"Aku akan menanggung semua kebencian di dunia ini sendirian."
Kalimat itu lahir saat dadamu ditembus cahaya.
Duniaku runtuh seketika tanpa suara,
Meninggalkan kepal tangan yang mengutuk semesta.
Kau adalah detak jantung dari raga yang pincang,
Satu-satunya alasan bagi sepasang kaki untuk pulang.
Kini, kau terbujur kaku di bawah langit yang menghitam,
Membuat seluruh kenyataan ini tak lagi berarti untuk dipandang.
Dunia yang membiarkanmu mati adalah dunia yang salah,
Maka biarlah sejarah kukoyak hingga menyerah.
Aku akan membangun surga di atas puing yang bersimbah,
Tempat di mana bayangmu tak akan pernah lagi berdarah.
Dunia sihir ini tidak akan bisa dihancurkan hanya dengan kegelapan yang ada di dalamnya. Sebelum mencapai tahap kedua di mana dunia terbebas dari siklus kebencian, seseorang harus menjadi target bagi dunia.
"Seseorang harus memikul semua rasa sakit dan dendam itu sendirian, dan akulah orangnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilfar Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17 - Pertemuan Emberwind I
Aula pertemuan saat ini sedang membicarakan organisasi yang hampir seluruh anggotanya diisi oleh penyihir fanatik terhadap kekuatan dan keabadian, kelompok ini dikenal dengan kekejaman tanpa bekas kasih karena anggotanya melakukan pembunuhan massal setiap sepuluh tahun sekali.
"Zodiak memang ancaman yang nyata karena Dewan Sihir sudah memberitahu setiap kerajaan tentang pergerakan mereka." Magus Magnus berkata, ada ketakutan tersendiri mengingat yang sedang terjadi Kerajaan Sylph, "Tapi mereka bukan satu-satunya, Organisasi Seven Deadly Sins juga sama berbahayanya."
Situasi di aula pertemuan pun mendadak menjadi berat, karena Organisasi Seven Deadly Sins pernah meninggalkan trauma yang mendalam di Kerajaan Slyph, Kerajaan Flameheart dan saat ini Kerajaan Earthborn dirumorkan telah dikendalikan Organisasi Seven Deadly Sins.
"Aku memiliki pendapat yang sama dengan Tuan Magus Magnus. Aku tidak perlu menyembunyikannya lagi, aku akan memberitahu semua orang yang ada disini mengapa wajahku berakhir seperti ini..." ucap Thorin menanggapi ucapan Magus Magnus.
Organisasi Seven Deadly Sins adalah organisasi kultus kuno yang bergerak murni atas dogma kegilaan terhadap, Dosa Besar yang mereka sembah.
Organisasi Seven Deadly Sins hanya beranggotakan tujuh orang saja, namun konon satu anggotanya setara dengan seribu Penyihir Sage. Kekuatan ini yang membuat Organisasi Seven Deadly Sins ditakuti.
Berbeda dengan Zodiak yang mengincar Astral, Roh Sihir yang dipenuhi mana mengerikan dan kekuatannya dapat menghancurkan dunia. Orang-orang didunia menyebut mereka sebagai monster malapetaka yang berbahaya atau Monster Roh.
Tidak diketahui mengapa Zodiak memburu Monster Roh, tetapi anggotanya memiliki kekuatan yang sama berbahayanya dengan Organisasi Seven Deadly Sins.
"Aku memiliki informasi yang tidak kalah menarik dari Kakek Magus Magnus. Apa yang terjadi di Earthborn adalah benih kebencian yang dilakukan Organisasi Seven Deadly Sins dengan memanipulasi penduduk disana."
Kemudian Thorin memberitahu jika orang yang hampir membunuhnya adalah Serpens, namun ia berhasil menyelamatkan diri walau wajahnya memiliki bekas luka permanen dari pertarungannya melawan Serpens.
"Selain Serpens, disana aku melihat dia bekerjasama dengan Tetua Vipera dari Flameheart dan seorang rekan di Organisasi Seven Deadly Sins." Thorin memberitahu, namun beberapa detik kemudian ia memasang ekspresi yang lebih serius.
"Serpens menyebut dirinya merupakan bagian dari Seven Deadly Sins dan menjadi mata-mata di Zodiak!"
Selepas Thorin memberitahu hal tersebut, ekspresi Aleazea terlihat mengerutkan keningnya dan menatap tajam Thorin.
"Orang-orang bodoh itu tidak mampu membunuh orang ini! Apa yang dilakukan Malachron?" Aleazea terlihat kesal dan menahan diri untuk tidak berekspresi berlebihan.
Kemudian pembicaraan pun berlanjut ke topik yang lebih intens saat Magus Magnus memberitahu kebenaran tentang Serpens.
Mengetahui hal tersebut, Dewan Tetua langsung menatap Magus Magnus dengan tatapan yang sinis.
"Mohon maaf sebelumnya, Tuan Magus. Apa yang terjadi di Flameheart adalah murni kesalahan dirimu. Jika kau tidak membiarkan anakmu itu melarikan diri, mungkin situasi di Kerajaan Earthborn tidak akan berakhir seperti sekarang ini!" Salah satu Tetua bersuara dan menyudutkan Magus Magnus.
Elf yang terlihat tua dan berambut perak itu bernama Galdur. Bukan hanya Tetua Galdur saja yang menyalahkan Magus Magnus, tetapi semua Dewan Tetua juga sependapat dengannya.
"Jadi karena ulah anakmu sendiri, kedamaian yang tercipta di benua ini akan hancur. Aku sungguh tidak percaya sosok Raja Sihir Flameheart yang terkenal akan kebijaksanaan nya mempunyai dosa yang tidak dimaafkan." Tetua yang lain berkomentar.
"Sepertinya aku sedikit memahami karena aku memiliki seorang anak, tetapi tugas seorang penguasa adalah hal yang berbeda. Kau harus mengutamakan keselamatan rakyatmu dibandingkan perasaanmu sendiri," sahut yang lainnya.
Magus Magnus tidak mengelak atau membantah, ia hanya diam dan menyadari dosa besar yang pernah ia lakukan.
Membiarkan anaknya hidup adalah dosa besar yang dia lakukan. Keputusannya itu membuat kriminal yang membunuh orang-orang tak bersalah masih berkeliaran dengan bebas, bahkan telah mengusik kedamaian di benua ini.
"Tunggu, kalian semua tidak bisa menyalahkan Tuan Magus! Ada kemungkinan jika Serpens terobsesi keabadian karena iri terhadap Elf dan Dwarf. Selama kita memiliki perasaan, maka kebencian itu akan selalu ada." Aleazea terlihat tidak menyalahkan Magus Magnus, seperti Tetua yang lain.
"Orang yang paling menderita disini justru Tuan Magus."
Ucapan Aleazea membuat Galdur marah, karena yang dikatakan Aleazea bukanlah membela namun terdengar seperti menyindir Magus Magnus.
"Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya, Tetua Aleazea?! Sindiranmu itu harusnya kau katakan lebih jelas pada Tuan Magus!" ujar Galdur, namun Aleazea menanggapinya dengan tawa ringan.
"Apa yang dikatakan Tetua Aleazea adalah benar! Kita disini tidak bisa menyalahkan dan menyudutkan Tuan Magus Magnus saja, karena aku memiliki informasi jika orang yang memberi mereka kekuatan berada di Kerajaan Slyph."
Thorin kembali mengatakan sesuatu yang membuat semua orang terkejut kecuali Magus Magnus, Thranduil dan Eldrin Slyvaris.
"Dengan membuang kemanusiaannya, Serpens dan Vipera menjadi Iblis tetapi harga keabadian sangatlah mahal karena harus membunuh manusia untuk dipersembahkan kepada Iblis."
Tepat setelah Thorin mengatakan itu, ekspresi wajah Aleazea pucat pasi. Aleazea menatap Thorin waspada sebelum menanggapi ucapan Thorin.
"Jika yang dikatakan Pangeran Thorin adalah sebuah kebenaran. Maka Perang Saudara di Slyph dan gesekan di Earthborn dan Flameheart sangatlah berbahaya, kita harus menghentikannya."
Hasil pertemuan ini sungguh tidak terduga, dan Eldrin tidak percaya melihat ekspresi Aleazea yang terlihat panik.
"Aku telah memberitahu Thranduil tentang seorang pengkhianat di kerajaan ini dan orang itu telah menghasut rakyatku untuk melakukan pertempuran dengan saudara kerajaan sendiri. Apakah orang itu adalah dirimu, Tetua Aleazea?"
Eldrin membatin dan menatap Aleazea untuk sesaat, sebelum akhirnya melanjutkan topik pembicaraan tentang Zodiak yang mengincar Monster Roh atau di dunia ini dikenal sebagai Astral.
Kali ini Eldrin yang berbicara dan memberitahu mereka semua tentang apa yang dikatakan Dewan Sihir kepada seluruh penguasa di dunia ini.
Pada awalnya Zodiak bukanlah ancaman Dewan Sihir, tetapi setelah mengumpulkan kriminal kejam yang tersebar dibelahan bumi ini, Dewan Sihir pun memperhatikan gerak-gerik organisasi misterius yang dikenal sebagai Zodiak.