NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Multisemesta

Reinkarnasi Kaisar Multisemesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Di puncak tertinggi multisemesta, aku adalah hukum. Namun di dunia ini, kalian memperlakukanku seperti sampah?"

Shen Long telah mencapai segalanya. Sebagai penguasa mutlak multisemesta, tidak ada lagi puncak yang bisa ia daki, tidak ada lagi musuh yang bisa menantangnya. Di tengah kebosanan abadi yang menjemukan, ia memutuskan untuk melakukan tindakan gila: membuang takhta keabadian dan melompat ke dalam siklus reinkarnasi.

Namun, takdir seolah sedang bercanda.

Ia terbangun di tubuh seorang tentara muda berwajah pucat dengan nama yang sama, Shen Long. Bukannya mewarisi kejayaan, tubuh barunya ini justru sedang sekarat di sudut kamp pelatihan militer, babak belur akibat perundungan kejam dari para seniornya.

Saat ingatan sang Penguasa Multisemesta bangkit, roda takdir berputar balik. Dari seorang prajurit yang ditindas, Shen Long siap merangkak naik, menghancurkan konspirasi, dan menunjukkan pada dunia apa artinya kemurkaan seorang Dewa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Bab 20: Memasuki Ibu Kota dan Kemurkaan Kaisar Agung

Roda-roda besar dari jip militer lapis baja hitam nomor satu berputar dengan kecepatan yang luar biasa, menggilas sisa-sisa batuan beton dan pecahan lempengan baja yang tersisa dari kehancuran total Gerbang Tianguan. Kendaraan seberat beberapa ton itu melesat melintasi reruntuhan yang masih mengepulkan asap hitam, bergerak meninggalkan kawah raksasa yang kini menjadi makam bagi Pangeran Kedua Zhao Xi dan Supreme Marshal Zheng Tianxiong. Di dalam kabin mobil yang kedap suara, Sun Mo terus mencengkeram kemudi dengan sepasang tangan yang gemetar hebat. Keringat dingin mengalir deras dari pelipisnya, membasahi kerah seragam militernya yang kini terasa sangat menghimpit.

Setiap beberapa detik, mata Sun Mo secara tidak sadar melirik ke arah kaca spion tengah. Di kursi belakang, sosok Shen Long masih duduk bersila dengan posisi yang sangat sempurna dan anggun. Jubah militer hijaunya tetap bersih, tidak menunjukkan setitik pun noda darah atau abu pembakaran meskipun ia baru saja memusnahkan lima ribu prajurit pengawal kekaisaran beserta dua pimpinan tertinggi negara dalam satu gerakan tamparan tangan kosong. Kulit pualam tubuh Shen Long memancarkan kilau cairan emas murni yang sangat pekat, menandakan bahwa esensi energinya yang berada di puncak tingkat kesembilan ranah Fondasi Jiwa sedang mengalir dengan stabilitas yang melampaui seluruh batas hukum alam fana bumi.

Sun Mo menyadari bahwa struktur militer dan pertahanan luar yang telah dijaga oleh Dinasti Kekaisaran Pusat selama tiga ribu tahun terakhir kini telah runtuh sepenuhnya dalam hitungan menit di bawah telapak tangan pemuda di belakangnya. Pangeran Zhao Xi dan Marshal Zheng Tianxiong telah dihapus secara mutlak dari sejarah peradaban dunia fana ini, meninggalkan garis pertahanan terluar Ibu Kota Pusat dalam keadaan kosong tanpa sisa—sebuah penjelasan yang sangat detail mengenai nasib akhir dari seluruh faksi pengawal benteng tersebut yang kini telah tiada seumur hidup mereka.

"Kakak Shen, kita telah resmi melintasi batas Tembok Tianguan dan memasuki wilayah metropolitan dalam Ibu Kota Pusat," Sun Mo melapor dengan nada suara yang dipenuhi oleh pemujaan mutlak, berusaha menahan getaran di dalam tenggorokannya. "Di depan kita adalah Jalur Poros Naga, jalan tol layang khusus berlantai marmer spiritual yang mengarah langsung menuju ke gerbang utama Istana Suci Kekaisaran."

Shen Long perlahan membuka sepasang matanya. Kilatan cahaya keemasan yang sangat murni memancar dari pupil matanya yang hitam, sedalam lautan multisemesta abadi, menciptakan distorsi visual yang samar di udara kabin sekelilingnya. "Teruskan perjalananmu tanpa mengurangi kecepatan, Sun Mo. Semakin cepat kita tiba di singgasana utama klan mereka, semakin cepat aku bisa membersihkan sisa cacing tanah yang mencoba mengusik ketenanganku di dunia fana ini."

"Siap, Kakak Shen!" Sun Mo merespons dengan kepatuhan mutlak, menginjak pedal gas lebih dalam hingga jip militer hitam itu menderu keras, membelah pemandangan kota metropolitan metropolitan yang menjulang tinggi di luar jendela kaca yang gelap.

Ibu Kota Pusat Kekaisaran tersaji dengan tingkat kemegahan yang sangat luar biasa di hadapan mereka. Gedung-gedung pencakar langit setinggi ratusan lantai menjulang menembus awan, tidak terbuat dari beton biasa melainkan dari struktur baja spiritual yang dilapisi oleh kaca reflektif pengumpul energi. Di antara gedung-gedung tersebut, melayang puluhan platform giok raksasa yang berfungsi sebagai jalur transportasi bagi kendaraan spiritual mewah milik klan-klan bangsawan tinggi atau tempat bertenggernya binatang buas terbang peliharaan para master. Seluruh tata kota dirancang di atas simpul urat bumi tertinggi di negara ini, menyedot seluruh energi spiritual alam dari wilayah provinsi sekeliling demi memusatkan pasokan kultivasi bagi para penghuni ibu kota.

