NovelToon NovelToon
Terobsesi Kamu

Terobsesi Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan di Kantor / Obsesi / Duda
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: Drezzlle

Vira, terkejut ketika kartu undangan pernikahan kekasihnya Alby (rekan kerja) tersebar di kantor. Setelah 4 tahun hubungan, Alby akan menikahi wanita lain—membuatnya tertekan, apalagi dengan tuntutan kerja ketat dari William, Art Director yang dijuluki "Duda Killer".

Vira membawa surat pengunduran diri ke ruangan William, tapi bosnya malah merobeknya dan tiba-tiba melamar, "Kita menikah."

Bos-nya yang mendesaknya untuk menerima lamarannya dan Alby yang meminta hubungan mereka kembali setelah di khianati istrinya. Membuat Vira terjebak dalam dua obsesi pria yang menginginkannya.

Lalu apakah Vira mau menerima lamaran William pada akhirnya? Ataukah ia akan kembali dengan Alby?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drezzlle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Orang Yang Tak Diinginkan

“Memang kenapa kalau Alby datang? Kalian sedang bertengkar?” tanya Melia, benar-benar bingung. Kakak ipar Vira itu tidak tahu apa-apa tentang badai yang baru saja menghantam hubungan adiknya dan Alby.

Bahkan, seluruh keluarga dari pihak Vira tidak tahu, bahwa seminggu lalu Alby dan Vira telah sepakat berpisah. Padahal, baru tiga hari sebelum keputusan itu diambil, mereka berdua masih terlihat mesra saat berkunjung ke Bandung, ke rumah orang tua Vira.

Alby hanya diam, bahunya sedikit bergetar. Ia menunduk dalam-dalam, matanya menatap lantai seolah di sana ada jawaban yang ia cari. Ia tidak berani mengatakan apa pun, takut jika Vira semakin marah. 'Lebih baik menunggu Vira sendiri yang menjelaskan pada keluarganya, itu lebih baik,' pikirnya, sambil mengepalkan tangannya erat-erat.

“Kakak menghubunginya?” tebak Vira, sedikit kesal.

“Eum… iya. Perawat mengatakan yang membawamu ke sini calon suamimu. Itu berarti Alby, kan?” Melia tampak semakin kebingungan dengan situasi di depannya. Tidak seperti biasanya, adik iparnya tampak kesal melihat kedatangan Alby. Biasanya mereka lengket dan suka bermanja.

Calon suami, Vira berpikir sejenak. Ia tidak yakin tebakannya benar atau tidak. Karena saat dibawa ke rumah sakit, Vira dalam kondisi tidak sadar. Namun, nama William terbesit di benaknya. Mungkinkah William yang membawaku ke rumah sakit?

“Aku tinggal dulu, jika ada masalah selesaikan segera. Bukankah sebentar lagi kalian akan menikah?” ujar Melia. Ia mengancingkan sweater dan memakai tas selempangnya, bersiap untuk pergi.

Vira hanya diam membeku, hatinya mencelos mendengar kata-kata itu. Ia belum berani mengungkapkan pada seluruh anggota keluarganya jika pernikahan mereka batal. Kenyataan pahit itu terlalu sulit untuk diucapkan. Karena pria pecundang yang berdiri di ambang pintu itu akan menikahi wanita lain, menghancurkan semua mimpi yang pernah mereka rajut bersama.

Melia berjalan ke arah pintu, menepuk bahu kanan Alby. “Jaga adikku, ingat kamu sudah berjanji pada kami tidak akan menyakitinya,” ucapnya tersenyum, mengingatkan janji Alby pada keluarga besar Vira.

Alby hanya mengangguk, merasakan ironi yang begitu pahit. 'Memang benar aku pecundang,' batinnya, hatinya bergejolak antara rasa bersalah dan penyesalan.

Setelah Melia pergi, Alby masuk ke dalam dengan langkah gontai. Ia menggeser pintu dengan ragu-ragu.

“Pergilah, Alby. Aku bisa menjaga diriku sendiri,” ucap Vira, sebelum Alby sempat mendekat. Penolakan itu terlontar begitu saja, tajam dan dingin.

Wajah yang pucat, serta matanya yang sembab tergambar jelas di diri Alby. Ia sama kacaunya dengan Vira. Semalaman mengalami insomnia, merasa bersalah tetapi tidak bisa berbuat apa pun.

“Aku tidak bisa pergi, aku merindukanmu…” ucap Alby lirih.

Perlahan Vira menaikkan sudut bibirnya, mencoba terlihat tegar. Ia ingin tidak peduli dengan ucapan Alby, tapi dadanya terasa perih, seperti ditusuk ribuan jarum.

“Empat tahun kita bersama Vira, tidak mudah bagiku untuk melupakanmu…” Alby melanjutkan, suaranya bergetar.

