NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga?

Di dalam kereta yang melaju, Selir Yu memejamkan kedua matanya. Dia berusaha mengendalikan amarah di dalam hatinya. 'Yu Qianlu, aku sudah membalaskan kebencian mu karena hinaan yang di tujukan adik mu. Tapi kenapa kau masih merasa sangat kesal?'

"Kua tidak perlu berpura-pura baik di hadapan ku." Nona kedua Yu Jian menatap kakak pertamanya.

"Dia telah menghina ku. Tentu saja aku harus membalasnya." Kedua mata yang tertutup di buka perlahan. "Ada pun kau! Aku tidak peduli," ujar Selir Yu.

Setiap ucapan kejam itu, ia harapkan dapat tetap memberikan jarak untuk dirinya dan gadis di depannya. Dia telah mengetahui bagaimana Ayahnya bertindak. Tentu tidak ingin menarik gadis di depannya untuk ikut dalam masalah yang lebih besar. Selir Yu yang asli pasti juga mengharapkan hal yang sama.

"Benar. Kau bukankah kakak perempuan yang baik untuk adik-adik mu. Tentu saja kemarahan itu di tujukan bukan untuk ku. Tapi untuk diri mu sendiri," kata Nona kedua Yu Jian. Hatinya terasa pahit juga kecewa.

Selir Yu menyembunyikan tangan kanannya dalam gaunnya. Dia tidak ingin gadis di depannya mengetahui kemarahannya bahkan belum reda.

Sesampainya di kediaman Yu. Tuan Yu Wangyi sudah menunggu di depan pintu kediaman. Tatapan matanya sangat tajam melihat kedua putrinya yang telah membuat masalah baru kembali.

Melihat Ayahnya telah menunggu. Selir Yu berjalan lebih dulu. Dia tidak ingin kemarahan Ayahnya terlampiaskan kepada adik keduanya. "Ayah." Memberikan salam.

"Sekalipun kau telah menjadi Selir Kekaisaran. Tapi kau tetap putriku. Bagaimana bisa kau membuat kekacauan ini tanpa berdiskusi dengan keluarga besar. Langsung menyerahkan calon adik ipar mu ke hadapan Yang Mulia." Suara Tuan Yu Wangyi menekan. "Kalian berdua ikuti aku."

"Baik."

Selir Yu dan Nona kedua Yu Jian memberikan jawaban sama.

Mereka berjalan tepat di belakang Ayahnya.

Kreekkk...

Pintu aula utama di buka. Tuan Yu Wangyi masuk di ikuti kedua putrinya. Setelah mereka masuk pintu di tutup kembali.

"Berlutut," Bentak pria paruh baya itu.

Nona kedua Yu Jian berlutut. Begitu juga Selir Yu.

Tidak selang lama Nyonya Bai berlari masuk kedalam ruangan. "Suami ku, apa kau ingin menghukum Qianlu? Bagaimana pun juga sekarang dia Selir Kekaisaran. Kita tidak bisa bertindak seperti dulu lagi." Menatap kearah putri keduanya. "Jian, kenapa kau selalu menyeret kakak mu kedalam masalah."

Nyonya Bai menarik dengan lembut lengan putri pertamanya. Agar wanita muda itu bisa bangun dari lantai yang dingin. "Jangan berlutut lagi. Kau bisa masuk angin. Lantai sangat dingin."

"Ibu, aku bisa bangun jika adik kedua juga bangun." Selir Yu tidak berniat bangkit.

"Suamiku." Nyonya Bai burusaha membuat suaminya mengerti. Namun Tuan Yu Wangyi tidak peduli.

"Diam. Jangan menambah masalah. Kau minggir, kedua putri kesayangan mu telah membuat masalah untuk keluarga ini. Kau justru masih memikirkan apakah dia akan sakit atau tidak." Tuan Yu Wangyi menatap kesal. "Kau diam di sana. Jangan ikut campur."