Namun sore ini, kemegahan kota modern tersebut telah tenggelam ke dalam atmosfer kepanikan massal yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah dinasti. Suara sirene darurat berskala nasional berbunyi melengking terus-menerus di atas langit, memancarkan gelombang cahaya merah peringatan yang berputar-putar di antara awan hitam. Jaringan satelit dan cermin spiritual rahasia kota telah menyebarkan berita mengerikan tentang hancurnya Gerbang Tianguan serta kematian tragis Pangeran Kedua dan Supreme Marshal dalam sekejap mata.

Di sepanjang Jalur Poros Naga yang dilalui oleh jip militer hitam nomor satu, seluruh kendaraan spiritual mewah milik warga bangsawan tampak menepi dengan kepanikan yang liar. Para kultivator kota yang mengendarai pedang terbang atau mobil spiritual mewah langsung melarikan diri ke segala arah, tidak berani menghalangi jalur kendaraan tunggal yang membawa sosok dewa kematian tersebut. Mereka semua memandang jip militer hitam itu dari kejauhan dengan sepasang mata yang dipenuhi oleh ketakutan primal yang luar biasa dahsyat. Mereka tahu bahwa di dalam mobil sederhana itu, duduk sesosok monster sejati yang baru saja meratakan seluruh armada militer negara hanya dengan menggunakan telapak tangannya.

Di kursi belakang, Shen Long sama sekali tidak memperdulikan pemandangan kepanikan di luar mobil. Kesadarannya sepenuhnya terfokus ke dalam pusaran dantian emasnya sendiri yang sangat luas. Keberhasilannya menembus puncak tingkat kesembilan ranah Fondasi Jiwa (*Foundation Establishment*) tadi telah membuat esensi cairan emas murni di dalam tubuhnya mendidih dengan frekuensi hukum kosmis yang sangat padat. Namun, ia bisa merasakan bahwa di dalam istana suci kekaisaran yang berada di depan, terdapat fluktuasi energi yang jauh lebih berat, membawa esensi dari ranah Pembentukan Jiwa (*Soul Formation*) sejati.

"Ranah Pembentukan Jiwa fana bumi... sebuah tingkatan di mana manusia mulai bisa memisahkan secuil kesadaran jiwa mereka dari wadah fisik untuk mengendalikan hukum ruang berskala kecil," Shen Long membatin dengan penuh cemoohan dingin di sudut jiwanya. "Di hadapan esensi jiwa agung Penguasa Multisemesta, pemisahan jiwa kasar seperti itu tidak lebih dari sekadar lelucon anak kecil yang penuh dengan kecacatan struktural mutlak."

Meskipun demikian, untuk memastikan wadah fisik tubuh barunya tidak menderita ketegangan internal saat ia melepaskan kekuatan tamparan destruktif berskala raksasa melawan para leluhur tua nanti, Shen Long memutuskan untuk memaksa dantiannya melangkah masuk ke dalam ranah berikutnya: ranah Inti Emas (*Gold Core*).

Shen Long kembali mengoperasikan *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* dengan intensitas maksimum. Ia mengarahkan seluruh sisa energi hukum merah tua dari jasad Supreme Marshal Zheng Tianxiong serta sisa energi esensi inti emas dari Pangeran Zhao Xi yang sempat ia sedot secara paksa tadi untuk berkumpul di pusat dantiannya. Energi-energi fana tersebut dibakar habis seluruh elemen kotor dan sisa polusi industrinya melalui hukum pembalikan kosmos, menyisakan tetesan esensi gas emas murni yang sangat padat.

*WUSH... WUSH... WUSH...*

Lautan cairan emas murni di dalam perut Shen Long mulai berputar dengan kecepatan yang melampaui batas kecepatan cahaya fana sejati. Di bawah tekanan kompresi hukum kosmis yang mutlak, seluruh cairan emas tersebut mulai memadat menuju satu titik pusat akupunktur utama, mengkristal membentuk sebutir inti bulat sempurna berwarna emas murni yang memancarkan guratan rune naga primordial tak kasat mata—ia sedang membentuk *Inti Emas Primordial Mutlak* sejati.

*BUMMM!*

Sebuah dentuman halus yang membawa frekuensi keagungan kuno bergema kuat di dalam pusat kesadaran jiwa Shen Long. Dantiannya meluas hingga ribuan kali lipat dari ukuran semula, dan seluruh aliran energinya kini telah berubah wujud menjadi esensi kekuatan inti emas yang sangat murni, kokoh, dan tidak akan pernah hancur oleh hukum fana bumi mana pun. Ia telah resmi melangkah masuk dan menetap di tingkat pertama ranah Inti Emas (*Gold Core First Stage*).

Meskipun secara nominal ia baru berada di tingkat pertama ranah Inti Emas, kualitas kerapatan dan kemurnian energi emas milik Shen Long melampaui seluruh batas energi milik para master ranah Pembentukan Jiwa tingkat puncak di dunia fana bumi ini. Wadah fisiknya kini telah diperkuat hingga ke tingkat di mana setiap hembusan napasnya bisa menciptakan tekanan angin spiritual yang mampu meremukkan tulang seorang master ranah Fondasi Jiwa dengan mudah. Shen Long perlahan membuka matanya, siap untuk menghadapi seluruh pimpinan tertinggi kekaisaran yang berada di ujung jalan depan.

