Samanta tidak menyangka,setelah ia bertemu dengan pria bernama Alfin ia meras hidup di antara dua alam, akankah tumbuh perasaan di antara mereka, bisakah hantu dan manusia bisa bersama.
Yuk ikuti kelanjutan ceritanya,,..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deii Haqil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA DUA DUNIA
Bab 18
//Tet-Tet-Tet..
Bunyi suara alarm di ponsel,tidak berpengaruh pada gadis cantik yang masih terhanyut dalam dunia mimpi nya ini, sinar mentari pun sudah terlihat terang memasuki setiap celah jendela.
Suasana hingar-bingar pun telah terdengar dari luar sana.
Suara riuh-rendah di pagi hari menjadi rutinitas biasa yang selalu terjadi ,kecuali di hari libur..suasana menjadi sepi dan hening karena kurang nya aktifitas yang orang² lakukan.
Karena terlalu pulas tidur,Sam tak sadar sampai berguling dan jatuh dari atas ranjang nya.
//Gedebukk..
"AWW!!—Aduhh!" pekik Sam kesakitan karena jatuh menimpa lantai yang keras dan dingin.
Ia mengusap-usap punggung dan sikutnya yang terasa nyeri.
dan lalu ia melirik ke arah ponsel yang berada di sebelah bantalnya, Sam sangat terkejut ketika melihat alarm yang ia pasang sudah terlewat 2 jam yang lalu,saat ini waktu telah menunjukan pukul 07:40 menit.
Sam yang panik karena tidur kesiangan,akhirnya bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri secepat kilat,ia pun sangat tergesa memakai pakaiannya lalu mengambil sepatu juga tas, Tak lupa Sam memasukan alat make up dan juga ponsel kedalam nya.
Buru² ia keluar kamar dan menguncinya lalu berlari keluar gerbang untuk menunggu ojek online yang ia pesan datang,sambil menunggu ia merapikan rambutnya yang masih acak² kan,serta memberi sedikit riasan di wajahnya.
Tak lama ojek pesanan pun datang, langsung saja mereka melaju dengan cepat, menuju sebuah kantor yang berada di pusat kota.
Setelah menempuh jarak hampir 20 menit,Sam pun akhirnya sampai dan turun dari ojek.
"Sudah di bayar aplikasi ya bang, makasih."
Bergegas Sam berlari dan masuk ke sebuah gedung perusahaan perbankan,yang lumayan besar,tempat dimana ia menjadi salah satu karyawan disana.
Saat masuk ke dalam kantor,salah seorang resepsionis memanggil nya untuk segera ke ruangan staf.
Sam tidak terlalu terkejut,ia sempatkan untuk menaruh tas di atas meja kerja nya lalu bergegas pergi.
setelah sampai di depan pintu,Sam merapikan sedikit penampilannya lalu mengetuk pintu ruangan tersebut.
//TOK TOK
"Permisi, boleh saya masuk.." ucap Sam sambil mendorong gagang pintu lalu masuk ke dalam ruangan.
Terlihat beberapa staf disana dan Sinta salah satunya Supervisor yang paling ditakuti,karena terkenal dengan sikap galak nya dan sangat disiplin. Tapi,berbeda kalau di luar kantor,ia orang yang sangat baik.terlebih kepada Sam.
Saat ini Sinta pun sudah menunggu di depan meja nya dengan tatapan tajam,seolah olah ia akan menelan Sam bulat bulat,sampai Sam pun tidak berani untuk mengangkat wajahnya,ia sedikit takut dengan Sinta saat sedang dalam mode garang.
"Sam, kenapa kamu telat. Ini kali pertama kamu datang terlambat.." tegur Sinta.
"Maaf Bu, saya kesiangan.." jawab Sam sambil menunduk merasa tidak enak dan sedikit takut
"Ya sudah, jangan di ulangi lagi..dan cepat kerjakan tugasmu!" perintah Sinta dengan wajah tegasnya.
"Baik Bu, kalau begitu saya permisi."
Sam pun pamit pergi dan meninggalkan ruangan tersebut.
Ia langsung duduk di meja kerjanya dan mulai melayani costumer yang akan melakukan transaksi antar Bank atau pun melayani calon nasabah baru.
