NovelToon NovelToon
Suara Hati DARREN

Suara Hati DARREN

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Balas Dendam / Berbaikan / Anak Genius / Murid Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Menceritakan seorang pemuda bernama Darren yang kehidupannya tampak bahagia, namun terkadang menyedihkan dimana dia dibenci oleh ayah dan kakak-kakaknya karena sebuah pengakuan palsu dari seseorang.

Seseorang itu mengatakan bahwa dirinya sebagai pelaku atas kecelakaan yang menimpa ibunya dan neneknya

Namun bagi Darren hal itu tidak penting baginya. Dia tidak peduli akan kebencian ayah dan kakak-kakaknya. Bagi Darren, tanpa mereka dirinya masih bisa hidup bahagia. Dia memiliki apa yang telah menjadi tonggak kehidupannya.



Bagaimana kisah kehidupan Darren selanjutnya?
Yuk, baca saja kisahnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batalkan Penandatanganan Kontrak Itu

Markas DR'GUARD97..

Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya saat ini berada di ruang penyiksaan. Mereka ada disana sejak satu jam yang lalu. Mereka memutuskan untuk membatalkan rencananya pergi ke perusahaan masing-masing dan memiliki untuk pergi ke Markas miliknya.

Darren menatap tajam kearah pria di depannya. Begitu juga dengan ketujuh sahabat-sahabatnya. Tangannya mengepal kuat sehingga memperlihatkan kulit tangannya memucat.

Pria yang di depannya itu adalah Bondan, tangan kanan sekaligus sahabatnya Riyo. Dia bisa menjalin hubungan persahabatan dengan Riyo karena Riyo sudah banyak membantunya, salah satunya adalah menyelamatkan nyawanya dalam perdagangan anak jalanan.

Sejak kejadian penyelamatan dirinya itu, Bondan pun bertekad menjadi lebih kuat dengan dia membentuk sebuah kelompok yang mana nantinya kelompok tersebut akan membela orang-orang lemah dari kejahatan.

Namun sayangnya, Bondan tidak tahu bahwa Riyo telah menipunya selama ini dengan mengatasnamakan persahabatan sehingga apa yang diinginkan oleh Riyo selalu dituruti oleh Bondan. Hingga pada akhirnya, niat awal Bondan membentuk sebuah kelompok untuk menolong orang-orang lemah menjadi kelompok kejahatan.

"Berani juga lo ingin mencelakai kedua kakak gue, hum?" tanya Darren dengan tatapan tajamnya.

Bondan melihat kearah pemuda yang berbicara dengannya. Dia melihat pemuda itu menatap tajam kearah dirinya.

"Berapa lo dibayar oleh bajingan itu? Apa cukup buat lo dan kelompok Bangau."

Deg..

Bondan seketika terkejut ketika mendengar ucapan pemuda tersebut. Dia tidak menyangka jika pemuda tersebut mengetahui nama kelompoknya.

Darren seketika tersenyum menyeringai ketika melihat wajah terkejut Bondan. Begitu juga dengan ketujuh sahabat-sahabatnya.

"Kenapa? Apa lo terkejut mendengar pertanyaan dari sahabat gue?" tanya Axel.

Hening..

Tidak ada yang bersuara setelah itu. Hanya tatapan mata yang saling memberikan tatapan tajamnya.

"Dikarenakan lo sudah berani ingin mencelakai kedua kakak gue, maka gue juga akan melakukan hal yang sama sama dua anggota keluarga lo," ucap Darren dengan santainya.

Deg..

Bondan seketika membelalakkan matanya. Dia menatap kearah pemuda di depannya. Terlihat dari tatapan mata pemuda itu bahwa pemuda itu serius dengan ucapannya.

"Gue sudah tahu identitas tentang anggota keluarga lo. Jadi, bersiaplah."

Setelah mengatakan itu, Darren langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut, diikuti oleh ketujuh sahabat-sahabatnya.

Baru beberapa langkah, Bondan seketika berteriak.

"Tolong jangan sakit keluarga saya!"

Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya seketika tersenyum di sudut bibirnya.

"Sudah terlambat!" Darren berucap.

Setelah itu, Darren kembali melanjutkan langkahnya. Begitu juga dengan ketujuh sahabat-sahabatnya.

***

Kini Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya sudah berada di dekat mobilnya masing-masing. Ketika mereka hendak masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Darren merasakan pusing disertai dengan kilasan suatu kejadian.

"Ssshhh," ringis Darren.

"Ren!" ketujuh sahabat-sahabatnya menatap khawatir padanya.

KILASAN KEJADIAN DI PIKIRAN DARREN

Besok adalah pemandangan kerjasama kita dengan perusahaan DR'DMC milik Danar, perusahaan RM CORP milik Rama dan perusahaan St'Ria Advertising milik Satria. Pastikan bahwa berkas tersebut benar-benar ditandatangani oleh mereka.

Itu sudah dipastikan. Bukankah tujuan kita menjalin kerjasama dengan perusahaan mereka itu kan untuk mengambil alih perusahaan tersebut dari pemiliknya.