---

Sementara itu, di dalam Istana Suci Agung Kekaisaran Pusat, suasana saat ini sedang berada dalam keadaan gempar yang luar biasa liar seolah-olah fondasi langit negara telah runtuh. Aula Singgasana Sembilan Naga yang dilapisi oleh marmer putih surgawi, pilar-pilar emas murni berdiameter raksasa, dan tirai-tirai sutra kekaisaran yang mewah, kini dipenuhi oleh atmosfer ketakutan yang sangat menghimpit.

Di atas singgasana tertinggi yang diukir dari bongkahan batu giok dewa seberat puluhan ton, duduk sosok pria tua bertubuh kekar yang mengenakan jubah kekaisaran berwarna kuning tua dengan mahkota emas murni bertahtakan dua belas mutiara naga langit—**Zhao Kun**, Kaisar Agung sekaligus penguasa mutlak dari Dinasti Kekaisaran Pusat saat ini. Wajah Zhao Kun yang biasanya dipenuhi oleh kewibawaan mutlak seorang kaisar, kini tampak sangat merah padam bercampur pucat pasi akibat amarah dan rasa tidak percaya yang ekstrem. Tablet giok kehidupan milik putra keduanya, Zhao Xi, serta marshal kepercayaannya, Zheng Tianxiong, telah pecah menjadi abu giok dingin di atas meja altarnya beberapa menit lalu.

"Bencana! Ini adalah penghinaan tertinggi terhadap darah kekaisaran kita!" Zhao Kun meraung dahsyat, seluruh energi spiritual ranah Jiwa Baru tingkat kesembilan miliknya meledak sepenuhnya ke udara, menciptakan gelombang tekanan angin yang merobek tirai-tirai sutra mewah di sekeliling singgasana menjadi serpihan kecil. raungan suaranya membuat pilar-pilar emas aula bergetar hebat. "Putraku Zhao Xi... dan Marshal Zheng yang membawa lima ribu pengawal elit... semuanya dibantai habis di Gerbang Tianguan dalam waktu kurang dari lima menit?! Siapa bajingan bernama Shen Long ini?! Apakah dia iblis kuno yang bangkit dari kuburan massal wilayah selatan?!"

Di bawah tangga singgasana, berdiri belasan pejabat tinggi dan tetua agung klan kekaisaran dengan tubuh yang gemetar hebat, menundukkan kepala mereka serendah mungkin ke atas lantai marmer karena tidak berani menatap langsung wajah kemurkaan sang kaisar.

Dari barisan tetua depan, melangkah maju sesosok pria tua kurus yang mengenakan jubah penasihat spiritual berwarna hitam emas dengan rambut yang memutih seluruhnya dan janggut kambing yang panjang—**Xie Ming**, Grand Preceptor Agung Kekaisaran sekaligus pemimpin dari seluruh jaringan penyisir kultivator pusat. Sepasang mata Xie Ming memancarkan kilatan cahaya ungu yang sangat tebal dan berat, dan aura yang memancar dari tubuh tuanya begitu masif hingga mampu mengendalikan stabilitas hukum ruang di sekeliling aula secara sepihak. Basis kultivasinya telah lama melampaui seluruh tingkatan ranah Jiwa Baru fana dan berada di **ranah Pembentukan Jiwa tingkat kedua sejati** (*Soul Formation Second Stage*)!

"Yang Mulia Kaisar Agung, harap tenangkan diri Anda," Xie Ming berkata dengan nada suara yang sangat berat dan dipenuhi oleh getaran energi ranah Pembentukan Jiwa yang kokoh, membuat atmosfer aula yang tadinya bergejolak liar langsung menjadi tenang kembali di bawah tekanannya. "Berdasarkan analisis proyeksi energi yang ditinggalkan oleh mendiang Marshal Zheng sebelum tewas, pemuda bernama Shen Long ini tidak menggunakan pasukan militer atau senjata spiritual eksternal. Kualitas energi emas murni miliknya membawa esensi kuno yang melampaui standar dunia kita saat ini. Dia kemungkinan besar adalah reinkarnasi dari sesosok penguasa kuno dari dimensi atas yang sedang mengalami masa kebangkitan kekuatan fisik."

Xie Ming menyipitkan mata tuanya yang penuh dengan kelicikan dan keserakahan yang mendalam. "Namun, tidak peduli seberapa hebat esensi jiwa masa lalunya, saat ini wadah fisik tubuh barunya masih berada di ranah fana bumi. Dia sedang mengendarai sebuah kendaraan militer menuju langsung ke arah Istana Suci kita. Hari ini, aku bersama dengan dua Leluhur Agung Klan Kekaisaran yang berada di ranah Pembentukan Jiwa telah mengaktifkan *Formasi Array Pemusnah Dewa Sembilan Naga Langit Agung* di Alun-Alun Zhuque depan! Kita tangkap bajingan ini hidup-hidup, ekstrak seluruh rahasia teknik pembalikan kosmos dari jiwanya, dan jadikan kekuatannya sebagai bahan bakar bagi kejayaan abadi dinasti kita!"

Mendengar penjelasan dan rencana dari Grand Preceptor Xie Ming, Kaisar Zhao Kun mengertakkan gigi tuanya dengan kegilaan murni, rasa sakit akibat kematian putranya digabungkan dengan keserakahan atas warisan tingkat dewa membuat seluruh akal sehat di otaknya terbakar habis. "Sangat bagus! Kumpulkan seluruh sepuluh ribu pasukan Korps Pengawal Dalam Sekte sekarang juga! Aku sendiri yang akan turun ke Gerbang Zhuque untuk menyaksikan bagaimana seluruh tulang di tubuh bajingan kecil itu dihancurkan di bawah telapak tangan formasi kita!"

