnya. Namun, kekuatan Zayn tak bisa ia lawan. Ditambah pria itu yang terus menghimpit tubuhnya, ia kesusahan untuk bernapas.

Akhirnya Zayn mencium bibir Varisha dengan paksa. Varisha terus saja memberontak kuat. Apa yang ingin dilakukannya? batin Varisha.

"Lepasin mas!!" teriak Varisha, kini bibir Zayn turun secara perlahan ke leher jenjang milik Varisha. Karena sweater Varisha begitu mengganggu sekali. Zayn pun langsung merobek sweater tersebut dengan paksa.

"Zayn!" protes Varisha begitu marah sekali. Ia bahkan tak memanggil dengan embel-embel ‘mas’ lagi.

"Rasakan balasan gue.!" ujar Zayn mencium Varisha dengan kasar. Bahkan, meninggalkan beberapa bercak merah di setiap leher Varisha.

Varisha hanya bisa meneteskan air matanya. Kenapa Zayn memperlakukannya dengan begitu kasar sekali?

Hingga akhirnya Zayn membuka resleting celana secara paksa.

"Cukup, mas!" ujar Varisha ingin pergi sekarang juga, ia sudah tak tahan lagi.

Zayn bahkan menarik pakaian Varisha dengan kasar.

"Enak aja loe! Setelah loe ngelakuin suatu SMA cowok lain." kata Zayn menyeringai, ia seperti kesetanan saat ini.

Varisha hanya bisa pasrah dengan perlakuan kasar Zayn. Kenapa Zayn begini ketika melihat dirinya dengan pria lain?

Apakah ia cemburu?

Sebuah mobil sedan hitam bergoyang di tengah sepinya jalanan di tengah malam saat ini. Tak ada kendaraan yang lewat, selain suara burung hantu.

Setelah melakukan hal itu, Zayn langsung mengenakan pakaiannya. Sedangkan, Varisha yang hanya ditutup sweater yang rusak parah hanya bisa menangis menatap jendela kaca. Ia berantakan sekali.

Varisha merasakan hal teramat sakit di organ intimnya. Zayn begitu kasar sekali.

Zayn bisa melihat begitu banyak sekali bercak merah di tubuh Varisha dan itu hasil karyanya sendiri.

"Turun!" perintah Zayn.

Varisha langsung menoleh dengan air mata yang masih turun.

"Turun dari mobil gue!" bentak Zayn.

"Di tengah jalan begini, kamu tega menurunkanku mas?" tanya Varisha tak habis pikir. Apalagi ini wilayah entah di mana tempatnya. Baru kali ini Varisha keluar negeri.

"Gue gak peduli. Cepat loe turun! Lebih baik loe cari hotel sendiri. Gue mau sekamar sama cewek gue." ujar Zayn langsung melempar beberapa lembar uang pada Varisha.

Ini keterlaluan.

Plak!

Varisha yang emosi langsung menampar Zayn. Bukan sekali. Tapi, dua kali.

"Kamu pikir aku ini barang apa? Yang bisa kamu pakai sesuka hati, lalu kamu campakkan lagi!"

"Memang loe itu barang! Barang yang hanya bisa jadi pelampiasan gue aja. Loe itu nggak sebanding dengan Adinda." ujar Zayn yang langsung mendorong tubuh Varisha hingga tubuhnya terbentur pintu mobil.

Air mata Varisha semakin turun dengan derasnya. Ia langsung turun sembari mengambil koper miliknya di pintu belakang. Zayn langsung meninggalkannya begitu saja. Dengan pakaiannya yang compang-camping.

Varisha langsung mengambil jaket miliknya di dalam koper dengan cepat. Ia terduduk di bawah pohon rindang sambil berjongkok menatap ke sekeliling arah di tempat asing yang sepi ini.

"Hiks... hiks... hiks..." Varisha menangis kembali. Menangisi nasibnya yang tragis.

"Kamu jahat, mas." ucap Varisha.

