"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permen Lolipop
Kiara terdiam seperti memikirkan sesuatu, Ia berpikir sangat serius hingga akhirnya mulai berbicara.
“ Aku tidak bisa memaafkannya, jangan salah paham dulu. Aku akan memaafkan jika Dia sendiri yang memintanya, Aku tidak bisa memaafkannya lewat dirimu. Rasanya tidak benar – benar ikhlas, dan sebaiknya kamu jangan melakukkan ini untuk Kakakmu karena Aku takut Dia tidak bisa dewasa sepertimu.” Jawab Kiara membuat Eyden terdiam gelisah.
Eyden seperti sedang memikirkan sesuatu, jari jemarinya menari – nari didagunya.
“ Kalo begitu Aku punya kesepakatan denganmu.” Ucap Eyden membuat Kiara mengerutkan keningnya kebingungan.
“ Kakakku Dia mempunyai penginapan disekitar sini, Sebagai ganti untuk permintaan maaf kamu bisa tinggal disana selama tiga bulan gratis dan untuk kedepannya terserahmu mau tetap tinggal disana dengan berbayar atau pergi. Anggap saja ini cara Kakakku meminta maaf, itu penginapan miliknya Aku serius.” Jelas Eyden meyakinkan.
Kiara memanyunkan bibirnya dan menarikan jari jemari didagunya mempertimbangkan kesepakatan Eyden.
“ Baiklah Aku setuju.” Ucap Kiara.
Eyden tersenyum lalu berjalan menuju mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Kiara.
“ Aku akan mengantarmu nona.” Ucap Eyden menggoda.
Kiara terdiam tak bergerak, Dia cemas meragukan Eyden.
“ Ada apa? Apa kamu ragu pada kejujuranku” Tanya Eyden mendekati Kiara.
“ Bukan begitu, Kita baru bertemu. Aku belum bisa percaya kalo kamu adiknya.” Jawab Kiara lembut.
Eyden tersenyum, terlihat Ia mengeluarkan ponsel dari celananya. Eyden tampak serius mencari sesuatu, dan tidak lama kemudian Ia menunjukkan sesuatu pada Kiara.
Kiara mengambilnya dan melihatnya, sebuah foto keluarga. Dalam Foto tersebut tampak Eyden, Ayahnya, Ibunya dan.
“ Dia.. jadi kamu benar adiknya ya?” Tanya Kiara malu.
Eyden tersenyum.
“ Sudah Aku bilang, Aku tidak berbohong. Berangkat sekarang nona?” Tanya Eyden menggoda Kiara.
Eyden membukakan pintu mobil untuk Kiara dan Kiara berjalan memasuki mobil sembari tersenyum tersipu malu.
Didalam mobil tampak canggung, Eyden terlihat fokus mengendarai mobil. Sedangkan Kiara hanya celingak – celinguk melihat seisi mobil.
Hingga Ia terfokus pada sesuatu yang ada dihadapannya, nampak seperti permen lolipop. Namun Lolipop itu berwarna merah pekat dan membuat Kiara segera mengambil dan melihatnya.
Lolipop itu ada ditangan Kiara, Ia melihat Eyden tampak fokus menyetir dan Dia penasaran dengan permen tersebut. Kiara hendak mencium aroma permen tersebut, namun belum sampai ke hidung Eyden mengambilnya dari tangan Kiara.
“ Ini hanya hiasan mobil.” Ucap Eyden singkat.
Kiara merasa Eyden risih karena Kiara tidak mau diam, akhirnya Kiara duduk terdiam.
Saat dalam perjalanan banyak sekali mobil yang mengklakson ke mobil mereka dan ngebut sampai Kiara tak bisa melihat mobilnya. Tampak tidak ramai tapi banyak bunyi klakson.
Kiara melihat ke kanan, kiri, belakang hingga depan mencari mobil yang mengklakson.
“ Tidak perlu merasa aneh, disini memang seperti itu. Mereka seperti itu karena Aku berkendara cukup lambat.” Ucap Eyden tetap fokus berkendara.
Kiara menatap fokus Eyden penuh dengan keheranan.
“ Kamu sangat gila, kamu berkendara sudah cukup cepat dan kamu bilang ini pelan? Kota ini sangat aneh begitu juga dengan orang – orangnya, tampak dingin dan bermuka datar hanya kamu dan kakakmu yang memiliki aura berbeda.” Jelas Kiara.
Eyden tersenyum dan seperti menekan tombol lalu berbalik menatap Kiara. Wajahnya tampak dekat dengan Kiara hingga membuat Kiara tegang dan menelan ludahnya sendiri.
“ Apa kau serius ingin tau?” Tanya Eyden duduk dengan menyilangkan kaki diatas kursi menghadap Kiara.
Kiara yang melihat tingkah Eyden sangat panik.
“ Eyden apa yang kamu lakukan, berkendaralah dengan benar Aku belum ingin mati.” Teriak Kiara panik membuat Eyden tertawa.
“ Hahaha… tenanglah mobil ini sudah Aku setting berjalan sendiri secara otomatis. Jadi lanjut ke topik, apa kamu yakin ingin tau mengapa mereka berbeda denganku?” Tanya Eyden sembari memegang dagu Kiara dan mendekatkan pada wajahnya.