---

Kurang dari sepuluh menit kemudian, jip militer lapis baja hitam nomor satu yang dikemudikan oleh Sun Mo akhirnya meluncur keluar dari jalur layang metropolitan, menghentikan roda besarnya tepat di tengah-tengah Alun-Alun Gerbang Zhuque yang terletak di depan istana suci utama kekaisaran. Tempat ini adalah sebuah area terbuka seluas ratusan hektar yang dilapisi oleh susunan batu marmer merah darah kuno yang diukir dengan lambang burung phoenix dan sembilan naga langit.

Namun sore ini, alun-alun megah tersebut telah berubah menjadi sebuah kawah kematian spiritual berskala raksasa yang sangat mengerikan.

Di sekeliling alun-alun, sembilan pilar perunggu raksasa setinggi lima puluh meter yang menjadi tiang penyangga utama formasi istana tampak memancarkan seberkas cahaya energi berwarna ungu keemasan yang sangat tebal menuju ke langit. Sembilan berkas cahaya tersebut menyatu di udara membentuk sebuah kubah energi pelindung raksasa berskala nasional yang mengunci seluruh koordinat ruang secara mutlak—*Formasi Array Pemusnah Dewa Sembilan Naga Langit Agung*.

Di bawah naungan kubah energi tersebut, telah berdiri sepuluh ribu prajurit dari Korps Pengawal Dalam Kekaisaran (*Imperial Inner Guard*) yang membentuk formasi barisan melingkar berskala raksasa. Mereka semua mengenakan baju zirah besi berwarna hitam emas dengan tombak spiritual panjang di tangan mereka, memancarkan aura kombinasi ranah Fondasi Jiwa tingkat awal hingga puncak yang menyatu menjadi satu lapisan tekanan energi berskala tentara dewa sejati.

Di barisan paling depan di atas tangga marmer merah, berdiri sosok Kaisar Agung Zhao Kun dengan jubah kuning tuanya yang memancarkan aura tirani ranah Jiwa Baru tingkat puncak. Di sampingnya, berdiri Grand Preceptor Xie Ming bersama dua sosok pria tua kurus lainnya yang mengenakan jubah perang kuno berwarna abu-abu pudar—**Zhao Wudi** dan **Zhao Jingshan**, dua Leluhur Agung Klan Kekaisaran yang masing-masing basis kultivasinya berada di ranah Pembentukan Jiwa tingkat pertama sejati. Kehadiran tiga master ranah Pembentukan Jiwa secara bersamaan menciptakan sebuah tekanan spiritual tak kasat mata yang sangat berat hingga membuat ruang udara di sekeliling alun-alun tampak mengalami distorsi visual dalam bentuk retakan laba-laba yang aneh.

Ketika pintu belakang jip militer hitam nomor satu terbuka dan sosok Shen Long melangkah keluar dengan gerakan yang sangat tenang dan anggun, seluruh sepuluh ribu prajurit pengawal secara serentak mengarahkan pandangan mata mereka yang dipenuhi oleh kebencian yang mendalam langsung ke arah pemuda tersebut.

Shen Long memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jubah militernya yang hijau sederhana, melangkah dengan santai di atas lantai marmer merah darah alun-alun tanpa ada rasa ragu atau takut sedikit pun di wajah tampannya. Angin kencang jalanan yang membawa hawa listrik pekat dari formasi langit meniup rambut hitamnya, namun posisi berdirinya begitu lurus, seolah-olah ia adalah penguasa mutlak yang sedang berjalan-jalan di halaman istana pribadinya sendiri, bukan sedang dikepung oleh kekuatan militer tertinggi suatu negara.

Ia menghentikan langkah kakinya tepat tiga puluh meter di hadapan tangga istana, menatap lurus ke arah Kaisar Zhao Kun dan Grand Preceptor Xie Ming dengan sepasang mata hitamnya yang sedalam multisemesta abadi. Sebuah senyuman tipis penuh cemoohan yang teramat sangat perlahan mengembang di sudut bibirnya yang seputih giok.

"Zhao Kun... Kaisar Agung yang terhormat," Shen Long memanggil dengan nada suara yang sangat ringan namun anehnya bergema sangat jernih di setiap sudut telinga sepuluh ribu prajurit, memotong seluruh gemuruh suara aliran listrik formasi secara sepihak. "Kau mengumpulkan seluruh sepuluh ribu sisa serangga hitam ini dan memasang jaring pelindung giok kotor ini hanya untuk menyambut kedataganku? Dan kalian, tiga ekor anjing tua di ranah pembentukan jiwa... kalian juga datang bersama-sama ke alun-alun ini dengan harapan bisa menahan langkah kakiku?"

Penghinaan terang-terangan dan dingin dari Shen Long di hadapan seluruh pimpinan tertinggi negara langsung meledakkan kemarahan mutlak di dalam hati Kaisar Zhao Kun.

"Bajingan kecil bernama Shen Long! Berani sekali kau mengeluarkan kata-kata lancang di hadapan singgasanaku!" Kaisar Zhao Kun meraung dahsyat dengan kegilaan murni, seluruh energi ranah Jiwa Baru tingkat kesembilannya meledak sepenuhnya ke udara, menciptakan pusaran kabut merah tua setinggi puluhan meter di atas kepalanya. "Kau telah membantai putraku Zhao Xi, meruntuhkan Gerbang Tianguan-ku, dan menghapus seluruh eksistensi pasukan pelayanku! Hari ini, di bawah *Formasi Array Pemusnah Dewa Sembilan Naga Langit Agung*, tidak peduli seberapa hebat teknik reinkarnasi kuno yang kau miliki, aku sendiri yang akan menghancurkan seluruh wadah fisik tubuh barumu ini, mengekstrak jiwamu secara paksa, dan menyiksanya di dalam tungku api jiwa selama sepuluh ribu tahun seumur hidupmu!"

