NovelToon NovelToon
Penguasa Agung

Penguasa Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Qin Mu, putra Patriark Keluarga Qin, dianggap sebagai sampah karena gagal membuka meridian meski telah berlatih selama satu tahun. Di tengah hinaan, tekanan keluarga, dan ancaman diusir pada Upacara Uji Spiritual, ia tetap bertahan dengan tekad kuat.
Namun, di balik kegagalannya, tersembunyi misteri besar dalam tubuhnya. Hingga suatu malam, ia akhirnya melihat energi spiritual untuk pertama kalinya, tanda awal kebangkitan yang akan mengubah nasibnya.
Dari kehinaan menuju kekuatan tertinggi, Qin Mu menantang takdir untuk menjadi Penguasa Agung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 27 — Kondisi Patriark Qin Feiyan bg. 2

Qin Mu dan yang lainnya hanya bisa termenung.

Suasana di reruntuhan lapangan utama itu begitu hening, hanya diwarnai suara langkah kaki para anggota keluarga yang berlalu-lalang di kejauhan.

Qin Mu sendiri ingin bertanya lagi, namun rasanya sudah cukup jelas dari semua penjelasan yang ia terima dari Senior Luo Yan maupun Tetua Kehormatan Chao Futian.

Ayahnya, Qin Feiyan, benar-benar berada di ujung tanduk...

Ayah...

Paman Feiyan...

Paman Patriark...

Di tengah keheningan, Chao Futian melirik ke arah Tetua Pertama, Qin Xuanyu, yang masih sibuk menginstruksikan para murid.

"Saudari Xuannyu, bisakah kau kemari sebentar. Ada hal penting yang harus kita diskusikan mengenai kondisi Patriark," panggil Chao Futian.

Tetua Pertama Qin Xuanyu menoleh.

"Saudara Futian!?" gumam Qin Xuayu pelan. Sedari tadi ia ingin segera meninggalkan para murid-murid disana untuk segera melihat kondisi Patriark Qin Feiyan. Hanya saja ada Qin Changin disana, jadi Qin Xuanyu tidak terlalu khawatir....

Juga... Pada situasi yang tidak stabil seperti ini, dia harus memimpin sementara, sembari membagi tugas kepada murid-murid dan anggota keluarga.

Tak berselang lama ketika ia melihat Qin Changing pergi melangkah keluar dari arena lapangan utama, pasukan penjaga klan mereka datang kemari.

Tetua Xuanyu memanggil mereka untuk segera membantu dan ketika ia melihat Chao Futian tak jauh telah berada di samping Qin Feiyan itu membuatnya lega.

Sepertinya ada hal penting yang perlu dikatakan Saudara Futian?...

Setelah memahami kepentingan yang mendesak, ia segera memerintahkan salah satu murid senior untuk mengambil alih kepemimpinan di lapangan.

Dengan langkah cepat, ia mendekati kelompok Chao Futian.

"Saudara Futian, apakah kondisi Patriark bagus?" tanya Qin Xuanyu dengan wajah cemas.

Tapi, rasa penasaran Qin Xuanyu lenyap ketika melihat guratan ekspresi mereka.

Sebelum Chao Futian sempat menjawab, suara teriakan yang panik memecah keheningan.

"Mu'er! Semuanya!" seru Tetua Kelima, Qin Changin, yang berlari tergesa-gesa dari arah gerbang utama arena.

Di belakangnya, mengikuti dengan langkah lebar, adalah seorang pria paruh baya dengan pakaian rapi. Wajahnya tampak lesu dengan lingkaran hitam disekitar matanya.

Pria itu menatap sekeliling dengan mata membelalak, terkejut luar biasa melihat lapangan utama yang dulunya megah kini hancur lebur seperti medan perang...

Namun, pria paruh baya itu adalah seorang profesional; alih-alih terus terpaku pada kehancuran di depannya, ia mengamati situasi yang kacau balau dan langsung menangkap sinyal mengapa Tetua Qin Changin tiba-tiba langsung menariknya tanpa memberikan penjelasan ketika gurunya di sebutkan sedang berada diluar kediaman Keluarga Qin.

Ia paham keahliannya sangat dibutuhkan di sini.

Qin Changin tiba di dekat Qin Mu.

"Mu'er!" kata Qin Changin.

"Aku mencari ahli alkemis dan pengobatan utama kita, tetapi karena Tetua Kehormatan tidak ada di paviliunnya... Aku berinisiatif membawa ahli pengobatan ini... Qin Zhetang. Dia adalah murid langsung dari Tetua Kehormatan Chao Futian! Keahlian pengobatannya tidak perlu di ragukan lagi."

Mendengar namanya disebut, pria paruh baya di belakang Qin Changin melangkah maju. Tapi... Bukan maju kearah Qin Changin.

Matanya langsung menangkap sosok yang paling dihormatinya di dunia pengobatan dan alkemi, yang ternyata sudah berdiri di tengah reruntuhan.

"Eh... Guru?" seru Qin Zhetang, suaranya sarat akan keterkejutan. Ia membungkuk hormat dengan canggung.

