Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.
Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajani Wuhhgy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arkhana
Brug
Tubuh Alexsa hampir saja oleng dan jatuh dari tangga jika saja pria itu tidak sigap menangkap tubuh mungil nya.
" Lo gak ada mata kah?. " Ucap Arkhana saat tubuh Alexsa berada di dalam pelukan nya.
" Maaf saya tidak sengaja.. " Ucap Alexsa menatap pria tampan yang hampir persis seperti Sam.
Tatapan mereka bertemu saling bertatapan
" Dia pasti tuan Arkhana lihat saja wajahnya yang hampir sama seperti tuan Sam, wajahnya sama sama tampan walaupun dia lebih terlihat dingin. " Batin Alexsa.
" Lo terpesona kah?. " Celetuk Arkhana berhasil membuat Alexsa kembali sadar dari lamunan nya. Gadis hanya diam dia masih begitu syok saat Sam tiba-tiba mencium nya dan itu adalah ciuman pertama nya.
" Hobby lo ngelamun yah?. "
" Maaf tuan Arkhana, saya permisi. " Arkhana menarik tangan Alexsa kembali ke dalam pelukan.
" Kenapa yah bau tubuh lo kek sama seperti bau Abang gue?. " Gumam Arkhana mengendus aroma tubuh Alexsa membuat gadis itu tak nyaman dan berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Arkhana.
" Maaf tuan lepas, saya mau bekerja.. " Ucap Alexsa yang benar-benar tidak nyaman dengan posisi nya berada di pelukan Arkhana.
" Oh, lo pelayan disini kenapa buru buru gue liat tadi lo dari kamar abang gue?. Apa lo ada something yah sama dia?. " Ucapan Arkhana membuat Alexsa menatap wajah pria itu yang tersenyum padanya.
" Lepas.. " Ucap Alexsa penuh penekan.
" Gadis yang menarik, pipi nya bisa semerah tomat dan itu sangat lah lucu.. " Batin Arkhana yang masih dengan erat memeluk tubuh mungil Alexsa yang terus saja memberontak.
" Arkhana.. " pekik Sam membuat pria itu langsung tertawa dan mulai melepaskan tubuh Alexsa perlahan.
" Sudah lepas kan.. " Alexsa langsung berjalan cepat meninggalkan mereka berdua.
" Bang, lo main gila sama gadis kecil itu haaa?. " Celetuk Arkhana yang masih menatap lurus ke arah Alexsa yang berjalan ke dapur.
" Tutup mulut lo. " Sam melewati tubuh sang adik yang tertawa mengejek.
" Gadis yang menarik, manis lucu cantik dan mengemaskan melihat wajah takut nya itu.. " Arkhana tidak seburuk itu dia hanya sedang mengoda Alexsa saja melihat wajah ketakutan membuatnya tahu jika gadis itu tentu saja belum tersentuh tidak seperti gadis lainnya.
Aroma tubuh Alexsa yang bercampur dengan parfum Sam benar-benar berputar di otak Arkhana.
Alexsa masuk kedalam kamar mandi menatap pantulan dirinya di cermin, menyentuh bibinya yang sudah tidak suci lagi. Denyutan sisa kecupan dan sesapan Sam membuat gadis itu terpejam. Gadis itu juga menikmati setiap kecupan lembut Sam, walaupun itu adalah pengalaman pertama nya.
"Nggak ini nggak bener, harusnya tidak seperti ini. Kak Sam sudah memiliki istri bagaimana bisa aku menikmati ciuman itu?. " Ucap Alexsa.
Tok Tok Tok
Suara pintu kamar mandi di ketuk membuat Alexsa menarik nafas dalam kemudian segera memabukkan pintu dengan cepat. Gadis itu fikir jika bik Dariyem atau yang lain hendak ke kamar mandi.
Clek
Seketika tubuh Sam masuk kedalam kamar mandi membuat Alexsa hampir saja berteriak jika saja Sam tidak langsung membungkam mulut gadis itu.
" Humfffttt... " Sam mengisyaratkan agar gadis itu diam.
" Alexsa, dengarkan saya dulu saya hanya ingin minta maaf sama kamu. " Ucap Sam seketika membuat Alexsa diam.
Sam membuat bungkaman tangannya setelah melihat Alexsa jauh lebih tenang.
" Tapi kak, gak gini juga nanti kalau ada yang lihat gimana?. " ucap Alexsa panik.
" Maaf, saya sepontan saja masuk kedalam karena perasaan ku tidak tenang Alexsa. Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba saya mencium mu dan maaf karena itu kamu kehilangan ciuman pertama kamu. " ucap Sam.
Alexsa yang bersandar di dinding kamar mandi jadi teringat akan ciuman itu dan membuat pipinya memerah dan Sam sangat menyadari hal itu.
" Tapi kak, aku.. a.. ku juga menikmati itu. Maksud Alexsa entah lah kenapa aku hanya diam tidak marah atau menampar kak Sam seperti di film?. " Alexsa menatap Waajah Sam yang tinggi hingga membuat nya harus menggkat kepala nya.
" Menikmati?. " Sam cukup terkejut tentu saja dengan ucapan yang terlontar dari bibir gadis itu. Bagaimana bisa gadis itu masih benar-benar polos seperti itu.
" Jadi kamu tidak marah dan kamu menikmati nya hemz.. " Sam mengurung tubuh Alexsa di antara kedua tangannya membuat gadis itu kembali panik.
" Kak, aku mau keluar bik Dariyem pasti nyariin aku.. " Alexsa mendorong pelan dada Sam namun tubuh pria itu sama sekali tidak bisa bergerak.
" Sebenar saja Alexsa.. " Sam menahan tubuh itu sembari memajukan wajahnya mendekati bibir Alexsa. Bibir gadis itu benar benar manis membuat Sam seperti kecanduan dan terus mengoda nya.
Sam kembali mengecup bibir Alexsa meluat nya dengan lembut memeluk pinggang Alexsa agar menempel pada tubuh nya, Sam memperdalam lumatan nya dan Alexsa menikmati itu semua.
Tangan gadis itu mencengkram erat kemeja yang di kenakan Sam mengurangi gugupnya. Sedangkan Sam benar-benar menikmati itu semua hingga membuat dirinya di bagian bawah terbangun dengan keras.
Alexsa yang paham betul bentuk eraksi pria langsung berusaha melepaskan dirinya dari Sam, namun pria itu seperti enggan melepas nya.
" Kak.. kak.. lepaskan.. kak Sam.. " Ucap Alexsa di sela sela Sam mencium dan mengendus lehernya.