Aina memutuskan untuk meminta cerai dari sang suami karena tidak sanggup untuk hidup berumah tangga dengan Darno lagi, Darno memang tidak berselingkuh namun segala sikap yang dia miliki begitu buruk serta sangat kasar sekali.
ekonomi mereka juga sangat turun sehingga membuat Aina begitu bingung untuk menghadapi ini semua, belum lagi mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka, membuat Aina gelap mata dan memutuskan untuk bercerai.
namun belum sempat itu terjadi malah kejadian mengerikan terjadi pada wanita cantik itu, Aina mendadak saja sakit pada kemaluan dan mengeluarkan ulat berwarna putih yang berjumlah begitu banyak.
Apa terjadi pada Aina?
mengapa mendadak saja Aina menderita penyakit seperti itu?
ikuti terus kisah mereka di cerita Novita Jungkook.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Di siram air
"Aina?" Bu Putri duduk di hadapan Aina yang sedang termenung setelah melewati rasa sakit begitu luar biasa.
"Bu, aku sebenarnya sakit apa sehingga mengalami hal seperti itu?" Aina berkata dengan pandangan kosong.
"Kita besok akan mencari tahu kamu itu sakit apa ya, tapi sebenarnya Ibu juga curiga kalau ini kemungkinan besar adalah santet." Bu Putri berkata terus terang.
"Siapa yang sudah tega melakukan hal seperti itu kepada aku?" tanya Aina dengan suara gemetar.
"Aina, kita tidak tahu pikiran orang lain dan kita juga tidak bisa untuk terus berpikiran baik. demi Tuhan aku curiga kepada Darno!" Wiwin langsung membuka suara di hadapan Aina.
Aina reflek menoleh kepada Wiwin karena dia juga kaget setelah mendengar ucapan dari sang sepupu bahwa bisa saja ini adalah ulah dari Darno, namun masih ada rasa sedikit tidak percaya di dalam hati Aina kalau Darno akan tega melakukan hal seperti itu kepada dirinya yang notabene masih bisa di katakan adalah istri sendiri.
Sebab dia juga tidak menyangka kalau Darno pasti tega melakukan hal seperti itu kepada dia, sungguh kejam sekali kalau Darno sampai tega melakukan hal seperti itu kepada Aina, hanya karena tidak ingin berpisah maka dia rela melakukan apa saja agar airnya tersiksa dan dia juga ikut bahagia.
Aina bingung antara harus percaya atau tidak karena saat ini pikiran dia sungguh dilema dengan ucapan Wiwin barusan, ada sedikit rasa percaya namun ada juga tidak percaya di dalam hati ini tapi yang jelas dia memang mulai berpikiran bahwa kemungkinan besar pelaku dari kejahatan itu adalah suami dia sendiri.
Sebab yang bermusuhan dengan Aina belakangan ini adalah Darno dan mereka terlibat cekcok yang cukup besar, bahkan sampai mengakibatkan perpisahan yang begitu mengguncang hati, jadi mungkin saja kalau Darno memang telah gelap mata dan ingin berpisah dari Aina namun dengan cara yang menyakitkan juga sehingga dia tega mengirim santet tersebut.
Namun sejauh ini hanya firasat saja yang muncul di dalam pikiran mereka semua, tidak ada bukti yang jelas untuk mengarah kepada Darno bahwa dia memang telah melakukan santet kepada Aina ini, tapi setidaknya dia terus berusaha untuk berpikiran jernih agar tidak termakan omongan iblis bahwa Darno memang manusia kejam.
Bu Putri sudah menegaskan bahwa mereka harus pergi mencari dukun yang lebih paten agar nanti bisa mengetahui siapa pelaku yang sebenarnya itu, namun Pak Seno mengatakan bahwa mereka harus percaya dulu kepada ustaz Toni yang sudah membantu mereka belakangan ini dengan ilmu agama, sebab menurut mereka kalau pergi ke dukun itu adalah hal yang musyrik.
"Yang membuat santet untuk saat ini tidak penting itu siapa, yang jelas kita harus berusaha dulu untuk mencari kesembuhan." Bu Putri tidak ingin menambah pikiran.
"Ustad Toni apa memang bisa menyembuhkan secara menyeluruh ya, Bi?" Wiwin sejujurnya ragu dengan pria tersebut.
"Pakde mu sangat bersikeras ingin dengan dia terlebih dahulu, nanti kalau memang tidak ada kemajuan maka kita mencari orang lain saja untuk minta tolong." jawab Bu Putri dengan nada lembut.
