Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.
*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"
*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"
*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"
*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"
*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?
*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?
*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18: Anlian ... hamil???
***
Sebulan pun berlalu dengan cepat.
Balai Pengobatan Gratis milik Anlian kini tidak pernah sepi. Bahkan sejak fajar menyingsing, antrean sudah mengular sampai ke sudut jalan.
Di dalam kediaman—tepatnya ruang meracik ramuan milik Anlian, Yaoyao masuk dengan wajah penuh senyuman.
"Nona! Ada kabar besar!" seru Yaoyao.
Anlian yang sedang serius meracik ramuan penyembuhnya, bahkan tidak sedikit pun menoleh ke arah Yaoyao.
"Jika soal antrian yang semakin panjang setiap harinya dan para pria tampan yang mencariku untuk berbincang, sebaiknya kamu simpan saja dulu kabar itu. Aku sedang sibuk!" sahut Anlian dengan wajah serius.
Yaoyao mengerucutkan bibirnya, dia merasa akhir-akhir ini Nona mudanya itu sangat 'Moody'.
"Tsk! Bukan itu kabar baiknya, Nona! Anda akhir-akhir ini terlihat jarang tersenyum lagi, jika ada masalah, ceritalah kepadaku ... mungkin aku bisa membantu," ujar Yaoyao sambil mendecakkan lidahnya.
"Tidak ada masalah apa-apa! Cepat katakan, ada berita apa?" sahut Anlian sambil meletakkan semua ramuan yang sudah selesai di dalam sebuah lemari kaca buatannya.
"Ada utusan dari Keluarga Wang yang datang mencari Nona!" ujar Yaoyao.
Anlian mengerutkan keningnya sejenak, mencoba untuk mengingat-ingat kembali nama Wang di dalam otaknya.
"Keluarga Wang? Keluarga Wang yang mana, ya?" tanya Anlian.
Yaoyao menepuk keningnya, saat melihat tingkah Anlian.
"Haish, Nona! Anda belum tua, loh! Kok sudah pelupa begini? Nyonya Wang yang datang karena tidak bisa hamil itu, Nona ..." sahut Yaoyao dengan bibir mengerucut kesal.
"Hahahaha! Wajar aku lupa, aku menangani ratusan pasien setiap harinya, dan tidak pernah mengingat nama serta wajahnya. Harap dimaklumi saja, oke?!" ujar Anlian sambil tertawa.
"Jika Nyonya Muda yang datang, mari kita temui dia. Aku berjanji untuk memperkuat kandungan dan tubuhnya dari segala racun yang ada di dunia ini, agar dia aman. Bawa anti racun yang berwarna hijau pekat, itu adalah ramuan yang sudah aku persiapkan untuknya!" perintah Anlian kepada Yaoyao.
"Baik, Nona ..."
♨
Anlian berjalan keluar bersama Yaoyao, dan mempersilahkan tamu itu masuk ke dalam ruang kerjanya.
Yue Xinxin berjalan perlahan, sambil memegang perutnya yang masih rata dengan wajah sumringah.
Begitu mereka sampai di dalam ruang kerja itu dan pintu sudah ditutup rapat, Yue Xinxin langsung memberikan penghormatan kepada Anlian.
"Terima kasih, Nona Anlian. Ramuan Anda benar-benar ajaib! Saya sekarang sedang mengandung keturunan Keluarga Wang ..." ujar Yue Xinxin dengan suara bergetar.
Anlian segera membantu wanita itu untuk duduk dengan baik.
"Jangan terlalu saya, Nyonya Wang. Itu adalah karunia Tuhan untuk Anda, melalui tangan saya ..." ujar Anlian dengan santai.
Yue Xinxin tersenyum, namun matanya berkaca-kaca karena gembira.
"Maafkan saya, Nona ... tapi saya sungguh merasa bahagia ..." ujar Yue Xinxin dengan wajah merona karena malu.
Anlian menuangkan teh herbal buatannya untuk Yue Xinxin.
"Silahkan diminum, Nyonya Wang. Ini adalah teh herbal yang saya racik sendiri saat memiliki waktu luang," ujar Anlian mempersilahkan tamunya.
