NovelToon NovelToon
SALDO ISTRI, NAFKAH SUAMI

SALDO ISTRI, NAFKAH SUAMI

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

"Uangku adalah uang kita, tapi uangmu adalah uang keluargamu."

​Kalimat itu menjadi pahit yang Arumi telan setiap hari. Membesarkan dua anak yang beranjak dewasa sendirian di bawah atap yang sama dengan seorang suami, Arumi merasa seperti single parent berstatus menikah. Sementara sang suami tampil necis dan loyal di luar sana, Arumi harus berjuang dengan wajah kusam di depan laptop demi biaya sekolah anak-anak.

​Sampai kapan Arumi harus mengalah? Apakah pernikahan sepuluh tahun ini layak dipertahankan jika keberadaannya hanya dianggap sebagai 'mesin penghasil uang' yang tak berhak bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SALDO ISTRI, NAFKAH SUAMI

​Gedung Pengadilan Agama siang itu tampak cukup ramai. Bau kertas berkas, deru pendingin ruangan yang bekerja keras, dan gumam cemas dari orang-orang yang mengantre menciptakan atmosfer yang begitu formal sekaligus menegangkan. Namun, bagi Arumi, setiap jengkal lantai keramik putih di gedung ini tidak terasa menakutkan sama sekali. Langkah kakinya tetap tegap, ditemani oleh Pak RT dan Bu RT yang setia berjalan di sisi kanan dan kirinya, memberikan kekuatan moral yang luar biasa.

​Proses pendaftaran gugatan cerai ternyata berjalan jauh lebih lancar dari yang Arumi bayangkan. Uang bonus lima belas juta rupiah yang semalam masuk ke rekeningnya benar-benar menjadi pelicin segala urusan administrasi tanpa hambatan. Arumi tidak perlu memutar otak atau memelas meminjam uang ke sana kemari. Dengan tenang, ia membayar seluruh biaya panjar perkara di loket bank yang tersedia.

​Petugas loket memeriksa satu per satu berkas yang disodorkan Arumi mulai dari KTP, Kartu Keluarga, hingga Buku Nikah yang sempat diselamatkan Arumi dari amukan Pras. Pak RT juga dengan sigap memberikan kesaksian singkat serta surat pengantar dari lingkungan tempat tinggal mereka, menegaskan bahwa keributan besar memang telah terjadi dan mediasi tingkat rukun tetangga telah menemui jalan buntu karena sikap kikir serta fitnah yang dilemparkan oleh pihak suami.

​Setelah menunggu hampir dua jam, petugas akhirnya menyerahkan selembar kertas tanda terima pendaftaran gugatan beserta nomor perkara resmi.

​"Berkasnya sudah lengkap dan resmi terdaftar ya, Ibu Arumi," ucap petugas loket wanita itu dengan senyuman ramah. "Jadwal sidang perdana dengan agenda mediasi akan dikirimkan lewat surat panggilan resmi ke alamat Ibu dan suami dalam waktu dekat. Silakan ditunggu saja."

​"Baik, Mbak. Terima kasih banyak," jawab Arumi, mendekap kertas nomor perkara itu di depan dadanya.

​Ada secercah rasa lega yang luar biasa membuncah di dalam hatinya. Saat melihat deretan angka nomor perkara tersebut, Arumi tahu bahwa secara hukum, proses pemutusan rantai penderitaannya dengan Pras sudah resmi berjalan. Dia bukan lagi wanita lemah yang bisa diancam dan diintimidasi dengan tameng kata istri durhaka.

​"Alhamdulillah, Rum... semuanya sudah beres," bisik Bu RT sambil merangkul pundak Arumi hangat saat mereka berjalan keluar menuju area parkir gedung pengadilan. "Sekarang tinggal tunggu tanggal mainnya. Kamu harus tetap kuat dan jaga kesehatan buat anak-anak."

​"Iya, Bu. Terima kasih banyak ya, Pak RT, Bu RT, sudah repot-repot menemani saya seharian ini," ucap Arumi tulus.

​"Sama-sama, Nak Arumi. Ini sudah jadi tugas saya sebagai pengayom warga," jawab Pak RT sambil tersenyum bijak.

