Hai....hai....hadir lagi aku dengan cerita yang baru,dapet inspirasi dari kakak Noveltoon yg promosi buat novel bergenre pria darurat. Makasih buat Noveltoon 😘
Sinopsis
Karena bingung harus mencari uang kemana untuk membayar hutang ibu nya, Dia memutuskan untuk pergi ke club. Niat nya hanya ingin minta bantuan teman nya yang bekerja disana tapi malah di kerjain oleh pekerja disana yang tidak suka dengan teman nya, hingga dia yang harus mengalami kejadian tak terduga.
Tidur dengan pria yang tidak dia kenal,bahkan wajah nya juga dia tidak mengetahui nya dengan jelas hingga dia hamil anak pria itu. Ayah nya yang sakit sakitan merasa terkejut mengetahui kalau anak nya hamil diluar nikah,sebagai ayah dia tau kalau anak nya tidak pernah dekat dengan pria mana pun hingga akhirnya seorang duda datang menawarkan pernikahan pada nya .
Nah....Bagaimana cerita selanjutnya ?
Yuk ....di pantengin aja ,smoga suka ya ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vero -dinda
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Vero terkejut mendengar penawaran yang di berikan oleh Dinda ,tapi ngak ada salah nya untuk mencoba . Dia akan berusaha untuk berhati hati karena menurut nya ,dinda tidak seperti wanita lainnya yang bisa dia taklukan dengan mudah nya.
Bahkan mereka lah yang lebih dulu menggoda Vero ,tapi kini Vero merasa takut kalau memang nanti nya dinda menggoda nya . Bayangan saat dinda meremas aset milik pria gendut itu membuat Vero meringis,dia ngak mau menjadi korban kedua nya Dinda.
"Jangan khawatir mas Vero,ayo masuk " ucap Dinda dengan lembut dan sopan, dia membuka pintu kamar kos an nya yang berada langsung dari luar.
"Ini kamar ku ,maaf sempit" ucap Dinda ,dia melangkah masuk kedalam dan diikuti oleh Vero .
Dinda tidak pernah merasa takut sama sekali pada pria ,bagi nya melumpuhkan pria sangat gampang dia lakukan bahkan dia tidak takut jika di jauhi oleh pria karena dia bisa mendapatkan pria yang dia ingin kan .
Walaupun tidak sekarang, bagi nya jodoh sudah di atur oleh yang maha kuasa . Jadi dia rasa dia ngak perlu mencari pria untuk bisa menikahi nya ,dia ingin semua nya berjalan normal saja.
Mata Vero memperhatikan sekeliling nya, dia melihat kamar yang sempit itu yang hanya diisi oleh beberapa barang. Tempat tidur tipis ,lemari kecil yang terbuat dari plastik dan gantungan pakaian yang berada di sudut ruangan.
Semua nya tertata rapi dan bersih, ada plastik sampah yang ada di gantung di belakang pintu . Isi nya juga tidak begitu banyak ,Vero masih memperhatikan sekeliling nya hingga dia melihat pakaian dalam wanita yang berada disamping gantungan pakaian .
"Ini ,ganti lah dulu. Itu basah kan ?" ucap Dinda, dia menyodorkan kaos oblong besar ke arah Vero miliknya membuat Vero mengernyitkan dahi nya
"Maaf ya ,Itu kaos bekas aku pakai bukan baru . Aku belum membeli kaos baru beberapa bulan ini ,pengeluaran cukup banyak mas" ucap Dinda dengan santai
Dinda memang memiliki sikap cuek,dia tidak perduli jika ada pria yang tidak menyukai nya atau pun suka pada nya . Begini lah dirinya ,dia tidak pernah sama sekali merasa malu atau menjaga sikap nya agar bisa menjadi wanita yang disukai oleh orang lain
Vero menatap dinda yang berjalan memasuki kamar mandi yang ada diruangan Itu,dia pun membuka kemeja yang dia pakai. Vero kembali memperhatikan sekeliling nya, kamar itu kecil dan pengap. Tidak ada kipas angin ,tapi karena cuaca hujan diluar membuat kamar itu sedikit sejuk.
Ceklek
Dinda keluar dari kamar mandi menggunakan kaos yang sama seperti yang dia berikan pada Vero, Vero memperhatikan tubuh dinda dari atas hingga ke bawah. Kemudian dia melihat rambut dinda yang sudah basah dan wangi, kembali dia mengernyitkan dahi nya.