Iya, benar.

Hahahaha.

Kita harus berhasil mendapatkannya. Dengan cara seperti ini kita bisa buat mereka hancur.

Darren seketika membuka matanya. Kemudian dia menatap wajah tiga sahabatnya yaitu Darel, Willy dan Jerry.

"Rel, Jer, Wil."

"Iya, Ren!" ketiganya menjawab bersamaan.

"Apakah besok kak Rama, kak Satria, kak Danar akan melakukan penandatanganan kontrak dengan beberapa perusahaan?" tanya Darren.

"Gue nggak tahu, Ren!" Darel langsung menjawabnya.

"Apalagi kita!" seru Jerry dan Willy bersamaan.

"Kalau begitu hubungi kakak kalian masing-masing. Dan jangan loadspeaker panggilannya," perintah Darren.

"Baiklah!" Jerry, Willy dan Darel langsung mematuhinya.

Ketiga mengambil ponselnya di saku celananya. Setelah itu, mereka menghubungi kakak mereka masing-masing.

"Hallo, Wil!"

"Hallo, Jerry!"

"Hallo, Rel!"

Itulah suara jawaban dari Danar, Satria dan Rama. Dan didengar oleh Darren dan sahabat-sahabatnya.

"Kak Danar, kak Satria, kak Rama. Ini aku!"

"Iya, Ren!" ketiganya menjawab dengan kompak.

"Apa aku boleh nanya sesuatu?"

"Iya, boleh!"

"Kamu mau nanya apa?"

Darren seketika tersenyum ketika mendengar jawaban kompak dari ketiga kakak sahabatnya.

"Apa benar kalian besok akan melakukan penandatanganan kontrak dengan beberapa perusahaan?"

"Iya, itu benar!"

"Lebih baik kalian batalkan saja penandatanganan kontrak tersebut."

Deg..

Baik ketujuh sahabat-sahabatnya Darren maupun ketiga kakak dari Willy, Jerry dan Darel terkejut ketika mendengar ucapan dari Darren. Mereka semua melihat kearah Darren.

"Kenapa, Ren?"

"Apa kamu mengetahui sesuatu?"

"Apa alasan kamu meminta kita untuk membatalkan penandatanganan kontrak tersebut?"

"Mungkin kalian tiak akan pernah, tapi ini adalah kenyataannya. Dan aku melakukan ini agar kalian tidak menyesal nantinya."

"Apa? Katakan!" itu suara Danar.

"Mereka tidak benar-benar ingin menjalin kerjasama dengan kalian, melainkan mereka ingin menghancurkan kalian dengan cara merebut perusahaan kalian."

Deg..

Ketujuh sahabat-sahabatnya seketika membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan sekaligus jawaban dari Darren. Begitu juga dengan Danar, Satria dan Rama di seberang telepon.

"Jadi maksud kamu kalau mereka memberikan berkas dengan tinta yang bisa hilang, begitu?" tanya Rama.

"Iya."

"Calon rekan kerja kakak itu adalah sahabat kakak sendiri. Tidak mungkin dia tega melakukan hal tersebut," ucap Satria.

"Iya, Ren. Begitu juga dengan kakak!" seru Danar dan Rama.

Darren seketika memperlihatkan wajah tak mengenakan ketika mendengar jawaban dari ketiga kakak dari tiga sahabatnya.

Sementara untuk Willy, Jerry dan Darel. Mereka bisa melihat perubahan wajah Darren ketika mendengar ucapan dari kakaknya. Mereka meyakini bahwa Darren kecewa karena ucapannya tidak dipercayai oleh kakaknya.

"Ya, sudah kalau itu jawab kalian. Semua keputusan ada ditangan kalian. Yang penting aku sudah mengatakannya kepada kalian dan aku juga sudah meminta kalian untuk membatalkan penandatanganan kontrak tersebut. Jika kalian tetap pada keputusan kalian dengan lebih mempercayai sahabat-sahabat kalian, silahkan. Asal kalian jangan menyesal jika ucapanku benar yang mana kalian kehilangan perusahaan kalian."

Setelah mengatakan itu, Darren langsung masuk ke dalam mobilnya. Dia menghidupkan mesin mobilnya, lalu pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan ketujuh sahabat-sahabatnya, walau hanya sekedar membunyikan klaksonnya.

Mendengar ucapan dari Darren dan melihat kepergian Darren yang begitu saja membuat ketujuh sahabat-sahabatnya tak enak hati terutama Willy, Jerry dan Darel.

Bagaimana dengan Satria, Rama dan Danar di seberang telepon? Ketiganya tampak terkejut ketika mendengar ucapan sekaligus jawaban dari Darren. Mereka meyakini bahwa Darren kecewa dengannya.

***

Darren sudah tiba di rumahnya. Setelah memarkirkan mobilnya, dia langsung keluar.

Darren melangkah menuju pintu rumahnya. Setibanya di depan pintu, dia langsung membuka pintu tersebut.

Cklek..

