NovelToon NovelToon
Sahabatku, Maduku

Sahabatku, Maduku

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tak punya pilihan lain, selain mengikuti apa yang sahabatnya Fani minta. yaitu menikah dengan Fauzan yang notabennya adalah suami Fani.

Fauzan adalah masa lalunya dan Kemala bersama Fauzan memiliki memori yang bisa di katakan tidak baik-baik saja. tetapi Kemala menerimanya dan dia rela menjadi istri kedua supaya sahabatnya itu bersemangat kembali dan mau menjalani perawatan atas penyakitnya, yaitu kanker payudara.

pernikahan yang cukup pelik dan Kemala kira kalau dirinya dan Fauzan tidak akan sejauh itu. mereka hanya menikah demi permintaan Fani saja, akan tetapi tidak untuk Fauzan dan Fauzan menuntut supaya Kemala mau melakukan tugasnya sebagai istri betulan, termasuk melayaninya di atas ranjang.

cekidokttt mohon dukungannya untuk karya saya yang kesekian, terimakasih😊🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Kemala hanya bisa duduk termenung seraya menghela nafas dalam-dalam. Ingatannya melanglang buana dan salah satunya pada kenangannya di masa lalu bersama Fauzan.

Ya, Fauzan dan Kemala pernah dekat bahkan hampir jadian, akan tetapi waktu itu Kemala yang memutuskam untuk mengakhiri semuanya, bukan Kemala tak merasakan apapun. Justru sebaliknya, Kemala merasa cocok, merasa satu frekuensi dan merasa Fauzan adalah pria yang tepat walau bukan tipenya, sayang sekali Kemala merasa tidak enak hati dengan sang sahabat dan rela mengalah, walau hatinya jelas sakit.

Tentu selalu ada penyesalan. Tetapi selama ini Kemala selalh berhasil untuk kembali ke prinsipnya. Kalau semua keputusan yang di ambil adalah yang terbaik dan menurut Kemala sendiri “Life Must Go On” hidup harus terus berjalan, tanpa melihat atau mengingat masa lalu__sayang semua itu harus terusik tatkala dirinya kembali menemui Fani sang sahabat dan mendengar kalau sahabatnya itu menderita kanker lalu dengan bodohnya Kemala menerima tatkala Fani meminta dirinya untuk menjadi madunya dengan berbekal perjanjian di antara mereka, dan sayang karena perjanjian itu terasa percuma, sebab Fauzan sama sekali tidak takut dan ya. Kemala benci dirinya yang ikut menikmati beberapa kali momen intim mereka.

Tak di pungkiri sampai detik ini pun di jatinya masih ada nama pria itu, bahkan setelah hampir sembilan tahun lamanya__astaga, benar-benar bodoh bukan? Bahkan Kemala pun tak mengerti tentang dirinya sendiri, selama ini Kemala memilih menyibukan dirinya dengan segudang pekerjaan dan pekerjaan paruh waktunya demia membuat pikirannya tidak melulu mengingat Fauzan, akan tetapi semesta punya cerita lain dan membuat Kemala pun menjadi begini, serba salah.

Di satu sisi, ia kesal kepada dirinya yang masih memendam perasaan untuk Fauzan sampai detik ini, padahal Kemala tahu Fauzan sudah menikah dan di sisi lain Kemala juga merasa amat bersalah pada sang sahabat, andai Fani tahu kalau Ksmala sudah beberap kali tidur dengan Fauzan, mungkin dia akan sangat syok dan menangis.

“Astaga...“Desah Kemala sambil menutupi wajahnya dengan bantal dan menangis sejadi-jadinya.

Kenapa Kemala tidak mencoba berhubungan dengan pria lain saja dan menikah? Oh tentu saja pernah, dan Kemala selalu berakhir dengan dirinya yang menangis karena tak bisa__entah seberapa dalam perasanmya sampai-sampai sosok Fauzan tak bisa tergantikan, ck! Padahal pria itu sudah beberapa kali pacaran dengan wanita lain dan menikah dengan Fani.

“Bodoh, bodoh, bodoh..“Rutuknya sambil memukuli kepalanya pelan, tidak ada yang bisa Kemala lakukan selain memukuli kepalanya sebagai pelampiasan kekesalan pada dirinya sendiri.

*****

Sinar matahari terlihat mulai masuk melalui celah-celah gorden yang ada dan membuat seseorang yang sedang tidur pulas di atas ranjang pun perlahan mulai menggeliat, kedua pelupuk matanya perlahan-lahan terbuka dan ketika ingatannya terkumpul sempurna, sosok itu langsung bangun dari tidurnya, duduk bersandar di kepala ranjang dan mengambil segelas air di atas nakas dan meminumnya. Tapi...

