NovelToon NovelToon
Penyesalan Ayah Dari Anak-Anak Ku

Penyesalan Ayah Dari Anak-Anak Ku

Status: tamat
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:7.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Inka

Karina Fransiska Arnold tidak pernah menyangka jika dirinya akan dijadikan kambing hitam atas meninggalnya Gloria calon tunangan adik iparnya oleh wanita yang dicintai suaminya. Masyarakat berlomba-lomba mengutuknya dan menghujaninya dengan kalimat-kalimat umpatan dan sumpah serapan. Hingga membuat hidup Karina tidak tenang. Ia meninggalkan kota kelahiran ibunya dan kembali menjadi wanita yang paling dihormati di negaranya.

Kepergian Karina membuat hidup Ocean Dirgantara Gultom berubah 160 derajat.

10 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali dalam keadaan tak terduga. Namun, kebencian dari putra-putrinya merupakan penyesalan terbesar kedua yang ia rasakan setelah kehilangan wanita yang selama ini menjadi istrinya.

"Mungkin caraku salah dalam melindungi mu. Tapi, aku sadar menyesal pun tak ada gunanya." Ocean Dirgantara Gultom

"Sejauh apa pun aku bersembunyi. Tapi, takdir justru selalu memihak pada mu." Karina Fransiska Arnold

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Ditemani oleh Josephine, Karina mencari kontrakan untuk ia tinggali. Sampai saat ini Karina belum mengetahui berita mengenai tuduhan-tuduhan palsu tentang dirinya. Seberapa banyak masyarakat menghujani Karina dengan kalimat sumpah serapan.

"Karina, apa kamu yakin tinggal sendiri di rumah sekecil ini? Kenapa kau tidak menyerah saja dan kembali pulang ke negara asal mu." tukas Josephine menatap rumah yang akan ditinggali oleh Karina dan anak-anaknya kelak.

"Aku tetap dengan pendirian ku, Jos! Aku tidak mau kembali dan harus hidup dengan keluarga penghianat itu." cetus Karina dengan aura membunuh. Mengingat kejadian masa lalu membuat darahnya tiba-tiba mendidih.

"Lagian aku masih ingin mencari keberadaan wanita itu." tambah Karina menghela napas panjang.

"Karina, sebaiknya kamu menghentikan pencarian mu. Karana kita tidak pernah tahu apakah Mama mu masih hidup atau tidak." celetuk Josephine cukup perihatin dengan jalan hidup sahabatnya.

"Aku ingin melihat makamnya kalaupun dia sudah mati." balas Karina dengan wajah datar.

Josephine tidak lagi melanjutkan perkataannya. Ia tahu Karina memiliki sifat yang sedikit keras kepala. Berdebat pun tak ada gunanya untuk meruntuhkan pendirian Karina.

"Ayo, masuk. Aku ingin melihat kondisi di dalam rumah." tukas Karina membuka pintu rumah kontrakan sederhana itu.

Suasana di rumah kontrakan itu terasa sedikit pengap. Mungkin karena sudah lama tidak di tempati oleh penghuni sebelumnya. Sehingga mereka harus membersihkan rumah itu sampai bersih agar layak ditinggali.

Josephine meskipun anak orang kaya. Namun, ia dengan senang hati membantu Karina membersihkan rumah kontrakannya.

"Jos, kau tidak perlu membantu ku. Aku takut tangan mu lecet." ucap Karina menghentikan kegiatan Josephine mendekorasi ulang letak kursi sofa di ruang tamu kecil itu. Ia harus memindahkan kursi itu dari tempatnya meskipun jarak antara kursi yang satu dengan kursi yang lain tidak berjauhan.

"Come on, Karina. Harusnya kau mengatakan kalimat itu pada dirimu sendiri." balas Josephine tetap melanjutkan pekerjaannya.

Josephine tahu kalau seorang ibu hamil tidak seharusnya mengangkat barang-barang berat. Jadi, Josephine berinisiatif sendiri melakukan pekerjaan yang sedikit berat. Sementara Karina diminta untuk menyusun pakainya, menyapu dan mengelap tempat-tempat tertentu yang Karina rasa harus sedikit berdebu.