Chao Futian mengangguk pelan, sedikit tersenyum melihat kedatangan muridnya. "Zhetang, kebetulan sekali kau datang..."

Qin Changin yang nampak masih membawa perasaan kalut karena tergesa hanya bisa terkejut.

"Saudara Futian?! Kau sudah ada disini!"

"Ya, Saudara Chang... Aku baru saja tiba."

Sebuah isyarat mata Chao Futian berikan kepada Qin Mu.

"Mu'er... Bisakah kau memberikan penjelasan kepada kami? Kejadian apa yang telah terjadi disini." Tanya Chao Futian, jari telunjuknya menunjuk dirinya dan Qin Zhetang.

Lebih jelas ia ingin mengetahui mengapa hal ini bisa terjadi kepada kedua tetua.

Tapi... Melihat ketenangan dari ketiga bocah ini, sepertinya layak bagi Qin Mu untuk menunjukan taringnya.

Tanpa membuang waktu, Qin Mu maju untuk menjelaskan...

Ia menceritakan seluruh kejadian yang terjadi sebelumnya secara runut kepada mereka tentang apa yang terjadi disini sebelumnya.

Pemuda itu menjelaskan pemberontakan yang dimulai oleh Tetua Keempat Qin Chukai, Formasi kelabu yang tiba-tiba menutupi seluruh arena lapangan utama, pasukan bayangan berjubah hitam yang dipimpin seorang wanita dari luar Keluarga Qin, dan campur tangan misterius Senior Luo Yan yang merupakan kultivator agung.

Kultivator Agung?!... Penjelasan yang bagus.

Ketika melihat Tetua Pertama dan Tetua Kelima yang tampak masih penasaran setelah kedatangan Tetua Kehormatan.

Qin Mu menjelaskan cedera yang dialami ayahnya, serta penggunaan eliksir dan herbal alam untuk menutup luka luar.

Puncaknya, Qin Mu menjelaskan mengenai kondisi sang Patriark yang kini terperangkap dalam Meditasi Abadi.

Begitu penjelasan selesai, ketiga orang yang baru mendengarnya, Qin Changin, Qin Xuanyu, dan Qin Zhetang tercengang luar biasa.

Istilah 'Meditasi Abadi' terdengar asing di telinga mereka.

"Meditasi Abadi?" bisik Tetua Pertama Qin Xuanyu, tangannya menutup mulut karena tak percaya.

"Aku baru pertama kali mendengar konsep di mana kesadaran seseorang terputus dari tubuh fisik mereka sendiri untuk memperbaiki meridian."

Qin Zhetang mengelus kumis tipisnya, matanya menatap tajam ke arah tubuh Qin Feiyan yang bermeditasi tanpa respons.

Sebagai murid langsung Chao Futian, ia memiliki pengetahuan yang luas, namun fenomena ini berada di luar buku-buku pengobatan standar Keluarga Qin. Bahkan gurunya belum pernah memberitahukannya.

"Jika apa yang dikatakan Guru dan Tuan Muda Qin Mu benar, maka Patriark sedang bertaruh dengan nyawanya sendiri di alam kesadaran batinnya," kata Qin Zhetang dengan nada serius.

"Jika kita mengganggu posisinya secara paksa, kesadarannya akan tercerai-berai, dan tubuh fisiknya tidak akan pernah merespons lagi."

Chao Futian mengangguk, "Benar," membenarkan pendapat muridnya. Ia menatap Qin Xuanyu dan Qin Changin.

"Karena itulah, tempat ini harus segera diubah menjadi ruang isolasi yang mutlak. Tidak ada satu pun anggota keluarga, murid biasa maupun orang luar yang boleh mendekat dalam radius 1 kilometer..."

"Tidak! Lebih jauh lebih baik." lanjut Chao Futian.

"Patriark tidak boleh dipindahkan sedikit pun, atau aliran energi di dalam tubuhnya yang kacau akan meledak seketika."

"Kalau begitu, bukankah kita harus membangun bangunan kokoh dengan Patriark di tengah bangunan itu?" ujar Qin Xuanyu.

"Ya. seperti yang aku pikirkan, kita harus membuat bangunan yang kokoh. Kita tidak tahu kapan hari Saudara Feiyan akan bangun... Jika kultivator agung itu kembali, kita mungkin bisa meminta bantuannya."

1
Putu Gunastra
seharus nya di cantumkan urutan Kultivasi nya Thor ..di bab2 awal..ato mungkin di bab setelah ini yaa..
Blueria: Terimakasih sudah memberikan saran, sudah author tambahkan tingkatan kultivasi di Chapter 1.😄💪
total 2 replies
T28J
sama sama👍
Blueria: sama-sama👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
yg bnyk tor up ya
Blueria: Siap💪 Gaskan. Vote dan Like ataupun gift agar author tambah semangat 👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
update
Blueria: Besok pagi ya updatenya, author lagi ada kerjaan. Terimakasih udah hadir Kak Roy👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Blueria: Siap, semoga terhibur. 👋😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!