"Kamu sudah mandi ?" tanya Vero dan dinda langsung mengangguk,dia menggulung rambut nya menggunakan handuk kecil kemudian memberikan handuk yang baru dia ambil dari lemari nya pada Vero
"Mandi lah mas,aku akan buatkan mie instan pedas . Pas kalau lagi hujan gini makan yang pedas pedas " ucap Dinda dan Vero langsung mengangguk, dia masuk kedalam kamar mandi
Vero terkejut melihat kamar mandi yang sempit dan hanya ada ember disana ,tidak ada bak atau pun bathup. Toilet nya juga bukan toilet duduk ,membuat nya merasa ngak nyaman
Vero memilih membersihkan dirinya saja ,dia tidak mandi dan mengganti kaos yang diberikan oleh Dinda kemudian membuka celana jeans yang dia pakai dan hanya mengenakan boxer saja.
Untung nya bagian bawah pakaian yang dipakai oleh Vero tidak basah ,sehingga Vero hanya perlu menggunakan boxer saja. Kini Vero memilih untuk keluar ,dia melihat gambar yang sama di depan kaos yang dia dan dinda pakai .
"Ini obral,beli satu gratis satu. Lumayan kan ,bisa buat di pake dirumah. Nyaman, karena kaos nya besar " ucap Dinda seperti tau apa yang dipikirkan oleh Vero
Vero menatap kaki jenjang milik dinda yang mulus, dinda hanya menggunakan celana hotpant sehingga jika dia berdiri maka celana yang dia pakai tidak kelihatan. Seperti hanya memakai kaos kebesaran saja, kini Vero menatap ke arah dinda yang sibuk memasak menggunakan kompor kemping .
Dinda masak dengan lihai menggunakan panci kecil, disana juga dia melihat ada saos dan cabai rawit. Aroma lezat memenuhi ruangan sempit itu,Vero bahkan terbatuk batuk karena terasa sekali kalau apa yang di masak oleh dinda sangat lah pedas .
"Eh....mas Vero suka Pedas kan ? " tanya Dinda, dia suka melihat wajah pria kepedasan . Terlihat lebih macho dan semakin tampan, hal itu dia lihat di ponsel nya. Belum pernah melihat secara langsung, sehingga dia ingin melihat Vero makan pedas .
Vero ,pria pertama yang di bawa dinda ke kamar ini . Dia juga pria pertama yang dekat seperti ini dengan nya ,selama ini para pria yang suka dan dekat dengan Dinda hanya berani mengantarkan nya di depan gang atau di depan pintu saja karena dinda sudah memberikan ultimatum pada mereka sehingga mereka tidak berani untuk masuk.
"Sini mas,kita makam bareng. Aku ngak punya piring, jadi kita makan satu panci berdua ya. Mau kan ? kalau ngak mau, biar aku makan sendirian " ucap Dinda, dia sudah mematikan kompor kemping nya kemudian dia membawa panci kecil yang dia pegang trus dia letakan di atas meja belajar kecil.
Vero mendekat ,duduk didepan dinda . Dia melihat mie instan tanya ada di dalam panci ,kemudian dia menatap ke arah dinda yang sudah mengambil sesendok kuah dari dalam panci .
"Hhmmm.....ssshhh ....aaah,Ini nikmat dan pedas . Mantap " ucap Dinda membuat Vero tersenyum, hanya dengan makanan instan sudah membuat wajah dinda berbinar.
"Mas....ayo cobain, ini enak banget lho " ucap Dinda dan Vero pun mengangguk ,mengambil sendok nya dan memasukan nya ke dalam mulut nya .
Rasa panas dan panas menyebar di dalam mulut nya ,Vero mengambil nafas dan mencoba nya lagi . Selama ini dia memang menyukai makanan pedas ,tapi tidak pernah sama sekali dia memakan mie instan seperti ini.
Lidah Vero yang pertama kali merasakan mie instan merasa sangat menikmati nya ,dia pun mulai menyendokan nya lagi dan lagi hingga sendok dinda menghalangi sendok Vero yang ingin mengambil lagi.
Wajah Vero sudah memerah ,dia benar benar sangat kepedasan tapi kini tatapan nya beradu pada mata dinda . Vero mengernyitkan dahi nya ,karena dinda malah tersenyum
Cup
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️