"Terima kasih, Nona ..."
"Apakah Tabib yang memeriksa Anda sudah memastikan?" tanya Anlian.
Yue Xinxin meletakkan cangkirnya, sebelum dia menjawab pertanyaan Anlian.
"Sudah Nona ... Ada tiga Tabib yang memeriksa saya, dan jawaban mereka semua sama, yaitu saya sedang mengandung, dan usianya baru 1 bulan ..." jawab Yue Xinxin dengan cepat.
"Bagus sekali! Selamat, Nyonya Wang! Dan, tolong minum ramuan ini, agar kehamilan anak kembar Anda terjaga ..." ujar Anlian sambil memberikan ramuan khusus racikannya.
Yue Xinxin membeliakkan matanya, saat mendengar ucapan Anlian.
"A--apaaa?! Ke--kembar?!" serunya dengan wajah terkejut.
"Iya, kembar laki-laki. Saya memberikan Anda ramuan agar rahim Anda kuat dan sehat, serta bisa melahirkan kembar setiap Anda hamil kembali. Saya jamin, Anda dan suami Anda bisa memiliki banyak keturunan yang menjanjikan!" jawab Anlian.
"Dan ini adalah ramuan penguat tubuh dan anti segala racun, saya sengaja membuatkan ini, agar Anda tidak cemas akan keselamatan diri Anda dan anak-anak Anda kelak. Setiap bayi yang terlahir dari Anda, otomatis akan sehat, pintar, dan kebal terhadap semua racun. Namun, tolong rahasiakan semua ini, oke? Saya tidak ingin menjadi incaran para manusia serakah diluar sana ..." lanjut Anlian dengan nada santai.
Yue Xinxin merasa sangat terhormat menerima semua kebaikan Anlian, dan tanpa ragu, dia langsung meminum habis ramuan itu di depan Anlian.
Setelah itu, dia hendak bicara, namun wajahnya terlihat ragu.
Apakah wanita didepannya ini masih membutuhkan dukungan dibelakangnya?
Jika tidak membutuhkan, bukannya memalukan bila dia menawarkannya sendiri?
Anlian yang melihat keraguan diwajahnya, langsung inisiatif bertanya kepadanya.
"Apa ada yang ingin Anda bicarakan kepada saya, Nyonya Wang?" tanya Anlian.
"Um ... begini, Nona ... Saya ingin sekali menjadi pendukung pertama dibelakang Anda. Bukan saya merendahkan, namun saya tidak ingin Balai Pengobatan ini diganggu oleh orang lain yang iri dengan Anda ..." ujar Yue Xinxin suara rendah.
Anlian terdiam sejenak, menimbang semua untung ruginya bila dekat dengan orang lain.
"Sebenarnya saya tidak membutuhkannya, karena saya tidak menjual apapun yang merugikan orang lain diluar sana. Niat saya hanya untuk membantu mereka yang kesusahan, bukan untuk mencari pamor. Namun jika Anda ingin melakukannya, silahkan saja ..." ujar Anlian.
Itulah yang ada di dalam pikiran Anlian sekarang.
Dia tidak meminta bayaran atau menjual ramuan, jadi kenapa mereka harus mengganggunya suatu hari nanti?
Jika mereka 'Jual', maka Anlian akan 'Membelinya'.
Artinya, jika mereka mencari masalah dengannya, maka hanya ada satu pilihan untuk mereka, yaitu ... Mati!
"Jika Anda ingin melindungi Balai Pengobatan ini, maka lindungilah para pasien saya itu. Saya tidak mengizinkan nama keluarga Anda ada di dalam pendirian Balai Pengobatan ini, dan Anda bisa melindunginya dalam gelap ..." lanjut Anlian dengan nada tegas.
"Saya paham maksud Nona Anlian ... Namun, apakah Nona tidak memerlukan pengawal?" tanya Yue Xinxin dengan nada hati-hati.
Anlian tersenyum tipis ... sangat tipis, sampai dia tidak terlihat sedang tersenyum.
"Apa yang harus ditakuti dari orang-orang yang kotor hati, Nyonya Wang? Saya berjalan dijalan yang benar, namun jika ada yang berani mengganggu ketenangan saya, maka merekalah yang mencari kematian ..." jawab Anlian dengan nada tenang.
