NovelToon NovelToon
Arumi

Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​Dicap sebagai janda rendahan, dipermainkan oleh pria tak bertanggung jawab, dan dicemooh oleh keluarga sendiri karena kemiskinannya, Arumi memiliki segalanya untuk hancur. Namun, Arumi memilih untuk bangkit dari abu.

​Ia mematikan hatinya, menolak bantuan siapa pun, dan bekerja dalam diam hingga namanya disegani.

Saat ia kembali, ia tidak datang untuk memohon. Ia datang untuk menagih setiap air mata yang pernah ia jatuhkan.

​Karena pembalasan yang paling manis adalah kesuksesan yang membuat musuhmu tidak mampu lagi menatap matamu.

Kita Simak Kisah Selanjutnya Di Cerita Novel => Arumi.
By - Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 20

Udara di sekitar ruko kecil di samping warung Ibu Ratna mendadak terasa statis dan berat. Arumi baru saja selesai memberikan instruksi kepada lima penjahit barunya, para janda pasar yang kini ia sebut sebagai 'Pasukan Jarum' saat sebuah suara knalpot motor yang kasar berhenti tepat di depan pintu masuk.

Arumi membeku. Ia tidak perlu menoleh untuk mengenali aroma tembakau murah dan suara tawa yang sengaja dikeraskan itu. Itu adalah Sakti.

Pria dari masa lalunya yang sempat ia usir, namun kali ini ia datang dengan sorot mata yang jauh lebih berbahaya. Ia tidak lagi datang dengan investor palsu, ia datang sebagai predator yang telah mencium bau darah atau dalam hal ini, bau uang.

"Wah, wah... Lihat si Janda Berbakat kita," Sakti melangkah masuk tanpa melepas helmnya, membiarkan debu jalanan mengotori lantai ruko yang baru saja dipel bersih. "Ruko baru, mesin jahit baru, dan aku dengar dari orang-orang pasar, kamu sekarang sudah main transferan jutaan rupiah, ya, Rum?"

Arumi meletakkan gunting pemotongnya perlahan. Ia memberi isyarat kepada para pekerjanya untuk masuk ke ruang belakang. Ia tidak ingin mereka melihat apa yang akan terjadi, namun ia ingin Kirana tetap di sana, bersembunyi di balik manekin agar anaknya belajar bagaimana cara menghadapi iblis.

"Mau apa lagi kamu, Sakti? Aku sudah bilang jangan pernah injakkan kaki di tempatku," suara Arumi rendah, setajam mata pisau.

Sakti tertawa, menyandarkan tubuhnya ke meja potong Arumi yang berisi kain sutra mahal pesanan Dinda. "Jangan sombong, Arumi. Kamu pikir aku tidak tahu siapa pemilik A.R Design yang dibicarakan orang-orang kaya itu? Aku memang preman pasar, tapi aku tidak bodoh. Aku tahu cara berfikirmu"

Sakti mendekat, wajahnya yang penuh bekas luka hanya berjarak beberapa senti dari wajah Arumi. "Aku butuh lima puluh juta. Hari ini. Sebagai biaya perlindungan agar aku tidak bicara pada wartawan atau orang suruhan Pak Reza tentang siapa sebenarnya desainer misterius kesayangan Istri Gubernur ini."

Arumi merasakan jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut, tapi karena amarah yang mendidih. "Lima puluh juta? Kamu pikir uang itu jatuh dari langit?"

"Aku tahu uang itu ada di rekeningmu, Rum. Aku lihat Dinda mentransfermu uang muka tempo hari. Kalau kamu tidak kasih..." Sakti merogoh sakunya, mengeluarkan sebuah korek api gas dan menyalakannya di dekat gulungan kain sutra emas milik Dinda. "Kain mahal ini bisa jadi abu dalam sedetik. Dan reputasi A.R Design-mu itu? Hancur sebelum sempat terbang."

Arumi menatap api kecil yang menari-nari di tangan Sakti. Dulu, ia mungkin akan menangis dan memohon.

Dulu, ia mungkin akan memberikan semua tabungannya demi keselamatan Kirana. Namun, didikan Madam Ling telah mengubah struktur tulang punggungnya menjadi baja.

"Bakar saja," ucap Arumi datar.

Sakti tertegun. "Apa kamu bilang?"

"Bakar kain itu, Sakti. Kain itu sudah dibayar lunas oleh Dinda. Jika kamu membakarnya, kamu bukan hanya berurusan denganku, tapi kamu berurusan dengan hukum karena merusak properti milik istri pengusaha tekstil terbesar di kota ini. Kamu baru keluar penjara, kan? Apa kamu mau kembali ke sana untuk kasus sabotase dan pemerasan?"

Arumi melangkah maju, justru mendekatkan kain itu ke arah api Sakti. "Ayo, bakar! Aku punya CCTV di sudut itu yang tersambung langsung ke kantor polisi terdekat. Bakar, dan aku akan pastikan kamu membusuk di sel seumur hidupmu."

Tangan Sakti gemetar. Nyalinya ciut melihat keberanian Arumi yang tidak masuk akal. Ia mematikan korek apinya dengan geram. "Kamu pikir kamu sudah hebat karena punya pelindung seperti Madam Ling? Kamu masih tetap Arumi yang lemah di mataku!"

Arumi tidak membiarkan Sakti mengambil napas. Ia mengambil sebuah amplop cokelat dari laci mejanya, sesuatu yang sudah ia siapkan sejak ia tahu Sakti mulai membuntutinya.

"Kamu mau uang? Aku punya sesuatu yang lebih berharga dari uang untukmu," Arumi melemparkan amplop itu ke dada Sakti.

