NovelToon NovelToon
Ekuilibrium:Antara Janji Dan Jarak

Ekuilibrium:Antara Janji Dan Jarak

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anime / Tamat
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Di ruang sidang aku memenangkan keadilan, tapi di stasiun kereta, aku nyaris kalah oleh rindu."
Afisa Anjani bukanlah lagi gadis rapuh yang menangis karena diabaikan. Tahun 2021 menjadi saksi transformasinya menjadi associate hukum tangguh di Jakarta. Di sisinya, ada Bintang—dokter muda yang kehangatannya perlahan menyembuhkan trauma masa lalu Afisa.

Namun, saat janji suci diucapkan di tahun 2022, semesta justru memberi ujian baru. Afisa dipindahtugaskan ke Semarang untuk menangani kasus-kasus besar yang menguji integritasnya. Jakarta dan Semarang kini bukan sekadar nama kota, melainkan jarak yang menguji Ekuilibrium (keseimbangan) antara karier dan hati.

Di Semarang, Afisa berhadapan dengan dinginnya ruang sidang dan gedung Lawang Sewu, sementara di Jakarta, Bintang bergelut dengan detak jantung pasien di rumah sakit. Keraguan lama Afisa kembali muncul: Apakah Bintang akan bosan? Apakah cinta sanggup bertahan saat komunikasi hanya lewat layar ponsel ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Citra menghentikan langkahnya di samping mobil, matanya terpaku pada layar ponsel. Ia menghela napas panjang, lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku blazer dengan gerakan gusar. Wajahnya yang tadi ramah kini berubah menjadi penuh simpati yang campur aduk.

"Kenapa, Bu? Ada masalah?" tanya Guntur yang menyadari perubahan raut wajah rekan kerjanya itu.

Citra menatap Guntur sejenak, bimbang apakah harus membagikan pesan itu atau tidak. Namun, ia tahu menyembunyikannya pun tidak akan mengubah fakta bahwa suasana sedang kacau. "Afisa kirim pesan. Katanya, Bintang benar-benar keterlaluan. Sepertinya mereka bertengkar hebat di mobil tadi."

Guntur terdiam. Dadanya terasa berdenyut nyeri. Ia tahu kehadirannya adalah sumbu dari ledakan amarah Bintang. "Ini karena saya, kan? Seharusnya saya tidak usah ikut ke pengadilan tadi."

"Jangan konyol, Guntur," potong Citra tegas sambil membukakan pintu mobilnya. "Kamu di sana karena kompetensi. Masalah Bintang yang belum bisa mengontrol rasa cemburunya itu urusan rumah tangga mereka. Tapi jujur, aku juga nggak nyangka Bintang bakal se-reaktif ini. Dia biasanya orang yang paling tenang."

Mereka masuk ke dalam mobil. Citra melajukan kendaraannya menjauhi area kantor menuju sebuah tempat makan di daerah Simpang Lima.

"Afisa itu perempuan yang kuat, Guntur," lanjut Citra sambil tetap fokus ke jalan. "Dia sudah melewati banyak hal untuk sampai di titik ini. Tapi sekuat-kuatnya dia, kalau suaminya sendiri tidak mendukungnya di saat dia sedang meraih kemenangan besar, itu pasti sangat menyakitkan."

Guntur menatap ke luar jendela, melihat jalanan Semarang yang mulai padat. "Bintang mencintainya dengan sangat posesif. Sesuatu yang tidak pernah saya lakukan dulu. Saya malah membiarkannya sendirian saat dia paling butuh saya."

"Nah, itu dia masalahnya," Citra membelokkan setir. "Bintang merasa dia yang menyelamatkan Afisa dari lubang hitam yang kamu buat. Jadi saat kamu muncul lagi, dia merasa terancam. Dia takut Afisa ingat lagi rasa 'sakit' itu, atau malah sebaliknya... takut Afisa ingat rasa 'nyaman' yang dulu pernah kamu kasih."

Sesampainya di tempat makan, Citra memesan banyak menu tanpa bertanya lagi pada Guntur. Suasana di antara mereka menjadi lebih santai, namun bayang-bayang pesan singkat Afisa masih menggantung.

"Dengar, Guntur," ujar Citra saat makanan datang. "Mulai besok, kamu harus lebih hati-hati. Bukan soal kerjamu—kerjamu sudah oke. Tapi jaga jarak profesionalmu di depan Bintang kalau dia ada di sekitar kantor. Jangan kasih dia alasan lagi buat bikin Afisa nangis."

Guntur mengangguk pelan, menyuap makanannya yang terasa hambar karena pikirannya masih tertuju pada Afisa. "Saya mengerti. Saya akan jadi bayangan saja."

"Bagus," Citra tersenyum tipis. "Sekarang makan yang banyak. Besok kita punya banyak berkas yang harus diselesaikan sebelum Bintang makin sering muncul di kantor buat 'patroli'."

