Lian Arkana, pemuda yatim piatu yang harus berjuang dari kemiskinan untuk menghidupi dirinya dan adiknya
Bullyan serta hina tak lepas dari Lian, setiap hari dia pulang dengan luka, di saat dia akan menyerah, sebuah Sistem muncul dan akan membantu nya menjadi yang terkuat dan terkaya
Apakah Lian dapat membalaskan dendam nya? dan bisakah dia menjadi yang terkuat? ikuti kejutan dalam alur cerita ini !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryoo_Zan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 18
Disisi lain, Lian telah sampai diruangannya menatap keluar jendela melihat hutan yang rimba mengelilingi markas.
" Simpan " Lian melempar Greard daggernya keatas dan seketika menghilang entah kemana.
' Entah apa yang akan terjadi nanti malam, tapi gw yakin semua akan sesuai dengan rencana ' Guman Lian dalam hati.
Tok
Tok
Lian menoleh kebelakang " Masuk " Ucapnya datar.
Rey masuk kedalam ruangan Lian, entah mengapa hawa diruangan itu sangat lah dingin padahal AC diruangan itu mati.
" Ternyata kau tak ingin melewatkan hadiahnya Rey " Ucap Lian dingin menatap Rey.
Rey hanya mengangguk kaku, dia benar benar tak bisa berkata dalam ruangan itu seperti ada yang mengunci mulutnya.
Lian tersenyum tipis, kemudian membayangkan sebuah katana legendaris dipenyimpanan sistem.
Dess
Sebuah Katana yang diselimuti dengan sarung dengan corak pohon sakura langsung muncul ditangan Lian.
Rey membelalakan matanya terkejut dengan yang baru saja dia lihat.
" Tak usah menunjukan wajah seperti itu gw gak suka lihatnya " Ucap Lian dingin.
Wushh
Dengan cepat Lian telah berada dihadapan, Rey sungguh tak bisa bergerak dan berbicara sama sekali, dengan tubuhnya yang bergetar dan berkeringat dingin membuktikan jika dia sungguh takut dengan Lian.
Lian mencabut katana legendaris dari sarungnya dan meletakkan ujung bilahnya diletakkan diatas kepala Rey " Gw punya satu rahasia yang harus lo jaga dan jangan sampai ada seorang pun mengetahuinya termasuk kekasih gw sendiri, paham? " Ucapnya.
Rey mengangguk paham, dia sudah berapa kali menelan salvianya karena merinding dengan kengerian Lian.
Lian meletakkan kembali katananya dalam sarung " Gw akan mempercayaikan katana ini pada lo, rawat dan jaga seperti nyawa lo sendiri " Lian menyerahkan katana legendaris itu kepada Rey.
" Ba-baik Tuan, saya akan berjanji menjaganya " Ucap Rey dengan menerima katana itu dengan tangan yang bergemetar hebat.
Lian berjalan kesebuah jendela yang sebelumnya dia tempati " Ingat Rey, di luar sana hanya sedikit orang yang baik pada lo ketika lo susah, dan akan berubah menjadi penjilat jika lo sudah berhasil mencapai sesuatu yang berharga dalam hidup lo "
Lian menyentuh kaca jendela yang tinggi diruangannya " Jangan pedulikan orang yang sudah menyakiti lo dan jaga orang yang pernah bantu lo dulu, gw harap lo gak menyesal jika mereka yang lo sayang pergi lebih dahulu dari lo " Ucap Lian membalikkan badannya kearah Rey.
Rey termenung dengan ucapan Lian, kemudian Rey melihat katananya " Apa itu artinya gw harus bertambah kuat untuk menjaga orang yang gw sayang? " Tanya Rey.
Lian mengangguk sebagai jawaban dan menoleh kesamping melihat pemandangan hutan " Benar, satu satunya cara menjadi kuat yaitu... "
Lian kembali menatap Rey " Minta maaf kepada orang tua lo " Ucapnya yang membuat Rey tertegun disana.
" Gw tau jika lo memiliki hubungan yang renggang dengan keluarga lo, sebuah dukungan yang orang tua beri itu berbeda dengan teman atau gw sendiri "
" Setelah misi malam nanti, gw harap lo mengunjungi rumah kedua orang tua lo dan meminta maaf kepada mereka " Ucap Lian berjalan keluar ruangannya dengan langkah pelan.
" Baik gw akan kesana nanti malam " Guman Rey dengan mata yang mulai berkaca kaca.
Lian menepuk pundak Rey " Tak perlu terburu buru, lo harus pergi kerumah orang tua lo dengan tenang dan damai jangan bawa masalah kepada mereka "
" Antar gw ke reuni sekolah Queen " Lanjutnya dan pergi meninggalkan Rey diruangan itu.
" Terima kasih " Lian memberhentikan langkahnya.
" Terima kasih udah buat gw sadar atas kesalahan yang gw perbuat pada orang tua gw sendiri " Ucap Rey.
Lian tersenyum tipis mendengar ucapan Rey " Tak perlu berterima kasih ke gw, lakukan apa yang dikatan hati lo " Jawab Lian melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan.
Tanpa berpikir panjang, Rey pun menyusul Lian keluar dari ruangan kerja Lian.
*
*
Kini Queen dan Lusi telah sampai didepan disebuah hotel Calivan Home.
Mike turun dari mobil membukakan pintu mobil untuk Queen.
" Terima kasih Mike " Ucap Queen turun dari mobilnya disusul oleh Lusi.
" Sama sama nona " Jawab Mike.
" Kalian sudah boleh kembali, Lian sudah dalam perjalanan kemari " Ucap Queen.
Mike pun mengangguk patuh " Baik jika begitu saya dan rekan saya izin pamit undur diri " Pamit Mike dan diangguki oleh Queen.
Setelah Mike dan Wans pergi meninggalkan hotel, Queen dan Lusi masuk kedalam hotel.
" Queen! Lusi! " Panggil seseorang yang membuat mereka menoleh kesumber suara itu.
Grepp
" Udah lama banget kita gak ketemu " Ucap seorang gadis yang memeluk Queen dan Lusi.
" Ahh gak usah lebay kamu Na, kayak ditinggal seabad " Canda Lusi pada Putri.
" Ishh berarti kalian gak kangen aku? " Tanya Hana.
" Enggak, hahaha " Tawa Queen dan Lusi.
Hana hanya memutar bola mata malasnya melihat dua sahabatnya yang dari dulu suka mengerjainya.
" Kamu kesini sama Na? " Tanya Queen.
" Aku kesini sendiri naik mobil " Jawab Hana dan diangguki Queen dan Lusi.
" Yaudah ayo kita kedalam semua sudah kumpul menunggu kita " Ucap Hana menarik kedua tangan sahabatnya.
Saat mereka bertiga sudah masuk kedalam ruangan VIP yang telah dipesan, terlihat ruangan tersebut telah ramai oleh alumni smp Queen dulu
Mereka bertiga berjalan kesebuah meja yang berisi jus disana karena diacara ini tak dibolehkan yang namanya alkohol
" Queen gimana kabar lo " Tanya seorang pemuda yang menghampirinya
Queen membuang nafas beratnya, dia sungguh malas meladeni pemuda itu dari dulu
" Gw sehat aldo " Jawab Queen singkat
" Lo makin cantik aja Queen selama 2 tahun kita gak bertemu " Puji Aldo
Dulu, saat Queen masih duduk dibangku smp, aldo naksir kepada Queen sejak itu, segala cara dia lakukan untuk mendapatkan Queen.
Namun, Queen tak memperdulikan aldo, dia sudah dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang pemuda, cintanya sudah diberikan sepenuhnya kepada pemuda itu, ya pemuda itu adalah Lian, dia tertarik dengan Lian karena kebaikan, sikap lembut kepadanya, dan juga tampan dimata Queen.
" Lo ada waktu gak sehabis ini Queen cantik, gw akan ajak lo ke mana pun lo pergi " Ucap Aldo membujuk Queen
" Aku tak ada waktu untuk mu aldo, aku sibuk " Ketus Queen
" Sibuk? Gw kemarin lihat lo jalan dengan seorang cowo jelek dan mis... " Ucap Aldo terpotong
Plakkk
Sebuah tamparan mendarat diwajah Aldo, Queen sudah geram dengan sikap Aldo, apalagi dia mendengar sang kekasihnya dia jelekkan
" Sekali lagi lo panggil cowo gw jelek dan miskin, gw buat tulang lo patah " Ancam Queen
" Cihh belagu bener lo nampar gw sial*n, bawa mereka! " Perintah Aldo pada anak buahnya, anak buah Aldo mengangguk patuh dan berjalan menghampiri Queen dan kedua temannya.
Ckittt Bugh
Seorang pemuda dengan menggunakan kemaja putih dengan dasi hitam dan dipadukan dengan celana panjang hitam, membogem tepat diwajah salah satu anak buah Aldo yang hampir menyentuh Queen.
Queen membuka matanya dan melihat kepemuda yang menyelamatkannya.
" Sayang! " Panggil Queen lalu memeluk tubuh atletis Lian
" Maaf jika aku terlambat, sekarang ada aku disini kau tenang saja oke " Ucap Lian membalas pelukan Queen dan menenangkannya, Queen mengangguk sebagai jawaban
Lian melepaskan pelukan Queen dan membalikkan badan menatap tajam Aldo, kini Lian menjadi sorotan para alumni smp Queen dulu.
Tak ada yang berani yang memisahkan mereka setelah melihat kecepatan Lian yang tak terlihat menyerang anak buah Aldo hingga pingsan.
" Beraninya lo bajing*n! serang orang yang telah mengambil kekasihku " Perintah Aldo kepada anak buahnya
" Cihh kekasih dari mana coba " Guman Lian yang masih menatap tajam Aldo
Lalu Lian menoleh kearah Queen dan berbisik ditelinganya " Kau akan aku hukum sehabis sayang " Ucapnya
Queen tertegun mendengar Lian akan menghukumnya, dia mulai merasa panik sendiri disana, kesalahan apa yang dia buat? tanyanya
Lian hanya terkekeh pelan melihat kepanikan Queen, sedangkan Aldo kini wajahnya sudah memerah karena marah, disituasi seperti ini dia melihat pasangan itu masih santai dan tidak takut padanya sedikitpun
" Apa kau ingin bermain main denganku bajing*n " Ucap Aldo menatap tajam Lian
Lian menoleh kearah Aldo " Boleh " Tantang Lian
" Stopp!! " Teriak seorang pria paruh baya yang memisahkan mereka
...Bersambung......
...****************...
kurang ini author
lagi seru ini mah!!!!
arkkk--!!!!
aku mau/Scream//Scream/
aku mau/Scream//Scream/
So tunggu update an terbaru cerita gw, semoga kalian suka dan mohon maaf jika ada kesalahan, Terima kasih /Pray/