karya pertama ini sedikit tidak layak untuk di baca, takutnya kalian baca malah jadi pening kepala 😅
"kamu itu hanya istri keduaku, jadi jangan banyak bertingkah"
perasaanku hancur seketika mendengar ucapan suami ku sendiri.
mengapa takdir seolah ingin mempermainkan ku.
apa istri pertama nya tau bahwa suaminya telah menikah lagi, bagaimana perasaan nya kalau tau suaminya telah menikah dengan ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
maduku
makan malam di rumah oma memang selalu sepi, karena hanya Laras dan Oma.
Laras hanya mengaduk-aduk makanan di piring nya tanpa berminat.
melihat cucunya tidak memakan-makanannya rasa khawatir terhadap cucunya tak bisa di pungkiri lagi, karena sudah seminggu ini nafsu makan Laras sangat menurun. tubuhnya pun terlihat kurusan.
"makan ras"
Laras mengangkat kepalanya menatap ke arah omanya sambil tersenyum.
"aku sudah kenyang Oma"
"karena Danu tidak datang ke sini kamu membiarkan anak mu kelaparan"
"bukan begitu Oma" memang nafsu makan Laras pergi begitu saja entah ke mana setelah 2 bulan Danu tidak mengunjunginya.
"jika kamu marah pada Danu silahkan, tapi oma tidak suka kamu menyiksa anak di dalam perut mu yang sangat membutuhkan nutrisi darimu"
"bersiap lah oma akan mengajak mu ke suatu tempat"
Laras menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah kamarnya untuk berganti pakaian.
aku tidak tau oma akan membawa ku pergi kemana, bahkan aku masih takut Untuk bertanya pada oma.
Oma pun hanya diam tidak membuka suara sedikitpun hingga mobil yang kami tumpangi parkir di halam rumah mewah yang tidak kalah mewahnya dengan rumah oma.
Oma menggenggam tangan ku agar terus ada di sampingnya.
"di mana Wijaya" tanya oma pada seseorang yang sedang berjaga di depan pintu utama.
"sedang makan malam nyonya"
tanpa berkata lagi Oma masuk ke dalam dengan aku yang masih mengekor di belakang Oma.
betapa terkejutnya aku saat melihat mas Danu tengah makan di antara 3 lainnya. aku hanya menundukan kepalaku tidak berani menatap siapapun. terdengar langkah kaki seseorang yang mendekatiku.
"hai maduku apa kabar?" cinta tersenyum menyambut Laras yang masih saja menundukkan kepalanya.
nyonya Wijaya kaget luar biasa mendengar ucapan menantunya yang memanggil Laras dengan sebutan maduku.
sedangkan tuan Wijaya masih sibuk dengan makanan di depannya berusaha bersikap biasa saja.
Danu tersenyum dalam hatinya karena akhirnya bisa melihat istri yang sudah sangat ia rindukan ada dihadapannya. namun ia masih ingat betul akan ancaman yang cinta berikan. Danu melanjutkan makannya seolah-olah tidak terusik karena kedatangan Oma dan Laras.
"duduk lah nak, kita makan" Oma menarik tangan Laras agar duduk di sebelahnya.
dengan sigap pembantu di rumah Wijaya menyendokan nasi ke piring Oma.
hanya Danu yang melihat cinta tersenyum meremehkan ke arah Laras.
"kamu mau makan apa biar aku ambilkan" selamat datang maduku kan ku tunjukan berapa tidak berharga nya dirimu di depan suamiku.
"tidak usah biar aku ambil sendiri" Laras mencoba tersenyum pada istri pertama Danu.
cinta duduk kembali di samping Danu.
"mas mau tambah ayamnya biar aku ambilkan" Danu menjawab dengan anggukan, cinta dengan cekatan memberikan ayam nya ke atas piring danu.
suasana meja makan itu menjadi sangat hening, hanya terdengar suara dentingan sendok.
dari tadi Laras hanya menundukkan kepalanya tidak berani untuk menatap siapapun termasuk menatap suaminya.
sampai acara makan selesai tuan Wijaya membuka suara.
"lama tidak berjumpa, bagaimana keadaan Oma sehat?"
"kamu bisa lihat sekarang Oma baik-baik saja"
"hoeeek" dengan cepat cinta pergi meninggalkan ruangan itu, namun di susul oleh Danu di belakang nya.
Laras dan Oma terkejut bukan main. melihat kebingungan ibu dan menantunya Wijaya membuka suara.
"cinta sedang hamil, jadi sudah biasa seperti itu akhir-akhir ini"
Oma menampilkan senyum sinisnya. berbeda dengan Laras yang sedang berusaha menahan air matanya.
jadi ini alasan mas Danu tidak menemuiku lagi, karena sudah tidak membutuhkan aku lagi, karena istrinya tengah berbadan dua seperti ku. tidak salah mas Danu melakukan itu karena dari awal aku hanya istri simpanan nya. jadi aku harus sadar diri kalau aku di nomor duakan oleh mas Danu.