Tanpa mereka sadari, saat itu di apartemen, Afisa sedang mengunci diri di kamar mandi, membiarkan suara kucuran air menyamarkan isak tangisnya dari Bintang yang duduk membeku di ruang tamu.

Suara kucuran air di kamar mandi akhirnya berhenti. Afisa keluar dengan wajah yang sudah dibasuh, namun matanya yang sembap tidak bisa menipu siapa pun. Ia mengabaikan Bintang yang masih duduk mematung di sofa ruang tamu, melangkah lurus menuju dapur untuk mengambil segelas air putih.

"Fis," panggil Bintang rendah. Suaranya terdengar serak, penuh dengan beban penyesalan yang terlambat.

Afisa berhenti, namun punggungnya tetap membelakangi suaminya. "Aku mau tidur, Mas. Tolong, jangan bahas apa-apa lagi malam ini."

"Mas cuma mau minta maaf," Bintang berdiri, mendekat perlahan namun tetap menjaga jarak. "Mas tahu Mas egois. Mas hanya... Mas tidak siap melihat dia ada di sana, di tempat yang seharusnya Mas tempati untuk merayakan keberhasilanmu."

Afisa berbalik perlahan, menatap Bintang dengan pandangan yang kosong. "Tempat yang seharusnya kamu tempati? Mas, ini bukan soal siapa yang berdiri di sampingku. Ini soal kepercayaan. Kamu bilang kamu percaya padaku, tapi caramu memperlakukanku hari ini di depan stafku, di depan Guntur... itu bukan bentuk cinta, itu bentuk hinaan terhadap integritasku sebagai istrimu."

Bintang terdiam, kata-katanya tertahan di tenggorokan.

"Guntur itu masa lalu yang menyakitkan, ya. Tapi dia sekarang cuma rekan kerja yang membantuku memenangkan kasus besar perusahaan," lanjut Afisa dengan suara bergetar. "Kalau kamu terus-terusan membawa trauma masa lalu itu ke dalam pernikahan kita, maka sebenarnya kamu sendiri yang sedang membangun tembok di antara kita, bukan Guntur."

Afisa meletakkan gelasnya dengan denting yang cukup keras di atas meja marmer. "Malam ini kamu tidur di kamar tamu saja. Aku butuh waktu untuk bernapas."

Tanpa menunggu jawaban, Afisa melangkah masuk ke kamar utama dan mengunci pintunya dari dalam. Suara kunci yang berputar itu terdengar seperti vonis bagi Bintang. Ia terduduk kembali di sofa, menatap buket tulip kuning yang tadi ia bawa dengan penuh sukacita, kini mulai tampak layu di atas meja.

Di tempat lain, di sebuah warung makan di Simpang Lima, Guntur menatap ponselnya. Ia ingin mengirim pesan singkat pada Afisa—sekadar menanyakan apakah dia baik-baik saja—namun jemarinya berhenti di atas layar. Ia teringat kata-kata Citra: "Jadilah bayangan."

Guntur akhirnya mematikan layar ponselnya, menyadari bahwa kehadirannya memang hanya akan menjadi bensin bagi api yang sedang membakar rumah tangga wanita yang pernah ia hancurkan hatinya itu.

1
falea sezi
oalah pak mati saat kau belum minta maaf ke orang yg kau sakiti
falea sezi
bintang kayak terobsesi
falea sezi
bintang g salah toh dia g tau apa yg di perbuat anak nya yg gila
falea sezi
baca novel malah mood berantakan hadeh
falea sezi
klo dia yg ngendalikan firma hukum dimana nafisa krja pasti dia tau nafisa fi pindah ke Semarang
falea sezi
lah lu aja perhatian amat ma mantan masih belom. move on ya aneh
falea sezi
anehh di ewe suami g mau maunya apa di ewe gunturheran y
falea sezi
sumpah fisa ini. bego
falea sezi
di sini yg goblok itu Nafisa
falea sezi
sama mantan kok baper pdhl bersuami be cwek oon sepanjang novel q baca di sini
falea sezi
siapa mau. punya istri g paham. kewajipan ngurus krjaan doank. mana krja luar kota terus mending jd perawan tua lu g usa nikah
falea sezi
istri egois demi karir rmh tangga lu bakal ancur
falea sezi
mending jd ibu rmh tangga lah ngorbanin karir demi rmh tangga jangan egois sok mau krja ujungnya rmh tangga berantakan kecuali suami mu g sanggup kasih nafkah baru deh qm krja
byyyycaaaa
iya bes sampai ketemu di cerita selanjutnya 🙏
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
tamat kah tor
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
gk lanjut tor
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
oke tor fita apa kabar tor
byyyycaaaa: Fita jadi guru di SMA negeri di bandung
total 1 replies
byyyycaaaa
nanti siang up lagi🙏
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
lanju dong tor
byyyycaaaa
jangan dong,ntar nggak ada yang buat bintang sakit kepala 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!