​Baru saja mereka hendak melangkah mendekati motor, tiba-tiba handphone di dalam tas katun Arumi bergetar hebat. Layarnya menyala, menampilkan nama Bu Ida yang memanggil. Kerutan halus langsung muncul di kening Arumi. Perasaannya mendadak agak tidak enak, khawatir terjadi sesuatu pada Bintang atau Langit di sekolah.

​Arumi menggeser tombol hijau dengan cepat. "Halo, Assalamualaikum, Bu Ida? Ada apa, Bu? Anak-anak nggak apa-apa, kan?" tanya Arumi buru-buru dengan nada cemas.

​Di seberang telepon, suara Bu Ida terdengar agak berbisik, seperti sedang menyembunyikan sesuatu, namun ada nada kebingungan yang sangat jelas dari suaranya. "Waalaikumsalam, Rum. Anak-anak aman, ini mereka lagi makan siang di rumah Ibu sama cucu Ibu. Tapi ini, Rum... di rumah kamu ada tamu. Ibu bingung mau suruh masuk atau gimana."

​Arumi mengernyitkan alisnya, rasa bingungnya semakin bertambah. "Tamu? Siapa, Bu? Pras atau ibunya datang lagi?" nada suara Arumi langsung meninggi, bersiap-siap jika harus menghadapi ronde kedua dengan keluarga parasit itu.

​"Bukan, Rum! Bukan si kikir sama nenek sihir itu," bantah Bu Ida cepat. "Ini tamunya orang jauh sepertinya. Berpakaian rapi, bawa mobil bagus, dan mereka nyariin kamu sama almarhum bapak kamu. Katanya mereka keluarga besar dari kampung halaman bapakmu. Ibu bingung, makanya Ibu telfon kamu sekarang. Kamu posisi di mana?"

​"Saya baru selesai urus berkas, Bu. Ini mau langsung jalan pulang," jawab Arumi, otaknya mendadak buntu. "Yaudah Bu, minta tolong suruh mereka tunggu sebentar di teras ya, Bu. Saya jalan pulang sekarang."

​Setelah menutup telfon, Arumi berdiri mematung di samping Bu RT. Pikirannya melayang-layang, dipenuhi oleh tanda tanya besar. Tamu siapa yang dimaksud Bu Ida? Keluarga besar dari kampung halaman bapaknya?

​Mengingat kembali sejarahnya, Arumi dan kedua orang tuanya sebenarnya adalah keluarga pendatang di kota ini. Mereka tidak memiliki sanak saudara atau hubungan darah dengan siapa pun di lingkungan hunian padat penduduk tersebut. Dulu, belasan tahun sebelum Arumi lahir, ayah dan ibunya datang merantau dengan modal nekat dan sepasang tangan yang siap bekerja keras.

​Ayah Arumi dulunya adalah seorang buruh kasar yang tidak pernah memilih-milih pekerjaan, sementara ibunya membantu dengan berjualan makanan kecil. Berkat kegigihan, kejujuran, dan cucuran keringat yang tidak pernah putus selama bertahun-tahun, kedua orang tuanya akhirnya berhasil mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. Dari uang hasil kerja keras yang seratus persen halal itulah, mereka bisa membeli sebidang tanah kecil dan membangun rumah sederhana yang sekarang ditempati oleh Arumi dan anak-anaknya. Rumah itu sudah berdiri kokoh bahkan sebelum Arumi lahir ke dunia.

​Karena perjalanan hidup yang penuh perjuangan itulah, para tetangga lama di gang tersebut termasuk Bu Ida dan Pak RT sangat memahami dan menghormati tabiat keluarga Arumi. Mereka tahu betul bahwa rumah tua itu adalah simbol kehormatan dan saksi bisu dari kerja keras sepasang perantau. Itulah mengapa para tetangga sangat murka ketika kemarin Ibu Pras dengan ringannya menghina rumah itu sebagai gudang kumuh yang dirawat pakai uang Pras.

Mereka tahu sejarahnya, dan mereka tahu Pras tidak punya andil satu sen pun di sana.

​Namun, sepanjang hidupnya, Arumi hampir tidak pernah mendengar ayahnya bercerita tentang keluarga besar di kampung halaman. Ayahnya selalu bungkam jika ditanya soal kerabat jauh, seolah ada luka atau rahasia besar yang sengaja dikubur rapat-rapat di masa lalu. Dan sekarang, setelah kedua orang tuanya tiada, tiba-tiba ada orang yang datang mengaku sebagai keluarga besar dan mencari almarhum ayahnya.

