Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.
Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.
Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.
Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.
Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 01
"Menikah?" ucap nya terlihat kaget, sampai-sampai sendok yang ada di genggaman tangan nya jatuh ke meja makan minimalis itu sehingga menimbulkan suara dentingan yang melengking.
"Iya nak, mama sudah memutuskan hal ini, mama akan memulai hidup baru dengan nya, dia juga menerima mu sebagai putri nya," jawab seorang wanita paruh baya cantik, yang saat itu berhadapan dengan seorang remaja perempuan yang cantik.
"Gak! Mama gak boleh nikah lagi, aku gak setuju, mama gak boleh nikah lagi pokoknya gak boleh," remaja perempuan yang tubuhnya masih di baluti seragam SMA itu terlihat sangat marah mendengar ucapan terus terang dari wanita paruh baya yang ada di hadapannya, tak lain adalah sang mama yang sudah lama menjanda.
"Aruna, semua ini mama lakukan demi kebaikan kita, kebahagiaan mu. Mama benar-benar sudah tidak sanggup nak kalau mama harus selamanya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan kita yang semakin lama semakin besar, apalagi kamu semakin dewasa, mama khawatir kamu akan hidup serba kekurangan, mama tidak mau apa yang terjadi pada mama terjadi kepada mu juga," ucap sang mama dengan wajah yang terlihat menyimpan banyak kegelisahan.
Aruna yang mendengar itu segera berdiri dari duduknya, menatap mama nya dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Melihat itu sang mama juga berdiri mengimbangi putrinya.
"Pokoknya aku gak setuju, semua laki-laki itu sama aja ma, aku gak mau lihat mama menderita kayak dulu lagi, udah ya ma, Aruna gak mau mama bahas soal pernikahan lagi di hadapan Aruna, Aruna berangkat sekolah dulu, udah telat," Aruna memutuskan untuk menyudahi sarapan nya meskipun itu baru beberapa sendok saja yang ia makan, ia mengambil tas sekolah nya dan kemudian pergi tanpa menoleh ke belakang dimana wajah sang mama redup menatap kepergian nya.
"Aruna, kapan kau akan mengerti nak? Mama ini hanya seorang pemilik butik kecil, tidak banyak penghasilan yang aku dapatkan untuk membahagiakan nya kelak, ya tuhan tolong buat dia mengerti apa yang aku rasakan agar dia bisa menerima keputusan ku," ucap sang mama sambil mengelus dada nya yang sedikit terasa sesak menahan beban hidup.
Sementara itu di sisi lain
Aruna berjalan menuju sekolah nya dengan perasaan campur aduk, benar-benar tidak menginginkan pernikahan kedua untuk sang mama karena masih trauma dengan kehidupan mereka sebelum ini.
Aruna tingal berdua dengan sang mama sajak usianya tujuh tahun, dimana saat itu Aruna yang masih bersekolah di sekolah dasar harus menerima kenyataan pahit, sang papa selingkuh dan memutuskan untuk bercerai dengan mama nya, rasa sakitnya tak hanya itu saja, ia juga kehilangan kakak laki-laki nya yang ikut di bawa pergi sang papa setelah perceraian terjadi.
Aruna dan sang mama saat itu tidak bisa berbuat banyak kecuali meratapi kesedihan atas kehancuran keluarga dan perpisahan dengan kakak laki-laki nya yang berusia 12 tahun.
Aruna yang sangat dekat dengan kakak laki-laki nya bahkan sempat jatuh sakit selama sebulan penuh karena merindukan kakak nya, ia tidak pernah berpisah jauh dari sang kakak, dan ini adalah awal dari penderitaan dan juga rasa kehilangan yang mendalam.
Sebelumnya sang papa adalah orang yang sangat baik dan bertanggung jawab, bekerja di sebuah perusahaan dan menghasilkan cukup uang untuk keluarga kecil mereka, namun siapa sangka tiba-tiba sang papa mengenal seorang wanita yang akhirnya merusak rumah tangga mereka.
