NovelToon NovelToon
Jiwa Seorang Pemimpin

Jiwa Seorang Pemimpin

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyelamat
Popularitas:72.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pa'tam

Dia tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang raja.
Namun jiwa seorang pemimpin sudah melekat sejak kecil dalam dirinya. Dan darah seorang raja mengalir dalam tubuhnya.
Carlos, seorang pemuda yang menjadi pewaris dan penerus dari kakek moyangnya Atalarik attar.
Namun tidak semudah seperti apa yang dibayangkan, rintangan demi rintangan harus ia hadapi. Mampukah Carlos menghadapinya?

Penasaran? Baca yuk!
Cerita ini hanya fiksi belaka tidak ada kaitannya dengan dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Perdana menteri meleraikan pelukannya. Ia memandang kedua anaknya yang sepertinya tidak mengenalinya.

Perdana menteri memakluminya, karena mereka waktu di tangkap masih sangat kecil. Jadi wajar saja mereka tidak ingat dengan ayahnya.

"Anakku," ucap perdana menteri sambil merentangkan kedua tangannya berharap kedua anaknya memeluknya.

Keduanya saling pandang, lalu bertanya kepada ibunya. Ibunya pun mengatakan jika itu adalah ayah mereka.

"Ayah...." Keduanya langsung bangkit dan memeluk perdana menteri. Mereka pun menangis dengan saling berpelukan.

"Kita harus segera pergi dari sini, kalian semua sudah selamat," kata perdana menteri.

Merekapun mengemasi barang-barang yang ada. Pakaian yang mereka miliki hanya pakaian sisa yang diberikan oleh Bram.

"Tidak perlu dibawa, nanti ayah belikan yang baru untuk kalian," kata perdana menteri.

Akhirnya merekapun tidak membawa apa-apa, kecuali yang melekat di tubuh mereka saja. Dan itupun sudah terlihat lusuh.

"Ayo kita segera pergi dari sini," kata perdana menteri pada mereka semua.

Mereka akhirnya keluar dan mendapati para penjaga sudah sadar. Carlos meminta mereka untuk berkumpul di luar.

Sementara Bram masih belum sadarkan diri. Dan dibiarkan tergeletak di tempat tadi. Para penjaga semua tertunduk saat melihat Carlos dan yang lainnya.

"Kalian memperlakukan Yang Mulia raja seperti ini. Apa kalian tidak takut dihukum?" Carlos berkata dengan lantang.

"Kami hanya menerima perintah dari raja. Kami tidak tahu apa-apa," jawab salah satu dari mereka.

"Sekarang aku memberikan hukuman pada kalian," kata Carlos. Mereka semua tertunduk, entah kenapa mereka tidak berani menatap Carlos.

"Kami bersalah, kami siap menerima hukuman," ujar mereka serentak.

"Bagus kalian sadar. Aku hukum kalian untuk menjaga tempat ini. Dan masukkan Bram ke penjara yang sama. Kalian mengerti?" tanya Carlos.

"Baik Tuan," jawab mereka serentak.

"Siapa pemuda ini? Kenapa auranya begitu kuat? Seperti seorang pemimpin," batin raja Andreas.

"Maju kalian satu persatu, aku akan memberikan kalian sesuatu. Dan jika kalian berkhianat, maka benda itu akan membunuh kalian," ucap Carlos lembut. Namun mereka yang mendengar seperti nada ancaman.

"Kak, lakukan!" pinta Carlos.

Carla mengeluarkan jarum suntik dan menyuntik mereka satu persatu. Sebenarnya itu hanya obat untuk kekebalan tubuh. Tapi Carlos mengatakan jika itu adalah alat pendeteksi yang ditanam di tubuh mereka.

Mendengar hal itu, tentu saja mereka takut. Apalagi Carlos mengatakan, jika mereka berkhianat maka mereka akan mati secara perlahan.

Para penjaga pun patuh. Kemudian mereka membawa Bram kedalam penjara. Saat Bram sadar nanti, Bram pasti akan terkejut.

Sementara yang meninggal, segera dikebumikan dengan layak sebagai mana mestinya.

Carlos meminta penjaga lainnya untuk mengurus pemakaman tersebut. Setelah semuanya selesai, barulah mereka kembali.