Grand Preceptor Xie Ming juga melangkah maju di udara, mengangkat tangan kanannya yang memegang sebilah pedang panjang berwarna ungu tua yang memancarkan aura destruktif ranah Pembentukan Jiwa tingkat kedua sejati—*Pedang Penguasa Hukum Langit*. "Anak muda, kau terlalu sombong untuk ukuran seorang kultivator yang baru bereinkarnasi di dunia fana ini! Hari ini, aku bersama dua Leluhur Agung akan mengajarimu seberapa tingginya langit kekuasaan Ibu Kota Pusat kami sejati! Seluruh sepuluh ribu prajurit... aktifkan daya hancur maksimum formasi! Tekan bajingan ini hingga berlutut!"

"Siap melaksanakan perintah, Grand Preceptor!"

Sepuluh ribu prajurit pengawal dalam jubah hitam emas secara serentak menghentakkan tombak spiritual mereka ke atas marmer merah dengan kekuatan penuh. Seketika itu juga, sembilan puncak pilar perunggu raksasa di sekeliling alun-alun meledak melepaskan seberkas gelombang cahaya listrik berwarna ungu keemasan yang sangat pekat menuju ke langit, menyatu dengan kubah energi pelindung formasi bumi.

Dalam hitungan helaan napas, sembilan bayangan naga guntur raksasa dengan panjang masing-masing mencapai seratus meter terbentuk di dalam pusat pusaran awan hitam langit alun-alun, memancarkan suara raungan masif yang meruntuhkan atap-atap bangunan pos penjagaan di sekitar komplek istana. Seluruh sembilan naga guntur tersebut mengalirkan esensi energi destruktif mereka secara langsung menuju ke arah bilah *Pedang Penguasa Hukum Langit* milik Grand Preceptor Xie Ming yang melayang di udara.

Xie Ming tertawa dengan mata tuanya yang memancarkan kilat ungu pekat, memusatkan seluruh kesadaran jiwa ranah Pembentukan Jiwanya ke dalam bilah pedang panjangnya. Dua Leluhur Agung, Zhao Wudi dan Zhao Jingshan, juga ikut meluncur maju di sampingnya, melepaskan perwujudan bayangan kesadaran jiwa raksasa mereka masing-masing setinggi lima puluh meter di udara, menyatu membentuk sebilah kapak pedang energi keemasan raksasa dengan panjang mencapai seratus lima puluh meter yang melayang tepat di atas kepala Shen Long—*Pedang Pemusnah Dewa Hukum Kekaisaran Purba*.

Aura destruktif berskala raksasa yang dipancarkan oleh serangan gabungan dari tiga master ranah Pembentukan Jiwa beserta sepuluh ribu prajurit pengawal ini begitu masif hingga seluruh lantai marmer merah darah alun-alun seluas ratusan hektar itu mulai amblas ke bawah sedalam satu meter secara merata, menciptakan kawah retakan raksasa yang mengerikan. Angin badai kota bertiup dengan kecepatan ratusan kilometer per jam, merobek dinding-dinding gerbang kayu istana luar menjadi serpihan kecil yang menguap di udara ditiup angin.

Sun Mo yang menyaksikan dari dalam kabin jip militer lapis baja hitam nomor satu merasakan seluruh roda kendaraan mulai terangkat dari atas tanah akibat daya sedot magnetik dari atas langit. "Kakak Shen... ini adalah seluruh kekuatan militer negara sejati! Serangan ini... bisa menghancurkan seluruh wilayah ibu kota ini menjadi kawah mati dalam sekejap!" Sun Mo berteriak dengan wajah yang sepenuhnya putus asa, menanti datangnya kehancuran mutlak atas tubuh fana manusianya.

Namun, di bawah bayangan kapak pedang energi keemasan raksasa setinggi seratus lima puluh meter yang siap meluncur turun menelan seluruh eksistensinya itu, Shen Long tetap berdiri di tengah kawah retakan marmer dengan ketenangan yang mutlak. Kedua tangannya masih tersimpan dengan sangat santai di dalam saku jubah militernya yang hijau, dan ekspresi wajahnya yang tampan tidak menunjukkan setitik pun kepanikan atau ketakutan. Sepasang matanya yang hitam kini merefleksikan kilatan pedang raksasa tersebut dengan pandangan yang sarat akan cemoohan dingin dan rasa bosan yang teramat sangat.

Bagi sang Penguasa Multisemesta yang di kehidupan masa lalunya pernah memusnahkan seluruh perwujudan dewa primordial berskala galaksi hanya dengan menggunakan sehelai pandangan matanya, penggabungan energi dari sepuluh ribu manusia fana bumi ini tidak lebih dari sekadar mainan anak kecil yang kotor, kasar, dan penuh dengan kecacatan struktural bawaan pada jalinan energinya.

"Memaksa sepuluh ribu prajuritmu membakar esensi energi urat bumi hanya untuk membentuk sebilah bayangan pedang listrik kasar yang dipenuhi oleh ribuan lubang cacat... Xie Ming, Zhao Kun, seluruh otoritas kekaisaran yang kalian banggakan seumur hidup kalian benar-benar berakhir sebagai lelucon yang sangat membosankan di hadapan telapak tanganku," Shen Long berkata dengan nada suara yang sangat ringan, namun suaranya anehnya mampu meredam seluruh gemuruh suara petir sejauh puluhan kilometer secara sepihak.