•••

Zayn sudah berada di dalam kamar hotel super mewah dan luas miliknya. Ia bisa menatap pemandangan kota yang indah dari balik balkon di kamarnya ini. Ia melirik jam yang masih menunjukkan pukul 1 malam.

"Rasakan!" gumam Zayn yang tersenyum puas setelah meninggalkan Varisha di jalanan sunyi.

Lagi-lagi ia menyeringai, matanya sibuk menatap pemandangan kota pada malam ini.

Hingga panggilan telepon dari Tuan Faruq dan Nyonya Lestari.

"Ayah, ibu!" lirih Zayn. Ia nampak gugup.

"Kalau mereka tanya tentang Varisha gimana?" Zayn jadi gelisah sendiri.

Ia pun langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Zayn!" panggil Nyonya Lestari yang melakukan video call.

Zayn mulai menyapa kedua orang tuanya.

"Kalian sudah tiba? Mana Varisha, ibu ingin melihatnya." ujar Nyonya Lestari.

"Dia sedang mandi, ibu." dusta Zayn.

"Ohh..."

"Mungkin besok kami juga akan menyusul ke sana." sambung Tuan Faruq.

"Buat apa?" heran Zayn.

"Tentu saja untuk melihat balapanmu bersama Varisha."

Zayn jadi kalang kabut, ia jadi gugup. Ia pun menggaruk tengkuknya.

"Baiklah." balas Zayn langsung menutup panggilan video call.

Di sisi lain, Nyonya Lestari masih nampak cemas menatap layar ponsel miliknya.

"Aku masih khawatir dengan Varisha, mas." ujar Nyonya Lestari menatap sang suami dengan wajah cemas.

"Apa sih yang harus kamu khawatirkan. Seharusnya kita bahkan tak perlu menyusul ke sana dengan alasan menonton balapan." sahut Tuan Faruq. Semenjak kepergian Zayn dan Varisha, istrinya selalu merasa cemas.

Tuan Faruq mendekap bahu sang istri, "kamu hanya cemas berlebihan, Lestari. Tenanglah, Zayn pasti bisa menjaga Varisha dengan baik."

"Bukan masalah menjaga Varisha. Justru aku takut jika Zayn yang berbuat jahat pada Varisha. Namun, anak itu tak pernah mengadu apa pun pada kita." jelas Nyonya Lestari lagi.

Nyonya Lestari sangat tahu sekali jika rumah tangga putranya tak baik-baik saja. Zayn hanya bersikap baik pada Varisha saat di hadapan mereka saja.

"Sudahlah, sayang. Ayo kita istirahat saja biar hatimu bisa tenang. Aku akan membuatkan kamu susu hangat." ujar Tuan Faruq.

"Terima kasih, mas." balas Nyonya Lestari sambil tersenyum hangat.

•••

Varisha masuk ke dalam toilet umum. Ia segera mengganti pakaian miliknya. Ia langsung mengenakan rok jeans panjang dan mengenakan kemeja biru muda serta jilbab warna biscuit. Ia menatap pantulan dirinya di wastafel, begitu menyedihkan sekali. Dahi terluka, sudut bibir berdarah, bercak merah di bagian leher.

Ia kembali menyeka air matanya. Matanya kini sudah sembab.

Buru-buru ia membasuh air matanya kembali.

"Menyedihkan sekali hidupmu Varisha." gumam Varisha kembali membasuh wajahnya.

"Hidupmu memang menyedihkan!" ejek seseorang.

Varisha langsung menoleh ke belakang.

"Mas Zayn!" seru Varisha yang kaget melihat Zayn ada di sana.

Bukannya ia sudah pergi?

"Ayo pulang!" Zayn langsung menarik tangan Varisha dengan paksa.

Varisha kesusahan mengikuti langkah kaki Zayn, sembari menarik koper.

"Sakit, mas!" teriak Varisha berusaha melepaskan cengkraman tangan Zayn padanya.

"Cepat! Gue gak mau sampai ayah dan ibu tahu soal ini." Zayn terus menarik tangan Varisha dengan paksa.

