" tidak! aku tidak mau menikah dengan orang buta!"
" tapi dia kaya, dia tampan. jika kamu menikah dengan dia kamu tidak perlu lagi bekerja"
" tapi dia buta"
" justru itu, kamu bisa memanfaatkan kondisinya yang buta itu",
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18_ keanehan
Shakira kembali ke kamar mereka. Saat dia tiba di sana dia sudah tidak lagi menemukan elio. Shakira mencari Elio ke kamar mandi dan ke ruang walk in closet.
" kemana dia? Ko nggak ada?" gumam shakira bingung karena Elio hilang tiba tiba. Jika pergi tidak mungkin, karena tadi dia di bawah dan tidak melihat mobil pergi.
" mungkin dia keluar kamar" gumamnya lagi lalu memilih untuk membiarkan saja.
setelah hampir satu jam shakira di kamar, Elio tidak kunjung muncul. Shakira Heran kemana Elio pergi? ke ruang kerja kah?
Shakira berjalan keluar kamar. Dia berjalan menuju ruang kerja Elio. Pintu tidak terkunci jadi shakira bisa masuk dengan mudah.
" tidak ada juga?" gumam shakira menemukan ruangan Temaram itu sunyi dan sepi tanpa ada manusia di sana.
Shakira kembali keluar dan berjalan menuju lift untuk turun ke lantai dasar. begitu tiba di sana dia menemukan suasana yang sepi tanpa penghuni satu pun.
" kemana para pelayan?" gumamnya merasa aneh.
Shakira mencari keberadaan pelayan ke setiap sudut ruangan. dia juga mencari ke halaman luar. namun tidak ada pelayan satu pun. hanya ada penjaga kebun yang sedang berkerja.
" pak, para pelayan kemana ya?" tanya shakira
penjaga kebun itu saling pandang, tatapan mereka seolah sedang berkompromi tentang sesuatu yang penting.
" maaf nyonya, kami tidak tahu" jawab salah satu dari mereka.
Kening shakira berkerut binggung, dia jelas paham. pelayan tersebut sedang berbohong. Ini aneh, kenapa tiba tiba para pelayan menghilang? Padahal tadi mereka ada.
Shakira kembali masuk ke dalam rumah dengan rasa penasaran. Dia ingin mencari tahu tapi mulai dari mana? Ini jelas aneh. pasti terjadi sesuatu.
mphhhh!
Shakira terkejut kala tiba tiba mulutnya di bekap dari belakang oleh seseorang dengan sapu tangan. tidak sempat dia melawan kesadarannya langsung menghilang.
" kenapa dia menikahi cewek ini? Sialan! Pengen gw bunuh sekarang juga" gumam pria tersebut lalu menggendong tubuh lemah shakira membawanya ke ruangan yang ada di lantai 3. Ruangan rahasia yang belum pernah shakira masuki.
tiba di sana dia menidurkan shakira di atas ranjang dengan kasar tanpa mempedulikan keadaan shakira.
" kapan Lo bakal bunuh dia? Lo undur waktu terus. mau sampai kapan?" tanya Justin .
Elio duduk tenang sambil menikmati rokok di tangan nya. Matanya menatap lurus pada shakira yang terbaring tidak sadarkan diri.
" Lo yang paling paham cara main gw" ujar Elio tenang.
Justin terkekeh sinis" tapi kali ini gw nggak paham. Lo bertindak tidak seperti biasanya " ujar Justin" Lo mau melindungi dia? " tanyanya sinis.
Elio beralih menatap Justin, tatapan nya tenang tidak ada emosi di sana. dia membuang puntung rokok nya lalu bangun dan mendekati Justin.
" kalo gw mau melindungi dia, ngapain gw nyiksa dia? " tanya Elio.
" nyiksa?" tanya Justin meremehkan. Dia menunjukan tubuh shakira yang sedang terbaring" di bagian mana Lo nyiksa? gw nggak lihat ada tanda tanda penyiksaan di tubuh dia "
Elio ikut menatap shakira. Memang tidak terdapat bekas penyiksaan jika di lihat dari luar. namun Elio yakin, shakira sudah tersiksa dengan mentalnya.
" jarinya masih utuh, matanya masih sempurna, kakinya masih bisa di gunakan, dan wajahnya tidak ada luka sedikitpun. Itu Lo sebut penyiksaan?" tanya Justin lagi.
