NovelToon NovelToon
My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Enemy to Lovers
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: lizbethsusanti

Alana adalah jaksa muda yang cerdas, karirnya menanjak drastis, berkacamata tebal, kaku, dan berpenampilan tidak menarik untuk menyembunyikan kecantikannya karena ia memiliki trauma di masa lalu terkait dengan kecantikan. Suatu ketika Alana menerima banyak sekali ancaman dan setelah itu, teman kantornya mengajaknya ke perusahaan besar yang menyediakan jasa bodyguard. Alana terpaksa mendatangi perusahaan besar itu meskipun ia tahu pemiliknya adalah pria yang selalu ia hindari, Archie Cwvendish. Archie adalah kakak tirinya Arthur dan Arthur adalah mantan pacarnya Alana. Archie juga dulunya tutornya Alana dan Archie diam-diam jatuh cinta pada Alana tapi Archie memilih mundur saat Arthur mengatakan bahwa Arthur mencintai Aluna. Apa yang akan terjadi saat Alana nekat menemui Archie dan meminta Archie menjadi bodyguard-nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Butik (18+)

Ia seharusnya mendorong Archie lalu berlari meninggalkan Archie. Ia bahkan belum tahu benar apa yang ia inginkan.....dia masih penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah Archie akan terus menciumnya? Rasanya seperti di Surga, yeeaahhh dia belum pernah ke Surga dan tidak tahu seperti apa itu Surga. Ya, inilah rasa itu, seperti di Surga, rasanya tidak seperti apa yang pernah diketahuinya.

Bibir Archie kembali menyentuh bibirnya dan Alana mendengar bisikan Archie, "Ini menyenangkan sekali" Pria tampan itu kemudian menjatuhkan kecupan halus dan menggoda di pipi Alana hingga garis rahang gadis cantik itu. Gadis cantik yang selalu kikuk.

Alana merasakan ada percepatan debaran jantung, ketegangan aneh, seperti terkena percikan aliran listrik, dan dia tidak yakin harus melakukan apa, jadi Alana hanya diam tak bergerak, menerima kecupan-kecupan Archie selagi bibir pria tampan itu bergerak di wajahnya, sepanjang tulang pipi, lalu kembali ke bibirnya.

"Buka bibirmu," perintah Archie, dan Alana melakukannya dengan sangat patuh. Lidah Archie meluncur masuk, dan Alana merasakan dirinya ditarik lebih erat ke dalam pelukan pria itu. Jari-jari Archie mengusap punggung Alana dan terasa menuntut, lalu bibir pria itu pun mulai menuntut.

Archie membuka mata dan bergumam di dalam hatinya, Alana pasif banget. Dia sama sekali tidak tahu cara berciuman. Tidak! Aku tidak boleh bertindak lebih. Aku tidak ingin dia ketakutan. Cukup! Archie lalu menarik bibirnya dari bibir Alana dengan sangat terpaksa.

Di saat itulah Alana menarik kesimpulan bahwa Archie hanya ingin menciumnya. Hanya bereksperimen seperti dirinya. Archie hanya ingin merasakan bibirnya. Archie tidak mencintainya. Semua kesimpulan sepihak itu memenuhi benak Alana dan membuat gadis cantik yang selalu kikuk itu mendorong dada Archie lalu memejamkan mata erat-erat sambil berteriak, "Pergi!"

Archie sontak bangkit berdiri dengan wajah kaku lalu melangkah keluar dari dalam bathtub sambil berkata, "Aku tinggalkan jubah mandiku dan jangan kelamaan berendam!"

Alana terus memejamkan mata dan Archie langsung melangkah keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah kesal bercampur sesal. Begitu pula perasaannya. Perasaannya campur aduk tidak karuan. "Seharusnya aku menahan diri. Seharusnya aku tidak menciumnya" Archie mengusap kasar wajah tampannya lalu memakai kaos dan celana boxernya dengan sangat cepat.

Alana menunggu suara pintu kamar ditutup sebelum ia membuka mata. Setelah membuka mata, Alana bergegas bangkit berdiri lalu memakai jubah mandinya Archie. Jubah mandi itu menjadi dress yang panjangnya sampai di atas lutut tapi kedodoran. "Untung ada talinya" Gumam Alana.

Saat Alana melangkah keluar dari dalam kamar mandi, ia mendengar suara pintu dibuka berbarengan dengan suaranya Bi Inah yang mencari dirinya.

"Alana di sini, Bi"

Bi Inah menoleh ke asal suara lalu meletakkan baju ganti di atas ranjang sambil berkata, "Tuan muda menunggu Non Alana di bawah. Non Alana mau diajak ke butik langganannya"

Saat Alana melihat Bi Inah menatapnya dari atas kepala sampai ke lutut, Alana sontak berkata, "Jangan berpikiran macam-macam, Bi!"

Bi Inah menatap mata Alana, "Nona dan Tuan muda sudah dewasa. Kalau macam-macam juga ndak papa. Bibi dukung seratus persen"

Alana mendengus geli lalu merangkul bahu Bi Inah, "Makasih untuk dukungan seratus persennya tapi beneran tidak ada apa-apa antara Alana dan Archie. Alana terpeleset lalu tercebur ke bathtub dan jadilah seperti ini" Alana menunduk ke jubah mandi kedodoran yang ia pakai.

"Iya bibi percaya, Non. Bibi tinggal dulu" Bi Inah mengusap pipi Alana dengan senyum lebar lalu pergi meninggalkan Alana untuk berganti baju.

