NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:696
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Gaun Biru dan Labirin Beton

​Langkah kaki Ryuga dan Kiara bergema di lorong bawah tanah gedung bank tua peninggalan Belanda tersebut. Udara disini terasa berat, berbau debu kertas tua dan logam yang teroksidasi selama puluhan tahun. Gaun Biru Safir yang dikenakan Kiara tampak mencolok di tengah kegelapan, berkilau setiap kali terkena cahaya senter taktis yang dibawa Ryuga.

​"Hati-hati, lantainya tidak rata," bisik Ryuga. Ia secara alami mengulurkan tangannya ke belakang, membiarkan Kiara memegang tangannya untuk menjaga keseimbangan.

​"Jas Anda akan kotor, Pak," sahut Kiara, melirik jas hitam Ryuga yang kini tersampir di bahunya untuk menutupi bagian punggung gaunnya yang terbuka dari hawa dingin bawah tanah.

​"Jas bisa dicuci, Kiara. Tapi asistenku hanya ada satu," jawab Ryuga datar, namun ada nada protektif yang tak bisa disembunyikan.

​Mereka tiba di depan sebuah pintu besi raksasa dengan roda kemudi di tengahnya Brankas Nomor 9. Kiara mendekat, jemarinya yang terampil meraba pinggiran lubang kunci. Sebagai ahli restorasi jam, ia tahu bahwa pintu ini tidak dibuka dengan kunci biasa, melainkan dengan frekuensi getaran.

​"Ini adalah mekanisme jam pendulum yang dimodifikasi," gumam Kiara. "Ryuga, saya butuh bantuan Anda. Letakkan telinga Anda di sisi kanan pintu, beritahu saya kapan Anda mendengar suara 'klik' yang paling halus."

​Ryuga menurut. Ia berdiri sangat dekat di belakang Kiara, menunduk hingga wajahnya sejajar dengan telinga Kiara. Aroma parfum melati dari rambut Kiara yang sedikit basah karena hujan tadi merayap masuk ke indra penciumannya, mengusik konsentrasi sang CEO.

​"Sekarang," bisik Ryuga saat mendengar getaran logam.

​Kiara memutar roda kemudi dengan tenaga ekstra. Karena licin, tangannya terpeleset. Ryuga dengan sigap menangkap tangan Kiara, membungkus jemari mungil itu dengan tangannya yang besar dan hangat. Mereka terdiam sejenak dalam posisi itu tangan yang bertumpuk di atas besi dingin, sementara napas mereka menderu di ruang sempit.

✨✨✨

​Di luar, di dalam van yang gelap, Dino sedang mengalami krisis eksistensi.

​"Aduh, kenapa sinyalnya naik turun seperti perasaan jomblo?!" keluh Dino sambil memukul-mukul monitornya. "Ryuga! Kiara! Kalian dengar aku? Ada tiga mobil hitam bergerak mendekat ke arah Kota Tua! Aku ulangi, tiga mobil hitam!"

​Tidak ada jawaban. Dino panik. Ia melihat ke arah kursi penumpang dan menemukan sekotak donat sisa tadi sore.

​"Oke, Dino. Tarik napas. Makan satu donat coklat, lalu kita gunakan keahlian 'fotografer perang' kita." 

Dino meraih kamera DSLR-nya, memasang lensa telephoto terpanjangnya, dan bersiap memotret plat nomor mobil-mobil tersebut dari kejauhan. "Kalau mereka berani menyentuh sahabatku, aku pastikan foto memalukan mereka masuk ke halaman depan koran besok pagi!"

​Misteri di Balik Pintu

​KREEEKKKK!

​Pintu brankas terbuka perlahan. Di dalamnya tidak ada tumpukan uang atau perhiasan. Ruangan itu dipenuhi dengan rak-rak kayu yang menyimpan ribuan jam tangan tua yang sudah mati dan di tengahnya, sebuah meja kerja yang sangat mirip dengan milik ayah Kiara.

​Kiara melangkah masuk, matanya berkaca-kaca. Di atas meja itu terletak sebuah jam saku perak yang terbuka. Di dalamnya terdapat foto kecil dua orang pria yang sedang tertawa bersama: Ayah Ryuga dan Ayah Kiara.

​"Mereka bukan sekadar rekan bisnis, Ryuga," bisik Kiara sambil mengambil jam saku itu. "Lihat di balik foto ini."

​Ryuga mendekat, bahunya bersentuhan dengan bahu Kiara. Di balik foto itu tertulis sebuah pesan singkat: 'Untuk masa depan yang tak pernah mati. S-1945.'

​"S-1945... itu kode brankas rahasia di gedung pusat," ujar Ryuga.

​Tiba-tiba, lampu ruangan menyala terang secara otomatis. Seorang pria paruh baya dengan setelan abu-abu rapi berdiri di pintu masuk brankas. 