Hoekkk hoekkkk

Ia tak bisa manahannya, rasanya perutnya bergejolak dan begitu saja ia muntah di atas bed cover miliknya.

Oh menjijikan sekali, tapi apa boleh buat. Desakan itu tiba-tiba datang dan tiba-tiba tak bisa ia tahan. Setelah memuntahkan semua makanan serta air yang terakhir di minumnya__Kemala yang lemas pun hanya bisa terbaring di sisi ranjang yang masih bersih, lalu wanita itu menatap langit-langit kamarnya dengan nafas yang tersenggal-senggal__sungguh aneh, padahal Kemala merasa dirinya baik-baik saja semalam dan ia tak makan yang pedas atau kecut kok, tapi kenapa penyakit lambungnya kambuh?

Bahkan yang lebih aneh lagi, kenapa Kemala merasa lemas dan seolah tak bertenaga begini sih. Sial, padahal Kemala harus segera pergi bekerja lho, tapi bagaimana mungkin Kemala bisa berangkat kalau keadaannya begini.

Ok, tenang. Tarik nafas, hembuskan, tarik nafas hembuskan.

Setelah beberapa kali melakukan gerakan itu, Kemala yang mulai merasa tubuhnya agak fit segera bangkit walau tertatih dan segera menuju kamar mandi dengan membawa sikat dan gayung lalu mulai menyikat bagian ranjangnya yang terkena muntahan, setelah sebelumnya menyingkirkan bed cover yang sudah kena muntahan itu. Nanti sekalian berangkat, Kemala juga akan mengirim bed cover itu ke loundry terdekat.

Namun semua itu hanya angan-angan saja, nyatanya Kemala tak sanggup keluar rumah dan malah berakhir rebahan di atas sofanya. Kepalanya berdenyut nyeri dan tubuhnya lemas sekali.

Kemala terisak, ia tak punya siapapun lagi, kecuali Fani dan Kemala tak mungkin meminta Fani datang ke rumahnya, mengingat Fani sedang sakit dan Arumi. Jelas wanita itu tidak mungkin bisa menemuinya dan membantunya, mengingat Arumi berada di luar negeri.

Hanya ada satu nama, Fauzan. Tapi haruskah? Sedang Kemala muak dan kesal kepada pria itu? Tapi, siapa lagi? Kemala tak punya siapapun, meminta bantuan pada rekan kerjanya, Kemala merasa agak sedikit tidak enak. Baiklah, Kemala tak punya pilihan lain selain meminta bantuan Fauzan.

*****

Selang beberapa menit akhirnya pria itu datang dan Fauzan segera menggendong Kemala lalu mendudukannya dengan begitu pelan dan lembut ke jok di samping kemudi. Setelah memastikan Kemala memakai seat belt dengam benar, barulah Fauzan memilih memutar, masuk dan duduk di joknya__Kemala sendiri tak berkutit atau protes, sebab tubuhnya benar-benar begitu lemas tak bertenaga.

“Mala..“Panggil Fauzan begitu lembut dan menatap Kemala khawatir, satu tangannya menarik tangan Kemala dan menggenggamnya erat, sepanjang jalan Fauzan mengajaknya ngobrol dan Kemala hanya menjawab singkat serya deheman beberapa kali.

*****

Pulang dari rumah sakit. Tubuh Kemala pun di gendong ala bridal style oleh Fauzan dan kembali di perlakukan begitu lembut sekali, Kemala protes dab berniat untuk berjalan sendirian, namun Fauzan tak mengindahkannya, sampai Kemala dan Fauzan sampai di rumah wanita itu.

“Silahkan pergi dan terimakasih sudah membantu.“Ucap Kemala dingin dengan wajah tertunduk, sementara Fauzan menghela nafasnya panjang, tatapannya masihlah begitu dalam pada Kemala, khawatir bercampur senang juga getir.

Dokter mengatakan Kemala tengah mengandung dan usia kendungannya susah satu bulan. Katanya wajar apa yang di derita Kemala, 'morning sickness” dan Kemala pun di resepkan beberapa obat juga vitamin__sampai detik ini pun Kemala masih belum percaya dengan apa yang terjadi padanya.

Kemala mengandung anak Fauzan dan harusnya mereka senang. Karena keingin Fani terkabul cepat sekali. Ya, bagaimana tidak cepat, toh selama hampir dua bulan ini Fauzan menggaulinya begitu serung tanpa memakai pengaman sama sekali.

