Steve Wraithebourne, seorang pemuda kaya raya dari keluarga terpandang, jatuh miskin dan lumpuh total setelah dikhianati oleh keluarganya sendiri. Selama tiga tahun ia hanya bisa terbaring, tidak bisa bergerak kecuali mengedipkan mata. Di tengah keputusasaan, Sistem tiba-tiba aktif saat putri kecilnya, Sylvie, dengan polos memijat lengannya.
Dengan bantuan Sistem, Steve perlahan pulih—bicara, bergerak, hingga berjalan. Ia mulai membangun hidup baru dari nol bersama istrinya, Celine, dan Sylvie. Steve menjadi ayah yang sangat perhatian: membelikan rumah mewah, mobil impian Sylvie, menjadi perajin tanah liat yang sukses di platform streaming, hingga mendirikan perusahaan teknologi bernama SylvaTech.
Di balik kebahagiaan keluarganya, Steve menyimpan luka masa lalu. Ia bertekad membalas dendam pada Damien Langford dan sepupunya, Jack Wraithebourne, yang mencuri segalanya darinya. Akankah Steve kembali mendapatkan apa yang seharusnya miliknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewisusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah Yang Mengejutkan
Saat jam 7 malam, Steve bangun tidur, dia menemukan Sylvie duduk di sampingnya. Gadis kecil itu sedang memijat pelipisnya dan ketika Steve bangun, malaikat kecil itu bertanya dengan ekspresi khawatir, "Papa, apa kau baik-baik saja? Apa kau ingin aku memanggil, Mama?"
Steve tersenyum, duduk lalu menarik gadis kecil itu ke dalam pelukannya sambil berkata, "Tidak, aku memilikimu di sisiku, aku tidak membutuhkan yang lain."
Sylvie menghela napas dan menyandarkan kepalanya di dada Steve lalu berkata, "Sylvie sangat khawatir sesuatu terjadi pada Papa."
Steve menepuk punggung kecilnya dengan lembut dan setelah menenangkannya mereka berdua pergi keluar kamar. Celine sedang memasak sup dan beberapa hal lainnya, tetapi kekhawatiran di wajahnya terlihat jelas.
Steve menggendong gadis kecil itu masuk ke dapur dan berkata, "Sayang, aku minta maaf karena membuatmu khawatir."
Celine terkejut lalu dia menarik napas dalam untuk menenangkan pikirannya dan berbalik melihat Steve dengan tersenyum.
Steve tahu bahwa meskipun dia tersenyum matanya terus memandang ke seluruh tubuhnya. Dia tersenyum dan menariknya ke dalam pelukan juga, sambil berkata, "aku ingin memberimu sesuatu."
Celine bertanya, "Apa itu?"
Hari sudah malam, dan Steve berpikir ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan cincin yang dia beli untuk Celine jadi dia mematikan kompor dan membawanya keluar dari dapur. Mereka berdiri di ruang tamu, dengan Sylvie berdiri di atas sofa, memandang kedua orang dewasa itu dengan penasaran.
Steve mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya dan berlutut di lantai. Dia membuka kotak itu dan menatap istrinya yang terkejut, "Celine, selama bertahun-tahun ini, kita telah bersama melewati suka dan duka. Tanpa kusadari, kau menjadi duniaku. Aku sangat mencintaimu, aku minta maaf karena terlambat memenuhi janjiku, tetapi apakah kau masih ingin menikah denganku?"
Celine meneteskan air mata, lalu dia mengangguk dan berkata, "Ya!"
Dia tersedak saat berbicara, tetapi dia tetap berhasil mengatakannya, Steve mengulurkan tangan untuk memegang tangannya lalu memasangkan cincin itu di jari manisnya. Steve berdiri dan mereka berdua saling berpelukan penuh kasih. Steve memegang wajahnya lalu mencium bibirnya dengan lembut.
Sylvie menutupi matanya dengan kedua tangan tetapi dia masih mengintip melalui celahnya. Setelah beberapa saat ketika Sylvie menurunkan tangannya dia berkata, "Papa, aku juga mau cincin."
Steve tertawa kecil dan menjawab, "Baiklah, tetapi kenapa kau ingin cincin?"
Sylvie melompat ke arahnya, dan Steve buru-buru menangkapnya lalu dia berkata, "Sylvie juga akan menikah dengan Papa. Sylvie satu paket dengan mama."
'Ding: Tuan Rumah, kau menerima paket hadiah karena putrimu mengatakan kata-kata emas.'
Steve tertawa dan menggosokkan hidungnya ke hidung Sylvie lalu berkata, "Ya, sayang, Papa akan membelikanmu cincin yang sangat cantik."
Celine tersenyum pada mereka berdua dan dia juga memeluk mereka sambil berkata, "aku sangat mencintai kalian berdua..."
Setelah berbagi kasih sayang, mereka semua makan lalu pergi tidur.
Saat Steve dan Celine berbaring di tempat tidur, wanita itu bertanya, "Apa kau benar-benar baik-baik saja?"
Steve mengusap punggungnya dengan lembut dan berkata, "Ya, aku baik-baik saja. Jangan khawatir."
Setelah jeda Steve kembali bertanya, "Apa yang harus kita lakukan untuk ulang tahun keempat Sylvie?"
Celine berpikir sejenak lalu berkata, "Kebetulan itu hari minggu. Kita bisa mengundang guru-guru di sekolahku bersama keluarga mereka. Mereka semua punya anak jadi dia tidak akan sendirian. Selain itu, kau juga akan memberinya seekor kucing jadi itu seharusnya sudah cukup."
