"Legend of kultivator" Bangkitnya tujuh penguasa langit.
"Satu dendam menyatukan mereka.Tujuh kekuatan akan mengguncang semesta".
Dunia kultivator sedang diambang perubahan besar.Pejabat korup yang dulu menghancurkan keluarga Lin mungkin merasa aman diatas singgasananya,namun mereka tidak menyadari bahwa badai sedang datang ke arah mereka.Bukan cuma satu,melainkan tujuh sosok legendaris yang dipersatukan takdir dan persahabatan.
Dipimpin oleh dua saudara sepupu yang berwajah identik,faksi baru ini muncul untuk menghakimi ketidakadilan :
• Jian Feng : Sang reinkarnasi seorang Kaisar dengan Darah Naga Dan Tinju Naga yang mampu menghancurkan langit.
•Ling Chen : Pemilik tubuh surgawi sang maestro pedang yang membelah kegelapan dengan cahaya suci.
Dibelakang mereka berdiri Lima sekutu yang tak kalah mengerikan :
• Zi Yan (Sang penawar maut)
• Xue Li & Mei'er (Duo Kegelapan)
• Shen Long & Qing Long (Naga hitam & Naga Air)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Darah Lebih Kental Dari Bayangan
Darah Lebih Kental dari Bayangan
Mei'er memang kakak Xue Li, tapi di Sekte Yinxiang, tidak ada kasih sayang. Mei'er mendekati Xue Li bukan dengan kelembutan, tapi dengan Rantai Bayangan yang tidak terlihat, melilit leher adiknya sendiri.
"Li'er... kau masih lemah," bisik Mei'er. Suaranya memang lembut, tapi setiap kata yang keluar membuat telinga Xue Li mengeluarkan darah. "Kau pikir Ayah mati karena kecelakaan? Tidak. Aku yang menyerahkannya pada Iblis Gerbang Ketujuh demi kekuatanku sendiri."
Xue Li membelalak. Air matanya jatuh, tapi bukan karena sedih, melainkan karena Racun Sukma yang disuntikkan Mei'er lewat sentuhan tangannya.
"Kau... monster!" raung Xue Li. Ia mencoba memberontak, tapi energinya sudah tersedot habis oleh kakaknya yang "bijak" itu.
Qing Long maju, bukan karena cinta monyet, tapi karena ia merasakan aura Iblis Kuno bangkit dari tubuh Mei'er. "Menjauh dari dia, wanita ular! Kau bukan melindunginya, kau sedang menjadikannya Inang bagi monster itu!"
Mei'er tertawa melengking, wajah cantiknya retak seperti porselen pecah. "Benar sekali, Naga Kecil. Xue Li adalah wadah yang sempurna. Darahnya, kemarahannya, dan ambisinya adalah makanan terbaik!"
Ling Chen menghunus pedang hitamnya. "Jian Feng! Jangan tertipu wajahnya! Dia yang membunuh penjaga kuil tadi agar kita masuk ke jebakan ini!"
Pertarungan sebenarnya baru dimulai. Bukan drama kakak-adik yang mengharukan, tapi perjuangan Ling Chen untuk mencegah Mei'er meledakkan tubuh adiknya sendiri demi memanggil Raja Iblis Tanpa Nama.
Mei'er masih memegang tangan Xue Li, tapi wajahnya yang "bijak" perlahan retak, menampakkan sisik hitam yang membusuk di balik kulit porselennya. "Li'er... kau selalu menjadi adik yang paling berguna. Terutama darahmu yang penuh dendam ini..."
Xue Li terkesiap, tubuhnya mulai kaku. Ia melihat bayangan kakaknya tidak lagi berbentuk manusia, tapi sesosok Iblis Rawa yang mengerikan.
Qing Long tidak menatap dengan "cinta". Mata emasnya berkilat penuh kebencian. Ia menggeram, suaranya menggetarkan pondasi kuil. "Manusia licik! Kau menggunakan Sihir Penyesat Pikiran untuk mengelabui kami?! Kau bukan kakaknya, kau adalah Iblis Peniru yang memakan jantung Mei'er asli sepuluh tahun lalu!"
Ling Chen tersentak. Jadi selama ini Xue Li bicara pada pembunuh kakaknya sendiri?
"Hahaha! Naga tua yang pintar!" Mei'er—atau monster itu—melepaskan topeng manusianya. Mulutnya robek hingga ke telinga, menampakkan barisan gigi yang tajam. "Darah naga, darah Sembilan Pedang, dan wadah suci ini... malam ini Gerbang Ketujuh akan berpesta!"
Tanpa ampun, Mei'er menghantamkan Xue Li ke dinding batu hingga pingsan, lalu melesat ke arah Ling Chen dengan cakar yang berlumuran racun hijau.
"Jian Feng! Lindungi Xue Li! Biarkan aku dan Naga ini yang mencabut nyawa iblis palsu ini!" raung Ling Chen, pedang hitamnya membara dengan api neraka.
Qing Long tidak lagi menatap dengan iba; mata emasnya menyipit, memancarkan tekanan luar biasa yang membuat lantai kuil retak. "Berhenti bersandiwara, wanita busuk! Bau bangkai di tubuhmu tidak bisa ditutupi oleh wajah cantik itu!"
Mei’er yang tadinya tersenyum lembut tiba-tiba membeku. Lehernya berputar 180 derajat dengan suara KREK yang memilukan, menatap Qing Long dengan mata yang mendadak berubah menjadi putih polos tanpa pupil.
"Naga tua yang cerewet..." suara Mei'er berubah menjadi geraman parau dari dalam perutnya.
Tiba-tiba, kulit di punggung Mei'er robek. Enam buah kaki laba-laba raksasa yang terbuat dari tulang manusia keluar menembus dagingnya, mencengkeram dinding kuil. Ia bukan kakak yang bijak; ia adalah Iblis Peniru Sukma yang sudah lama memangsa keluarga Xue Li dari dalam.
Xue Li melolong histeris saat melihat wujud asli kakaknya, tapi Mei'er dengan cepat menghantamkan kaki tulangnya ke perut Xue Li, memaku tubuh adiknya itu ke dinding altar. Darah segar menyembur, membasahi ukiran kuno di lantai yang mulai menyala merah.
"Ling Chen! Dia menggunakan darah adiknya untuk mengaktifkan Segel Pemanggil Raja Iblis!" raung Qing Long.
"Langkahi mayatku dulu, monster!" Ling Chen melesat, pedang hitamnya mengeluarkan aura kematian yang pekat. Namun, sebelum pedangnya sampai, Mei'er memuntahkan cairan korosif hijau yang membuat pedang baja sekalipun meleleh dalam sekejap.
Ling Chen terpental dihantam gelombang energi gelap. Di saat ia terkapar, ia melihat tanah di bawah altar terbuka, menampakkan ribuan tangan pucat yang mulai merayap keluar dari neraka.
"Jian Feng! Ambil Xue Li dan lari!" perintah Ling Chen sambil batuk darah. Namun, pintu keluar kuil sudah tertutup oleh jaring-jaring daging yang berdenyut.
Mereka tidak lagi terjebak dalam drama keluarga. Mereka terjebak di dalam mulut neraka yang sedang mengunyah nyawa mereka pelan-pelan.
Bersambung....
Lanjjjjooootttt