NovelToon NovelToon
Mawar Kota Di Mihrab Sunyi

Mawar Kota Di Mihrab Sunyi

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Zayna Almeera adalah badai yang dipaksa berhenti di sebuah desa tenang. Terbiasa dengan gemerlap kota, ia merasa dunianya runtuh saat harus menukar kehidupan mewahnya dengan ubin pesantren yang dingin. Ia datang membawa duri, siap menusuk siapa pun yang mencoba menjinakkan kebebasannya.
​Di sana, ia bertemu Gus Haidar. Pemuda itu seperti telaga luas yang tak terusik; bicaranya tenang, tatapannya terjaga, dan dunianya hanya berisi pengabdian. Bagi Zayna, Haidar adalah teka-teki silang yang menyebalkan. Namun bagi Haidar, Zayna adalah kebisingan yang tiba-tiba membuat kesunyiannya terasa lebih lengkap.
​Antara keras kepalanya Zayna dan sabarnya Haidar, ada sebuah cerita tentang bagaimana rasa pahit harus dibiarkan mengendap agar manisnya bisa dinikmati. Zayna ingin lari, tapi hatinya justru perlahan tertambat pada ketenangan yang tak pernah ia temukan di riuhnya kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sidang di bawah pohon sawo

Luka di tepi sungai itu memang telah dibasuh oleh kebesaran hati Gus Haidar, namun di pesantren, rahasia tidak pernah benar-benar hanyut. Ia mengendap di dasar, menunggu waktu untuk meluap. Di Bab 18 ini, badai tidak lagi hanya menyerang Zayna dan Haidar, tapi mulai mengguncang pilar tertinggi pesantren: Sang Kyai Sepuh.

Pagi itu, suasana Ndalem (kediaman pengasuh pesantren) terasa mencekam. Aroma kopi pahit dan asap rokok kretek dari Kyai Sepuh—Ayah Gus Haidar—memenuhi ruang tengah. Di hadapan sang Kyai, terdapat selembar amplop cokelat yang identik dengan apa yang ditemukan Zayna semalam.

Najwa telah melakukan langkah pamungkasnya. Ia tidak lagi bermain di balik layar; ia memberikan foto-foto itu langsung kepada Kyai, dengan dalih "menyelamatkan marwah pesantren".

"Panggil Haidar dan bocah kota itu ke sini," suara Kyai Sepuh terdengar berat, serak, namun memiliki wibawa yang sanggup meruntuhkan nyali siapapun.

Zayna melangkah ke Ndalem dengan kaki yang terasa seperti dipasung beban berton-ton. Di sampingnya, Gus Haidar berjalan dengan tenang, wajahnya jernih, seolah-olah ia sedang menuju taman surga, bukan ruang sidang.

Saat mereka masuk, Najwa sudah ada di sana, duduk menunduk dengan wajah yang diselimuti kesedihan palsu.

"Duduk," perintah Kyai Sepuh tanpa melihat ke arah mereka.

Zayna duduk bersimpuh di lantai jati yang dingin. Ia melihat foto-foto dirinya yang sedang tertawa di kelab malam tersebar di atas meja bundar milik Kyai. Rasanya seperti ditelanjangi di depan seluruh dunia.

"Haidar," Kyai Sepuh memulai, matanya yang tajam kini menatap sang putra. "Kamu tahu apa ini? Kamu tahu wanita seperti apa yang ingin kamu jadikan pendampingmu? Pesantren ini dibangun dengan darah dan air mata leluhurmu untuk menjaga kesucian, bukan untuk menampung sampah kota."

Kalimat "sampah kota" itu menghantam dada Zayna hingga ia sesak napas. Ia menunduk dalam, air matanya menetes satu-persatu ke atas lantai jati.

Haidar menarik napas panjang. Ia tidak menunduk. Ia menatap Ayahnya dengan rasa hormat yang tak luntur, namun dengan keberanian yang teguh.

"Bahwa dia berasal dari kota, itu benar, Abah. Bahwa dia pernah tersesat, itu pun benar. Tapi bukankah Islam datang justru untuk mereka yang tersesat? Bukankah hidayah adalah milik Allah yang bisa jatuh ke mana saja, bahkan ke tempat yang paling gelap sekalipun?"

