kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.
yuk ikuti cerita nya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Hana dan Jimin pun mulai mencicipi ice cream dan roti panggang yg di beli. "apakah enak!?? " tanya Jimin
"enak... "
"ngomong-ngomong, kau mencari kampus di beberapa Negara. tapi kenapa kau kuliah di Korea!?? "
"karena ibu, aku tidak ingin meninggalkan nya. jadi aku membenam mimpi ku untuk kuliah di luar Negeri. "
"ouh... Negara mana yg kau ingin kan!?? "
Hana pun menjawab sembari mengangkat kedua bahu nya "mungkin London, atau Swiss. entah lah"
"pasti kau sangat menyukai Negara itu!? "
"ya... " Hana pun tersenyum sembari mengangguk-angguk
Jimin pun menghela nafas panjang, dan menikmati suasana malam itu dengan Hana.
"ah benar. besok kita akan keluar dari hotel, kita akan pindah ke Villa keluarga ku yg ada di Hollywood Hills. kita juga belum tau kan, kapan akan pulang. akan lebih baik kalau kita di sana. "
"oke... " jawab Hana singkat
Jimin dan Hana pun kembali ke hotel, dan ke esok kan hari nya mereka pun pindah ke Villa keluarga milik ibu Jimin. mereka menjalani kehidupan yg baru, namun asing.
tiba lah hari pertemuan dengan dokter spesialis yg menangani penyakit Jimin. setelah melalui rangkaian pemeriksaan dan tes, dokter pun berkata "sebenarnya ini bisa sangat mudah sembuh. seperti yg terlihat, seperti nya tuan seorang perokok. sebenarnya ini tidak ngaruh, hanya saja jika bisa hindari lah selama masa perobatan. apa lagi istri mu bisa membantu untuk memancing, atau merangsang. agar kita mengetahui, seberapa jauh fungsi terapi ini." jelas dokter
"baik dokter, selain merokok. apakah ada hal lain, seperti minuman, makanan yg mungkin tidak boleh di konsumsi!?? " tanya Hana
"kalau makanan tidak ada, minuman mungkin alkohol jangan dulu. dan untuk seterusnya, kita akan bertemu 3 hari yg akan datang. pertemuan ini harus rutin sampai anda sembuh. jika pertemuan di hari minggu, saya akan tetap ada di hanya untuk menangani tuan Jimin. "
"baiklah dokter, terimakasih banyak. "
"ini adalah resep yg harus di tebus. suplemen ini di minum sehari sekali sebelum malam tiba" dokter memberikan selembar kertas resep
Hana pun menerima itu dan pergi bersama Jimin. "oppa, kau tidak bicara apa pun tadi"
" kau sudah mewakili nya. hei, bahasa Inggris mu juga bagus. "
"terimakasih... "
"kau juga pernah sekolah di luar Negeri!?? "
"tidak. aku belajar secara autodidact"
Jimin pun hanya tersenyum
setelah hari itu, Jimin dan Hana pun semakin dekat. Hana juga selalu memastikan kalau Jimin tidak melanggar apa yg di larang oleh dokter. Jimin juga sudah mulai belajar meminum obat itu tanpa bantuan Hana.
Hana dan Jimin pun menjalani hidup yg biasa saja, bukan kehidupan suami istri pada umum nya.
******
pagi itu, nyonya Haeri pun tiba-tiba sangat merindukan putri nya. jadi ia memutuskan untuk menelfon Hana.
"halo ibu.... " sapa Hana di ujung telfon
"halo sayang... apa ibu mengganggu mu!?? " tanya nyonya Haeri
"sama sekali tidak ibu... kau sedang apa sekarang!?? "
"ibu sedang duduk di rumah, hari ini mungkin tidak ke toserba"
"kenapa!?? apa ibu sakit!?? "
"tidak sayang... ibu hanya ingin istirahat saja. "
"ooh syukur lah kalau begitu. aku sedang akan memasak makan malam bu, jam berapa di sana sekarang!?? "
"di sini jam 10.00 pagi. apa ibu tidak mengganggu!?? "
"tentu saja tidak. di sini sekarang jam 06.00 sore, aku akan memasak yg simpel saja. "
"ooh begitu... kalau begitu, kau lanjutkan saja. ibu akan tutup dulu"
"jangan bu, mari mengobrol sebentar. ibu, tidak biasa nya kau menelfon kalau aku tidak menelfon mu!! apa terjadi sesuatu bu!?? " Hana pun merasakan sesuatu
"tidak sayang tidak ada. sudah lama kau pergi, sudah 20 hari lama nya. ibu sangat merindukan mu"
seketika Hana pun menghentikan aktifitas nya, mematikan kompor dan duduk di mini bar dapur nya. "ibu... maaf kan aku ya, aku telah menyiksa mu dengan kerinduan. aku juga sangat rindu pada mu bu, tapi keadaan belum bisa ku kendali kan"
"hei sayang, tidak apa-apa. kau jangan sedih, ibu sangat mengerti kondisi mu. ini lah sebab nya ibu tidak ingin bicara, kau hanya akan sedih mendengar nya"
"ibu... tunggu lah sebentar lagi, mungkin 2 atau 3 pertemuan lagi baru dapat hasil nya. sejauh ini, Jimin sudah ada kemajuan. namun dia belum pulih dengan total. jadwal pertemuan juga 3 hari sekali. jadi kami tidak mungkin pulang dengan jam terbang yg cukup panjang. aku hanya mohon, ibu jaga diri selama aku tidak ada di sana. "
"tentu sayang, apa pun itu ibu slalu mendukung mu. kau jangan khawatir, ibu baik-baik saja. kau juga harus menjaga dirimu di sana"
"emm, pasti bu... "
"baiklah sayang, kau lanjut kan lah memasak. "
"oke... "
telfon pun selesai. tak terasa, air mata nyonya Haeri pun jatuh membasahi pipi nya. karena rasa rindu yg ia pendam pada putri nya.