NovelToon NovelToon
Kanvas Di Balik Baluwarti

Kanvas Di Balik Baluwarti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Romansa Fantasi / Kerajaan
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: NP (Naika Permata)

Di tengah kaku dan dinginnya protokol Keraton Amarta, Arya Wijaya, sang Raja muda, merasa hidupnya hanyalah pengabdian tanpa warna. Segalanya berubah saat ia bertemu dengan Sekar, seorang guru taman kanak-kanak yang juga seorang pelukis berbakat. Sekar adalah perwujudan dari keanggunan yang bersahaja—lembut dalam tutur kata, ceria dalam bersikap, dan memiliki jiwa bebas yang dituangkannya ke atas kanvas. Bagi Arya, Sekar adalah jendela menuju dunia yang lebih manusiawi. Namun, bagi tembok keraton, Sekar hanyalah rakyat jelata yang dianggap tak layak bersanding dengan takhta. Saat Arya dihadapkan pada tuntutan perjodohan politik demi stabilitas kerajaan, ia harus memilih: mempertahankan mahkota yang hampa, atau memperjuangkan cintanya pada sang pelukis yang telah mewarnai kembali hatinya. Sebuah kisah tentang benturan antara tradisi yang kaku dan cinta yang tulus, di mana keanggunan seorang wanita biasa diuji di hadapan kemegahan istana yang penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NP (Naika Permata), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja di Beranda Keputren

Di tengah deru persiapan perayaan agung yang menguras energi dan pikiran, waktu senja menjadi sebuah oase suci bagi Arya dan Sekar. Saat langit Amarta berubah warna menjadi jingga keunguan, protokol istana seolah melonggar, memberi ruang bagi dua jiwa ini untuk kembali menjadi manusia biasa.

Sore itu, Sekar meminta ijin khusus kepada Nyai Retno untuk menggunakan dapur kecil di paviliunnya. Ia ingin memasak sendiri, tanpa campur tangan puluhan koki istana yang biasa menyajikan hidangan mewah. Dengan tangannya yang kini mulai terbiasa memegang kipas tari, ia kembali memegang sutil dan ulekan.

Arya datang tepat saat aroma sambal korek dan ikan seluang goreng menyeruak di udara. Ia melepaskan keris besarnya, hanya mengenakan beskap harian yang longgar. Pemandangan Sekar yang sedikit berkeringat di depan tungku kayu—yang sengaja ia minta agar tetap ada—membuat hati sang Raja bergetar.

“Aroma ini… jauh lebih nikmat daripada perjamuan resmi di bangsal utama,” puji Arya sambil duduk di balai-balai bambu yang diletakkan di teras belakang.

Sekar menyajikan nasi putih hangat di atas piring tanah liat beralaskan daun pisang. “Ini hanya masakan sederhana, Mas. Saya takut lidah Mas Arya sudah terbiasa dengan masakan keraton yang kaya akan rempah.”

Arya menyuap nasi dengan tangannya sendiri, lalu memejamkan mata. “Bukan rempahnya, Sekar. Tapi kasih sayang dalam bumbunya yang membuatku merasa benar-benar pulang.” Di bawah naungan langit senja, mereka makan bersama dalam kesederhanaan, berbagi cerita tentang lelahnya hari itu dengan tawa kecil yang tulus.

Setelah jamuan sederhana itu usai, suasana berubah menjadi sedikit lebih serius. Sekar menatap ke arah tembok tinggi yang membatasi pandangannya ke arah kota. Ia terdiam cukup lama sebelum akhirnya menggenggam tangan Arya.

“Mas Arya,” ucapnya lembut. “Ada sesuatu yang mengganjal di hati saya.”

Arya mengelus punggung tangan Sekar. “Katakanlah. Apa yang membuat matamu tampak redup di saat kita sedang bersama?”

“Saya merindukan mereka, Mas,” bisik Sekar. “Anak-anak didik saya dibawah pohon kamboja, janda-janda tua dipasar, dan orang-orang yang biasanya datang ke toko untuk sekedar bercerita. Saya merasa bersalah tinggal di sini dalam kemewahan, sementara saya tidak tahu apakah anak-anak itu sudah bisa membaca hari ini, atau apakah ada yang sedang menahan lapar dan tidak ada tempat untuk mengadu?”

Sekar menatap mata Arya dengan penuh permohonan. “Saya tahu saya adalah calon Permaisuri sekarang. Tapi bolehkah saya meminta satu hal? Izinkan saya keluar dari keraton, satu hari saja dalam satu minggu. Izinkan saya kembali ke bawah pohon kamboja itu untuk mengajar. Saya ingin mereka tahu bahwa Sekar Arum yang mereka kenal tidak mati di dalam tembok ini, tapi justru semakin kuat untuk memeluk mereka.”

Arya terdiam. Ia membayangkan resiko keamanan dan protokol ketat yang harus dilalui. Namun, ia melihat api ketulusan yang sama yang membuatnya jatuh cinta pada Sekar pertama kali. Jika ia melarang Sekar, maka ia akan membunuh jiwa yang ia cintai itu sendiri.

“Satu hari dalam seminggu?” Gumam Arya tampak berpikir. “Tanpa kereta kencana, tanpa pengawalan yang mencolok yang bisa membuat mereka takut?”

“Hanya saya, Seno yang menjaga dari jauh, dan pakaian sederhana saya, Mas,” jawab Sekar cepat dengan binar harapan di matanya.

Arya tersenyum, lalu mengecup tangan Sekar. “Bagaimana mungkin aku bisa menolak permintaan dari hati yang begitu besar? Amarta tidak butuh Permaisuri yang hanya duduk diam di singgasana emas. Amarta butuh ibu yang tahu bagaimana rasanya debu di kaki rakyatnya.”

“Terima kasih, Mas,” isak Sekar haru, ia memeluk Arya dengan erat.

“Tapi ada satu syarat,” tambah Arya dengan nada bercanda namun penuh kasih. “Setiap kali kau kembali dari luas, kau harus menceritakan padaku apa yang mereka bicarakan tentang negeriku. Aku ingin mendengar kejujuran dari mulutmu, bukan hanya laporan manis dari para menteriku.”

Malam itu, kesepakatan rahasia dibuat diantara mereka. Sekar akan tetap menjadi pelukis dan guru bagi rakyatnya, sementara ia juga bersiap menjadi ratu bagi negaranya. Dengan restu Arya, Sekar merasa kekuatannya kembali penuh. Ia sadar takhta bukanlah tempat untuk menjauh, melainkan puncak tertinggi untuk melihat rakyat yang membutuhkan bantuan.

1
Ganendra Dimitri
bagus banget thor ceritanya
NP: Makasih ya kak
total 1 replies
Ganendra Dimitri
ceritanya menyentuh banget thor.... kapan negriku punya pemimpin kayak di cerita ini😍😍
NP: Semoga ya kak, suatu saat nanti ada pemimpin negeri yg lebih mencintai rakyatnya
total 1 replies
Esti 523
sepertinya bagus nih
NP: Semoga suka ya kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!