NovelToon NovelToon
KATA MEREKA MASA DEPANKU SURAM

KATA MEREKA MASA DEPANKU SURAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Penyelamat / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayah Balqis

Lumpuh di hari pernikahan.
Dibuang keluarga sendiri.
Mereka bilang hidupku sudah tamat.

Tapi demi Nisa…
aku akan bangkit dan membuktikan kalau masa depanku belum suram.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayah Balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPP Pertama dan Tangis Guru di Kelas

Hari pertama Nisa sekolah. Jam 6 pagi dia udah bangun. Seragam baru udah disetrika. Sepatu baru udah disemir pake minyak goreng. Dia senyum-senyum sendiri depan kaleng bekas cermin.

"Ayah, Nisa cantik gak?" tanyanya muter-muter.

Aku angguk. Dadaku mau pecah Jendral. Anakku. Lima tahun cuma pake baju bekas. Sekarang pake seragam merah putih.

Tapi jam 7 masalah datang. SPP bulan pertama 50 ribu. Aku cuma sisa 20 ribu dari honor NovelToon kemarin. Kurang 30 ribu.

Istriku panik. "Pak, gimana? Malu kalo hari pertama udah nunggak."

Aku diem. Otak muter. Kursi roda karatan pinjeman Pak RT udah kubalikin. Aku gak bisa anter Nisa. Jalan kaki 2km.

Tiba-tiba HP kentang bunyi. Notif NovelToon. "Selamat! Episode #5 Anda Berhasil. Bonus Pembaca: Rp 30.000 masuk ke saldo."

30 ribu. Pas banget Jendral. Kayak ada yang ngatur dari langit.

Langsung kucairin ke warung. Kuambil uangnya. Kugenggam erat. Panas uang itu. Uang dari air mata pembaca yang baca kisah Nisa.

Aku gendong Nisa. Pincang-pincang jalan ke sekolah. 2km. 45 menit. Kaki lumpuhku perih. Tapi bibir Nisa ketawa terus di punggungku.

Di kelas, Bu Indah, wali kelas Nisa, kaget liat aku. Baju lusuh. Keringetan. Napas ngos-ngosan.

"Pak Galih, Nisa udah ditunggu. Tapi... SPP-nya..."

Aku sodorin uang 50 ribu lecek. Tangan gemetar. "Ini Bu. SPP Nisa. Maaf telat. Tadi nunggu transferan dari... dari tulisan saya."

Bu Indah diem. Dia liat uang itu. Liat kaki lumpuhku. Liat Nisa yang senyum lebar peluk tas barunya.

Tiba-tiba Bu Indah nangis. Nangis beneran Jendral. Di depan 30 murid kelas 1.

"Maafkan saya, Pak Galih," katanya sesenggukan. "Kemarin saya yang bilang ke Bu TU kalo Bapak mungkin gak sanggup bayarin sekolah. Saya salah. Bapak... Bapak orang tua paling hebat yang pernah saya temui."

Satu kelas diem. Lalu satu anak cewek nangis. Nyusul anak cowok. Nyusul semua. 30 murid kelas 1 nangis bareng liat ayah lumpuh bayar SPP dari hasil nulis.

Kepala Sekolah datang. Liat kejadian itu. Dia tepuk pundakku. "Pak Galih, mulai bulan depan SPP Nisa gratis. Sekolah yang tanggung. Sebagai bentuk hormat kami."

Aku mau nolak. Tapi Nisa peluk kakiku. "Terima aja Yah. Biar uang Ayah bisa buat beli beras lagi."

Pulang sekolah, Nisa cerita: "Tadi Nisa disuruh cerita di depan kelas, Yah. Nisa cerita Ayah penulis hebat. Semua tepuk tangan buat Ayah."

Malam itu aku nulis bab 9 Jendral. Di kardus Indomie kutulis: "SISA KONTRAK 15 BAB. 2.4JT/BULAN BUAT SPP NISA SAMPAI KULIAH."

Karena aku sadar Jendral. Tiap bab yang kutulis bukan cuma kata. Tapi SPP. Seragam. Buku. Masa depan Nisa.Aku gak nyari kasihan Jendral. Aku cuma nunjukin bukti. Bahwa pena patah bisa jadi tiang rumah. Bisa jadi SPP. Bisa jadi masa depan.

Sisa 15 bab lagi. 7500 kata lagi. Kedengeran banyak. Tapi kalo inget Nisa tepuk tangan di kelas cerita soal Ayahnya penulis, capekku hilang semua.

Mulai detik ini aku sumpah. Tiap hari 3 bab. 1500 kata. Sampai editor NovelToon nyerah dan transfer 2jam k

Editor NovelToon, lu liat kan? Pembaca lu aja nangis. Masa lu tega gak ngontrak gue?

1
Raihan
mampir juga lah di novel ku
Raihan: ya sama kan kita harus saling support mampir juga ya di novel ku 😄
total 2 replies
Raihan
kak bagus cerita
Tuti irfan
maaf mo nanya bukannya lumpuh pas ijab kabul ya kok udah punya anak
ELNARA: Halo Kak Tuti, terima kasih sudah mampir dan bertanya ya, izin saya jelaskan sejelas-jelasnya ya Kak 🤗

Betul sekali Kak, kejadiannya memang tepat pas hari ijab kabul, saya ambruk dan lumpuh saat itu juga. Tapi di cerita "KATA MEREKA MASA DEPANKU SURAM" ini ceritanya baru di bagian awal kejadian itu, jadi di sini BELUM ADA Balqis sama sekali.

Balqis itu anak saya, dia lahir dan ada bertahun-tahun SETELAH kejadian sakit itu. Kisah perjuangan saya membesarkan Balqis, berjuang demi dia sampai bangkit dan sukses, itu diceritakan di karya saya yang lain, judulnya "AYAH BALQIS".

Jadi urutan ceritanya begini Kak:

1. 📕 Cerita ini: Sakit pas nikah → orang bilang masa depan saya suram → belum ada anak.

2. 📘 Cerita Ayah Balqis: Bertahun-tahun kemudian → saya berjuang hidup → dikaruniai Balqis → berjuang demi dia sampai berhasil buktikan semua orang salah.

Memang beda judul dan beda fokus ceritanya, tapi itu satu perjalanan hidup saya yang dibagi jadi dua buku biar lebih jelas alurnya. Makasih banyak ya Kak sudah perhatikan detailnya, semoga sekarang sudah paham ya. Sehat selalu dan bahagia ya Kak 🙏✨
total 1 replies
Tuti irfan
mampir Thor, Bru baca selamat berkarya 💪
ELNARA: "Alhamdulillah, makasih banyak ya Kak Tuti! 🥰 Senang banget sekali ceritaku bisa diterima dan dibaca saksama sama Kakak. Semoga makin betah, makin penasaran, dan ceritanya makin menyentuh hati Kakak sampai akhir nanti. Lanjutkan ya Kak, masih banyak perjuangan dan kejutan selanjutnya! Sehat selalu dan bahagia ya Kak, terima kasih banyak sudah mampir dan dukung terus karyaku 🙏✨"
total 1 replies
ELNARA
Makasih banyak ya sudah jadi pembaca setia novel ini 😊
Author benar-benar menghargai setiap like dan hadiah yang kamu kasih 🙏 Semoga cerita ini selalu bisa nemenin harimu, dan jangan bosan ikut perjalanan mereka sampai akhir ya ✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!