Kapal angkasa Zee yang telah digunakannya selama 15 tahun tiba-tiba saja mengalami error sistem dan meledak, ledakannya sangat besar hingga menewaskan Zee..
Zee pikir itu adalah akhir dari hidupnya tetapi ternyata bukan, Zee kembali terbangun tetapi dia tidak terbangun di dunianya lagi melainkan Zee terbangun di 30 tahun yang lalu dan juga tubuh yang di masuki Zee sekarang tidak tahu mengapa dia sedang dalam keadaan panas (terangsang)...
apakah yang sebenarnya terjadi pada Zee dan tubuh Zee yang sekarang??!!...
bagaimana Zee akan menangani keadaannya sekarang??!!...
apakah Zee akan mendirikan apa yang sudah dia capai dahulu??!!...
Transmigrasi wanita jenius abad 21 dan tiga anaknya yang imut akan segera di mulai!!!...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.A.Hana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 2.
"Si brengsek ini! memang tidak tahu rasa terima kasih sekali ya?! Kau itu cuma anak magang biasa doang, berani-beraninya melawan Senior. Kamu pikir kamu itu siapa Hah?! Jangan besar kepala hanya karena kamu mendapatkan Sedikit pengakuan dari Direktur Liam, kamu pikir aku tidak akan bisa membuatmu tidak dapat lagi menginjakkan kaki di Rumah Sakit manapun lagi." ucap Mason sambil mencengkram kerah baju Arthur,
"hahaha.. Senior jangan bilang kamu ini sedang Iri padaku ya?!.. Ohh.. Maaf senior, ini memang salah saya KARENA SAYA TIDAK BISA MENGIKUTI STANDAR KEPINTARAN MU." ucap Arthur dengan mata yang berkaca-kaca seperti penuh penyesalan sedangkan mulutnya menyeringai tipis.
Sementara mereka sedang beradu kata, yang dimana yang satu mengumpat apa yang ada dipikirannya dengan menggebu-gebu, sedangkan yang satunya mengumpat dengan kata-kata yang dibalut rapi oleh kata-kata halus dan baik, Sang legendaris 'Z' yang tidak sengaja terjebak dalam situasi itu hanya bisa melihat mereka saling melontarkan kata umpatan.
"ah, benar si brengsek ini.. Jangan-jangan selama ini dia selalu istirahat di tempat seperti ini, itu karena wanita ini, eh?! Tunggu..apa ini?!(sambil melirik ke perut Sang Legendaris 'Z') Bocah magang apa kau telah menghamilinya, Hahahaha..benarkan dia ini hanya penampilannya aja yang polos tapi kenyataannya dia ini benar-benar brengsek, hahaha.." ucap Mason sambil tertawa puas bersama para pengikutnya,
"Benar itu.. Dia ini hanya mukanya saja yang polos tapi kelakuannya brengsek, ah.. Atau jangan-jangan wanita ini sama saja dengan-nya, sama-sama Murahan." ucap Jordan salah satu pengikut Mason,
"Jaga ucapan kalian, aku tahu jika mulut kalian itu hanya disekolah kan sampai tingkat Dasar saja, tapi bisakah setidaknya kalian menyembunyikannya agar kalian Tidak Semakin Terlihat BODOHNYA, dan jika Nona ini memanglah wanitaku, kenapa juga aku harus membuatnya jalan jauh sekali dari pintu masuk hingga kesini, lebih baik aku menemuinya di cafe yang ada di samping Rumah Sakit agar tidak ada yang melihat. Nona ini, hanyalah seorang Pasien yang sedang tersesat tahu, hais.. Kalian ini meninggalkan Otak kalian di Lab ya?!" ucap Arthur sambil menghela nafas menghina Mereka.
" Pstt..." ('Z' yang mencoba menahan tawanya,)
"Beraninya Jalang seperti mu menertawakan ku!" ucap Mason marah dengan wajah yang memerah menahan malu.
Mason yang sedang marah mendekati 'Z' dengan tangan yang seakan-akan siap melakukan sesuatu itu, langsung disadari oleh Arthur bahwa Mason ingin mencelakai 'Z' dan seketika Arthur langsung dengan sigap menjadikan tubuhnya untuk melindungi 'Z' agar tidak dicelakai oleh Mason.
"Apa yang ingin kamu lakukan Mason?!" ucap Arthur dengan tatapan tajam yang di arahkan ke Mason,
"Hahaha.. Arthur.. Arthur, kamu sebegitu melindunginya dan kamu masih bilang dia bukan wanita mu?!" ucap Mason,
Saat Arthur ingin membalas perkataan Mason tiba-tiba saja terdengar suara bising dari luar pintu, suara-suara yang familiar bagi mereka yang tidak berselang lama terlihat siluet beberapa orang dibalik pintu, dan saat pintu itu terbuka terlihat jelas orang-orang itu adalah seorang wanita yang sedikit paruh baya disertai Direktur Liam, Direktur Joris, Direktur Evaline dan Direktur Arjuna.
Melihat para Direktur terkemuka di Rumah Sakit Cristal mereka semua Arthur, Mason serta pengikutnya langsung memberi hormat, dengan ekspresi bingung serta senang karena dapat bertemu 4 Direktur Emas Rumah Sakit Cristal secara bersamaan.
"Para Direktur, Merupakan suatu kehormatan bagi ku untuk dapat bertemu 4 Direktur Emas Rumah Sakit Cristal yang hebat seperti kalian, Perkenalkan Saya adalah Mason Keponakan dari Direktur Bae." ucap Mason sambil menyanjung para Direktur serta mengumumkan silsilah keluarganya yang hebat itu agar dia bisa mendapatkan perhatian dari Para Direktur Emas ini.
Mason yang sangat kegirangan sebab dapat bertemu 4 Direktur Emas Rumah Sakit Cristal secara tiba-tiba tentu saja dia tidak ingin melepaskan kesempatan emas untuk karirnya dimasa depan nanti, saat Mason ingin menjabat tangan Salah satu dari mereka,
Mereka malah mengabaikan Mason dan tetap berjalan kedepan mengikuti Wanita yang sedikit paruh baya itu yang tidak mereka ketahui bahwa wanita itu merupakan Josephine Ketua I.P.S,
Josephine terus berjalan hingga ia mendekat ke arah wanita yang sedang hamil yang sedang dilindungi Arthur di belakang punggungnya itu,
"Bagaimana kamu bisa sampai disini 'Z'?!" tanya bingung Josephine
"Jangan bertanya padaku, aku saja tidak tahu mengapa aku bisa tersasar hingga ketempat ini Ketua Josse." ucap 'Z'
"ke..Kenapa orang ini memanggil Ketua Josephine dengan namanya?!" tanya Evaline,
"kau seharusnya jangan jadi Dokter Operasi Plastik tapi Dokter Operasi Otak?! Tentu saja hal itu hanya mengartikan satu hal kan." ucap Arjuna
"j.. jangan-jangan?!" ucap Liam sangat terkejut,
"itu, Nyonya Josephine a..apa, oran..(awalnya Joris ingin bilang Orang tapi tidak jadi karena takut jika perkiraannya benar dan Orang itu adalah 'Z' jika itu benar maka dia akan menyinggung Ketua Josephine ataupun 'Z' itu sendiri) Wanita itu adalah 'Z'?!" tanya Joris.