Vira segera memotong kalimat itu, “Kamu tahu itu, namun kamu hancurkan dalam satu hari karena nafsu. Keinginan menjijikkan mu yang tidak bisa kamu dapatkan dariku karena kita belum menikah.”

Alby terdiam, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Perlahan ia menekuk kakinya dan berlutut di hadapan Vira, memohon ampun.

“Aku menyesal, jika kau ingin aku meninggalkan Abella maka akan aku lakukan. Aku akan tetap memberikan tunjangan untuk membesarkan anak itu,” ucap Alby dengan suara tercekat.

“Dan… dan kau ingin menjadi ayah pecundang? Lalu, kau pikir aku masih mau menerimamu?” sahut Vira dengan nada sinis.

Alby menangkupkan kedua tangannya di wajah, berusaha menutupi air mata yang akhirnya lolos membasahi pipinya.

Sementara, di atas ranjang Vira menggigit bibirnya kuat-kuat, memalingkan wajahnya. Ia tidak ingin goyah dan akhirnya memberikan saran yang salah. Kesempatan itu telah hilang, ini bukan masalah kecil yang bisa dimaafkan begitu saja. Mungkin, jika Abella tidak hamil, Vira masih akan mempertimbangkan untuk memaafkan kesalahan Alby. Tapi… anak tidak berdosa itu berada di rahim Abella. Bukti nyata, jika Vira memang harus melepaskan Alby selamanya, meski hatinya hancur berkeping-keping.

Krieettt…

Pintu bergeser terbuka, memecah suasana tegang di dalam ruangan. Dua orang perawat hendak masuk ke dalam untuk melakukan pemeriksaan rutin. Namun, pemandangan Alby yang masih berlutut di balik pintu membuat mereka terkejut dan menghentikan langkah.

“Maaf, Pak. Kami perlu memeriksa tekanan darah Nona Vira,” ucap salah satu perawat.

Alby bangun dan memberikan jalan untuk perawat masuk.

“Jam besuk sudah lewat, jadi salah satu dari kalian bisa keluar,” ucap perawat dengan nada datar, sebelum menutup pintu di belakangnya.

“Salah satu…?” Vira mengerutkan kening, merasa aneh dengan ucapan perawat tersebut.

Namun, belum sempat Vira bertanya, sebuah sosok lain muncul di ambang pintu. Seorang pria dengan setelan jas rapi, menyilangkan kedua tangannya dengan angkuh sambil menatap Alby. Pria itu adalah William, atasan mereka di kantor.

Alby tersentak kaget, jantungnya berdegup kencang. Ia tidak menyangka William akan datang mengunjungi Vira di jam seperti ini. Tepat pukul sembilan malam, dan Alby yakin telah memastikan semua orang di kantor sudah pulang sebelum memutuskan untuk menjenguk Vira. Apa yang dia lakukan di sini?

“Selamat malam, Vira,” sapa William dengan senyum tipis, lalu melangkah masuk ke dalam ruangan.

“Apa yang bapak lakukan disini?” tanya Alby.

“Apa yang saya lakukan di sini bukan urusanmu, Alby. Seharusnya saya yang bertanya, kenapa kamu ada di sini? Bukankah calon istrimu sedang menuju ke sini? Mungkin dia sudah berada di lobi sekarang,” jawab William.

“Apa?” Alby tampak tak percaya.

Drrt… drrt…

Ponsel Alby bergetar, memecah ketegangan di antara mereka. Nama Abella terpampang jelas di layar.

William mengangkat satu alisnya, menatap Alby dengan tatapan penuh kemenangan. “Benar kan? Sepertinya calon istrimu sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu.”

Sebelumnya, di parkiran, William mendengar seorang staf kantor menyebutkan bahwa ia melihat Alby di lobi rumah sakit. Abella berada di dekatnya dan mendengar semuanya. William tahu betul bagaimana Abella akan bereaksi. Ia sengaja mendahului Abella, sebelum sesuatu hal buruk terjadi pada Vira.

“Pergilah, Alby. Sudah cukup untuk hari ini. Lain kali, aku tidak akan membiarkan Abella menyakiti Vira lagi,” ucap William dengan nada tegas, seolah memberikan sebuah peringatan.

“Apa hubungan Bapak dengan Vira? Kenapa justru saya yang harus pergi?” tanya Alby dengan nada tidak terima.

William menyeringai dingin, menatap Alby. “Vira, katakan padanya siapa aku?” pandangannya beralih ke arah Vira, menunggu jawaban yang akan menghancurkan hati Alby.

Alby ikut menoleh ke arah Vira, menanti jawaban yang akan menjelaskan semuanya.