​"Ada apa, Rum? Kenapa wajahmu bingung begitu?" tanya Bu RT yang menyadari perubahan raut wajah Arumi.

​"Itu, Bu... kata Bu Ida ada tamu di rumah. Katanya keluarga jauh dari kampung halaman almarhum Bapak. Saya jadi bingung, selama ini Bapak nggak pernah cerita kalau kami punya keluarga jauh yang kaya sampai bawa mobil bagus begitu," ungkap Arumi jujur.

​Pak RT dan Bu RT saling berpandangan sejenak. Pak RT kemudian menepuk pundak Arumi. "Ya sudah, kalau begitu kita langsung pulang saja sekarang. Biar kita lihat bersama siapa sebenarnya yang datang mencari keluargamu. Jangan cemas, ada kami yang menemanimu."

​Dengan rasa penasaran yang menggebu-gebu dan jantung yang berdegup lebih kencang dari biasanya, Arumi naik ke boncengan motor Pak RT. Sepanjang perjalanan pulang membelah jalanan kota, pikiran Arumi terus berputar. Siapa mereka? Dan apa tujuan mereka datang mencari almarhum ayahnya di saat kehidupan Arumi baru saja bergolak menuju babak yang baru?

1
Uthie
rasain tuhh mereka 😡
Suanti
setelah selesai bangun rmh 3 lantai rmh arumi mantan ibu mertua langsung stroke🤭🤣🤣🤣
Uthie
Maaff Thor . koq rasanya ada penggambaran soal bonceng 3 naik motor Matic aga kurang masuk di akal sy yaa 😁🙏🙏

kenapa juga gak naik taksi online atau apa gtu, walau cerita nya mereka masih akting susah sekali pun🙏🙏😁
blcak areng: siap kak 😁😁
total 1 replies
Uthie
dasar manusia - manusia culas 😡😡😡
Uthie
Mantap nii Bu RT dan Bu Ida 👍😁
Suanti
jgn sampai tukang renovasi rmh arumi bocor blg arumi mau renovasi rmh bertingkat 3🤭
Uthie
Maju terus Arumi 👍👍😍
Uthie
kebahagiaan dan Rizki selain materi adalah, memiliki Tetangga yg baik dan saling Peduli satu sama lain 👍👍😍
Suanti
uang 200jt arumi bisa renovaai rmh nya jdi tingkat 2 . uang dlm tabungan arumi bisa buka, usaha 🤭
Uthie
dikira Arumi malah akan ada keluarga yg akan terus melindungi nya, tau nya cuma nitipin jatah warisan ayahnya dulu tohhh... 😁
padahal harusnya hubungan keluarga jangan sampai putus begtu saja, kalau sdh ada penyesalan terdalam dan niat baik untuk memperbaiki nya....
memang menyakitkan, namun mikir untuk kedepannya saja 🙏🙏😁
Uthie
Maaf Thor....itu bagaimana yaa? koq Arumi naik ke boncengan motor pak RT?? lahh Bu RT nya di kemanain?? 😂😂
bukannya Arumi juga punya motor sendiri walau sdh tua yaa peninggalan bapak nya yg suka antar jemput sekolah??? maaf... tolong di jelaskan 😁🙏🙏
blcak areng: udah biarin aja.. ini pak polisi nya mikir" mau nilang Arumi kak🤣🤣
total 3 replies
Uthie
Maju dan sukses 👍👍👍
Uthie
Seharusnya demikianlah bertetangga itu.. saling menjaga satu sama lain seperti keluarga sendiri... ikut bahagia jika ada yg bahagia, ikut sedih jika ada yg sedih dan terluka 👍👍😍
Uthie
Biar sumpah nya berbalik untuk dirinya dan keluarga nya sendiri itu 😡
Suanti
sumpah serapah ibu nya pras buat arumi semoga aja kebalikkan nya senjata mkn tuan 🤣🤣🤣🤣
Uthie
Good Choice Arumi 👍👍👍😡
Uthie
Mantappp ituuu 👍👍😡😡
Uthie
Bagusssss Arumi 👍😡
Uthie
Balas terus Arumi 👍😡😡
Uthie
dasar manusia2 Toxic 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!