Di dalam dantiannya yang luas, sebutir *Inti Emas Primordial Mutlak* dari tingkat pertama ranah Inti Emas yang baru saja disempurnakannya tadi mulai berputar dengan kecepatan kosmis yang mutlak, memancarkan gelombang gas emas murni yang sangat tebal dan suci ke luar seluruh pori-pori kulit pualamnya. Kepadatan energinya kini telah siap sepenuhnya untuk melepaskan kekuatan penghancur berskala kekaisaran yang sesungguhnya tanpa perlu melakukan terobosan ranah baru lagi.

"Formasi Pedang Pemusnah Dewa! Hancurlah kau menjadi debu sejarah, bajingan cilik!" Grand Preceptor Xie Ming meraung histeris dengan kegilaan mutlak dari atas langit, mengayunkan *Pedang Penguasa Hukum Langit* di tangannya ke bawah dengan kekuatan penuh bersama dua Leluhur Agung.

*BUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!*

Seketika itu juga, sebilah kapak pedang energi keemasan raksasa sepanjang seratus lima puluh meter meluncur turun dari langit menembus pusaran awan hitam dengan kecepatan yang melampaui kecepatan suara sejati, membawa seluruh kekuatan penghancur mutlak dari formasi array kekaisaran tiga ribu tahun langsung menuju ke arah posisi tempat Shen Long berdiri. Serangan ini memiliki daya ledak masif yang bisa meratakan seluruh kompleks metropolitan menjadi kawah mati dalam hitungan detik. Tekanan udara yang dihasilkan begitu masif hingga ruang di sekeliling jalur lintasan kapak raksasa tersebut tampak bergetar hebat dan mengalami distorsi visual dalam bentuk retakan laba-laba tak kasat mata.

Tepat pada momen yang sangat krusial dan dramatis tersebut, tangan kiri Shen Long perlahan bergerak keluar dari saku jubah militernya dengan kecepatan hukum kosmis yang tidak terhindarkan oleh seluruh persepsi mata manusia fana sejati. Ia tidak membentuk jaring pelindung atau menghindar; ia hanya membentuk telapak tangan terbuka lebar, dilapisi oleh seluruh gelombang esensi kekuatan emas murni dari tingkat pertama ranah Inti Emas miliknya yang baru saja terbentuk sempurna dengan kualitas yang sangat suci.

Shen Long mengayunkan tangan kiri-nya dari bawah ke atas dalam sebuah gerakan tamparan telapak tangan terbuka yang sangat luas, menyambut hantaman bilah kapak pedang energi keemasan raksasa sepanjang seratus lima puluh meter tersebut secara langsung dengan tangan kosong.

*PLAAAAAAAALAK!*

Suara tamparan keras itu terdengar jauh lebih dahsyat dari seluruh ledakan gunung berapi terbesar yang pernah terjadi di dunia fana bumi, menggema kuat membelah seluruh wilayah Ibu Kota Pusat secara mutlak hingga keluar ke batas kekaisaran. Sebuah gelombang kejut telapak tangan keemasan raksasa dengan diameter mencapai ratusan meter meledak keluar dari tangan left Shen Long, meluncur naik ke langit dengan kekuatan hukum pembalikan kosmos sejati.

*BUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!*

Benturan energi berskala raksasa meledak hebat di atas langit Gerbang Zhuque. Gelombang kejut tamparan emas murni milik Shen Long menghantam bilah kapak pedang energi keemasan sepanjang seratus lima puluh meter milik *Formasi Array Pemusnah Dewa Sembilan Naga Langit Agung* secara telak di udara.

Tanpa ada penundaan, perlawanan, atau jeda waktu pertarungan sedikit pun, seluruh bilah kapak pedang energi raksasa seberat jutaan ton yang dikumpulkan dari esensi kekuatan sepuluh ribu prajurit serta tiga master ranah Pembentukan Jiwa langsung hancur berkeping-keping menjadi jutaan serpihan bintik cahaya keemasan yang padam di udara dalam waktu kurang dari satu milidetik! Senjata pemusnahan tertinggi kekaisaran itu hancur seperti kaca tipis yang dihantam palu godam raksasa kosmis.

Tidak hanya itu, kekuatan tamparan emas murni Shen Long terus melaju ke depan tanpa kehilangan energinya sedikit pun, menghasilkan efek gelombang kejut transversal berskala raksasa yang menyapu ke depan, langsung menghantam sembilan pilar perunggu raksasa pertahanan istana beserta seluruh barisan sepuluh ribu prajurit pengawal dalam kekaisaran secara bersamaan.

*KRAKKKKKKKKKK! BYARR!*

Suara hancurnya sepuluh ribu tombak spiritual panjang dan rusaknya jaringan meridian dari seluruh prajurit pengawal jubah hitam emas tersebut terdengar sangat renyah dan mengerikan di sepanjang alun-alun. Seluruh sepuluh ribu prajurit tersebut secara serentak memuntahkan seteguk darah hitam kental yang dipenuhi oleh serpihan organ dalam mereka yang hancur akibat tekanan gelombang kejut kekuatan emas Shen Long. Tubuh mereka terlempar secara horizontal ke belakang dari posisi berdiri mereka, meluncur sejauh puluhan meter sebelum akhirnya jatuh tersungkur di atas lantai marmer merah darah dalam kondisi yang lemas sepenuhnya.