Tiit ...
Tiit ...
Tiit ...
Suara klakson dari motor seseorang membuyarkan lamunan Aruna, membuat gadis itu berbalik ke belakang, senyum merekah di kedua sudut bibirnya setelah mengetahui siapa yang ada di belakang nya saat ini. Tampa banyak basa-basi ia langsung berlari kecil dan menaiki motor tersebut.
"Lestgo!" ucap nya dengan girang.
"Kenapa Lo gak nungguin gue di rumah? Gue ke rumah Lo dan mama Lo bilang Lo udah berangkat sekolah," ucap seorang laki-laki tak lain adalah pengemudi motor tersebut, seragam yang mereka pakai sama, itu artinya mereka berada di satu sekolah yang sama.
"Udah, gak usah di bahas, buruan gas, bentar lagi mau hujan," ucap Aruna yang kemudian melingkar kan tangan nya di pinggang laki-laki itu.
"Cuaca secerah ini hujan dari mananya?" ucap sang lelaki yang kemudian memilih untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Laki-laki tersebut bernama Reyhan, ia sahabat baik Aruna, mereka bersahabat sejak Aruna dan sang mama pindah ke komplek yang sama dengan tempat tinggal Aldo, persahabatan ini terjalin sangat lama sampai-sampai Reyhan mengetahui seluruh silislah keluarga Aruna.
Sebenarnya Reyhan adalah satu-satunya sahabat Aruna di sekolah, sekolah SMA yang terkenal elite ini memiliki banyak siswa dan siswi yang berasal dari keluarga kaya raya, sedangkan Aruna masuk ke sekolah tersebut hanya mengandalkan kepintaran nya.
Karena Aruna bukan lah gadis yang berasal dari keluarga kaya raya, tidak ada yang ingin berteman dengannya kecuali Reyhan, tak jarang ia mendapatkan perlakuan tidak baik dari anak-anak di sekolah yang menghinanya sebagai seorang gadis miskin.
Namun, hal ini tidak membuat Aruna patah semangat, karena dia bukan lah sosok gadis yang gampang di tindas apalagi menye-menye, ia selalu melakukan perlawanan meskipun pada akhirnya selalu dia yang di salahkan oleh guru-guru.
Namun Aruna berfikir kalau semua itu adalah makanan sehari-hari untuk nya, ia miskin dan ia tau itu setidaknya masih ada Reyhan yang selalu setia menemaninya.
Aruna Arabella, sosok gadis cantik yang masih berusia delapan belas tahun,pada saat ini Aruna menduduki bangku di kelas sebelas atau kelas dua SMA.
Aruna sangat cantik, ia memiliki rambut panjang yang lurus menyentuh pinggang, ia selalu mengerainya, ia juga memakai pony yang menutupi jidat, kulitnya putih, dan garis wajah yang cantik hidung mancung mata bulat dan bulu mata yang lentik dan panjang disertai dengan bibir mungil merah Chery.
Tidak kaya namun ini adalah salah satu alasan kenapa Aruna sering di bully di sekolah nya, kecantikan nya membuat banyak nona-nona kaya di sekolah nya itu iri.
"Oke udah sampai," ucap Reyhan yang kini memberhentikan motornya tepat di parkiran motor sekolah.
"Makasih ya tumpangan nya," ucap Aruna sambil mengoda sahabat nya itu dengan genit seperti biasanya ini adalah candaan garing mereka berdua.
"Woy! Mau kemana? Itu helem gue masih di kepala Lo! Belum di copot, Lo mau belajar pakai helem di kelas!?" teriak Reyhan yang tau kalau Aruna adalah sosok pelupa tingkatan nenek-nenek pikun.
"Astaga lupa," Aruna berbalik dan kembali menghampiri Reyhan, untungnya belum terlalu jauh.
"Lama banget, sini biar gue yang buka," seperti biasanya Aruna akan selalu kesulitan pada saat membuka helm.
****
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah