NovelToon NovelToon
Terjerat Obsesi Tuan Muda

Terjerat Obsesi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Be___Mei

Sepucuk surat mengundang Syaheera untuk kembali ke kota kelahirannya. Dalam perjalanan ke kota tersebut, dia bertemu Gulzar Xavier, pria baik hati yang menolongnya dari pria mesum di kereta.

Kedatangan Syaheera disambut baik oleh ayahnya dan keluarga barunya. Namun, siapa sangka, ternyata sang ayah berniat menjodohkan dirinya dengan Kivandra Alistair, Tuan Muda lumpuh dari keluarga Alistair.

Cinta Syaheera pada ayahnya membuat gadis ini tak ingin membuatnya kecewa. Namun, pada malam pertemuannya dengan Kivandra, takdir kembali mempertemukan dirinya dengan Xavier, dan sejak itu benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.

Xavier yang hangat, atau Kivandra yang dingin, akan kepada siapa Syaheera menjatuhkan pilihan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Be___Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syaheera part 17

...🍀Ternyata Kita Cinta 🍀...

..._Bersikap baiklah kepadaku, akan kuberikan semua yang engkau mau_...

...***...

"Berhentilah bergaul dengan mereka. Kau akan menjadi Nyonya dari keluarga Alistair."

"Ayah, ini permintaanku sebelum mengabulkan permintaan Ayah, menikah dengan Kivandra." Halus sekali nada bicara Syaheera. Dia sedang menukar hati ayahnya yang sekeras baja.

"Tidak, Syaheera. Sudah saatnya kau menyudahi interaksi dengan mereka, rakyat jelata dari kota kecil Viola itu. Ingat, kalian berbeda!"

Keramahan seketika sirna dari wajah Peter. Berada di ruangan yang sama ketika mereka bicara dan bercanda bersama, Syaheera merasa bagai berbicara dengan orang berbeda. Ruang kerja itu menjadi saksi, bagaimana bodohnya Syaheera menduga kedatangannya karena kasih sayang seorang Peter. Pada kenyataannya, sang ayah sedang mengikat kali kekang pada dua lengan dan kakinya, menariknya dari dunia yang dia sukai untuk menghuni dunia penuh kendalinya.

Sudut hati Syaheera mulai retak, mulai terasa perih. Langkah gontai membawanya pergi dari hadapan Peter. Ketika hendak menghilang dari balik pintu, Syaheera mencoba peruntungan terakhir. "Ayah ..."

Entah karena jarak, atau memang mengabaikan. Peter menjadi tuli. Suara penuh harap sang putri hilang bersama udara yang mencekik.

...***...

Red Space tekhnologi kedatangan seorang pemuda, arsitek yang mulai dikenali karya-karya indahnya di kota Lumina, dialah Gulzar Xavier.

Langkah pemuda ini menyita perhatian orang banyak, mereka para karyawan yang berjalan cepat namun terarah, menenteng laptop dan berkas-berkas penting menuju ruang kerja dan ruang pertemuan sambil menatap penasaran padanya.

Ada beberapa yang mengenal Xavier, profilnya di dunia maya mulai banyak tersebar, juga mulai banyak yang mencarinya, sebab Xavier masuk dalam jajaran arsitek yang akan membangun gerbang utama kota Lumina.

"Kau cukup berani datang kemari, Nak Xavier."

Aroma citrus menguar lembut di ruangan Peter, membuat tenang dan pikiran lebih fokus. Beberapa waktu berada di situ, cukup membangkitkan semangat Xavier pada misinya saat ini.

"Anda bukan orang sembarangan, saya yakin Anda tidak akan menyakiti saya."

Senyum samar terbit di wajah Peter. "Katakan, ada perlu apa kau datang kemari?"

Wajah teduh Xavier perlahan berubah, dia terlihat serius sekali. "Ini mengenai Syaheera."

Langkah kaki asisten yang mengantarkan kopi ke ruangan itu menjadi awal obrolan berat dua pria berbeda generasi ini.

Peter melihat cinta yang tulus di mata Xavier, namun dengan pasti dia mengatakan, bahwa kedatangannya terlambat.