Mereka membersihkan dan menata ulang beberapa peralatan di kontrakkan Karina hingga menjelang malam. Saat perut mereka sudah lapar. Josephine berinisiatif sendiri memesan go food untuk mempersingkat waktu.

"Apa kau tidak lapar?" tanya Karina menatap Josephine.

"Aku sudah memesan makan malam untuk kita. Kau tidak perlu repot memasak makan malam untuk kita." jawab Josephine mengelap keringat yang membanjiri wajahnya.

"Maafkan aku sudah merepotkan mu, Jos." lirih Karina dengan suara sangat pelan menunduk beberapa saat.

"Bukankah aku sahabat mu? sudah sepatutnya aku membantumu." kata Josephine dengan suara lembut.

"Jangan khawatir tentang apapun. Karina aku akan selalu ada untukmu. Aku akan menjadi rumah untukmu selama kau belum bertemu dengan orang yang benar-benar mencintai mu dengan tulus." tambah Josephine tersenyum hangat.

"Jos...." lirih Karina dengan mata berkaca-kaca. Ia tiba-tiba merasa melow saat mendengar penuturan Josephine.

"Jangan pernah berlarut-larut dalam kesedihan untuk hal yang membuatmu tidak bahagia, Karina. Bahagia lah dengan caramu sendiri. Bahagia tidak selalu berarti harus memiliki apa yang kau cintai. Tapi, definisi bahagia itu adalah dimana kau bisa menjadi diri mu sendiri dan dimana kau bisa dihargai dan diperlakukan dengan baik." kata Josephine dengan tatapan tulus.

Hiks

Hiks

Hiks

"Aku terlalu bodoh mengharapkan cinta Ocean selama dua tahun ini. Andaikan aku tidak memaksakan kehendak ku dari awal. Aku yakin hidupku akan bahagia saat ini." curhat Karina mengutarakan perasaannya.

"Karina... kita tidak bisa mengulang masa lalu ataupun memutar waktu untuk kita kembali memilih. Karena waktu akan terus berjalan. Tapi satu hal yang harus kamu ingat. Bahwa kamu bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi." petuah bijak Josephine. Gadis itu tahu, kalau Karina akhir-akhir ini cendrung memiliki sifat yang melow dan gampang menangis.

Karina tersenyum tulus mendengar petuah bijak yang disampaikan oleh sahabatnya. Ia merasa beruntung bertemu dengan sahabat seperti Josephine.

Tak beberapa lama go food pesanan Josephine datang. Gadis itu bergegas menyajikannya di atas meja makan.

Tiba-tiba Karina ingin mual saat mencium aroma makan yang dibeli Josephine. Karina langsung menutup mulut dan hidungnya agar aroma itu tercium olehnya.

Hoek

Hoek

Hoek

Josephine terkejut melihat Karina berlari ke kamar mandi sembari memuntahkan cairan bening.

"Karina are you okey?" tanya Josephine dengan cepat sembari memijit tengkuk leher Karina.

"Jos, aku tidak bisa mencium aroma makan itu. Aku sangat ingin makan masakan Ocean."

Hiks

Hiks

Hiks

Karina tidak bisa menghentikan keinginannya itu. Ia benar-benar sangat ingin makan masakan Ocean.

Sementara Josephine tidak tahu harus berbuat apa. Ia tidak mungkin meminta Ocean memasak makan untuk memenuhi ngidam Karina.

"Coba kami ngidam hal lain. Aku pasti bisa mengabulkan permintaan mu, Rin. Tapi masalahnya aku tidak pernah dekat dengan Ocean. Bagaimana mungkin aku berani meminta hal seperti itu kepadanya." lirih Josephine sedikit pusing dengan ngidam Karina.

Karina menghela napas panjang dan berkata lirih.

"Lebih baik kamu makan malam duluan. Rasa mual ku belum bisa dikondisikan."

"Tapi, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa. Ayo makan sama-sama.Tidak masalah kalau kamu hanya makan sedikit saja." saran Josephine tidak mungkin membiarkan Karina menunda makan malamnya.

Karina akhirnya mengalah dan mengikuti langkah Josephine kembali ke meja makan.

Saat kembali ke meja makan. Lagi-lagi Karina harus mual dan memuntahkan cairan bening dari perutnya.