Dia adalah Hendra, mantan tangan kanan ayah Ryuga yang selama ini dianggap sudah meninggal dalam kecelakaan yang sama sepuluh tahun lalu.

​"Selamat datang, Tuan Muda Ryuga. Dan Nona Kiara... kau sangat mirip dengan ayahmu saat dia mencoba mengkhianatiku," ucap Hendra dengan senyum dingin.

Hendra melangkah masuk ke dalam brankas, suara sepatu kulitnya yang mahal beradu dengan lantai semen dingin, menciptakan gema yang mengancam. Ryuga segera menarik Kiara ke belakang tubuhnya, sebuah gerakan insting yang membuat Gaun Biru Safir itu berdesir pelan di antara kaki mereka.

​"Paman Hendra?" Suara Ryuga terdengar seperti geraman rendah. 

"Semua orang mengira Anda sudah mati terbakar di dalam mobil itu sepuluh tahun lalu."

​"Kematian hanyalah soal sudut pandang, Ryuga," Hendra terkekeh, matanya yang tajam menatap jam saku di tangan Kiara. "Ayahmu terlalu idealis. Dia ingin menggunakan teknologi S-1945 untuk keamanan negara, sementara aku melihatnya sebagai komoditas yang bisa mengendalikan dunia digital. Dan ayahmu, Kiara... dia adalah kuncinya. Sayang sekali dia terlalu setia pada Dewangga."

​Dua orang pengawal bertubuh kekar muncul di belakang Hendra, masing-masing memegang senjata pembius. Ruangan brankas yang sempit itu kini terasa seperti perangkap maut.

​"Ryuga," bisik Kiara di belakang punggung lebar Ryuga. Tangannya meraba tali garter di balik belahan gaunnya, tempat pisau lipat taktisnya berada. "Saya bisa melumpuhkan lampu di atas mereka dalam satu gerakan, tapi kita butuh pengalihan."

​Ryuga mengeratkan genggamannya pada senter besi di tangannya. "Lakukan saat aku memberi aba-aba."

​Hendra maju selangkah lagi. "Berikan jam itu, Kiara. Itu bukan sekadar kenangan. Di dalam poros tourbillon-nya terdapat kode enkripsi untuk menonaktifkan seluruh satelit Dewangga. Berikan, atau kalian akan menyusul orang tua kalian malam ini."

​✨✨✨

​Di luar, Dino sedang berkeringat dingin. Tiga mobil hitam tadi sudah parkir tepat di depan pintu masuk rahasia. Dengan tangan gemetar namun mata fokus, Dino membidikkan lensa kameranya.

​"Oke, oke... Dino, kau adalah ninja dengan lensa," gumamnya pada diri sendiri.

​Ia melihat salah satu anak buah Hendra sedang berjaga di dekat pintu. Dino mengambil sebuah bohlam lampu cadangan dari tasnya dan melemparnya ke arah gang sebelah. PRANG!

​Saat pengawal itu menoleh, Dino berlari mengendap-endap dan menaruh sebuah petasan sisa perayaan tahun baru di bawah knalpot mobil mereka. "Ini untuk kalian yang sudah mengganggu waktu makan martabakku!"

​Dino berlari kembali ke van, meraih mikrofonnya. "Pak Bos! Kiara! Aku akan membuat kembang api di luar dalam hitungan lima detik! Gunakan suara ledakannya untuk lari!"

​BOOM!

​Suara ledakan petasan yang bergema di gang sempit Kota Tua terdengar sampai ke ruang bawah tanah. Ryuga langsung berteriak, "SEKARANG!"

​Kiara dengan kecepatan yang tak terduga melemparkan obeng kecilnya ke arah panel lampu utama. 

Bzzt! Ruangan menjadi gelap total. 

Di tengah kegelapan, Ryuga menyalakan senter taktisnya langsung ke mata Hendra, membutakannya sesaat.

​Ryuga menyambar tangan Kiara. 

Mereka berlari menerjang kedua pengawal itu. Kiara menggunakan teknik beladiri yang ia pelajari dari ayahnya sebuah tendangan rendah yang diperkuat oleh hak sepatunya yang runcing membuat salah satu pengawal tersungkur.

​"Lewat sini!" Ryuga menarik Kiara menuju tangga darurat yang tersembunyi di balik rak jam tua.

​Dalam pelarian itu, di tengah nafas yang memburu dan kegelapan, tangan mereka saling bertautan erat. Ryuga memastikan Kiara tidak tertinggal, sementara Kiara memegang jam saku perak itu seolah nyawa mereka bergantung padanya.

​"Jangan lepaskan, Kiara!" seru Ryuga di tengah suara tembakan yang mulai terdengar di belakang mereka.

​"Tidak akan pernah, Pak!" sahut Kiara, meskipun gaun biru safirnya kini sedikit sobek terkena sudut rak besi.

​Mereka berhasil mencapai pintu keluar tepat saat mobil SUV Dino berdecit berhenti di depan mereka dengan pintu terbuka lebar.

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!