"Ini bukan tentang materi, sejak awal perjodohan Syaheera dan Kiv sudah ditentukan. Bahkan, mendiang Ibunya mengetahui hal ini."

"Mendiang Ibunya ..."

"Thalia Guzel, Istri pertamaku," ucap Peter. Hatinya bergetar ketika menyebut nama itu, nama perempuan yang amat sangat dia rindukan.

Satu hal yang Xavier lewatkan, Celia ternyata bukanlah ibu kandung Syaheera. Selain dia tidak tahu, Syaheera juga tidak pernah menceritakan siapa Celia kepadanya.

Xavier langsung teringat sikap Khansya pada Celia tempo hari, waktu mengunjunginya ke Viola.

Usai bertemu dan mendapat penolakan dari Peter, Xavier membawa diri ke tempat hiburan.

Duduk di meja bartender. Pria ini meneguk minuman beralkohol secara perlahan sambil memikirkan cara menggagalkan perjodohan kekasih hati.

Kehadiran seorang gadis di sampingnya, mengusik ketenangan Xavier.

Wajahnya cantik, senyumnya juga indah.

"Halo, Tuan Xavier. Mau ditemani minum?"

Sebelah alis Xavier terangkat naik. Beruntung toleransi alkoholnya cukup bagus, hingga responnya pada gadis itu tak melewati batas. "Apa kita pernah bertemu?"

"Hem." Gadis itu bergumam sambil menggelengkan kepala. "Ini pertemuan pertama kita, tapi aku cukup tau siapa kau."

Sedikit memiringkan kepala, Xavier meletakkan gelasnya dan lebih fokus pada lawan bicara. Tatapannya seolah berkata 'Tolong jangan membuang waktu'.

Jemari lentik nan halus terulur pada Xavier. "Perkenalkan, Aku Rhea Jason."

Jason ...

Oh, baiklah. Xavier langsung tahu sedang berhadapan dengan siapa.

"Nona Rhea, apa yang kau lakukan di sini?"

"Menemuimu." Sebuah jawaban tanpa basa-basi, Rhea yang lugas berbeda dengan Syaheera yang sedikit pemalu.

Kembali menatap ke depan dan lanjut menikmati minumannya, Xavier mengabaikan Rhea.

Gadis yang semula tenang itu mulai kesal. Bahkan jemarinya yang indah ditolak mentah-mentah oleh Xavier.

"Tinggalkan Syaheera, hubungan kalian tidak akan berujung manis."

"Kau tidak berhak bicara begitu."

Xavier memang tampan, di mata Rhea dia lebih tampan dari Kivandra yang lumpuh itu. Tapi jika itu urusan pahit lidah, mereka memiliki kesamaan. Rhea tak habis pikir, apakah wajah tampan ini yang membuat Syaheera menyukai Xavier, atau ... Xavier bersikap lembut hanya kepada Syaheera?

"Haish! Apa bagusnya dia sampai diperlakukan baik oleh pria ini!" gumam Rhea, nyari tak terdengar.

Menenggak habis minumannya, Xavier berdiri. Namun, baru selangkah hendak meninggalkan tempat itu, Rhea menahannya dengan mencekal tangan Xavier.

"Nona, apa ini tidak berlebihan? Kita orang asing." Alis yang tebal, hidung yang mancung dan mata yang hangat. Meski alis itu berkerut, Rhea merasakan debaran pada jantungnya.

Ketika Xavier menepis tangan Rhea yang tenggelam dalam pesona, Pedro menghampirinya.

"Tidak apa-apa, Pedro. Aku memang lancang."

Pedro kembali pada posisinya, sedangkan Xavier semakin berkerut keningnya. Apa maunya nona muda ini?!

Mengikuti Xavier sampai ke parkiran, tangan gadis ini nyaris terjepit pintu mobil Xavier.

"Nona, kau menakutkan!" hardik Xavier sembari membuka kaca jendela.

"Aku akan lebih menakutkan jika kau menghindar," sahut Rhea, dia tersenyum. Dilihat dari segi manapun, jelas sekali Rhea menyukai Xavier.

"Aku harus apa agar kau berhenti."

"Tinggalkan Syaheera, menikahlah denganku."