Saat hampir mendekati waktu istirahat ,Sinta datang menghampiri Sam yang masih sibuk dengan komputer di hadapan nya.
"Sam, kamu di panggil tuh sama Bos, katanya suruh ke ruangan nya sekarang.." ucap Sinta sambil tersenyum dan memegang kedua pundak Sam
"Apaan sih kak??" balas Sam yang masih fokus dan tidak menghirau kan perkataan Sinta
"Ayo aku antar, ayo, bangun" Sinta menarik Sam agar mau ikut dengan nya untuk menemui atasan mereka
Sambil berjalan,Sinta merangkul Sam yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri itu
"Kamu kapan pulang,kok gak kabari aku..eh,maafin kaka ya Sam tadi kaka tegas sama kamu,maklum banyak staf lain disana.." bisik Sinta sambil tersenyum ke arah Sam.
"Nggak apa-apa kak, emang aku salah kok..santai aja yah." balas Sam santai
"Oh iya,nanti pulang bareng ya kak,ada titipan dari ibu." sambungnya
Dengan wajah berbinar Sinta langsung meng iya kan ajakan Sam,apa lagi kalau bukan tentang oleh²,,Sinta sangat senang sekali.
Setelah mereka sampai di depan pintu ruangan,Sam mulai mengetuk pintu terlebih dahulu
//Tok Tok..
"Sam,kayak nya atasan kita suka sama kamu deh, hihi.." bisik Sinta kepada Sam.
"Apa sih, kak jangan ngaco deh.."
Sam merasa tak habis pikir dengan ucapan Sinta.
"Ya udah masuk sana aku mau balik ke ruangan ku, dah Sam.." jawab sinta meninggalkan Sam sambil melambaikan tangan dan mengedipkan sebelah matanya
Kenapa sih kak Sinta ini, gak jelas banget, ada-ada aja. Batin Sam
Sam langsung masuk ke dalam ruangan,dan berdiri di depan meja sang direktur utama.
"Permisi,,maaf Bapak panggil saya..?"
Terlihat seseorang yang sedang duduk di kursi kebesaran nya dengan membelakangi meja kerja yang ia tempati.
Ia pun memutar posisi kursi lalu melihat Sam yang sudah tampak di hadapan nya
"Iya.. apa pekerjaan mu sudah selesai..?" tanya nya dingin
"Belum pak, sedikit lagi.. ada apa ya pak..?" jawab Sam. Merasa takut dan tidak berani mengangkat wajahnya
Sam sadar, ia terlalu banyak mengambil cuti, ia takut kalau Bos nya ini akan memarahinya atau sampai memecat nya.
Sam sangat jarang bertemu dengan Bos nya ini selama ia bekerja,hanya sesekali saja ia melihatnya ketika datang dan pulang kantor, belum pernah ia di panggil untuk menemui nya seperti ini,baru saat ini saja ia berhadapan dengan atasan nya secara langsung.
"Tidak,nanti saat jam makan siang,tunggu saya di depan.!" perintah sang direktur masih dengan expresi datarnya
Sam hanya mematung di tempat setelah mendengar perintah dari Bos nya itu,keringat sebesar biji jagung pun sudah banyak membasahi pelipis nya saat ini,pikiran pun sudah kemana²,jangan sampai yang ia takut kan akan terjadi.
Karena gadis di hadapan nya ini hanya diam saja, Radit pun sedikit berdehem untuk dapat menarik perhatian nya.
"B–baik pak..! kalau begitu saya permisi."
Sam yang tersadar, buru-buru membungkuk kan badan dan berbalik menuju pintu lalu keluar dari ruangan itu.
Ia berjalan tergesa menuju meja kerja nya,dalam hati nya berbicara apakah ia sudah melakukan kesalahan sehingga ia sampai di panggil oleh pimpinan perusahaan.. Sam pun jadi tidak fokus untuk mengerjakan laporan yang tadi dia kerjakan.
Sam berusaha untuk tetap tenang dan kembali untuk mengerjakan tugas nya yang masih menumpuk,sampai jam makan siang tiba,,nyata nya Sam tidak mengerjakan apa pun dan masih saja risau. Sebelum ia bertemu dengan Radit dan menanyakan tentang apa maksud tujuan sebenar nya,ia tidak akan tenang.
* Bersambung *