Sakti membukanya dengan kasar. Di dalamnya terdapat foto-foto Sakti yang sedang melakukan transaksi barang curian di belakang pasar induk dua malam lalu, informasi yang didapat Arumi melalui jaringan Pak Tora.

"Itu adalah catatan kriminal terbarumu yang belum diketahui polisi," bisik Arumi. "Dan ini..." Arumi menyodorkan ponselnya, menunjukkan rekaman suara saat Sakti meminta uang lima puluh juta tadi. "Ini adalah bukti pemerasan."

"Kamu... kamu menjebakku?!" Sakti hendak menerjang, namun Ibu Ratna tiba-tiba muncul dari pintu penghubung warung sambil memegang penggorengan panas dan didampingi dua kuli panggul pasar yang berbadan besar.

"Sakti, satu langkah lagi kamu menyentuh Arumi, aku pastikan wajahmu tidak akan dikenali ibumu sendiri," ancam Ibu Ratna.

Sakti yang kalah jumlah dan kalah strategi akhirnya mundur. Ia meludah ke lantai ruko, menatap Arumi dengan dendam yang membara. "Ini belum selesai, Arumi! Aku akan cari tahu kelemahanmu yang lain!"

Sakti pergi dengan motornya yang meraung-raung. Arumi menghela napas panjang, tubuhnya mendadak lemas, namun ia segera menguasai diri. Ia menoleh ke arah manekin, di mana Kirana perlahan keluar dengan wajah pucat.

Arumi berlutut di depan Kirana. Ia tidak memeluknya dengan hangat. Ia justru memegang tangan anaknya, menunjukkan betapa gemetarnya tangan Arumi sendiri.

"Kamu lihat, Kirana? Ibu takut. Ibu sangat takut tadi," ucap Arumi dengan suara jujur.

Kirana menatap tangan ibunya. "Kenapa Ibu tidak kasih saja uangnya biar dia pergi?"

"Karena benalu tidak akan pernah pergi hanya karena diberi makan, Kirana. Mereka akan terus menghisapmu sampai kamu mati. Cara menghadapi mereka bukan dengan memberi apa yang mereka minta, tapi dengan menunjukkan bahwa kamu punya taring yang lebih tajam dari mereka."

Arumi berdiri, kembali menatap kain sutra emas Dinda. "Jangan pernah biarkan rasa takutmu menjadi panduanmu. Jadikan rasa takut itu sebagai bahan bakar untuk berpikir lebih cepat dari musuhmu."

Malam itu, Madam Ling datang berkunjung ke ruko. Ia mendengar tentang kejadian Sakti dari Ibu Ratna.

"Kamu melakukan hal yang benar, Arumi. Tapi Sakti adalah anjing liar. Anjing liar yang lapar akan lari ke siapa pun yang memberi mereka tulang," Madam Ling memperingatkan.

"Maksud Nyonya?"

"Reza sedang mencari identitasmu. Jika Sakti tidak bisa mendapatkan uang darimu, dia akan menjual informasi tentangmu kepada Reza. Dan harga seorang 'A.R Design' bagi Reza jauh lebih mahal dari lima puluh juta."

Arumi terdiam. Ia menyadari bahwa konflik pertamanya dengan Sakti baru saja membuka gerbang menuju konflik yang lebih besar.

Di tempat lain, di sebuah bar remang-remang, Sakti sedang duduk di depan seorang pria berpakaian rapi, sekretaris pribadi Reza.

"Aku tahu siapa A.R Design," ucap Sakti sambil meneguk minumannya. "Tapi harganya mahal. Aku ingin seratus juta dan jaminan perlindungan dari polisi."

Pria itu tersenyum dingin, menyodorkan sebuah kartu nama. "Buktikan informasimu benar, dan kamu akan mendapatkan lebih dari itu."

Arumi berdiri di depan jendela ruko, menatap hujan yang mulai turun. Ia memegang selembar kain sisa yang ia jahit menjadi bentuk kecil, sebuah perlindungan.

Ia menyadari bahwa topeng A.R Design miliknya mulai retak, dan ia harus segera menyelesaikan gaun kehancuran untuk Dinda sebelum identitasnya terbongkar sepenuhnya.

"Silakan datang, Reza," gumam Arumi. "Tapi jangan harap kamu akan menemukan Arumi yang lama. Kamu akan menemukan algojomu sendiri."

...----------------...

To Be Continue ....

1
Dew666
💎💎💎💎
Enny Suhartini
semangat Arumi
Dyas31
bagus cerita nya KK, mengandung konflik berat, tetep semangat KK kuuuu 😘😘😘😘
Enny Suhartini
ayo Arumi semangat 💪
Sulfia Nuriawati
kok ni crta keterlaluan skali konflik nya, dlm dunia nyata bs d siksa tu yg sk fitnah knp jatuhnya arumi sampai sdh bangkit jd kesel bc nya
Enny Suhartini
semangat ya Arumi
Enny Suhartini
Miss Ra kenapa kok kejam banget
Enny Suhartini
kok kejam sekali sih
Enny Suhartini
sabar dan kuat ya Arumi 💪
Enny Suhartini
ayo semangat Arumi💪
Enny Suhartini
cerita penuh perjuangan
semoga kuat dan sabar Arumi
Dew666
☀️☀️
Dew666
🔥🔥🔥🔥
Himna Mohamad
sdh mampir baca,,lanjut kk
Ma Em
Miss Ra , Arumi atau Arini namanya , tapi semoga sukses Arini dgn usahanya dan balas tuh perbuatan mbak Sari yg menyebalkan selalu menghina dan merendahkan Arini tunjukan pada mereka yg sdh menghina kamu Arini bahwa Arini bisa sukses .🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Miss Ra: ooh sori, saya ingatnya arini yg di novel baru yg belum rilis..
nanti saya rubah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!