NovelToon NovelToon
Reneesha?

Reneesha?

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Komedi / Mengubah Takdir / Time Travel
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.


mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~Bab 18~

Riize memasang ekspresi jijik, saat ini karen memeluk nya erat dengan air mata dan ingus yang masih belum di lap.

"menjijikan" batin nya.

Renee menyaksikan adegan di hadapan nya dengan mimik wajah datar, menurutnya wajar saja mereka seperti itu, ini adalah tahun ke 2 mereka tidak bertemu.

tapi sudah seharusnya ini berhenti kan?

mereka sudah seperti itu selama sekitar 30 menit.

benar-benar, keterlaluan.

Renee lalu meningalkan tempat itu, ia pergi menuju suatu ruangan yang berada di samping mereka.

ia ingin istirahat, karena dirinya memang berencana mengajak Rey menginap, berhubung karen dan likean ikut, mereka pasti ikut menginap bersama dengan nya dan Rey.

....

beberapa jam berlalu.

Renee terbangun dari tidurnya, ia langsung bergerak menuju kamar mandi.

beberapa menit di kamar mandi.

" ceklek"

saat pintu kamar mandi di buka, terlihat di ranjang kamar Renee ada Rey yang sedang terbaring kelelahan.

sepertinya stamina anak itu terkuras habis.

Renee lalu mengambil sekaleng soda dan melemparkan nya ke arah Rey.

soda itu di tangkap dengan sempurna oleh Rey.

ia lalu meminumnya dan melemparkan kaleng nya menuju tempat sampah.

ia lalu lanjut berbaring.

Renee menatap heran, tumben saja adiknya itu kehabisan energy.

ia lalu berjalan keluar meninggalkan kamar.

"prang"

sesaat setelah membuka pintu, sebuah kaleng minuman melayang ke arah nya, untung dia punya reflek dewa.

ruangan itu benar benar seperti kapal pecah,bungkus camilan berserakan, kaleng minuman ada di setiap sudut, dan baju baju yang berhamburan.

terpantau, tiga orang remaja sedang asik dengan video game sampai sampai tidak menghiraukan apapun.

ini benar-benar tidak terlihat seperti sebuah laboratorium.

ekpresi Renee sudah sangat menjelaskan seperti apa keadaan dirinya saat melihat tempat itu.

"menjijikkan"

ia lalu dengan perlahan meninggalkan tempat itu dengan berjinjit.

ia pergi menuju ruangan pribadi Riize, ia yakin hanya tempat itu lah yang masih bersih.

"ceklek"

pintu di buka, di dalam nya penuh dengan botol botol kimia yang berbau menyengat, bagaimana bisa pria itu betah berada di dalamnya dalam jangka waktu yang cukup lama.

Renee lalu duduk di sebuah sofa di belakang Riize.

"Riize" panggil Renee.

"hmm

" 1 bulan lagi pembangunan nya selesai" ucap Renee melemparkan ponsel ke arah Riize.

Riize menangkap ponsel itu dengan sempurna lalu membaca isi di dalamnya.

ia mengangguk lalu mengembalikan ponsel itu pada Renee.

"heeeh"

"1 bulan lagi ya" Riize meregangkan tubuh nya dengan mimik wajah tersenyum.

"mustahil!'

Riize ngegas, ia menghampiri Renee dengan ekspresi minta tolong agar ia di beri sedikit tambahan waktu.

Renee tersenyum ia lalu membuat gestur tangan memohon maaf.

Riize terlihat putus asa, bagaimana bisa Renee begitu tega padanya.

ia lalu duduk di samping Renee dan keduanya melamun bersama.

pembangunan markas rahasia Renee sudah hampir selesai, gadis itu berencana membuat Riize dan Leo tinggal di sana bersama dengan beberapa barang penting lain nya.

ia juga sudah mempersiapkan banyak hal yang akan di gunakannya di masa depan.

Gabriel adalah orang yang di percaya Renee untuk pembangunan ini, makanya sebagai bentuk balas budi, Renee berjanji, ia akan membantu Gabriel saat hari penghancuran nanti.

.....

"tok tok tok"

"masuk"

"ceklek"

seorang bawahan masuk ke ruangan Andreas, bawahan itu membawa sebuah map coklat di tanganya.

ia lalu memberikan map itu pada Andreas dan keluar dari ruangan.

Andreas membuka map itu, matanya langsung berbinar, ia menungging kan senyum licik, seolah olah sedang merencanakan sesuatu.

ia lalu menutup mulutnya dan mendongak ke atas.

"hahahaha"

Vanesha hanya bisa menatap datar ayahnya yang sedang tertawa bahagia dari kursi yang berada tepat di hadapan nya itu.

ia benar benar merasakan tekanan yang dasyat hanya dengan berada di ruangan yang sama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!