Pria paruh baya itu berdiri tegap menatap kedua putrinya yang masih berlutut. "Lepaskan Tuan muda kedua Heng Zhan, aku tidak akan lagi mempermasalahkan hal ini."

"Ayah, aku tidak ingin menikah dengannya. Sudah ada begitu banyak selir di kediaman Heng. Jika aku datang sebagai istri sah. Entah bagaimana mereka akan membuatku menderita." Nona kedua Yu Jian berusaha memohon kepada Ayahnya.

"Menjadi istri dan menantu keluarga Heng. Tentu saja akan membuat mu bahagia. Seharusnya kau bersyukur bisa mendapatkan suami yang memiliki kekuasaan setara dengan keluarga kita." Tuan Yu Wangyi menimpali.

"Bukan aku yang bahagia. Tapi kalian semua yang bahagia bisa memanfaatkan pernikahan ku untuk kepentingan keluarga," ujar Nona kedua Yu Jian kesal.

Tuan Yu Wangyi berjalan mendekat dengan mengepalkan tangannya.

"Ayah." Selir Yu segera menghadang di saat tangan Ayahnya akan memukul adik keduanya. "Apa Ayah yakin akan membiarkan masalah ini berlalu begitu saja?"

Tuan Yu Wangyi memperhatikan putri pertamanya dengan amarah. Tapi dia masih diam mendengarkan.

"Pria yang Ayah pilihkan untuk adik kedua. Telah berusaha melecehkannya, bahkan memberikannya kepada para bawahannya. Setelah dia berhasil mendapatkan kesuciannya. Tapi sekarang Ayah bahkan ingin membiarkan masalah ini berlalu begitu saja." Setiap kata yang keluar dari mulut Selir Yu di liputi tekanan.

"Heh." Tuan Yu Wangyi mengibaskan tangannya dan berbalik membelakangi kedua putrinya. "Bukankah sudah kau gagalkan. Tidak perlu memperkeruh masalah." Membalik tubuhnya kembali menatap kedua putrinya.

Tatapan tidak perduli itu membuat amarah Selir Yu tidak dapat di bendung lagi. Dia bangkit sembari membantu adik keduanya juga bangkit. "Berdiri, dia tidak pantas kita berikan penghormatan seperti ini."

Mendengar ucapan dari kakak perempuannya. Nona kedua Yu Jian ikut bangkit. Dia berdiri tepat di belakang kakak perempuannya.

"Anak kurang ajar."

"Suamiku."

Tuan Yu Wangyi hampir menampar putri pertamanya. Namun di sadarkan teriakan istrinya.

"Kenapa berhenti. Bahkan kau telah mengatur kapan hari kematian ku. Hanya satu tamparan tidak akan berarti untuk ku." Senyuman ejekan melintas tajam. Dia melangkah lebih dekat dengan Ayahnya. "Seorang Ayah. Sekalipun mengetahui jika putrinya ingin di gilir para pria gila. Tetap diam justru membela mereka tanpa memperdulikan harga diri putrinya sendiri. Ayah..." Menghentikan kata-katanya. "Kau bahkan tidak layak di panggil sebagai ayah. Seorang Ayah tidak akan mungkin membiarkan putrinya menanggung kesalahan yang bukan miliknya."

Amarah Selir Yu semakin meledak.

"Tuan Yu Wangyi, dia." Suaranya meninggi. Dengan kedua tangan mengepal dia menatap kearah adik keduanya. Lalu melihat kearah ayahnya lagi. "Adalah putri kandung mu. Darah daging mu. Hewan buas sekalipun akan membunuh hewan lain yang menganggu darah dagingnya. Tapi kau." Matanya memerah. "Bahkan tidak memiliki hati nurani."

Setiap ucapan yang di keluarkan putri pertamanya. Seperti kulit di wajahnya di kelupas kuat tanpa sisa. Tapi Tuan Yu Wangyi juga tidak bisa berbuat banyak. Karena semua ucapan Selir Yu benar adanya.