"Tapi dia tidak pantas, Haidar! Lihat foto ini! Bagaimana tanggapan wali santri jika tahu calon Ibu Nyai mereka pernah bergumul dengan dunia seperti ini?" Kyai Sepuh memukul meja.

Zayna memberanikan diri untuk bicara, meski suaranya bergetar hebat. "Kyai... benar. Saya memang tidak pantas. Saya adalah noda di sini. Jika Kyai ingin saya pergi sekarang, saya akan pergi. Saya tidak ingin merusak nama baik Gus Haidar."

Zayna bangkit, namun sebuah tangan menahan ujung kerudungnya—bukan menggenggam, tapi mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Itu tangan Gus Haidar.

"Abah," Haidar berkata dengan nada puitis namun tegas, "Jika Abah melihat sebutir berlian yang jatuh ke dalam lumpur hitam, apakah Abah akan menyebutnya lumpur dan membuangnya? Ataukah Abah akan mengambilnya, membasuhnya dengan air suci, lalu menaruhnya di tempat yang paling tinggi karena Abah tahu nilainya tetaplah berlian?"

Haidar mengambil salah satu foto Zayna, lalu menunjukkannya kepada Ayahnya. "Di foto ini, dia tertawa, tapi matanya kosong, Bah. Dia sedang mencari arah. Dan di mimbar Imtihan kemarin, dia mengaji, dan matanya bercahaya karena dia sudah menemukan rumahnya. Apakah kita, sebagai penjaga agama, akan mengusir seseorang yang baru saja sampai di pintu taubat?"

Kyai Sepuh terdiam. Ruangan itu menjadi sunyi senyap, hanya suara detak jam dinding kuno yang terdengar.

"Haidar benar, Kyai."

Tiba-tiba, Ibu Nyai (Ibu Gus Haidar) muncul dari balik tirai. Beliau berjalan mendekat dan merangkul bahu Zayna yang bergetar. "Dulu, saat aku pertama kali bertemu denganmu, Abah, aku pun bukan wanita yang hafal Al-Qur'an. Aku hanyalah wanita biasa yang kamu bimbing dengan sabar. Kenapa sekarang kamu begitu keras pada anak ini? Lihatlah matanya, Bah. Itu mata seseorang yang sedang jatuh cinta pada Tuhannya."

Kyai Sepuh menghela napas panjang. Asap rokoknya mengepul lambat. Ia menatap Najwa yang sejak tadi diam, lalu kembali menatap Haidar dan Zayna.

"Najwa," panggil Kyai Sepuh. "Kamu yang membawakan ini padaku dengan alasan kebenaran. Tapi ingatlah, kebenaran yang disampaikan dengan niat menjatuhkan, bukan lagi kebenaran, melainkan senjata setan."

Najwa memucat. Ia tidak menyangka Kyai akan berkata demikian.

"Haidar, Zayna..." Kyai Sepuh mengumpulkan foto-foto itu, lalu memasukkannya kembali ke dalam amplop. "Aku tidak akan membatalkan perjodohan ini. Tapi, Zayna harus membuktikan satu hal. Dalam empat puluh hari ke depan, kamu harus mengkhatamkan satu kitab tentang akhlak wanita muslimah, dan kamu harus membimbing sepuluh anak yatim di desa untuk bisa mengeja Al-Qur'an. Jika kamu berhasil, aku sendiri yang akan menikahkan kalian di masjid besar."

Zayna mendongak, matanya berbinar di balik sisa tangisnya. "Saya bersedia, Kyai. Saya akan lakukan lebih dari itu."

Setelah sidang selesai, Najwa keluar dengan langkah terburu-buru, harga dirinya hancur berantakan. Sementara itu, di teras Ndalem, Zayna berdiri di samping Haidar.

"Terima kasih, Gus. Lagi-lagi, Gus jadi gunung saya," bisik Zayna.

