NovelToon NovelToon
Kekasih Perwujudan Kucing

Kekasih Perwujudan Kucing

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO
Popularitas:297
Nilai: 5
Nama Author: Seven Introvert

Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.

Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.

Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.

Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua puluh

Lunar terharu karena penggemar merayakan ulang tahunnya dengan meriah. Lunar pribadi tidak mengusulkan pesta mewah, setahun sudah dia bersama perusahaan AHP dan usianya bertambah.

Gadis itu meminta tim AHP menyelenggarakan pesta makan bersama anak yatim. Sebuah kehormatan ketika yayasan beruntung mendapat santunan dari sang icon kecantikan.

Lunar menjadi sorotan internasional. Tapi, AHP tetap menyelenggarakan pesta yang ditayangkan di setiap channel televisi.

Lunar memakai gaun sutra berwarna putih bertabur bubuk berlian. Mutiara asli menjadi manik-manik di bagian pinggang Lunar. Jackson sendiri yang meminta desainer termahal untuk membuat gaun Lunar.

Tak tanggung-tanggung, sepatu yang Lunar kenakan berkilau karena tambahan berlian sebagai desain. Publik pun bercanda, bagi seorang Lunar berlian pun diinjaknya.

Lunar dibuat pangling. Hampir semua aktris di AHP unjuk kebolehan. Naomi sampai kagum dengan pesta ulang tahun Lunar.

Lunar mendapat banyak ucapan selamat tamu VIP serta kado mahal. Gadis itu memilih menarik diri dari pesta setelah pukul tiga pagi.

Naomi dan Tom dibuat menganga karena Lunar diberi hadiah berupa patung emas dirinya dari bangsawan Dubai.

"Tom, aku iri pada Lunar. Jika aku seperti Lunar, sumpah demi apapun aku akan sombong!" Naomi meraih minuman di tangan Tom.

Pria gundul itu memutar mata jengah, "karena itulah nona Naomi tak diberi wajah seperti nona Lunar. That simple!"

Naomi menganga lantas mengerucutkan bibir sebal. Tom berpikir simpel sekali membuat adik sang ceo untuk sadar diri.

"Katakan padaku Tom, apakah aku cantik? Kau tertarik padaku tidak, Tom? Coba ... Ummmm," Naomi memanyunkan bibirnya pada Tom.

"No! Melihatmu seperti ini, aku seperti mencium tuan Jackson. Wajah kalian sangat mirip!" gidig Tom.

Naomi diam sesaat. Gadis itu meneliti dirinya sendiri, sepertinya penampilan tomboy harus dirubah agar para pria banyak yang jatuh hati padanya. Naomi pikir, dia harus berubah seperti Lunar.

Gadis itu memanggil Jackson ketika pria itu melewati dirinya. Jackson pun ikut nimbrung karena sang adik terlihat tidak normal.

"Kakak, aku ingin seperti Lunar sampai dibuatkan patung. Umm, manisnya!" Naomi memasang wajah imut.

Jackson geleng-geleng lalu menatap Tom.

"Suruh orang untuk membuat patung adikku!" perintah Jackson membuat Tom terpaksa menggeleng.

Sial sekali. Naomi semakin meraung karena Tom menyuruh orang membuatkan patung Naomi dari tanah liat. Naomi mengadukan Tom pada Jackson karena dia menginginkan patung emas seperti Lunar.

"Kenapa, wajah kita sangat mirip! Aku tidak menyukainya! Banyak pria yang putusin aku karena tidak mau berciuman denganku! Oh kakaaak!" Naomi berteriak pada Jackson.

"Adik sialan! Karena kita produk dari pabrik yang sama, jadi wajar saja. Seharusnya kau bersyukur mirip dengan seorang Jackson Adiwangsa! Ubah saja model rambutmu itu agar tidak sepertiku!" Jackson meremas kepala adiknya.

......................

Jackson Adiwangsa cemburu ketika Lunar semakin banyak pinangan. Bisa-bisanya kolega bisnisnya pun berani melamar Lunar padanya. Saking kesal, Jackson sampai memutuskan kerja sama pada mereka yang mengharapkan Lunar sebagai istri.

Kelakukan Jackson pun diketahui Lunar. Sementara Naomi semakin mengejeknya. Tom lah yang harus menemani Jackson agar selalu waras karena rasa cemburu.

Jackson merenungi setiap waktu, sampai akhirnya pria itu merasa yakin bahwa dia jatuh cinta pada Lunar. Jackson berencana membuat kejutan pada Lunar dengan mengajaknya makan malam romantis.

Lunar kikuk ketika manager meriasnya sangat cantik. Padahal, gadis itu meminta break karena letih. Sang manager hanya mesem-mesem mengantarkan Lunar pergi ke sebuah tempat.

Matanya membulat ketika Jackson sudah berada di sana. Gadis itu meminta ditemani, tapi sang manager harus pulang.

