Tidak semua cinta masa kecil disebut cinta monyet buktinya cinta Kania Atilyah dan Azra Zavier bertahan dari mereka masih kecil hingga dewasa.
Tapi sayang karena perpisahan mereka yang cukup lama membuat mereka saling tak mengenali.
Puncak masalah adalah ketika sang sepupu yang benci pada Kania mengaku sebagai sang cinta masa kecil Azra dan memisahkan mereka dengan cara yang kejam.
Yuk, jadikan novel ini sebagai favorit supaya bisa selalu mengikuti up dari D'Wie!
Jangan lupa baca juga novel D'Wie lainnya ya!
* Livina,izinkan aku bahagia
*Cinta yang lain
(Masih gantung, gak usah baca.)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.18 Kania itu Nia
"Apa??? Apa maksudmu dengan Kania menghilang? "
"Ma,beberapa hari yang lalu ayah kak Kania baru saja meninggal dunia. " tutur Azril dengan penuh kesedihan
"Hah....kamu seriusan Zril?"
*Azril hanya mengangguk pelan
"Innalillahi wa inailaihi roji'un." ucap mama merasa bersalah pada besannya itu*
"Azril sudah coba hubungin mama berkali-kali tapi gak bisa. Lalu sehari setelah pemakaman ayah kak Kania,kak Kania menghilang ntah kemana. Azril sudah mencoba mencari kemana-mana tapi tidak ditemukan. Azril bingung ma harus mencari kemana lagi."
"Bagaimana dengan kakak kamu? Apa kakak kamu juga gak tau dimana Kania?"
"Cih,percuma kita tanyakan lelaki tak bertanggungjawab itu."
"Apa maksud kamu,Zril? Mengapa kamu marah pada Azra? Memang apa salahnya?"
"Mama tanyakan saja sendiri padanya nanti. Azril muak sama sikap kakak yang tak peduli pada kak Kania. Bahkan ia tak hadir di hari pemakaman mertuanya sendiri."
"Bagaimana mungkin ia bersikap seperti itu,Zril? Kamu jangan mengada-ada."
"Aku gak mengada-ada ma. Aku sudah coba menemui kak Azra di kantornya menanyakan keberadaan kak Kania tapi jawabannya sungguh tak terduga,Aku tak peduli dan takkan pernah peduli. Setelah aku selidiki,ternyata selama di hotel,kakak tak pernah menemani Kak Kania. Ia meninggalkan kak Kania sendirian. Ntah apa kesalahan kak Kania sampai kak Azra begitu tega. Mungkin hal itulah ma yang membuat kak Kania menghilang. Kak Kania sudah tak mengajar lagi di sekolahku,bahkan ia juga cuti kuliah. Kak Kania benar-benar menghilang ma. Kemana kita harus mencarinya ma. " jelas Azril dengan terisak
Mama sangat shock mendengar penuturan putra bungsunya. Ia bingung. Ia kalut. Ia tak habis pikir bagaimana putra sulungnya yang terkenal bertanggung jawab bisa berbuat hal setega itu. Apa alasannya?
Mama Azra kini terkulai di sofa. Mungkin karena terlalu shock ,ia bahkan belum sempat membersihkan diri dan meletakkan kopernya di dalam kamar. Pikirannya menerawang. Beribu penyesalan membelenggu hati dan pikirannya. Penyesalan ia tak berada di sini di saat-saat terakhir pak Djafar. Penyesalan ia tak mendampingi Kania di hari-hari terberatnya. Penyesalan ia tak tau penderitaan sang menantu selama beberapa hari pernikahannya. Penyesalan karena ia kini tak tau dimana keberadaan sang menantu,Kania yang ia sudah anggap bagai putrinya sendiri.
Namun ia tak mau serta merta menyalahkan Azra terlebih dahulu. Ia akan menanyakan Azra dulu sebenarnya apa yang telah terjadi. Sebagai seorang ibu,ia harus bersikap bijak agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara anak-anaknya.
"Assalamualaikum...eh mama udah pulang."ucap Azra
"Wa'alaikumsalam. Iya,mama baru pulang beberapa waktu yang lalu. Zra,mama mau tanya ,apa benar selama di hotel kamu meninggalkan Kania sendirian?"
"Iya mam,benar." jawabnya datar
"Bisa jelaskan alasan kamu?"