Energi murni Shen Long telah meledakkan seluruh dantian di dalam perut sepuluh ribu prajurit tersebut, menghancurkan jaringan spiritual utama mereka secara mutlak dan membuat mereka cacat permanen sebagai manusia fana biasa yang tidak akan pernah bisa menyentuh energi spiritual lagi seumur hidup mereka. Mereka semua pingsan dengan mata memutih tanpa kekuatan sedikit pun, dikeluarkan secara total dari panggung dunia kultivasi—sebuah penjelasan yang sangat detail dan pasti mengenai akhir dari seluruh generasi prajurit pengawal dalam kekaisaran tersebut di dalam cerita ini.

Namun, nasib Grand Preceptor Xie Ming beserta dua Leluhur Agung, Zhao Wudi dan Zhao Jingshan, jauh lebih mengerikan karena mereka berada di pusat kendali serangan atas langit. Hantaman langsung dari sisa gelombang kejut telapak tangan keemasan Shen Long meluncur naik menembus sisa pertahanan kesadaran jiwa mereka dengan akurasi yang mutlak, menghancurkan *Pedang Penguasa Hukum Langit* milik Xie Ming menjadi bubuk besi tua halus yang beterbangan, sebelum akhirnya telapak tangan kiri Shen Long mendarat dengan telak tepat di wajah tua mereka secara berurutan.

*PLAK! PLAK! PLAK!*

Tiga suara hantaman tamparan keras yang luar biasa dahsyat membelah atmosfer langit alun-alun dengan gema suara yang sangat nyaring.

Grand Preceptor Xie Ming, yang berada di ranah Pembentukan Jiwa tingkat kedua, menerima tamparan pertama tepat di sisi kanan wajah tuanya. Kekuatan destruktif emas murni Shen Long meledakkan seluruh struktur tengkorak, rahang, dan seluruh jaringan tulang kepalanya menjadi bubuk halus dalam sekejap. Tubuh tuanya terlempar secara horizontal sejauh seratus meter melintasi langit sebelum akhirnya jasadnya menghantam menara gerbang utama istana hingga menara batu giok seberat ratusan ton itu runtuh total dan menimbun jasadnya di bawah puing-puing tanpa sisa kehidupan—sebuah penjelasan detail mengenai kematian Xie Ming di tempat.

Leluhur Agung Zhao Wudi, yang berada di ranah Pembentukan Jiwa tingkat pertama, menerima tamparan kedua tepat di pusat dadanya. Kekuatan murni Shen Long meledakkan seluruh zirah besi kuno, tulang rusuk, paru-paru, dan jantung pria tua itu hingga hancur berantakan menjadi serpihan daging yang menguap di udara. Tubuhnya meluncur secara vertikal ke bawah seperti meteor jatuh, menghantam lantai marmer merah darah hingga menciptakan kawah sedalam dua meter sebelum akhirnya ia tewas seketika dengan seluruh meridian dan kesadaran jiwanya yang meledak berkeping-keping menjadi abu energi kosong—sebuah penjelasan detail mengenai kematian Zhao Wudi di tempat.

Leluhur Agung Zhao Jingshan, yang juga berada di ranah Pembentukan Jiwa tingkat pertama, mencoba menggunakan seluruh sisa esensi hidupnya untuk mengaktifkan teknik pemisahan jiwa demi melarikan diri karena panik melihat kematian tragis kedua rekannya. Namun, energi emas murni milik Shen Long telah mengunci seluruh struktur jiwanya secara mutlak. Gelombang kejut tamparan Shen Long menghantam perut bagian bawah Zhao Jingshan dengan akurasi yang kejam, meledakkan sebutir inti emas di dalam dantian perutnya beserta bayangan jiwanya hingga hancur menjadi debu energi kosong, memutuskan seluruh jaringan meridian utamanya dan melenyapkan jiwanya dari tubuh fana secara mutlak dalam waktu satu helaan napas. Ia terkapar di atas marmer dengan sepasang mata yang melotot keluar penuh dengan horor sebelum akhirnya tewas seketika di tempat—sebuah kematian yang mutlak bagi seluruh utusan leluhur klan kekaisaran yang diturunkan hari ini.

Hanya dalam waktu satu gerakan tamparan tunggal berskala raksasa, seluruh formasi pertahanan tiga ribu tahun kekaisaran telah dihancurkan total, sepuluh ribu prajurit dicacatkan secara permanen, dan tiga master tertinggi ranah Pembentukan Jiwa telah dibantai habis hingga tewas mengenaskan oleh telapak tangan Shen Long.

Keheningan yang jauh lebih mencekam daripada kuburan massal di tengah malam kembali menyelimuti seluruh area Gerbang Zhuque. Kaisar Agung Zhao Kun yang masih berdiri di atas tangga istana merasakan seluruh aliran darah di dalam jantungnya membeku secara instan. Sepasang matanya melotot keluar dengan rasa takut primal yang luar biasa dahsyat, memandangi jasad ketiga master tertinggi negara serta sepuluh ribu pasukannya yang kini meratap kesakitan di atas tanah tanpa kekuatan kultivasi lagi. Seluruh harga diri, kekuasaan tertinggi dinasti kekaisaran, dan keyakinan politiknya sebagai penguasa ranah Jiwa Baru tingkat puncak runtuh menjadi abu dalam sekejap mata.

*Bugh!*

Kaisar Zhao Kun kehilangan seluruh kekuatan di lututnya, jatuh berlutut di atas lantai marmer merah darah, membenturkan kepalanya berkali-kali ke arah Shen Long hingga dahinya mengeluarkan darah kental yang membasahi lantai marmer.