Jackson gugup melihat Lunar. Mereka menuju tempat yang sudah dihias. Terdapat meja dan dua kursi dikelilingi lampu dan bunga.

Wangi caderwood mengingatkan Lunar pada kamar Jackson. Lunar tak menyangka Jackson se-effort itu menyiapkan makan malam bersamanya.

Lunar jadi salah tingkah ketika Jackson menarik kursi untuknya duduk. Jackson pun menuangkan jus pada Lunar.

"Tuan," panggil Lunar lembut.

"Apa kau menyukainya?" Jackson menatap Lunar.

Gadis itu tersenyum canggung. Jackson memencet remote sehingga musik romantis terdengar. Jackson mulai gugup untuk berkata-kata. Ucapan Jackson melebar ke mana-mana sampai akhirnya dia mengungkapkan perasaannya sendiri.

Lunar tak bereaksi. Dari wajah gadis itu tersirat perasaan gelisah. Lunar melotot ketika Jackson tiba-tiba berlutut di bawahnya.

"Bukankah kita sama-sama saling mencintai? Mari satukan cinta kita," tutur Jackson mengeluarkan kotak kecil berwarna merah.

Pria itu membukanya. Berlian bernilai fantastis dengan rancangan khusus sangat cocok dengan seorang Lunar. Lebih mewah dari yang Aaron berikan.

Jackson sedikit tersinggung karena Lunar belum mengatakan sepatah kata pun. Gadis itu malah berbalik membelakangi Jackson membuat pria itu berdiri bingung.

"Ada apa? Kau tak menyukai cincin dariku?" Jackson merasa kesal. Dia beranggapan Lunar masih memikirkan Aaron di sel tahanan.

"Aku menyukainya, tuan. Aku ... aku mau pulang," cicit Lunar.

Kedua matanya berkaca-kaca. Gadis itu bahagia ketika Jackson membalas cintanya, tapi Lunar tak bisa menerima Jackson.

"Apa kau saking bahagianya Lunar? Huf, ayolah Lunar!" desah Jackson mulai frustasi.

Lunar Kaelix hanya mematung. Dia tak sanggup menatap Jackson. Sementara pria itu merasa gemas, lalu menarik tubuh Lunar agar menghadapnya.

"Sekarang kutanya, apa kau mencintaiku?" Jackson tak sabaran.

Lunar mengangguk.

"Lalu kenapa? Kau mencintaiku dan aku mencintaimu. Kenapa, susah sekali mengatakan iya!" Jackson jadi sensi.

Lunar menghela napas panjang.

"Tu-tuan, ada pepatah tak kenal maka tak sayang. Yakinkah kau ingin hidup bersamaku?" Lunar menatap Jackson.

Jackson mengangguk antusias.

"Kau belum mengenalku seutuhnya, tuan." Lunar jadi frustasi tak tahu harus berbicara apa.

Jackson meledakkan tawanya.

"Kau Lunar 'kan? Oke oke, kita ulang perkenalan kita. Hai, aku Jackson Adiwangsa!" Jackson mengulurkan tangannya dengan senyum.

Lunar menggelengkan kepala. Bukan itu yang dia maksud. Jackson meremas kepalanya sendiri, dia tak tahu kenapa Lunar bisa se-frustasi itu.

Gadis itu terharu karena cintanya bersambut. Jackson berhasil mencintai dirinya tapi bagaimana jika Jackson mengetahui apa yang disembunyikan Lunar.

"Silvanwood? Aku tak pernah mendengarnya. Di mana itu?" Jackson terkekeh pelan.

Lunar berhasil mengatakan dirinya berasal dari Silvanwood tapi pengakuan Lunar belum tuntas. Dia tak tahu harus bicara seperti apa. Lunar kembali mengusap buliran bening di pipinya. Gadis itu menatap langit sekilas berusaha mengumpulkan keberanian. Ya, Lunar harus memberitahu Jackson.

Tak sedetik pun Jackson melewatkan untuk menatap Lunar. Gadis itu masih mengusap mata lalu mengeluarkan sesuatu membuat Jackson tercengang.

What?!

Tak mungkin.

Jackson sampai terjungkal melihat Lunar.

Cekrek! Cekrek!

"Oh my God! Siapa dia?"

"Dia mirip nona Lunar tapi warna matanya hijau dan biru! Oh astaga, apa yang sebenarnya terjadi!"

Tim AHP yang Jackson perintahkan untuk bersembunyi mendadak ke luar. Tadinya, Jackson hendak merekam diam-diam ketika dirinya melamar Lunar sebagai kejutan dan dokumentasi.

Namun siapa sangka, alih-alih Lunar menerima lamaran Jackson yang terjadi malah hal mengejutkan. Kameramen pun tak mau melewatkan kesempatan ini, segera tim AHP mendekati Lunar dan memotretnya.

"Tuan, inilah wujudku yang sebenarnya." Ucap Lunar menatap semua kamera yang menyala.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!