Ketika cinta harus diakhiri karena syarat dari kedua orang tuanya yang mendambakan seorang menantu hafiz Al'quran.
Dan aku terpaksa menikah dengan perempuan lain yang tidak aku cintai karena hutang jasa.
Bagai mana kelanjutannya simak ceritanya di novel. CINTA TERHALANG 30 JUZ AL'QURAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi senja11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18. Menunggu
"Berarti kita harus bergerak cepat." Ujar Re sangat ingin kelokasi yang diberitahu oleh Kakek Ilham.
"Ini sudah sore, dan sebentar lagi malam, kita tunda besok, hari ini aku sudah menyuruh orang menelusuri sungai dan segera memberi informasi jika sudah menemukan sesuatu." Ujar Deril.
Re, mengangguk setuju, karena yang dikatakan Deril ada benarnya, tidak mungkin mereka kesana, pas sampai disana sudah malam.
Akhirnya Deril dan Re menunda kelokasi yang dikatakan oleh Kakeknya.
Deril dan Re pulang kerumah masing-masing. Sampai dirumah Deril langsung mencari Mamanya.
"Ma, Ma, Bik, mana Mama?" tanya Deril pada asisten rumah tangganya karena Mamanya sudah beberapa kali dipanggil tidak menyahut.
"Nyonya ada ditaman belakang Den." Jawab Bibi.
"Oh, terimakasih Bik." Deril langsung bergegas ketaman belakang, dia sehari penuh tidak melihat atau berbicara dengan Mamanya hari ini.
"Ma," panggil Deril langsung menghampiri Mamanya dan mencium punggung tangan Mamanya.
"Kamu sudah pulang Nak." Ucap Nyonya Rita tersenyum sembari membelai lembut pucuk kepala Deril yang dia asuh dan rawat dari kecil hingga menjadi pria tampan dan gagah.
"Iya Ma, maafkan Deril, kalau hari ini Deril tidak mencari keberadaan Ariel, tapi Deril sudah meminta orang untuk menelusuri sungai seperti yang Kakek bilang." Jawab Deril merasa bersalah.
Apapun yang terjadi Deril tetap akan mencari Adiknya itu, dia juga sangat menyayangi Ariel, begitu juga Ariel, Deril sangat bersyukur diasuh oleh Nyonya Rita dan almarhum Tuan Anton.
Deril tidak bisa membayangkan hidupnya jika tidak bertemu dengan Nyonya Rita dan Tuan Anton waktu itu.
"Tidak apa-apa Nak, Mama mengerti, kamu pasti sangat disibukkan dengan perusahaan," Ujar Nyonya Rita.
"Itu sudah sanggup jawab Deril, Ma, Deril tidak mungkin membiarkan perusahaan kita runtuh, aku sudah berjanji pada diriku sendiri, sebelum Ariel kita temukan Deril akan memimpin perusahaan dengan baik hingga Ariel kita temukan." Jawab Deril.
"Mama percaya, kamu Anak yang baik dan bertanggung jawab." Nyonya Rita bangga dengan sifat Deril, tidak sia-sia dia merawat Deril hingga sebesar sekarang.
"Ya sudah, kamu mandi sana, dan istirahat, kamu pasti capek." Nyonya Rita paham kalau Deril sudah bekerja keras selama Ariel menghilang.
Deril memikul banyak beban saat ini, tapi Deril tidak pernah mengeluh, dia harus menjaga Mamanya, mengurus perusahaan, dan juga mencari Ariel.
Sudah pasti itu bukan hal yang mudah yang dilakukan oleh Deril sekarang ini.
***
Hari berlalu, sudah beberapa hari setelah lamaran Ariel ditolak. Arumi hari ini menikah dengan Reza.
Ariel tidak datang, walaupun Ariel mendapat undangan, namun dia memilih tidak datang.
Selain dia tidak mau buat keributan, dia juga tidak sanggup melihat Arumi orang yang dicintainya bersanding dengan yang lain di pelaminan.
Ariel juga sudah menduga kalau dia datang, sudah pasti Ustadz Amir, akan mencomoh dan menghinanya hingga terjadi keributan.
Ariel hari ini juga tidak bekerja, dia akan menghabiskan hari dirumah dengan Pak Imran.
Dirumah hanya ada Ariel dengan Pak Imran saja, sedangkan Buk Siti sudah kerumah Ustadz Amir menghadiri undangan pernikahan Arumi dengan Reza.
Dirumah Ariel banyak mengobrol dengan Pak Imran dan juga mendengarkan cerita Pak Imran.
"Pak, siapa orang yang membeli kebun tempat Bapak bekerja, kenapa belum juga selesai?" tanya Ariel ditengah obrolan mereka.
