NovelToon NovelToon
LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: ꧁Diajeng rini꧂

Elara Safira Nirmala hanyalah gadis yatim piatu biasa di dunia modern, ia ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil dan dia tinggal di kos-kos an sederhana di salah satu kota. Pagi itu Elara hanya ingin pergi ke sekolahnya tetapi ada suatu yang terjadi padanya, ada sebuah tragedi membuatnya terbangun sebagai Elara Mirabel Astoria, lady terbuang dan tak berguna di kerajaan kuno, dengan kemampuan modern yang canggung dan komentar sarkastiknya Elara harus bertahan di tengah drama keluarga bangsawan, intrik politik, dan mungkin sedikit cinta yang tak terduga. Langsung baca aja yuk ceritanya daripada penasaran!!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ꧁Diajeng rini꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Kakek Zoff melipat tangannya di depan dada menatap Elara dengan pandangan yang sulit diartikan "3 bulan, kamu dan kedua pelayanan itu tinggal di sini. Jangan harap ada kasur empuk atau pelayan yang membawakan teh pagi. Di sini kalau kamu malas kamu lapar mengerti? Dan satu lagi, panggil aku Kakek bukan Tuan Zoff"

Elara nyengir meski hatinya sedikit menciut membayangkan fasilitas bintang nol di lembah ini "Siap, Kek, tenang aja, saya penganut aliran makan apa aja yang penting kenyang kok"

"Bagus, Kaelen bawa dia pulang dulu. Bereskan urusan sampahnya sebelum dia benar-benar bersih di sini" ucap Kakek Zoff sambil kembali memegang kuas lukisnya mengusir mereka tanpa menoleh lagi.

Perjalanan kembali ke Mansion Astoria terasa lebih sunyi namun penuh rencana. Di dalam kereta Kaelen menjelaskan strategi mereka.

"Kita tidak bisa bilang kau di tempat Guru. Jika Duke tahu kau belajar sihir dia akan melakukan segala cara untuk menggagalkannya. Kita akan bilang kau tinggal di paviliun khusus di Istana atas perintahku"

"Sip, bilang aja aku jadi konsultan kecantikan Pangeran atau apa gitu yang ngga masuk akal biar mereka makin bingung" sahut Elara enteng.

Begitu kereta kuda dengan lambang kekaisaran itu memasuki gerbang Mansion Astoria, suasana mendadak berubah mencekam. Para pelayan menunduk dalam ketakutan melihat aura dingin yang dibawa Pangeran Kaelen. Di depan tangga utama Duchess Beatrice sudah berdiri tegak dengan gaun sutra ungu yang mencolok, wajahnya diatur sedemikian rupa agar terlihat berwibawa meski matanya memancarkan rasa ingin tahu yang sangat besar.

Begitu pintu kereta terbuka dan Elara turun dengan pakaian rakyat jelata yang berdebu Duchess Beatrice langsung menutup hidungnya dengan kipas mahal "Ya Tuhan, Elara, pakaian apa itu? Kamu terlihat seperti pengemis yang baru saja merangkak keluar dari selokan" teriak Beatrice dengan suara melengking. Dia beralih menatap Kaelen dengan senyum palsu yang dipaksakan "Yang Mulia Pangeran mohon maaf Anda harus melihat pemandangan memuakkan ini. Sebenarnya kalian habis dari mana? Kenapa membawa Lady keluarga Astoria ke tempat-tempat rendah seperti itu?"

Kaelen tidak langsung menjawab. Dia melangkah maju, berdiri tepat di depan Beatrice. Tinggi badannya yang menjulang dan auranya yang menekan membuat Duchess itu refleks mundur satu langkah "Duchess" suara Kaelen rendah namun setajam mata pisau "Kurasa aku tidak pernah memberimu izin untuk menanyai tujuanku"

Wajah Beatrice mendadak pucat "Ta-tapi Yang Mulia, saya hanya khawatir—"

"Simpan kekhawatiranmu untuk dirimu sendiri" potong Kaelen telak. Matanya menatap Beatrice dengan pandangan menghina "Ada hal-hal di dunia ini yang bergerak atas perintah Kekaisaran dan tidak semua hal harus masuk ke dalam telingamu yang terlalu banyak mendengar gosip itu, pahami posisimu"

Beatrice kicep dan bibirnya gemetar, ingin membalas tapi lidahnya terasa kelu. Elara yang berdiri di belakang Kaelen hampir saja melepaskan tawa Bwahaha kalau saja Rhea tidak menyenggol lengannya.

Mereka beranjak menuju ruang kerja Duke Alaric. Pintu besar itu terbuka menampakkan Duke yang sedang berdiri di depan perapian bersama Julian yang wajahnya masih terlihat kesal.

"Yang Mulia Pangeran Mahkota" Duke Alaric membungkuk formal namun matanya tetap tajam menatap Elara "Bisa saya tahu apa maksud dari kunjungan mendadak dan... penampilan putri saya yang sangat tidak pantas ini?"

Kaelen duduk di kursi tamu tanpa dipersilakan menunjukkan dominasi mutlaknya. Elara berdiri di sampingnya dengan santai membersihkan kuku jarinya yang sebenarnya bersih-bersih saja.

"Duke Alaric, aku datang untuk memberitahumu bahwa mulai malam ini Elara akan pindah ke Istana" ucap Kaelen tanpa basa-basi.

"APA?" Julian berteriak lupa akan sopan santun "Pindah ke Istana? Atas dasar apa? Dia itu hanya gadis cacat mana Yang Mulia, dia hanya akan memalukan nama Astoria di sana, harusnya Lilian yang Anda bawa ke istana dengan cara yang terhormat, bukan sampah ini"

"Julian!" bentak Duke Alaric mencoba menahan emosi putranya meski dia sendiri sangat terkejut.

Elara maju satu langkah menatap Julian dengan senyum miring yang paling menyebalkan "Duh Julian... kok sewot sih? Takut ya kalau aku di Istana nanti malah jadi lebih populer daripada situ yang kerjanya cuma ngopi-ngopi ganteng tapi ngga ada guna itu?"

"Kau...!" Julian hendak melangkah maju tapi Rhea sudah berdiri di depan Elara dengan tangan di gagang pedang. Tekanan mana dari Rhea membuat Julian terhenti seketika.

"Duke" Kaelen melanjutkan, suaranya kembali dingin "Kekaisaran membutuhkan seseorang dengan perspektif berbeda untuk sebuah proyek rahasia. Elara terpilih dan dia akan tinggal di paviliun khusus bawah pengawasanku, ini adalah titah bukan permintaan. Jika kau keberatan silakan ajukan protesmu langsung pada Kaisar"

Duke Alaric terdiam. Dia tahu dia tidak bisa melawan, jika dia menolak itu sama saja dengan pengkhianatan, namun hatinya dipenuhi kecurigaan. Apa yang Pangeran lihat dari gadis sampah ini?

"Aku akan membereskan barang-barangku" ucap Elara.

Dia berjalan menuju kamarnya yang dingin dan sepi diikuti oleh Mina dan Rhea. Sambil Mina dengan cekatan memasukkan beberapa gaun yang paling layak pakai ke dalam koper, Elara justru berjalan menuju sebuah laci rahasia di bawah tempat tidurnya.

Dia mengambil sebuah kotak kecil berisi kalung peninggalan yang dia temukan di gudang dan beberapa catatan yang sudah menguning "Ini doang yang berharga di rumah neraka ini" gumamnya.

Tiba-tiba pintu kamarnya ditendang terbuka. Julian berdiri di sana dengan wajah merah padam "Jangan pikir kau bisa lari Elara! Aku tahu kau pasti menggoda Pangeran dengan cara yang menjijikkan. Gadis cacat sepertimu tidak mungkin punya harga diri!"