Hoek

Hoek

Hoek

"Udah Jos. Aku sudah tidak sanggup mencium aroma makanan itu. Aku merasa tubuhku lemah dan sedikit pusing." lirih Karina dengan suara lemah.

"Baiklah. Lebih baik kamu istirahat di kamar saja." Josephine memapah Karina sampai kamarnya.

Karina membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sementara Josephine kembali ke meja makan untuk melanjutkan makan malamnya.

Saat Josephine sudah tidak ada lagi di kamarnya. Karina menangis dalam diam. Ia tidak percaya kalau anak-anaknya menginginkan hal yang tidak bisa Karina wujudkan.

"Sayang, maafkan Mama tidak bisa mewujudkan keinginan kalian."

Hiks

Hiks

Hiks

Lama Karina menangis hingga matanya bengkak. Karena terlalu lama menangis. Karina akhirnya tertidur lelap.

Saat Josephine kembali ke kamar Karina. Ia melihat wanita itu sudah tertidur lelap. Karena tidak tega membangunkan wanita itu. Josephine pulang tanpa pamit karena sedari tadi kedua orang tuanya memintanya segera kembali.

Saat mobil Josephine sudah mulai menjauh dari kontrak Karina. Seorang pria terlihat turun dari sebuah mobil mewah. Ia melangkah mendekati rumah kontrakan Karina dan masuk ke dalam tanpa izin sang pemilik.

Pria itu menata beberapa menu makanan di atas meja. Kemudian mengamati kondisi rumah kontrakan Karina. Ia terlihat menghela napas beberapa kali sebelum melangkah masuk ke dalam kamar Karina.

Pria itu menatap wajah Karina dengan sedikit lebih lama. Hingga ia kembali keluar dari kamar Karina. Namun, saat akan keluar dari kediaman wanita itu. Pria itu memutuskan kembali masuk ke rumah dan melangkah menuju kamar Karina. Ia mengelus lama perut sedikit buncit wanita itu sembari menatap wajah tidur lelap Karina tanpa ekspresi.

"Maaf." hanya kalimat itu yang terucap dari bibir tipisnya.

1
Kurnaesih
ternyata dulu gabin ma Jason sahabat salah paham gegara wanita, kirain selingkuh dengan sahabat ternyata beda orang tapi muka sama
Kurnaesih
assalamualaikum mampir Thor 🥰
Lily Gouw
critanya bkn bingung🙄
Lily Gouw
dsr wanita goblok.pengemis cinta.bertepuk sebelah tangan.kalo gw udh balas dendam sm laki durjana🙄🤮
Melly Febriani
terlalu banyak misterius
Melly Febriani
sdh sepuluh tahun nda juga dinikahi
Akbar Razaq
karona konyol pantesan.hidipnya ga pernah benar benar baik
Akbar Razaq
karina itu setengan gak jelas tujuan nya apa eh malah ngelakuin hal aneh.renang sih bukan hal aneh tp dia dlm rangka apa.lagian itu tempat yg masih alami g takut tetjadi hal buruk apa.
Akbar Razaq
Halah sok sok an perhatian.gak malu tanya tanya soal anak.
Akbar Razaq
karima masih jauh dt kata kuat dan mandiri .masih lemah atas papa dan ocean entah sdj jd mantan apa belum..
buktinya masih dlm kendali papa tanpa bs berbuat apa apa apalagi dg Oce.
Akbar Razaq
Oce..kau yg lemah dan.pecundang klo klo laki sejati tak kan kasar sm wanita.
Melly Febriani
bukannya diluar negeri biasa ya hamil tanpa suami
Melly Febriani
kakelnya mana ya
Melly Febriani
ga masuk akal
Melly Febriani
terlalu bucin ga bgs juga krn sepihak
Akbar Razaq
memang kau betharap spt apa Karin.Suami sfh jelas jelas benco sama kamu.
Akbar Razaq
Kariina bersikap dan bertindak spt anak itik yg berharap perlindungan pada macan .Karina terlalu polos apa bodoh.Tidak ada rasa mawas diri.
Akbar Razaq
andai Karina tak memberi tahu Ocean mk tdk malah makin rumit.justru bikin bahaya buat dia padahal sdh tahu spt apa oce terhadap dirinya.💪
Nani Te'ne
suka
Dedeh Dian
wah seru banget ceritanya... makasih author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!