"Ma,kenapa sih mama kayak sayang banget sama perempuan penipu kayak dia? Dia itu penipu ma,mama sudah masuk dalam jebakannya mama tau gak!" ucap Azra penuh penekanan
"Perempuan penipu? Apa maksud kamu?"
"Iya ma,dia dan ayahnya itu penipu. Dia sudah rebut semua aset kekayaan milik Nia,teman masa kecil Azra. Bahkan rumah yang mama tebus itu milik Nia yang digadein dia dan ayahnya ke Bank."
"Tunggu-tunggu,mama bingung. Memang siapa yang hilang seperti itu sama kamu?"
"Nia ma,teman masa kecil Azra yang sempat Azra cari-cari."
"Nia? Zra,emang cerita kamu sebagian benar kalau aset Nia diambil,rumahnya digadein,tapi itu oleh tante dan sepupunya Kania,yaitu tante Rina dan Rania. Dan Nia.. nia yang kamu sebut teman masa kecil kamu itu,ya Kania. Jadi Nia mana yang kamu temui sih! Sumpah,mama bingung!"
"Ya Nia temen Azra ma,Rania."
"Azra!!! Kamu telah dibodohi oleh sepupu Nia,kamu sadar gak!" teriak mama
"Sepupu Nia?"
"Iya...Kamu tau,wanita yang kamu nikahi itu adalah Nia,teman masa kecil kamu dan Rania yang kamu kira Nia itu,Rani sepupu Nia. Justru dia lah yang merebut aset milik Nia,dia dan mamanya juga yang gadein rumah Nia ke bank karena itulah pak Djafar shock dan masuk rumah sakit,kamu tau gak!"
deg....
Sejenak pikiran Azra kembali ke masa lalu,saat ia main ke rumah Nia untuk mengundang Nia agar hadir di hari ulang tahunnya. Saat itu Nia sedang bersama anak perempuan seusianya. Ia memperkenalkan diri dengan nama Rani. Semenjak perkenalan singkat itu,dimana pun Nia ,ia selalu menguntit,bahkan tak segan-segan mendekati Azra dengan sikap SKSD-nya.
"Ma....tolong mama perjelas apa yang mama ucapin tadi,siapa yang aku nikahin sebenarnya?Mama gakbmengada-ada kan? Mama gak sedang mempermainkan aku kan?"
"Zra....apa mama segila itu ingin mempermainkan anak mama sendiri? Kania itu Nia,dengar ucapan mama sekali lagi,yang kamu nikahin itu anak kecil yang pernah kamu ajak ke pesta ulang tahun kamu waktu kecil,anak kecil yang ada di figura foto kamu,anak kecil yang juga menantikan kamu setelah perpisahan sekian lamanya,anak kecil yang begitu setiap menunggumu selama bertahun-tahun ,puas!"
"Mama...aku gak percaya...Mama pasti salah.Nia yang aku kenal pasti bukan dia." Azra shock
"Mama gak tau harus yakinin kamu kayak gimana! Tapi saat ini mama gak bisa banyak jelasin. Mama cuma minta kamu temani mama ke rumah Kania. Mama harap Kania ada di sana. Kalaupun tidak ada,semoga mama bisa mendapatkan bukti untuk membuka mata dan hati kamu yang yang terlalu bodoh itu hingga bisa tertipu wanita ular seperti Rina dan Rania. Cepat antar mama kesana."
Lalu tanpa basa-basi,Azra melajukan mobil mengantarkan sang mama menuju kediaman Kania.
***
"Neng,mau makan malam pakai apa?"
"Pakai apa aja yang tersedia,bu. Nia gak pilih-pilih makanan kok. Apa aja Nia makan,asal halal." ucap Kania dengan senyuman
"Ya udah,neng tunggu ya! Ibu panasin lauknya dulu. Tadi siang ibu cuma masak sayur sop sama sambal ulek aja,neng mau kan?"
"Iya bu,Nia mau kok. Apalagi cuaca disini dingin banget kalau malam,pasti enak banget kalau makan yang berkuah dan anget-anget kayak sop."
Tak lama kemudian,bu Tuti sudah memanasi sayur sop dan menghidangkannya beserta nasi dan sambal ulek di lantai dengan beralaskan tikar,cara makan khas orang desa yang lebih suka makan lesehan.
"Wah,kayaknya enak banget nih bu! Pasti Nia nambah deh ! " ucap Kania. Lalu ia pun mulai menyantap makan malam yang sudah di hidangkan bu Tuti itu.