"Bapak tidak tau, mungkin yang membeli kebun itu bukan orang sini, dan mungkin juga orang itu membeli kebun tidak menanam tomat lagi." Jawab Pak Imran.
"Kalau begitu Bapak sudah tidak punya pekerjaan lagi dong." Ujar Ariel.
Pak Imran mengangguk, mungkin saja, tapi Bapak percaya suatu hari Bapak pasti mendapatkan pekerjaan baru." Jawab Pak Imran tidak pernah mengeluh.
"Oh ya, nanti sore Fira pulang dari pondok, maukah Nak Nazriel menjemputnya?" tanya Pak Imran.
"Tentu Pak, Bapak tidak usah sungkan, aku juga Anak Bapak." Jawab Ariel tanpa berpikir panjang.
"Terimakasih Nak, kamu memang Anak yang baik, kamu pantas mendapatkan pendamping yang baik." Ucap Pak Imran.
Dilain tempat, semua pasukan sudah dikerahkan, Deril ikut juga menelusuri sungai bersama Re.
Beberapa kampung yang terhubung dengan sungai itu sudah Deril dan Re datangi, namun nihil, semuanya tidak pernah melihat Ariel ataupun ada orang yang menolong Ariel.
Deril dan Re tidak berputus asa, dia akan tetap mencari seperti saran yang Kakeknya berikan.
Dari kampung ke kampung, Deril datangi, untuk mencari Ariel, namun setiap kampung yang Deril datangi semuanya sama.
Penduduk kampung itu tidak pernah mendengarkan ada yang menolong orang hanyut atau mendengar nama Ariel.
"Sudah lebih Tiga kampung kita datangi, tapi tidak ada yang tau, kemana lagi kita harus mencari." Ujar Re sudah sangat lelah.
"Aku juga tidak tau, lebih baik kita istirahat sebentar, hari juga sudah mulai gelap,. Besok baru kita lanjut lagi." Ujar Deril sembari duduk beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga.
Setelah beristirahat sejenak, Deril dan Re kembali kelokasi pertama Ariel dibuang kesungai.
Disana ada Nyonya Rita juga yang ingin ikut mencari Ariel. Deril sudah melarang Nyonya Rita dengan alasan kelelahan.
Tapi Nyonya Rita bersikeras untuk ikut, jadi mau tidak mau Deril membawa Mamanya juga, tapi harus tetap dimobil, Nyonya Rita tidak diizinkan ikut ke kampung yang dituju oleh Deril dan Re.
"Bagaimana, apa kalian sudah menemukan Ariel, dimana dia, Mama ingin bertemu, Mama sangat rindu." Nyonya Rita langsung keluar dari mobil saat melihat Deril dan Re sudah kembali.
Deril dan Re saling pandang, hatinya teriris mendengar Mamanya sangat merindukan Ariel. Namun apa boleh buat, Deril sudah berusaha sekuatnya tapi Allah belum mempertemukannya dengan Ariel.
Deril dan Re, menggeleng, setelah itu Deril menceritakan kepada Mamanya bahwa dia sudah mendatangi beberapa kampung namun tidak ada Ariel disana.
Wajah Nyonya Rita terlihat kecewa, namun Deril membujuk hingga semua pulang dan akan kembali lagi besok.
Sementara di Kampung lain yaitu dikampung tempat Ariel tinggal.
Ariel saat ini sedang menuju kota dengan motor butut Pak Imran dan setiap hari dipakai olehnya untuk bekerja ke kota.
Tidak lama kemudian Ariel sampai dikota, Ariel langsung ke halte bus, karena bus akan berhenti disana dan juga Fira akan turun disana.
Ariel melihat halte bus, kosong tidak ada seorang manusia pun disana. Ariel duduk disana menunggu Fira yang mungkin sebentar lagi sampai.
Dua puluh menit sudah berlalu namun Fira belum juga sampai, Ariel melihat langit sudah kelabu, mungkin sebentar lagi akan turun hujan lebat.
Tapi Fira belum juga tiba, bagaimana pulangnya nanti kalau hujan, fikir Ariel, apalagi dia tidak membawa payung atau baju hujan.
"Kenapa lama sekali, apa terjadi sesuatu sama dia." Gumam Ariel. Ariel merogoh ponsel jadulnya, dia Muali menelepon Fira.
Namun ponsel Fira tidak bisa dihubungi.
Bersambung.
Jdi g' sabar liat si ustad itu bungkam,,
Tpi g' pa" jga sich lo mereka nikah kn mereka bkan saudara kandung
Semoga cepat ktmu y kesel aq ma ustad sombong itu..Apa ariel y pemilik kebun yg baru itu..