"Meskipun hukum di negara ini tidak bisa menggambil nyawanya. Akan aku pastikan dia menderita seumur hidupnya. Tuan Yu Wangyi, apa kau tidak mendengarkan ucapan ku? Aku pasti akan membuat dia menderita. Pernikahan tidak akan pernah terjadi. Sekalipun kau mencoba menyelamatkannya demi nama baik keluarga. Aku pastikan wewenang mu tidak akan dapat di jalankan." Selir Yu menggandeng kuat tangan adik keduanya.

"Yu Qianlu, kau sudah yakin ingin melawan Ayah mu sendiri?" Teriak kuat Tuan Yu Wangyi. "Jika kau keluar dari ruangan ini tanpa seizin dari ku. Jangan harap aku akan melepaskan mu. Sekalipun kau darah daging ku."

Selir Yu menarik tangan adiknya. Dia mengajak gadis itu pergi dari ruangan itu. Sebelum melewati ambang pintu dia berkata. "Kau bahkan tidak bisa menjaga kehormatan putri mu. Untuk siapa keangkuhan yang kau tunjukkan itu."

Prsnggg...

Drakakk...

"Anak durhaka. Tidak tahu di untung. Sial. Lihat dua putri yang kau lahirkan itu." Semua barang di lempar. Tuan Yu Wangyi tidak lagi bisa membendung amarahnya.

Nyonya Bai menatap kecewa kearah suaminya. "'Qianlu benar, demi nama baik yang terus kau puja. Kau bahkan membiarkan kedua putri ku menderita." Wanita itu melangkah pergi dengan air mata menetas di wajahnya.

"Istri tidak tahu di untung." Teriakannya semakin kuat. Amarahnya semakin meledak-ledak.

1
Ai
crazy up donk thor😄
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
tahan tahan diri mu selir Yu
Susilawati
selir Yu kenapa pingsan nya sebentar aja, seharusnya di lama2in sampai besok paginya baru sadar
Susilawati
seharusnya kaisar dan selir Yu bersatu utk menggulingkan ibu Suri agung
Susilawati
jgn lemah Yu Jian, keadilan harus di tegak kan
Susilawati
mantap selir Yu, kamu harus berani melawan ketidakadilan walaupun itu ayahmu sendiri
Susilawati
ckckck ternyata ayahnya selir Yu selain gila jabatan juga gila uang
Susilawati
yahhh kenapa gosip nya harus di hentikan padahal lagi seru2 nya
Ai
up nya yang banyak kak author, semangatttt💪
Susilawati
pantas saja selir Yu yg asli sangat kejam, krn dia terus di tekan oleh ayahnya.
mungkin sebenarnya selir Yu ingin melindungi adiknya makanya dia melarang ayahnya mengirim adiknya ke istana krn selir Yu tahu bagaimana sulit dan bahaya nya tinggal di istana
Susilawati
pantas saja kaisar masih membiarkan selir Yu hidup, rupanya ada yg dia ingin kan.
Susilawati
kebencian yg akan berubah menjadi kecintaan yg mendalam
Susilawati
jahat bangt sih kalo benar selir Zhang membunuh pelayan nya sendiri hanya utk memfitnah selir Yu.
Susilawati
tidak apa2 Zhen Nuo, ini hanya dunia novel, itu yg harus kamu ingat
Susilawati
dasar gila si selir Yu 😄😄😄
Susilawati
Untung aja Zhen Nuo atau selir Yu ingat adegan selanjutnya dan langsung berbalik ke kamar nya kaisar, tapi kok bisa pembunuh masuk ke kediaman kaisar, pasti ada pengkhianat nih dlm istana
Susilawati
hahaha saking takut nya si selir Yu, sampai sembunyi dikolong ranjang, ngejar katak lah sampai mau lompat ke danau segala,
Susilawati
bagus selir Yu, bikin kaisar penasaran dgn perubahan sikap mu biar dia yg ngejar2 kamu
Susilawati
apa sejahat itu selir Yu, hingga adik nya sendiri pun terlihat takut kepada nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!