“Alby, pergilah. Calon suamiku yang akan menjagaku. Pak William, akan menjagaku.” Kebohongan itu akhirnya meluncur dari bibirnya.

Alby tersentak, tubuhnya menegang karena syok. “Apa?” Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

Sementara itu, William tersenyum puas mendengar jawaban Vira. Tanpa menunggu lebih lama, ia segera menarik tangan Alby dengan kasar, menyeretnya keluar dari pintu. “Jangan datang lagi!” ancam William dengan nada dingin.

Alby terhuyung mundur, terpaku di depan pintu dengan tatapan kosong.

“Alby, apa yang kau lakukan di sini?!” suara amarah Abella di luar pintu terdengar hingga ke dalam ruangan.

Krieettt…

William menggeser pintu lagi. Tangannya bersilang di dada, dengan tatapan tajam. “Bertengkarlah di luar, jangan mengganggu istirahat pasien,” hardik William pada Abella dan Alby.

Pintu kembali ditutup, mengurung Vira dalam situasi yang semakin sulit. William melangkah dengan gerakan pelan ke arah Vira.

“Jadi, kamu setuju menikah denganku?” tanya William.

Bersambung…

1
Ramun🍓😈
Kasihan juga si Alby. Frustasi banget dia pasti. Semoga aja gak gila😩
Ramun🍓😈
mungkin Abella berpikir percuma dia hidup toh ujung ujungnya bakal meninggoy juga.🤭
Ramun🍓😈
tamatlah riwayatmu bella😩, mau kasihan tapi mengingat smua klakuan busukmj itu 🥲🥲🥲
Ramun🍓😈
mulai ada lampu hijau, semngat dudkil. Selamat berjuang mendapatkan restu🥹
Mira
si Abel maunnya apa sih dirimu ini meni ngusik hidup org mulu
Drezzlle: disuruh othornya /Curse/
total 1 replies
Icha sun
Abella mending dengerin apa kata Riko. blm tentu rencana kamu juga berhasil, yg ada menderita terooos. kok mau2nya siih
Drezzlle: namanya juga ogeb 🤣
total 1 replies
Icha sun
sebenernya aabela tuh kasian banget ya, apalagi sebelumnya karir dia cemerlang tapi jadi terpuruk gini gara2 satu lelaki. tp y mo gmn lg, akibat sendiri
NyonyaGala
busehhhh si dudkill malah flexing harta wkwkek nahh kan ospek calon mantu pak suryo dimulai🤭
NyonyaGala
dih jo emang suka celap celup berarti banyak selirnya gamauuu vira ama dia idiiih
Mira
Udah masuk berita ajaaa, tapi kaget inisial nya RK kek langsung keinget sesuatu haha
Ariany Sudjana
sudahlah Vira, kamu juga kan ragu, tinggalkan saja William, kamu cari laki-laki yang masih single
Drezzlle: Vira: Saya sudah trauma dengan single 🤭 single nggak ada yang bener
total 1 replies
suryani duriah
ketahuan khan dari mana sifat keras kepala dudkill n chika🤭mantap oma camer terfavorit🥰👍👍
Drezzlle: 🤣 nikah tinggal nikah juga di biki. ribet ya kan
total 1 replies
Aruna02
🤣🤣🤣di sebutin semua aset nya
Aruna02
ye nggak tau malu masih mau nikahi vira setelah terbongkar
mawar Cian
lagian Chika ini bebal amat, punya anak tiri kaya dia bikin stres
Bahri Ali: ciri2 anak sulit di atur ya mak
total 1 replies
Ayank~Oma
apa begini sosok temanmu vira? 🤣 entar kalo nyari teman jangan sembarangan ya, kalo yg begini mah bukan teman tapi musuh 🤭
Ayank~Oma
kesempatan banget ya vira, nyari perlindungan di balik kekuasaan pemimpin yang ngajak nikah 🤦🤣
Ayank~Oma: sama aja berarti si Vira kan sengaja meluk biar di lindungi 🥴
total 2 replies
suryani duriah
kasian dudkill sampe sakit🤭moga dgn moment ini bisa menyelesaikn masalah mo nikah tuh banyak godaannya mana sabun dikamar mandi nolak di me.....nggak jadi ngetik🤣🤣🤣🤣
Drezzlle: Jangan bikin penasaran 🤣🤣🤣
total 3 replies
Ariany Sudjana
kenapa kamu jadi marah karena William ga mau angkat telepon? benar kata ibu kamu Vira, kalau ga mau sama William, ya bilang dari awal, jangan kasih harapan
Drezzlle: Perlu di sentil dulu kak biar sadar
total 1 replies
NyonyaGala
angjaaaay savage banget vira nah gini dongg aku suka bgttt biar melepuh tu badan jonathan. alby juga udh dikasih paham ama bang Will mantap bab ini💅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!