Haidar menatap pohon sawo yang buahnya mulai matang. "Empat puluh hari bukan waktu yang lama, Zayna. Tapi itu akan menjadi empat puluh hari yang menentukan, apakah angin akan membawa kita terbang bersama, atau justru memisahkan kita untuk selamanya."

Haidar memberikan sebuah buku kecil bersampul hijau kepada Zayna. "Mulailah belajar. Dan ingat, jangan pernah menoleh ke belakang lagi. Karena di depan, saya sudah menyiapkan sebuah rumah dari doa-doa yang tidak akan pernah runtuh oleh fitnah manapun."

"Zayna mendekap buku itu. Ia tahu tantangan sesungguhnya baru saja dimulai. Empat puluh hari untuk membuktikan cintanya pada agama dan pada sang Gus. Namun di kejauhan, Najwa mengambil ponselnya. Jika Kyai tidak bisa ia pengaruhi, maka ia akan menggunakan kekuatan terakhirnya: menyebarkan foto-foto itu ke media sosial agar seluruh dunia menghakimi Zayna."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Kutu Buku
udah Tamat Aj Thor Pdhal Baru beberapa hari aj aku Ndak baca🤣🤣🤣🤣, jngan tamat laa Thor lanjut lagi season 2 nya, trus Critanya Jngan Di percepat Thor Mnimal ada flotwistnya, ada adengan ngidam aneh2 atau apa gtuu🤭🤭🤭🤭 baru nikah udah lgsung hamil dan mlhirkan
Kutu Buku: pada Umumnya Orang EMG Gtuu Thor, TPI Yang Ada plotwishnya, Ada Romance, trus Di Barengen dengan komidi itu lbih Seruu Thor Dan akan membuat para pembaca Pnsran, Shingga Crtanya gag gampangg Ktbak mau happy Ending Atau SAD.
Semangat Aj Thor pokoknya
total 1 replies
Kutu Buku
bljar dari mana Thor Mrangkai Kata2?
dari sekian banyaknya novel yg aku baca Cuma In yg Membuat Aku pangling Dan kagum Banget dengan Stiap Untaian katanya, Aplgi sangat Puitis banget
Isti Mariella Ahmad: Belajar sendiri dan belajar dari teman juga
total 1 replies
Kutu Buku
aku Mau Baca In Aj
yg Lainnya Nanti Dluu hehehehhe,

yang Lain Tentang Apa Thor Law tentang percintaan Aku mau baca 🤭🤭🤭?
Isti Mariella Ahmad: banyak nanti aku spil y
total 3 replies
Kutu Buku
thorr Thanks banget laa pokoknya 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
udah banyak Up Hari in
Kutu Buku
jahat Banget Drmuu Thor,
Pdhal aku bruu sja mendapatkan kesenangan Mlah Di BKIN Tak Karuan lgii
Kutu Buku
mksih Thor Udah Up banyak Hari In,
sring2 yaa Thor up 3 bab Biar Aku tambah smngat Bacanya
Kutu Buku
Allah Thor Skit kali 🤭🤭🤭🤭
bercanda Thor mksih Thor Udah BKIN Novel SE kece In, Smangat Thor up nya law bisa 3 bab pun gpp
Isti Mariella Ahmad: /Hammer/
total 1 replies
Kutu Buku
mksih Thor sangat panjang Babnya
Kutu Buku
mgkin Aku Bcanya terlalu buru2, sampai aku mengira Bab nya Sdkit
Kutu Buku: Ea laa Thor aku hanya just kidding aj🤭🤭🤭 Bsok2 aku baca ngija aj laa biar lamaa
total 2 replies
Kutu Buku
makin ke Sini Mkin Seruu aj, thank's udah BKIN novel SE kece In thor
Kutu Buku
Kayaknya Baru Tarik Nafas masak Ea Udah habis Babnya
Isti Mariella Ahmad: 🤣 staytune ya, aku tambah besok deh
total 1 replies
Kutu Buku
Thank's udah Di panjangin Thor Babnya 👍👍
Isti Mariella Ahmad: komen terus say biar semangat up nya
total 1 replies
Kutu Buku
menarik Untuk Di Baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!