"Pantas saja aku mengeluarkan darah sebanyak itu, tidak mungkin juga kalau halangan tapi memiliki banyak darah dan sekarang malah mengeluarkan ulat berwarna putih." Aina berkata lirih.
"Itu sakit sekali pada bagian perut ya, Ai?" Wiwin bertanya sambil meringis karena dia merasa ngilu.
"Seperti ada tangan besar yang meremas bagian rahim, bahkan ini jauh lebih sakit bila dibandingkan dengan sakit halangan biasa." angguk Aina.
"Sungguh biadab manusia yang tega melakukan hal seperti itu, semoga Allah membalas rasa sakit yang telah anak ku alami ini." Bu Putri mengusap kepala sang anak.
Aina juga mengusap air mata yang jatuh meluncur karena dia pun sama sekali tidak menyangka bahwa nasib hidupnya akan sangat berliku-liku seperti ini, ingin lepas dari penderitaan namun sekarang malah masuk ke dalam derita yang lain lagi.
Wiwin juga kebingungan karena dia juga harus mencari solusi agar Aina bisa segera sembuh, dalam hati dia sudah sangat yakin bahwa ini adalah ulah dari Darno yang memang tidak pernah menyukai Aina ketika diminta untuk bercerai, seluruh kampung saat ini juga sudah mulai bergosip tentang perbuatan Aina itu.
Sebab mereka semua percaya bahwa Aina telah selingkuh dan sekarang sakit keras akibat azab yang telah diberikan oleh Tuhan, itu semua adalah omongan dari para warga yang tidak lain mertua Aina itu sendiri, Katiyem selama ini juga di kenal sebagai mulut ember dan menyebar berita walau pun berita itu belum jelas tapi dia sudah mengatakan dengan sangat yakin.
"Kan lihat itu, dia memang sakit keras dan kemungkinan HIV!" Katiyem tiba-tiba saja sudah berdiri di ambang pintu.
"Astagfirullah!" Bu Putri juga langsung berdiri karena dia tidak terima.
"Ini adalah salah satu contoh wanita yang tidak pernah menjaga kehormatan, dia selalu saja selingkuh dan sekarang mendapat azab dari Tuhan." Katiyem berkata dengan penuh percaya diri.
"Jaga omongan kamu itu, Katiyem!" Bu Putri membentak keras karena dia sangat tidak terima.
"Loh apa yang harus aku jaga? Aina ini memang sedang sakit HIV dan dia pasti terkena penyakit itu karena selama ini suka selingkuh!" sengit Katiyem.
"Mana buktinya kalau Aina sakit HIV?" Wiwin juga maju karena dia sangat tidak tahan.
"Periksa sana ke dokter dan kalian semua pasti akan sangat kaget kalau dia terkena penyakit itu, tapi kalau azab dari Tuhan pasti tidak akan muncul penyakit seperti itu." ejek Katiyem sambil memiringkan bibir.
PLAAAAAAK.
Wiwin kelepasan sehingga dia langsung menampar wajah orang tua ini, Katiyem emang sudah tua sehingga ketika terkena tamparan dari Wiwin dia langsung oleng seketika. sama sekali tidak dia sangka bahwa Wiwin akan dengan sangat berani memberikan tamparan kepada dia seperti itu, membuat Katiyem terperangah Dan Dia segera bangkit lagi untuk melawan Wiwin.
"Anak muda kurang ajar, kau tidak tahu sopan santun sama sekali." Katiyem berteriak marah kepada Wiwin.
"Orang hina seperti dirimu ini tidak perlu harus di sopani, bahkan untuk melihat wajah mu saja aku sudah sangat muak!" geram Wiwin.
"Hiks, Hiks hanya karena kalian orang kaya maka bisa bersikap sesuka hati seperti ini." Katiyem mulai menangis karena ingin mencari iba.
Bu Putri yang sudah terlanjur emosi segera pergi ke belakang untuk mengambil seember air, dengan emosi yang begitu besar maka dia mengambil air itu dan menyiram langsung tepat di wajah sang besan sehingga Katiyem kaget bukan main melihat tindakan dari Bu Putri ini.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
nana mulai tau mana yg bener mana yg salah,bagus na lanjutkan💪
tabok Napa sih si Dinda itu Nolan...sok begatal dengan mu segala 🤭
dengan PD'y nawari Nolan bermalam🤣🤣🤣🤣ngimpi aja Din