NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:404
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Setelah makan bersama kedua orang tua Hana, kini Aldo berpamitan kepada Hana dan orang tuanya untuk berangkat sekolah. Sambil menyalakan motornya, Aldo sempat ditemani dan mengobrol dengan Hana di halaman rumah.

"Sayang, semangat belajarnya," ucap Hana sambil tersenyum.

"Iya, sayang. Maafkan aku, ya, kalau terjadi apa-apa denganku," ucap Aldo sambil tersenyum menatap Hana.

"Kamu kenapa, sayang, bicara seperti itu?" ucap Hana.

"Tidak ada apa-apa, kok. Ya sudah, sayang, aku berangkat dulu, ya. Sampai nanti, sayang. Muachh," ucap Aldo sambil mencium kening Hana lalu menaiki motornya.

Aldo pun melajukan motornya menuju sekolah. Sesampainya di sekolah, Aldo langsung menuju parkiran. Aldo pun melangkah menuju kelasnya. Di teras sekolah, Aldo sempat terhenti lalu melangkah menuju Alex dan Lexy yang sedang duduk di kursi teras. Aldo pun ikut duduk di samping Alex.

"Al, sudah siap, kan, buat nanti siang?" tanya Alex.

"Sudah siap, tenang saja," ucap Aldo dengan senyuman.

"Kalah atau menang, kita jangan berpisah. Kita akan baik-baik saja," ucap Lexy.

"Aku yakin kita tidak akan kalah. Aku duluan, ya, masuk kelas dulu," ucap Aldo sambil tersenyum.

"Baik, Ketua," ucap Alex.

Aldo pun melangkah menuju kelasnya. Saat masuk, Aldo langsung duduk di tempat duduknya dan mengeluarkan buku dari dalam ranselnya.

Sedangkan Hana, dia sedang merebahkan tubuhnya. Walaupun semalaman harus begadang dan bekerja, Hana tidak merasakan kantuk sama sekali. Sambil merebahkan tubuh, tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi.

Kringg... kringg...

Hana lalu mendudukkan diri, lalu melihat ke telepon genggamnya. Saat telepon digenggam, Hana berbicara kepada dirinya sendiri. Karena Hana mendapat panggilan telepon dari Leni, Hana tidak langsung mengangkatnya, melainkan berpikir.

"Leni kenapa, ya, menelepon?" bisik Hana.

Hana pun lalu menerima panggilan dari Leni. Telepon pun ditaruh di telinganya, dan Hana langsung berbicara kepada Leni dengan penuh penasaran.

"Halo, Leni. Ada apa?" ucap Hana.

"Ehh... enggak, Han. Cuma lagi cek saja. Kamu tidak tidur, kah, Han?" ucap Leni.

"Emm, tidak, sih. Mau saja tidur," ucap Hana.

"Ya sudah, tidur dulu saja kalau begitu. Aku matikan, ya, teleponnya," ucap Leni.

"Ya sudah," ucap Hana.

Leni pun menutup panggilan teleponnya, sedangkan Hana lalu menaruh teleponnya kembali. Dia merebahkan tubuh sambil berbisik-bisik sendiri.

"Aneh banget Leni," bisik Hana.

Hana pun mencoba kembali untuk menidurkan tubuhnya agar semua lelahnya hilang. Setelah beberapa saat memejamkan matanya, Hana pun tertidur.

Waktu terus berjalan. Hingga hari mulai menjelang siang, Aldo dan Alex langsung mengatur rencana ketika guru sekolah lengah. Aldo mencoba untuk meninggalkan sekolah sambil membawa ransel mereka. Tetapi sebagian dari teman-teman Alex ada juga yang meninggalkan ranselnya. Kini mereka bersama-sama menuju ke taman kota yang tidak jauh dari arah sekolah.

Mereka pun memarkirkan motornya di samping jalan, dan Aldo, Alex, Lexy, serta teman-temannya kini melangkah menuju pinggir pohon besar.

"Di mana mereka? Aku tidak melihatnya," ucap Aldo sambil menatap sekeliling.

"Mereka mungkin pecundang. Mereka tidak berani datang," ucap Lexy.