Elio menghela nafas panjang " fisik nya memang utuh, tapi mentalnya tidak " ujar Elio.
Justin tertawa mendengar jawaban Elio yang tidak masuk akal " Lo lupa Lio? Lo lupa apa yang mereka perbuat pada vikra? " tanya Justin mengingat kembali apa yang terjadi pada sahabat mereka vikra " mental dan fisiknya sama sama hancur "
Elio terdiam menatap Justin yang terlihat jelas sedang kecewa padanya. dia kembali mengingat apa yang terjadi pada vikra. Memang sangat menyedihkan.
Tubuh vikra hancur, sama seperti mentalnya yang hancur. Di jadikan budak nafsu, di siksa setiap saat. wajahnya penuh luka, tubuhnya pun sangat menyedihkan. 3 jari tangan nya di potong dan lidahnya hilang. kaki dan tangan nya patah.
" tapi itu semua bukan sepenuhnya salah shakira" ujar Elio.
brugh!
" sialan Lo!!!" bentak Justin setelah meninju wajah tampan Elio.
" Lo cinta sama dia makanya Lo bilang itu. Lo tutup mata sama fakta. Nyatanya semua kejadian itu berakar dari perempuan sialan itu. Jika dia tidak ikut campur vikra tidak akan mati dengan menyedihkan!"
tok tok
pintu ruangan itu di ketuk dari luar. Justin membuka sedikit pintu dan terlihat seorang pria bertubuh kekar berdiri di sana.
" kami sudah menyiksa mereka sesuai perintah tuan, namun tidak ada yang mengakui nya" ujar pria itu.
" bunuh dan cari pengganti mereka " ujar Elio dari dalam.
" baik tuan" jawab pria itu lalu segera pergi.
Justin kembali menutup pintu tersebut, dia kembali masuk kedalam menghampiri Elio.
" Lo punya bukti kalo mereka yang memasuki udang ke makanan Lo?" tanya Justin
" tidak, tapi cuma mereka yang masak semalam" jawab Elio
" kenapa Lo jadi bodoh belakangan ini? Lo terlalu sibuk mikirin dia?" tanya Justin" atau Lo memang tahu tapi pura pura tidak tahu?" lanjutnya.
Elio hanya diam saja menatap Justin. dan itu semua sudah cukup untuk memberikan Justin jawaban.
" gw nggak habis pikir sama Lo Lio, Lo benar benar bodoh" ujar Justin " ini bukan Lo yang gw kenal"
Justin ingin pergi dari sana, namun dia teringat sesuatu " jika dalam waktu satu Minggu ini dia masih hidup, maka gw yang bakal gantikan tugas Lo" ujar Justin serius lalu pergi.
Elio duduk menatap lurus kedepan. Dia tidak bodoh, dia hanya sedang mengatur semuanya agar berjalan lancar. Dia memang ingin shakira mati, tapi bukan sekarang. Dia masih ingin melihat shakira hidup. namun harus menderita.
Elio tersenyum miring " Lo nggak paham Justin" gumam Elio.
Entah siapa disini yang tidak paham. Justin yang tidak memahami Elio atau Elio yang tidak memahami Justin? Yang jelas mereka memiliki tujuan yang berbeda.
Justin hanya ingin balas dendam, sedangkan Elio menyatukan dendam dan cinta. Karena itu dia sulit memilih salah satunya.
Elio tidak bodoh, dia sudah mencari tahu. shakira yang memasuki bubuk udang ke dalam makanya. Namun untuk sekarang biarkan saja shakira merasa menang. Dia akan mengaturnya.
Soal pelayan? Pelayan memang salah. Mereka tidak becus berkerja. Seharusnya mereka lebih gesit. mereka bisa di kelabui hanya oleh satu wanita.
" satu Minggu? Hmm, itu terlalu cepat" gumam Elio lalu bangun dan menghampiri shakira " satu Minggu untuk menuju kematian? Bukan kah itu terlalu Bagus? Lebih baik tersiksa lebih lama lagi sebelum mati" gumam Elio menyentuh wajah shakira dengan jadi telunjuk nya.
Jari telunjuk nya bergerak pelan dan lembut di pipi lembut shakira. Jarinya perlahan turun dan menyentuh bibir pink itu. Terlalu sayang jika dia tidak bisa menikmati nya lebih lama lagi.