Mendengar jawaban Anlian, Yue Xinxin tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Dia berdiri dari duduknya, dan memberikan hormat kepada Anlian sekali lagi sebelum dia pamit pergi.
"Baiklah jika begitu ... Saya undur diri sekarang, Nona Anlian. Terima kasih atas semua bantuan Nona terhadap saya ..."
"Itu sudah kewajiban saya, Nyonya Wang ... Tidak perlu dibesar-besarkan. Hati-hati dijalan, dan tidak perlu takut apapun dalam membesarkan anak-anak Anda kelak. Ada saya di belakang Anda."
"Saya tahu ... Terima kasih."
♨
Setelah kesibukan yang padat, malam itu Anlian bersantai sendirian di dalam kamarnya sambil menikmati teh herbal 'Embun Jiwa' racikan sendiri.
Yaoyao melangkah masuk dengan langkah pelan, sambil membawa kudapan ditangannya.
"Nona, saya lihat wajah Anda sedikit pucat dari kemarin, dan nafsu makan Anda berkurang. Apakah Anda sakit?" tanya Yaoyao dengan nada khawatir.
Anlian meraba wajahnya sendiri ...
"Ah, masa iya? Mungkin aku sedikit lelah saja ..." jawab Anlian.
Yaoyao menyipitkan matanya, wajahnya terlihat cemberut.
"Anda juga muntah diam-diam tadi pagi di halaman belakang, jangan menyembunyikannya dari saya ..." ujar Yaoyao.
Anlian menolehkan kepalanya ke arah Yaoyao.
"Kamu melihatnya?" tanya Anlian.
Yaoyao menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Apakah Nona tidak merasakan perubahan pada tubuh Anda sendiri? Sampai menyimpulkan semuanya masih baik-baik saja?" tanya Yaoyao.
"Aku memang merasa biasa saja. Muntah itu karena aku kurang istirahat, nafsu makan jadi berkurang, dan aku ingin sekali makan yang asam-asam dan pedas akhir-akhir ini. Indera pengecap dan penciumanku jadi lebih tajam ..." sahut Anlian.
Namun setelah itu, Anlian langsung menegakkan punggungnya dan menaruh cangkirnya di atas meja dengan wajah pucat.
"Menstruasiku terlambat bulan ini, Yaoyao ... Apa jangan-jangan ..."
Anlian langsung meraba nadinya sendiri, dan dia langsung bangkit dari duduknya karena terkejut.
"Yaoyao ... Aku hamil!!! Aku hamil anak pria tampan malam itu! Dan usianya sudah satu bulan, sama dengan usia kandungan Nyonya Wang!" ujar Anlian sambil menutup mulutnya.
Anlian memegang tangan Yaoyao, dan menariknya masuk ke dalam ruang Ajaib.
Slab!
♨
Di dalam ruang ajaib, Anlian langsung memerintahkan T2 untuk memindai dirinya.
"T2, pindai tubuhku sekarang!" perintah Anlian.
[T2 memindai tubuh Tuan]
[T2 menemukan dua buah janin yang sedang tumbuh dengan beda jenis]
[Keduanya sehat dan aman]
Anlian semakin sumringah saat mendengarnya, sedangkan Yaoyao terkejut saat mendengarnya.
"N---Nona hamil anak kembar beda jenis? Dan mereka adalah anak-anak dari pria asal wilayah Dongling itu? Aduh! Bagaimana ini?!" gumam Yaoyao, panik.
Anlian melihat ke arah Yaoyao dengan wajah heran.
"Kenapa jika aku hamil? Apa ada masalah?" tanya Anlian dengan wajah kebingungan.
"Nona! Hamil tanpa menikah di dunia ini sangat rendah! Mereka akan disebut sebagai 'anak haram' jika lahir nanti! Status mereka akan dihina oleh masyarakat!" sahut Yaoyao dengan wajah panik.
"Tsk! Begitu saja panik! Tinggal minta Shen Luo untuk menjadi Ayah pura-pura anak ini, dan aku akan mendaftarkan pernikahan pura-pura dengannya. Beres, kan?" ujar Anlian sambil menyeringai.