Rhea bergerak lebih cepat dari kilat. Sebelum Julian bisa melangkah lebih jauh ujung pedang Rhea sudah menempel di jakun Julian "Tuan Muda Julian" suara Rhea terdengar sangat haus darah "Lady Elara sekarang adalah aset Kekaisaran, satu goresan saja di tubuhnya dan aku punya izin resmi untuk memenggal kepalamu di sini juga, mau coba?"

Julian menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya. Dia bisa merasakan aura membunuh dari Rhea bukan main-main.

"Udahlah Rhea jangan dibunuh dulu" celetuk Elara sambil berjalan melewati Julian. Dia berhenti sejenak di samping kakaknya itu lalu berbisik pelan di telinganya "Julian... lebih baik kau latihan lebih giat lagi, masa sama pengawal aja kalah? Malu tuh sama gelar 'Jenius' yang kau bangga-bangga kan"

Elara keluar dari kamar dengan langkah ringan meninggalkan Julian yang gemetar karena amarah dan ketakutan.

Sebelum Julian bisa bergerak lagi lampu di kamar itu tiba-tiba meredup. Suhu ruangan turun secara drastis hingga napas Julian mengeluarkan uap dingin. Sebuah bayangan hitam melesat dari sudut ruangan dan dalam sekejap Julian merasakan sesuatu yang sangat tajam dan dingin menyentuh jakunnya.

"Satu inci lagi kau bergerak dan kepalamu akan menggelinding di lantai yang kotor ini Tuan Muda" suara itu berbisik tepat di telinga Julian. Sangat rendah, dingin dan penuh dengan aura haus darah.

Xander muncul di belakang Julian dan tangannya memegang belati pendek yang berkilau di bawah cahaya remang-remang. Julian gemetar hebat, dia tidak bisa melihat wajah Xander karena tertutup kain hitam tapi dia bisa merasakan bahwa sosok di belakangnya ini adalah monster yang nyata.

"Jangan pernah... menyentuh Lady ku dengan tangan kotormu" bisik Xander lagi sambil sedikit memberikan tekanan pada belatinya, setetes darah mengalir di leher Julian....

AAAWWWWWWW PILIH PANGERAN KAELEN APA PANGERAN XANDER NIHHHHHH, Xander udah mulai nunjukin tanda-tanda ketertarikan sama si Elaraaa  >_<

1
Pa Muhsid
linggis itu linggis
Diajeng rini: hai kakk jangan lupa tunggu kelanjutannya yaa
total 1 replies
aku
sumpahmu basi li 😌 krn yg kluar dr mulutmu cm bau jigong 🤣
Diajeng rini: hai kakkk jangan lupa baca kelanjutannya yaaa
total 1 replies
aku
beneran iq ndlosor kluarga siji ki. udh kyk gt loh pdhl sifate 😌 msh d blg kesayangan 🙄 😌
aku: kan yg nulis anda autooooorr 😭😭 napa jd ikut heran 🤣🤣🤣
total 2 replies
Pa Muhsid
awokawok
Pa Muhsid
jangan sampai ada plot cinta segi tiga
Pa Muhsid
Xander tor chemistry nya dapat di Xander kalo kaelen dari awal seperti,,,, teman👯👯👯 asik aja gak ada feel nya
Diajeng rini: YAKANNNNNNN, tunggu aja kelanjutannya gimana, kira2 xander atau kaelen😍
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🗿
Diajeng rini
makasiiii🫶🫶🫶🫶
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* moga-moga nggak ada genre haramnya
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* hancurkan dan bumi hanguskan wanita murahan itu
Diajeng rini: ahahahah😭😭
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 👍
McBos
pilih Kaisar Udin aja thor
Diajeng rini: haha udin
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* up
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Smile/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🙂
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Shy/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
McBos
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
McBos
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
McBos
ingat komen ya kalau suka~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!