Di dalam perutnya kini tengah bertumbuh darah dagingnya bersama pria ini dan Kemala tidak tahu harus sedih atau bahagia.

Bagaimana kalau Fani sampai tahu? Apalagi proses bayi tabung akan segera di lakukan, andai Fani tahu Kemala hamil sebelum melakukan prosedur bayi tabung, maka wanita itu mungkin akan membenci Kemala, Kemala ingkar janji bahkan menjilat ludahnya sendiri.

“Kamu jahat, tahu nggak?.“Tukas Kemala sambil mendelik tajam, Kemala melempar beberapa bantak ke arah Fauzan dan beberapa tepat mengenai kepala dan tubuhnya. Akan tetapi Fauzan tak membalas, pria itu hanya mencoba menghindar saja. Walau rasanya percuma, sebab Kemala terus melempari dengan semua bantal yang ada di ranjangnya.

“Kamu pasti sengaja, kan?.“Tuding Kemala seraya menghela nafas kasar, air mata pun bercucuran dan wajahnya memerah bukan karena merona, tapi narah pada Fauzan. Pria yang mungkin saja sudah menyusun rencana untuk menghancurkan persahabatan Kemala dan Fani.

“Dasar sialan, aku benci kamu tahu, benci bangettt!!!.“

Dugh dugh dughh

Kemala pun memukuli perutnya sebagai pelanpiasan, namun setelah beberapa kali mengenai daerah sana, tangan Fauzan mencengkram tangan Kemala bahkan cukup kuat, sampai membuat Kemala meringis nyeri, pria itu menatap Kemala tajam.

“Jangan pernah sakiti calon anakku!.“Ujarnya syarat akan tekanan dan ancaman, Tubuh Kemala terasa mematung dengan kedu pupil mata yang membesar karena kaget juga bercampur marah, sampai...

PLAKKKK

Satu tamparan kuat yang Kemala layangkan pada Fauzan.

“Pria brengsek, kamu sengaja, kan? Kamu pasti benci banget sama aku, kan? Makanya kamu giniin aku.. hiks hiks hiks...“

1
muznah jenong
lanjut Thor..
Maemanah
lanjut thor 👍👍♥️♥️♥️
muznah jenong
gitu donk kan jadi seneng lihat ya
lanjut Thor 👍👍
Dewi Sri Astuti: makasih ya😊 di tunggu, ya😊🙏
total 2 replies
Maemanah
lanjut...👍👍❤️❤️
Dewi Sri Astuti: di tunggu ya😊🙏
total 1 replies
muznah jenong
YA ALLAH ini manusia ....benar2 tom and Jerry...
lanjut Thor 👍👍👍
Dewi Sri Astuti: Mereka kan musuh, jadi ya begitu. sabar ya😊🙏
total 1 replies
muznah jenong
dasar laki2 cancuters bisa2 ya buat orang naik tensi aja ni ni paus...
lanjut Thor 👍👍👍
Dewi Sri Astuti: 😥. sip😊🙏
total 1 replies
Maemanah
thor kenapa aku yg sakit hati ...si paus ini bikin naik darah aja
good job thor 👍👍👍♥️♥️♥️
Dewi Sri Astuti: 😥 ok, makasih ya😊🙏
total 1 replies
muznah jenong
semangat update ya thor💪💪💪
lanjut 👍👍👍
Dewi Sri Astuti: makasih, sip di tunggu😁🙏
total 1 replies
Maemanah
lanjut thor...❤️❤️❤️❤️
Dewi Sri Astuti: ok, di tunggu😊
total 1 replies
muznah jenong
the best Thor ...
Dewi Sri Astuti: Makasih😊🙏
total 1 replies
Maemanah
kasihan kerala thor...tinggalin aja su paus..biar tau rasa...lanjut thor ♥️♥️♥️👍👍👍
Dewi Sri Astuti: 😥😥😥 ok, di tunggu ya🙏
total 1 replies
muznah jenong
lanjut Thor 👍👍
Dewi Sri Astuti: sip, di tunggu ya😁🙏
total 1 replies
Maemanah
seru thor 👍👍👍
Dewi Sri Astuti: Terimakasih😁🙏
total 1 replies
muznah jenong
lanjut Thor 👍👍👍👍
Dewi Sri Astuti: siap😁
total 1 replies
Maemanah
lanjut thor 👍👍👍♥️♥️♥️
Dewi Sri Astuti: siap😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!