Heh! Rahang Xavier nyaris jatuh. Kedua matanya menatap tak percaya pada Rhea. Dia kemudian melirik Pedro. "Hei, antar Nonamu ke rumah sakit. Otaknya bermasalah."

Pedro terlihat gusar. Namun, ketika dia hendak memberi pelajaran pada Vier, Rhea menahannya lahi.

"Bagaimana kalau kita berpacaran saja dulu."

"Nona, kau sangat berbeda dengan Syaheera," ujar Xavier. Dia tertawa canggung.

"Xavier!"

"Jalan!" Perintahnya pada sang supir. Seolah tuli. Xavier mengabaikan Rhea. Dia pergi dari hadapannya begitu saja. Rhea sakit hati, tapi mengingat Xavier yang tampan, segala kata-kata pedasnya terobati.

Dalam perjalanan, Xavier menelepon Syaheera. Dia senang, teleponnya langsung disambut sang kekasih hati. Apakah Xavier menceritakan tingkah laku Rhea? Tidak. Dia tidak ingin merusak hubungan dua saudara ini, yah ... walaupun sejak awal hubungan mereka memang sudah rusak.

"Aku rindu. Bolehkah menyita waktumu sebentar?"

Di ujung telepon, Syaheera tersenyum lebar. Dia sedang menikmati buah yang dipetik Luke sebelum adiknya itu berangkat ke kampus.

"Kita bertemu besok."

Xavier senang bukan main, akhirnya era kencan mereka tiba.

"Kira-kira kita akan kemana? Hei orang Lumina, bawa orang Viola ini ke tempat yang menarik," ujar Syaheera, dia terdengar sangat bersemangat.

"Hemm." Xavier berpikir sejenak. "Bagaimana kalau kita kemping?"

Syaheera langsung menyetujuinya.

Dia memilih beberapa pakaian yang akan dikenakan besok. Wajahnya terlihat berseri, senyumnya selalu mengembang. Baru kali ini Runa melihat Syaheera sebahagia ini.

...To be continued ......

1
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
ZasNov
Gimana keadaan Oza.. Duh semua kena.. 😭
ZasNov
Ah sediiihh.. Kasian Luke.. 😭😭😭
ZasNov
Tuh kan bener, Luke jadi tumbal.. 😭
Mana Xavier sama Syaheera juga belum tentu berhasil kabur..
ZasNov
Wah kepo nih..
ZasNov
Wah Jack udah beneran insyaf nih? tapi baku hantam masih ga bang? 😆
ZasNov
Hmm, ternyata target Kiv itu Zeter property, karena tujuan utamanya Syaheera..
ZasNov
Kiv berusaha menyelesaikan masalah setenang dan sesantai mungkin, tp kayaknya hatinya ga baik2 aja..
ZasNov
Coba nanti Xavier bilang didepan Kiv.. 😂🤣
ZasNov
Iya bener.. 🥺 Aku jd inget Luke. Dia pasti dapet hukuman..
ZasNov
Aduh Syaheera, kalian lg melarikan diri bukan piknik.. 😂🤣
ZasNov
Apa Xavier dan Syaheera berhasil kabur ya? Kiv kayaknya ga bakalan tinggal diam..
ZasNov
Xavier sama Syaheera udah mulai nekad nih.. Apa bisa Xavier bawa Syaheera pergi ya? Kalau iya, Luke bisa2 kena hukuman berat.. 😖
ZasNov
Aduh Luke, cari perkara aja nih. Aku khawatir Luke yang kena.. Meskipun Syaheera bisa bersama Xavier..
ZasNov
Mukbang kersen ternyata hanya mengalihkan kesedihan Syaheera sebentar saja.. 🥺 dia bneran kangen Vier..
ZasNov
Waduh Luke, berani banget.. Kalau sampe kedengeran Peter, Celia atau Rhea bisa kena hukuman itu.. 😖
ZasNov
Semua orang yang terlibat kena imbasnya.. 😖
ZasNov
Luke dan Syaheera memiliki keinginan yg sama, karena itulah mereka bisa saling mengerti.. 🥺
ZasNov
Astaga Kiv.. benar2 alasan yang sangat masuk akal untuk mempercepat pernikahan.. 😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!