Alana berganti baju dengan cepat lalu berlari kecil keluar dari dalam kamarnya Archie. Tapi mendadak ia memelankan langkahnya di dekat anak tangga. Ia menuruni anak tangga dengan malas sambil bergumam di dalam hatinya, seharusnya aku tidak melakukan ekperimen gila tadi. Seharusnya aku tidak membiarkan Archie menciumku. Aish! Bodo amat! Udah telanjur juga. Pura-pura aja tidak terjadi apa-apa.

Saat langkahnya sampai di depan Archie, Alana langsung mengulas senyum lebar lalu bertanya, "Kita beneran mau ke butik?"

Archie langsung berbalik badan lalu melangkah ke pintu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

"Ih! Galaknya" Sembur Alana sambil berlari kecil menyusul langkah Archie.

Archie memelankan langkah lebarnya saat ia mendengar kaki Alana berlari menyusulnya.

Archie dan Alana kemudian masuk ke dalam mobil. Keduanya memakai sabuk pengaman secara bersamaan tanpa saling lihat dan tanpa bersuara.

Alana kemudian teringat masalah penting kenapa dia mencari Archie sampai ke kamarnya Archie, "Kata Bi Inah kamu sakit"

"Iya" Jawab Archie singkat dan padat.

"Sakit apa?"

"Kit ati. Banget sakitnya"

"Ish? Apaan sih? Aku serius nanya"

"Aku juga serius, Na. Hatiku sakit kamu teriakin pergi tadi"

"Maaf aku tidak sengaja teriak" Alana menjawab dengan nada penuh penyesalan.

Hening kembali.

"Aku serius nanya, kamu sakit apa? Kata Bi Inah kamu ambil inhaler kamu"

"Apa kamu balikan sama Arthur?"

Alana menepuk bahu Archie, "Nyebelin ish! Ditanya malah balik nanya"

"Jadi, kamu balikan sama Arthur?"

"Nggak" Sembur Alana secara spontan.

Archie spontan menoleh ke Alana dan Alana sontak berteriak, "Lihat jalan!"

Archie mengalihkan pandangannya kembali ke depan dengan cepat sambil bertanya, "Kenapa tidak balikan sama Arthur?"

"Itu privasi dan aku tidak mau jawab"

"Sama seperti soal tato dan fantasi liar kamu, hmm?"

Alana menepuk bahu Archie, "Ish! Nyebelin"

"Kamu seribu kali lebih nyebelin"

Alana membeliak kesal lalu berkata, "Kau.....kau bahkan menciumku dan tidak minta maaf sama aku lalu.....lalu...."

"Udah sampai" Archie memarkiran mobil dengan wajah santai dan Alana langsung teralihkan perhatiannya, gadis itu sontak menunduk untuk mengagumi bangunan mewah nan elegan yang dikelilingi taman bunga yang sangat cantik.

"Jangan bilang kau belum pernah lihat butik semewah ini di Jerman" Kata Archie sambil melepaskan sabuk pengaman setelah pria itu mematikan mesin mobil.

"Pernah. Cuma aku jarang ke butik. Aku sibuk belajar dan asisten papaku sudah menyediakan semua keperluanku termasuk baju" Ucap Alana sambil membuka pintu mobil lalu turun dari dalam mobil dengan perlahan.

Dia memang mudah dialihkan perhatiannya sejak dulu. Batin Archie sambil melangkah pelan di belakang Alana.

Archie membukakan pintu butik untuk Alana lalu berkata setelah Alana masuk ke dalam butik, "Kamu tunggu saja di ruang ganti baju yang gorden merah besar itu!"

Alana menghentikan langkahnya lalu menoleh ke Archie, "Aku belum pilih bajunya"

"Aku akan pilihkan untuk kamu"

"Oke lah" Alana melihat ke dress yang ia pakai dan yang sebelumnya ia pakai.

Pilihan Archie oke juga, aku cocok dengan semua dress pilihannya. Ucap Alana di dalam hatinya sambil melangkah ke gorden besar warna merah dengan diapit dua pramuniaga butik.

Beberapa menit kemudian Archie duduk di sofa ruang tunggu dengan senyum puas. Ia puas dengan baju-baju yang ia pilihkan untuk Alana.

Tapi, tidak dengan Alana. Saat gadis itu melihat deretan baju tidur, gadis itu berteriak kencang, "ARCHIE CAVENDISH KEMARI!!!!!!"

Archie sontak bangkit berdiri lalu berlari ke gorden merah besar dengan wajah penuh tanda tanya.

1
anggita
2☝☝iklan👍
anggita
👍☝iklan
Rahma AR
tau, ya, alana🤭
Rahma AR
iklan dan like💪
Rahma AR
like dan iklan👍
Rahma AR
like dan iklan
Rahma AR
Archie.... fokus ke alana
Rahma AR
like dan iklan
anggita
iklan☝👍
anggita
ora sengojo🤫
anggita
☝☝2x iklan👍
Rahma AR
hajar aja Archie
Rahma AR
like +🌹
Rahma AR
senang ya archie.... teeus terabg dong kl suka😄
Rahma AR
like +🌹
Rahma AR
demi apa archie🤭
Rahma AR
ciiieee....
anggita
👍like pertama
Elisabeth Ratna Susanti: terima kasih 🥰
total 1 replies
anggita
☝☝2iklan.
Kinan
top
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!