Mereka pun bersama-sama duduk di rumput. Aldo, Alex, Lexy, dan teman-temannya berjumlah sepuluh orang. Tiba-tiba dari arah kiri, mereka mulai melangkahkan kaki dengan jumlah orang yang lumayan lebih banyak. Aldo, Alex, serta Lexy pun berdiri karena melihat mereka yang melangkah ke arah mereka. Alex pun berbicara sambil menatap.

"Sepertinya kita akan kalah. Mereka lebih banyak dari kita," ucap Alex.

"Kita tidak usah satu lawan satu. Kita langsung hantam mereka saja. Kalau satu lawan satu, kita akan kalah. Kalau semua kita hantam, kita akan menang," ucap Lexy, membuat sebuah rencana.

"Baiklah. Kita tunggu mereka sampai jarak lumayan dekat. Tapi mereka membawa kayu, sedangkan kita hanya tangan kosong," ucap Aldo.

"Tanganmu bisa membuat nyawa melayang, sedangkan kayu mereka seperti mainan," ucap Alex berbicara kepada Aldo.

"Mana ada begitu," ucap Aldo sambil menatap Alex.

Mereka yang sedang mendekat sambil menatap, lalu berteriak dari salah satu dari mereka. Ternyata yang berteriak itu adalah ketuanya.

"Woy, ba***! Sudah siap untuk mati? Haha," teriaknya sambil tertawa.

Aldo langsung emosi karena perkataannya yang menusuk ke dalam hati. Aldo pun berteriak sambil berlari mengarah ke arah mereka. Mereka pun menghentikan langkahnya.

"Baj*** kau!" teriak Aldo.

Alex, Lexy, dan lainnya langsung mengikuti Aldo dari belakang untuk menghantam mereka bersama-sama. Aldo pun langsung mendahului, dan semua pun mulai bertarung. Pertarungan begitu sengit karena Aldo terus memukul orang yang ada di dekatnya. Bahkan, pukulan Aldo juga sempat membuat salah satu dari mereka mengeluarkan darah di hidungnya.

Saat mereka berkelahi, tiba-tiba suara bunyi dari kendaraan roda empat membuat mereka terdiam dan terhenti. Sedangkan Aldo masih melanjutkan untuk terus memukul salah satu dari mereka dan mengabaikan suara. Pukulan terus dilayangkan oleh Aldo hingga membuat ketua mereka terjatuh dan berdarah, sedangkan yang lain sudah pada berlari untuk menyelamatkan diri agar tidak tertangkap oleh polisi.

Brakk...

Dari arah belakang, Alex memanggil Aldo yang sedang menghantam ketua mereka.

"Aldo, kita kabur, ayo! Ada polisi," ucap Alex sambil memperhatikan polisi yang mendekat ke arah mereka sambil berteriak.

Sedangkan Aldo tidak mendengarkan ucapan Alex. Alex pun terpaksa untuk lari agar selamat dari penangkapan polisi. Polisi pun mendekat ke arah Aldo yang sedang menghantam hingga darah berceceran. Polisi itu memukul ke arah kepala Aldo hingga Aldo terjatuh dan pingsan.

Brakk...

Saat ini, Hana tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena bermimpi buruk. Hana pun mendudukkan diri sambil menarik napas kasar.

"Emm... haa..." napas kasar keluar dari mulut Hana.

Hana pun bangun. Dia lalu melangkah menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Saat itu, ibunya Hana memanggil dari lantai bawah.

"Hana!" panggil ibu Hana.

Hana yang baru saja keluar dari kamar mandi lalu menjawab ucapan ibunya itu.

"Iya, Bun, ada apa?" jawab Hana keras.

"Kamu sudah bangun, sayang? Kamu mau berangkat kuliah, tidak, sayang?" tanya ibunya Hana.

"Mau, Bun. Ini mau mandi dulu," jawab Hana.

"Ya sudah. Sebelum berangkat, makan dulu, ya, sayang," ucap ibunya Hana.

"Iya, Bun," jawab Hana.

Hana pun melangkah menuju kamarnya untuk mengambil handuk. Saat berada di kamarnya, Hana sempat terkejut karena jam sudah menunjukkan pukul satu siang. Seharusnya dia sudah berada di kampusnya. Hana pun terburu-buru mengambil handuk dan langsung menuju kamar mandi. Dia pun mandi dengan cepat tanpa sedikit jeda, karena jam sudah semakin siang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!