Raja Andreas pun merasa lega karena sudah terbebas. Kini hanya tinggal bagaimana caranya ia untuk membalaskan dendamnya dan menyingkirkan Wiliam si pengkhianat itu.

"Bagaimana perasaanmu setelah ketemu orang tuamu?" tanya Carlos pada Sofia. Saat ini mereka sedang berada di atas Yacht.

"Aku senang, terima kasih atas bantuan mu. Aku tidak tahu bagaimana caranya membalas semua kebaikanmu," jawab Sofia.

Carlos merangkul Sofia, karena Sofia sedang menangis. Niat Carlos hanya untuk menghibur Sofia, namun di mata orang lain, mereka sedang bermesraan.

"Ehem ... kalian?"

"Paman."

"Ayah."

Keduanya seolah baru tersadar jika ada orang lain disekitarnya. Carlos pun berubah kikuk saat Andreas mendekat.

"Kalian pacaran?" tanya Andreas.

Sofia tertunduk tidak berani menjawab. Sedangkan Carlos juga tidak bisa menjawab. Karena ia juga butuh perhitungan yang matang untuk menjawab untuk menjawab.

Akhirnya Carlos memilih diam. Andreas tersenyum, ia mengerti perasaan anak muda zaman sekarang. Walaupun zaman sudah banyak berubah tanpa ia ketahui.

"Kalian lanjutkan, tapi jangan seperti tadi. Kalian belum resmi menjadi pasangan yang sesungguhnya. Kalian mengerti, kan?"

Carlos mengangguk, ia sangat mengerti dengan kiasan itu. Tapi niatnya bukan karena ingin ambil kesempatan. Tapi hanya untuk menghibur Sofia saja.

"Maaf Paman," ucap Carlos. Andreas mengangguk lalu kembali menghampiri istrinya. Istrinya menegur Andreas karena menggangu moment mereka berdua.

"Benar kata ayahmu, kita harus jaga jarak," ucap Carlos. Sofia mengangguk, sejujurnya ia merasa nyaman dalam dekapan Carlos.

Setelah cukup lama merekapun tiba di pelabuhan. Mereka akan kembali ke tempat tinggal kakek Bahram untuk sementara waktu.

Karena mereka harus bersembunyi terlebih dahulu. Nanti jika bantuan dari keluarga Henderson sudah datang, baru mereka akan bertindak.

Zio mengerahkan orang-orangnya untuk membawa senjata melalui laut. Karena jika lewat udara akan sedikit sulit.

Jadi harus menunggu beberapa hari baru sampai ke negara ini. Sementara keluarga Henderson masih mempersiapkan diri dan menunggu kabar dari bawahan Zio yang membawa senjata.

Kakek Bahram terbangun saat mendengar suara orang berbicara. Ia mengintip dan melihat Carlos dan yang lainnya sudah datang.

Kakek Bahram pun segera keluar dari rumah. Ia berdiri mematung ditempatnya saat melihat anak dan menantunya sudah selamat.

"Ayah...." Andreas langsung memeluk kakek Bahram. Keduanya pun melepaskan rindu dengan tangisan.

"Kamu kurus sekali Nak, tapi syukurlah kalian masih hidup," ucap kakek Bahram.

"Iya ayah, terima kasih sudah membawa putriku pergi. Jika tidak, mungkin William akan mengurungkan nya juga," ujar Andreas.

Kakek Bahram meleraikan pelukannya, lalu meminta menantunya untuk mendekat. Shania pun perlahan mendekat lalu memeluk ayah mertuanya itu yang sudah dianggapnya sebagai ayah kandungnya sendiri.

"Kalian baik-baik saja, kan? Tidak terluka, kan?" tanya kakek Bahram.

"Kek, harusnya kami yang ditanya seperti itu," ujar Sofia.

"Kakek yakin kalian tidak apa-apa, kalian kuat kok," kata kakek Bahram.

Merekapun masuk kedalam. Tapi karena ramai, ada yang berada di bagian dapur. Malam ini meskipun capek, tidak ada seorangpun yang tertidur.

Kakek Bahram pun menceritakan siapa Carlos? Andreas sedikit terkejut, namun ia juga senang.