Steve memikirkannya lalu berkata, "Baik, aku juga akan mengundang seorang teman. Kita akan memesan makanan dari luar, kau tidak perlu bekerja keras."
Celine bersenandung setuju dan keduanya perlahan tertidur.
...
Keesokan harinya, Steve bangun dan setelah menyelesaikan rutinitasnya, dia mengantar Sylvie ke sekolah lalu menurunkan Celine di tempat kerjanya. Setelah itu dia berkeliling kota ketika tiba-tiba dia teringat sebuah paket hadiah yang dia terima tadi malam.
'Sistem, bisakah kau membuka paket hadiahnya?'
'Ding: Tuan Rumah, membuka paket. Hadiah telah disimpan di dalam dashboard mobil.'
Steve mengulurkan tangan dan membuka dashboard lalu beberapa dokumen terlihat.
Setelah memeriksanya, Steve mengangkat alisnya. Itu adalah hak paten untuk teknologi masa depan beserta proses manufakturnya. Setelah menganalisis dokumen itu dengan benar, napasnya menjadi lebih cepat. Dia menyadari bahwa hadiah itu adalah sesuatu yang bisa mengubah bentuk dunia teknologi seperti yang dia kenal, dan kesadaran itu juga membuat Steve tersenyum.
Di dalam dokumen tersebut terdapat proses pembuatan mesin litografi canggih. Steve memutuskan bahwa dia akan menyerahkan ini kepada Sarah Blake, dan membuat prosesor baru ini menjadi tenaga penggerak ponselnya di masa depan.
Beberapa menit kemudian, Steve menenangkan dirinya dan menelepon Sarah. Dia bertanya, "Apakah kau sudah menyiapkan kantor?"
Percei memutar matanya dan berkata, "Ya, kami sudah punya kantor. Apa kau ingin berkunjung?"
Steve mengangguk dan meminta lokasinya. Sarah Blake dengan cepat mengirimkan lokasinya. Lalu dia memutar mobil dan datang ke tempat tersebut. Dia mendapati bahwa Sarah Blake telah menyewa sebuah gedung sepuluh lantai. Sementara dua lantai pertama digunakan oleh staf administrasi biasa, lantai tiga hingga lima diubah menjadi ruang pengujian dan jalur perakitan.
Lantai atas adalah tempat tim teknologi dan tim administrasi ditempatkan, mereka menangani pemasaran dan lantai paling atas ditetapkan untuk CEO, dan di sana juga ada beberapa ruang konferensi.
Steve memarkir mobil di bawah gedung dan melihat sebuah papan baja yang terpasang di dinding gedung, bertuliskan Monarch Tower.
Steve berkomentar, "Namanya begitu mendominasi tetapi ukurannya sangat kecil."
Setelah mengatakan itu, dia memegang dokumen di tangannya dan memasuki gedung.
Wanita yang duduk di balik meja resepsionis dengan cepat bertanya, "Permisi, bisakah aku membantumu?"
Steve mengeluarkan ponselnya dan menelepon Sarah Blake. Wanita itu kemudian menelepon resepsionis dan memberitahunya tentang identitas Steve.
Steve langsung naik lift dan tiba di lantai paling atas. Dia datang ke kantor Sarah dan mengetuk pintu.
Wanita itu berkata, "Masuk."
Steve mendorong pintu terbuka dan masuk untuk mendapati Sarah sedang melihat beberapa dokumen dan menandatanganinya. Steve berjalan ke mejanya dan meletakkan kertas-kertas itu di depannya.
Sarah mengangkat kepalanya dan bertanya, "Apa ini?"
Steve memberi isyarat agar dia melihat sendiri kertas itu, lalu dia bergerak berdiri di depan jendela. Dia menyilangkan tangannya di belakang punggung sambil menikmati pemandangan.
Sarah membaca dokumen itu lalu berdiri dari kursinya dengan terkejut. Dia berseru, "Dari mana kau mendapatkan ini?"
Steve berbalik untuk melemparkan tatapan meremehkan kepadanya lalu kembali melihat ke luar jendela.
Sarah menelan ludah saat memeriksa dokumen itu sebelum berkata, "Apa yang ingin kau lakukan dengan ini?"
Steve menatapnya dan berkata, "Sebagai seorang pebisnis, penerapan dari ini seharusnya jelas bagimu. Biar aku mengingatkanmu sekali lagi, Nona Sarah Blake, aku mempekerjakanmu agar perusahaanku berjalan lancar, dan menghasilkan keuntungan. Aku tidak mempekerjakanmu untuk menanyakan pertanyaan tidak masuk akal seperti itu."
Sarah Blake menarik napas dalam-dalam, dia tidak keberatan Steve menegurnya, tetapi fakta bahwa dia terlihat begitu ceroboh di matanya benar-benar mengejutkan.
Steve tidak banyak bicara, tetapi beberapa menit kemudian, Sarah berkata, "Aku punya ide, jika kau tidak keberatan. Kita bisa memproduksi mesin ini dan mengikuti model B-2-B. Product Services."
Steve mengangkat bahu dan berkata, "Aku akan menyerahkan keputusan akhir tentang bagaimana kau ingin melakukannya, tetapi aku ingin kau menghasilkan keuntungan. Selain itu, hari Minggu nanti adalah ulang tahun putriku. Kau diundang untuk makan siang."
Lalu dia memberikan lokasi rumahnya. Setelah itu dia meninggalkan gedung lagi untuk kembali ke rumah dan mulai melakukan streaming.
semangat othor 👍👍