"Ampun... Ampun, Tuan Besar Shen Long!" Kaisar Zhao Kun berteriak dengan suara yang pecah dan dipenuhi oleh keputusasaan mutlak dari makhluk yang memohon belas mercy terakhirnya. "Hamba yang kerdil ini telah dibutakan oleh kesombongan darah kekaisaran! Hamba siap menyerahkan seluruh takhta kekaisaran, seluruh wilayah kekuasaan negara ini, dan seluruh harta kekayaan dinasti kami secara mutlak kepada Anda! Hamba siap menjadi anjing peliharaan Anda yang paling setia seumur hidup! Mohon ampuni sisa nyawa anjing hamba!"

Shen Long perlahan melangkah maju, menyusuri celah-celah retakan marmer alun-alun menuju ke arah posisi tangga istana tempat Zhao Kun bersujud. Setiap ketukan langkah kakinya terdengar seperti detak jam kematian di dalam kepala Zhao Kun, membuat kaisar tersebut semakin histeris membenturkan kepalanya ke lantai.

Shen Long berhenti tepat tiga meter di depan Kaisar Zhao Kun yang sedang bersujud, menatap ke bawah dengan sepasang mata hitamnya yang sedalam multisemesta abadi. Sebuah senyuman tipis penuh cemoohan dingin perlahan mengembang di sudut bibirnya yang putih seperti giok.

"Zhao Kun... Kaisar Agung yang terhormat," Shen Long memanggil dengan nada suara yang rendah namun mengandung otoritas tirani mutlak yang menekan jiwa kaisar tersebut hingga pria paruh baya itu sulit bernapas. "Kau menggunakan sepuluh ribu prajuritmu untuk mengepungku dengan alasan hukum kekaisaran, dan sekarang ketika seluruh pasukannya hancur di bawah telapak tanganku, kau merangkak memohon untuk menyerahkan takhtamu?"

"Di bawah hukumku, Penguasa Multisemesta... seluruh takhta kekaisaran fana di dunia rendah ini tidak lebih dari sekadar tumpukan mainan besi kotor yang tidak memiliki nilai sedikit pun di mataku. Kau telah menyetujui perintah penyiksaan terhadap tubuh ini di masa lalu hanya karena konspirasi klan besar, sekarang... bersiaplah untuk menerima hasil akhir dari keputusan kekuasaanmu sendiri."

"Tidak! Tidak! Mohon jangan bunuh aku! Penguasa Agung dari Alam Atas tidak akan—" Kaisar Zhao Kun menjerit histeris, mencoba melompat mundur untuk melarikan diri dengan sisa energinya.

Namun, tangan kiri Shen Long telah bergerak keluar dengan kecepatan hukum kosmis yang tidak terhindarkan oleh seluruh persepsi mata manusia sejati. Ia melayangkan sebuah gerakan tamparan menyamping yang sangat luas tepat ke arah wajah Kaisar Zhao Kun.

*PLAAAAAAAALAK!*

Suara tamparan keras itu memotong melintasi sisa kabut badai sore hari alun-alun dengan akurasi yang mutlak. Kekuatan destruktif emas murni Shen Long menghantam tengkorak Zhao Kun dengan telak.

*KRAKKKKKKKKKK! BYARR!*

Suara hancurnya seluruh struktur tengkorak, rahang, pelipis, dan seluruh jaringan tulang kepala Kaisar Zhao Kun terdengar sangat renyah di udara alun-alun yang kini sunyi. Kekuatan tamparan tersebut meluncur masuk ke dalam perut bagian bawahnya, menghantam langsung sebutir jiwa baru puncak tingkat kesembilan yang berputar di dalam dantiannya hingga jiwa baru tersebut meledak berkeping-keping menjadi abu energi kosong, memusnahkan seluruh jaringan meridian utama, wadah spiritual, dan jiwanya secara mutlak dari dalam tubuh fananya dalam waktu satu helaan napas.

Kaisar Agung Zhao Kun telah tewas seketika di tempat hanya karena satu tamparan santai dari tangan kiri Shen Long—Alun-Alun Gerbang Zhuque kini telah bersih dari sisa-sisa pimpinan tertinggi dinasti kekaisaran fana ini secara mutlak seumur hidup mereka.

Otoritas dinasti dan hukum kekaisaran tertinggi di seluruh negeri telah disapu bersih secara mutlak dari sejarah dunia fana hanya dalam waktu satu hari perjalanan oleh telapak tangan sang Penguasa Multisemesta. Sisa-sisa prajurit yang masih hidup di atas tanah memandang sosok Shen Long dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh pemujaan mutlak seolah-olah sedang menatap sesosok Dewa Pencipta sejati yang baru saja turun ke bumi fana untuk menegakkan hukum kematian absolutnya.

Shen Long membalikkan tubuhnya dengan sangat anggun, melangkah kembali menuju pintu belakang jip militer lapis baja hitam nomor satu yang dikemudikan oleh Sun Mo dengan langkah kaki yang tenang dan stabil, bersiap untuk mengarahkan kendaraan memasuki ruang istana utama demi mengambil seluruh tabungan batu spiritual tertinggi klan kekaisaran sebelum melanjutkan perjalanannya menuju ke wilayah dimensi yang lebih tinggi tanpa ada satu pun kekuatan fana manusia bumi yang mampu menahan laju amukan mutlak dari telapak tangan sang Penguasa Multisemesta.

1
Nanik S
Hadir
Kairon: Terima kasih sudah singgah kak😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!