Pintu terbuka.

Darren melangkah memasuki rumahnya dan tak lupa menutup kembali pintu tersebut.

Darren melangkah menuju ruang tengah. Dia saat ini tampak lelah. Dia ingin segera ke kamarnya dan langsung istirahat.

Tanpa Darren sadari bahwa ada beberapa pasang mata yang melihatnya melangkah masuk, dan salah satunya menatap tajam kearah dirinya. Beberapa pasang mata itu melihat kearah Darren dari arah yang berbeda-beda.

Dan tanpa disadari oleh salah satu pasang mata yang menatap tajam kearah Darren juga tengah menatap dirinya yang ingin melakukan hal buruk terhadap Darren.

Ketika Darren tiba di empat anak tangga, tiba-tiba datang seseorang yang hendak menyakitinya.

Namun ketika orang tersebut sedikit lagi hendak memukul kepala Darren dadi belakang, tiba-tiba dua orang datang, dan salah satunya langsung menahan tangan orang tersebut.

"Apa yang kau lakukan, Riyo?!" teriak seseorang.

Deg..

Yah! Orang yang ingin memukul kepala Darren adalah Riyo.

Riyo seketika terkejut bersamaan dia menjatuhkan guci di tangannya.

Praang..

Bukan hanya Riyo saja yang terkejut, melainkan Darren juga. Dia seketika langsung membalikkan badannya. Dan seketika dia membelalakkan matanya ketika melihat kedua kakak tertuanya yaitu Davin dan Andra menatap nyalang kearah Riyo.

Deg..

"Ke-kenapa wajah Darren pucat sekali?" batin Davin dan Andra.

Andra menatap tajam kearah Riyo. "Apa yang kau lakukan, hah?! Apa kau ingin menyakiti adikku?!" bentak Andra.

Darren seketika terkejut ketika mendengar ucapan dari Andra. Bahkan dia bisa melihat dari tatapan mata kakak pucatnya itu tersirat kemarahan disana.

Namun karena rasa sakit di hatinya atas ucapan kakaknya itu selama satu tahun ini membuat Darren tak bereaksi sama sekali. Justru dia bersikap biasa saja.

"Ka-kak Andra, itu..." Riyo seketika berucap gugup.

"Jangan panggil aku kakak. Karena bagaimanapun kau bukan adikku, dan aku bukan kakakmu! Kita tidak memiliki hubungan apapun. Seperti yang dikatakan Gilang tempo lalu bahwa kau adalah tamu disini. Jadi bersikaplah layaknya tamu!" bentak Andra.

Riyo terkejut mendengar ucapan dari Andra. Tangannya mengepal kuat di samping tubuhnya.

"Brengsek!" umpat Riyo di dalam hatinya.

Darren seketika tersenyum di sudut bibirnya ketika mendengar isi hatinya Riyo.

[Satu orang sudah menunjukkan sikap kasarnya padamu, Riyo! Berlahan tapi pasti, semua rencana lo akan terbongkar. Tunggu saja]

Mendengar ucapan isi hati adik bungsunya, Davin dan Andra langsung menatap kearah adik bungsunya yang saat ini tampak tak baik-baik saja. Keduanya seketika khawatir akan kondisi adik bungsunya itu.

Davin menatap nyalang kearah Riyo. Dia benar-benar marah atas apa yang ingin dilakukan oleh Riyo barusan.

"Jika lain kali kamu berniat ingin menyakiti Darren, maka aku sendiri yang akan mengusir kamu dari rumah ini." Davin berucap dengan penuh penekanan. "Sekarang, kembalilah ke kamarmu!"

Riyo pun langsung pergi meninggalkan Davin, Andra dan Darren dengan hati yang penuh dendam.

Davin dan Andra menatap kearah adik bungsunya. Mereka benar-benar khawatir saat ini.

"Ren, ka...." ucapan Davin seketika terhenti karena melihat Darren yang langsung pergi begitu saja.

Melihat adik bungsunya yang pergi begitu saja membuat hati Davin seketika sesak. Begitu juga dengan Andra.

Namun mereka tidak marah, apalagi tersinggung. Justru mereka sadar bahwa merekalah yang telah membuat adik bungsunya seperti sekarang ini.

Tanpa Davin dan Andra ketahui bahwa dua adiknya melihat kejadian tersebut. Keduanya tersenyum bahagia melihat apa yang dilakukannya.

1
Miftahur Rahmi23
cerita nya bagus thor. bahasanya ringan, mudah dimengerti
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
lagi kak
sri wahyu
up yg banyak
penasaran kelanjutannya
sri wahyu
makasih kak
semangat
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
semangat kak
up lagi ya
Glastor Roy
up
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
makasih kak semangat updatenya
sri wahyu
baru sadar setelah satu tahun benci
sri wahyu
semangat kak
sri wahyu
menyesal kan
sri wahyu
semngat kak
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
semngat kak
sri wahyu
jantungnya kambuh kah


kasian Darren
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
emang enak di cuekin
semangat trus kak
Glastor Roy
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!