"Pantas saja auranya begitu kuat. Dan berbeda dengan yang lain," batin Andreas.

"Jangan terlalu dilebih-lebihkan kek, kenyataan aku tidak seperti itu," ucap Carlos.

"Anak ini, semakin berisi semakin merunduk," kata kakek Bahram.

"Kalian untuk sementara tinggal disini dulu, aku juga sudah tidak bisa lagi kembali ke istana. Pasti raja William sudah mengetahui tentang aku," kata perdana menteri.

"Iya, besok kita buat tenda untuk tempat tidur. Nanti bila semuanya sudah aman, baru kita kembali ke istana," kata kakek Bahram.

"Tapi kami akan kembali ke hotel kek, sambil menunggu bantuan datang. Om Zio katanya sudah menyuruh bawahannya untuk bergerak," kata Carla.

Kakek Bahram mengangguk, rencana penyerangan mereka akan mereka diskusikan nanti.

Apalagi perdana menteri sudah memasang kamera tersembunyi disetiap sudut istana. Jadi mereka bisa dengan mudah menyerang.

"Kalian istirahatlah, pasti capek, kan? Sebentar lagi sudah pagi," ucap kakek Bahram.

Mereka tetap tidak mau istirahat, nanti saja kalau sudah sudah pagi, mereka akan berbaring di luar di bawah pohon rindang.

1
Yani Sugondo
bagusnya memang Carlos sm Sofia di indo aja biar Andreas yg jd raja, Sofia kan betah tinggal di tmpat baru
suti markonah
semangat thorr..kereenn pokok'e👍👍👍👍
Mey Abimanyu
plis konfliknya jangan berbau² suruh mengharemm yaaaa ..

mending perang apa bunuh²an aja .. wkkwkw
suti markonah
lanjut thorrr...
Putri Laely
lanjut Thor
Dewiendahsetiowati
bikin kangen Opa Darmendra dan Oma Diva
StAr 1086
next
Yani Sugondo
senengnya Sofia, keluarga suaminya sangat baik, dan semua cake cakep, lnjuut
suti markonah
Ee..yang mulia😄😄😄 bisu ngelucu juga thorrr...sofia pasti seneng di perlakukan dengan baik oleh keluarga suami nya, yg notabene semua nya baik
Deandra Annisa
bagus banget aq suka lanjutkan
jaran goyang
𝙨𝙤𝙛𝙞.... 𝙠𝙚𝙝 𝙗𝙞𝙣𝙜𝙪𝙣𝙜 𝙠𝙣 𝙢𝙨𝙪𝙠 𝙙𝙞 𝙠𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙝𝙚𝙣𝙙𝙚𝙧𝙨𝙤𝙣.... 𝙥𝙖 𝙡𝙜 𝙖𝙦 𝙮𝙜 𝙗𝙘.... 𝙢𝙜𝙠𝙣 𝙥𝙪𝙨𝙞𝙜... 𝙠𝙧𝙣 𝙖𝙦 𝙗𝙘 𝙣𝙮 𝙡𝙜𝙨𝙜 𝙠𝙚 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙖𝙢𝙚𝙨𝙞𝙖
jaran goyang
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jaran goyang
𝙤𝙢𝙖 𝙢𝙤𝙣𝙖 𝙘𝙥 𝙡𝙜 𝙠𝙠🙏🙏🙏🙏𝙮𝙖 𝙠𝙠... 𝙖𝙦 𝙗𝙘 𝙣𝙮 𝙮𝙜 𝙙𝙧 𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙩𝙪
🍒🍒 Aisyah 🍒🍒: mona ibu kandungnya kembar 7
dan diva yg merawat kembar 7 dari lahir Krn pas kembar 7 lahir Mona lansung meninggal, cb baca cerita kembar 7
total 1 replies
Putri Laely
lanjut Thor
StAr 1086
next thor
StAr 1086
next
Atik Marwati
Alhamdulillah sah
kaylla salsabella
keluarga besar Henderson kumpul
L. A
sudah diratukan oleh suami, istri raja pula 😭😭😭nikmat mana yang kau dustakan
Atik Marwati
selamat Carlos jadi raja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!