Yaoyao membeliakkan matanya, saat mendengar ucapan Nonanya yang absurd itu.
"Bagaimana jika pria itu tiba-tiba datang dan mengakui anak-anak itu?" tanya Yaoyao.
"Tidak penting! Yang terpenting adalah, mereka anak-anakku dan keponakanmu. Dan ayahnya adalah Shen Luo ... hehehehe!" sahut Anlian sambil terkekeh.
Setelah itu, Anlian langsung menarik Yaoyao keluar dari ruang ajaibnya, guna merencanakan segalanya.
♨
Malam itu, Anlian memanggil Shen Luo ke dalam ruang bawah tanah, guna membicarakan semuanya.
"Shen Luo ... Aku ingin kamu menjadi ayah dari anak-anakku kelak. Besok kita akan mendaftarkan pernikahan, dan kamu yang masuk ke dalam Keluarga Duxi. Bagaimana menurutmu?"
"Jika kamu tidak bersedia, aku bisa minta Upin atau Ipin yang melakukannya ..."
Shen Luo terjengkang dari atas kursinya, saat mendengar ucapan Anlian yang santai.
Brugh!
"Aduh, Nona! Jangan bercanda begitu! Aku kaget, tahu!" keluh Shen Luo sambil mengusap bokongnya yang sakit.
"Aku tidak bercanda! Aku hamil anak pria yang aku temui saat mabuk bulan lalu, dan aku tidak ingin dia mengambil anak-anakku kelak. Jadi, aku butuh pria yang akan menjadi suami diatas kertas ..." ujar Anlian dengan nada tegas.
Shen Luo melihat ke arah Anlian dengan wajah bingung, setelah mencerna kata-kata Anlian, dia langsung membeliakkan matanya.
"Nona hamil?! Anak badjingan dari Dongling itu?! Si-alan! Berani-beraninya dia melecehkan Nona dan tidak mau bertanggung-jawab!!" raung Shen Luo, murka.
Anlian mengusap telinganya yang pengang, karena mendengar raungan Shen Luo.
"Tidak perlu dramatis begitu! Tinggal jawab saja, mau atau tidak?! Jika mau, besok kita akan mendaftarkan pernikahan ke pejabat setempat ..." ujar Anlian.
Shen Luo memikirkan sebentar, lalu dia menjawab dengan nada tegas.
"Baiklah, aku bersedia!"
"Bagus! Persiapkan semuanya besok! Kita akan merayakannya dengan keluarga saja di restoran Menara Jinxiang besok malam, sebagai bukti bahwa aku telah menikah ..." ujar Anlian.
"Dan Yaoyao, kamu atur dengan Menara Jinxiang besok malam. Pesan ruang VIP yang luas untuk kita berpesta!" perintah Anlian.
"Baik, Nona!"
♨
Keesokan harinya, Shen Luo mengurus pendaftaran pernikahan mereka, sedangkan Anlian membuka Balai Pengobatannya.
Seluruh anggotanya terkejut pada awalnya, namun mereka langsung biasa kembali.
Shen Luo awalnya canggung, saat mendengar panggilan 'Tuan Besar Duxi' pada awalnya, namun Anlian membuat dia menjadi terbiasa dengan panggilan itu.
Malamnya, suasana di dalam ruang VIP Menara Jinxiang sangat meriah. Penuh d3ngan ucapan selamat dan doa dari para anggotanya.
Shen Luo mendekat ke arah Anlian dengan perlahan.
"Nona ... Eh, maksudku ... Istriku ... hehehe. Apakah nanti kita tidur dalam satu kamar?" tanya Shen Luo dengan wajah bodoh.
Anlian menatap Shen Luo dengan wajah suram, matanya melotot kejam.
"Mimpi!! Kita hanya menikah diatas kertas, loh! Jangan macam-macam sama aku, jika tidak ingin ... mati!"
"Ah! Istriku kejam sekali!"
"Menjauhlah dariku!!!"
"Oke ... oke! Jangan marah istriku ..."
"Huh!"
♨♨♨
Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻
Terima kasih ...💖💖💖