Rasa kesal mulai muncul dalam diri Varisha. Tadi Zayn memperlakukan dirinya dengan kasar dan malah meninggalkannya. Dan malah kini ingin mengajaknya pulang kembali.

Bug!

Varisha memukul tubuh Zayn dengan tongkat. Sontak hal itu membuat Zayn kaget dan berbalik dengan wajah marahnya.

"Kau pikir aku ini mainan apa? Seenaknya kau mainkan dan kemudian kau tinggalkan lalu kau ambil lagi." Varisha benar-benar marah sekali.

"...kau brengsek!" Varisha memukul dada Zayn dengan kuat.

Zayn langsung mencengkram kerah kemeja milik Varisha. "Kalau aku brengsek, kenapa? Apa masalahmu?" tanya Zayn.

Varisha kembali menangis.

Zayn semakin menatap dirinya tajam dan penuh kebencian.

"Lepaskan, Zayn!" Varisha berusaha melepaskan diri.

Namun, Zayn semakin mencengkeram kerah kemeja milik Varisha. Hingga tubuh Varisha terangkat.

"Ayo pulang, sebelum gue marah besar." ujar Zayn.

Varisha semakin memberontak, melepaskan tangan Zayn dari kerahnya.

Ia merasa kesakitan.

"DIAM!" teriak Zayn sembari menghempaskan tubuh kecil Varisha.

Tubuh Varisha langsung jatuh tersungkur ke aspal malam itu. Ia jatuh hingga siku tangannya terluka.

"Akh!" ringis Varisha kesakitan saat Zayn yang malah menarik jilbabnya, hingga ia mendongak kesakitan.

"Ayo pulang sekarang, pincang." bisik Zayn pelan sekali. Bulu kuduk Varisha jadi merinding karena takut.

"...atau kau ingin membuat jantung ayah kembali kumat, hmm?" ancam Zayn.

Varisha langsung mendongak, air matanya kembali jatuh lagi.

"Kau jangan gila, Zayn! Dia ayahmu!"

"Aku tak peduli." balas Zayn enteng sambil tersenyum menyeringai.

To be continue...

1
Emi Sudiarni
lanjut
.. smangat untuk kak author .. sdah ngh sbar nungu bab berikutnya
Regazz: terimakasih🙏☺️
total 1 replies
partini
jajat bngt BUCIN nanti kamu
Emi Sudiarni
senang de lihat zayn cemburu
Tamirah
Jadi wanita jangan bodoh bodoh amat, walau kamu cacat sedikit saja punya harga diri lu disiksa diperkosa ngapain gk pergi dr rumah itu....!
Emi Sudiarni
lanjut kak seru bngat
Emi Sudiarni
kok cuma satu bab kak,,
Emi Sudiarni
yg sabar varisha. entar zayn bucin ama kamu..
6690
awas aja kalau Zayn udah bucin
Emi Sudiarni
mantap kak, lanjut..
Emi Sudiarni
Brian cemburu🤣🤣
Emi Sudiarni
buat mantan ny ngejar varisha. biar zayn ngah pnya ksempatan dgn adinda🤣adinda
Emi Sudiarni
buat zayn cemburu di sana... semisal varisha ketemu mantan🤭🤭
Emi Sudiarni
keterlaluan bangat zayn
Emi Sudiarni
lanjut kak 💪💪
Emi Sudiarni
ngemesin bngat zayn..
Emi Sudiarni
hadirkan kak pria yg pnya perasaan ama varisha, biar zayn terbakar cemburu 🤣🤣🤣
Emi Sudiarni
tega nya adam
Emi Sudiarni
bgus novelnya kak. smga tambah suksez
Regazz: makasih☺️
total 1 replies
Emi Sudiarni
kasihan bngat varisha, klw zayn Sring hina. kmu. ya cuekin aj. ngah perlu kasih 2 perhatian.. nanti dia akn sdar jga.. 😄😄Lanjut kak
Emi Sudiarni
lanjut kak author..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!