Area (***), Novel ini menceritakan seorang wanita bernama Riani yang selama pernikahannya selalu di khianati suaminya, hingga akhirnya dia bertemu dengan mantan pacarnya Teddy, yang masih sangat perhatian, mencintainya, namun tanpa di sangka cinta pertamanya yang dia kira sudah meninggal ternyata masih hidup dan mengejar cintanya kembali, dan dia mengidap sakit kepribadian ganda.
Akankah Riani tetap setia pada suaminya Radja, atau kembali dengan mantan pacarnya Teddy, atau bahkan dia bersimpati pada cinta pertamanya Ethan, meski dia pernah menorehkan luka yang teramat dalam
Perasaan Riani dalam dilema...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srikandi Hayaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TOREHAN LUKA HATI
Seusai Riani memberi waktu Teddy untuk memeluknya, dia memilih untuk pulang sendiri meskipun Teddy memaksa untuk mengantarnya.
"Tolonglah Ai, biar aku mengantarmu, karena aku pula yang menjemputmu tadi..." Pinta Teddy.
"Maaf Ted...Tolong beri aku waktu untuk sendiri, karena banyak hal yang harus aku pikirkan dengan semua kejadian ini..." Ucap Riani sambil berlalu meninggalkan Teddy yang berdiri terpaku, kaku melihat kepergian orang yang pernah ia kasihi dan miliki dulu.
Setelah Teddy melihat kepergian Riani hingga tak terlihat lagi bayangannya, Teddy pun berteriak sekeras-kerasnya hingga akhirnya duduk terkulai dalam penyesalan melepaskan mantan kekasih.
Sedangkan di sisi lain Riani menangis menahan luka dari dua pria yang pernah ia kasihi dan cintai, yaitu Teddy pria di masa lalunya dan Radja suami di masa kininya.
.............
Dengan langkah gontai seolah telah terkuras semua tenaganya setelah menangis, Riani membuka pintu dan memasuki kamarnya, di lihatnya Zoya sudah tertidur dengan masih menggenggam hand phonenya.
Di dekatinya tubuh Zoya yang tidur dengan meringkuk imut seperti kucing yang kedinginan, dengan tersenyum dan penuh kasih sayang, setelah Riani mengambil handphone dari tangan Zoya dan meletakkan di atas laci, dengan pelan di selimutinya tubuh Zoya.
"Andai aku bisa tidur seperti kamu Zoya, seolah tanpa beban dalam hidupmu, sungguh alangkah bahagianya aku..." Ucap Riani dalam hati.
Di kecupnya lembut kening Zoya, kemudian setelah dia mengganti bajunya, segera dia pun ikut berbaring di samping Zoya.
Matanya menerawang jauh ke luar jendela yang tirainya masih terbuka dengan pemandangan luar yang gelap tak berbintang, segelap pikirannya sekarang yang buntu karena masalah dalam hidupnya.
.............
Suara lembut dari Zoya yang memanggil namanya segera membangunkan dia dari tidurnya, di lihatnya wajah ceria Zoya sedang menatapnya.
"Good morning kak Riani!" ucap Zoya dengan suara renyahnya.
"Good morning Zoya..." Jawab Riani sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Ada kabar bagus kak, dari pihak pelabuhan memberitahu kalau cuaca hari ini cerah, jadi kita bisa berangkat ke Gili Trawangan dan menemui kakek nenekku" kata Zoya dengan ekspresi wajah sumringahnya.
"Benarkah? kalau begitu kakak segera ke kamar mandi, cuci muka dulu dan kamu Zoya, bisa nggak kakak minta bantuanmu?"
"Kakak mau Zoya bantu apa?"
"Tolong bantu kakak membereskan barang-barang dan baju-baju kakak, kemudian masukkan ke dalam koper dan tas kakak" pinta Riani.
"Baik kak, Zoya segera lakukan" jawab Zoya yang tanpa di komando lagi langsung membereskan barang-barang Riani yang berserakan di berbagai tempat.
"Terima kasih banyak dan maaf...Sudah merepotkanmu."
"Terima kasih kembali kakak, Zoya senang kok kalau bisa bantu kakak..."
"Kalau begitu kakak mandi dulu ya Zoyaku sayang..." Kata Riani lagi sambil mencubit gemes pipi Zoya dan pergi menuju ke kamar mandi.
Sedangkan Zoya hanya tersenyum senang sembari menatap kepergian Riani hingga menghilang di balik pintu kamar mandi.
.............
Baru saja Riani keluar dari kamar mandi, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dari arah luar.
Dengan segera Zoya berlari dan membukakan pintu.
"Kak Randi! pagi kak, ayo masuk!"
"Pagi adikku yang manis, pagi mba Riani! jawab Randi sambil mencubit kedua pipi adik kesayangannya itu dan menyapa Riani.
"Pagi juga Ran, masuklah!"
"Apa semuanya sudah siap mba? Zoya sudah memberitahu mbak kan kalau hari ini kita bisa ke Gili Trawangan?"
"Sudah, tadi Zoya sudah memberitahuku dan kami sudah siap sekarang."
"Baguslah, kalau begitu bagaimana jika kita cek-out dari resort dulu, kemudian kita berangkat menuju ke Gili Trawangan?"
"Baiklah, ayo berangkat sekarang."
"Sini kak biar Zoya bantu bawa tasnya" kata Zoya sambil mengambil tas dari tangan Riani tanpa menunggu persetujuan darinya.
"Kamu ini Gek, main serobot aja! mba Riani belum jawab mau nggaknya di bantu sama kamu tuh..."
"Kak Riani pasti mau lah Bli, kan Zoya adik kesayangannya, iya kan kak Riani?" kata Zoya sambil tangan dan kepalanya bergelayut manja pada Riani.
"Kamu itu kepedean banget sih Gek..." Kata Randi lagi sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya itu.
"Emang Zoya adik kesayangannya kok Bli, iya kan kak Riani?" jawab Zoya lagi dengan logat Bali yang medok.
"Iya kamu adik kesayangan kakak yang paling imut" jawab Riani sambil mengacak-acak gemas rambut Zoya.
Setelah Riani mengecek kembali ruang kamarnya dan memastikan tidak ada barang yang ketinggalan, diapun segera keluar, kemudian menutup dan mengunci pintu kamarnya.
Setelahnya Riani berjalan ke arah lobi di mana Zoya dan Randi sudah ke sana terlebih dahulu menunggunya.
Setelah Riani bicara sebentar dengan Randi dan Zoya, diapun segera menuju ke resepsionis dan menyerahkan kunci kamarnya.
Riani, Randi dan Zoya pun segera melangkahkan kaki mereka meninggalkan resort tersebut dan berjalan menuju pangkalan Cidomo.
Sesampainya di pangkalan Cidomo mereka berniat langsung naik Cidomo yang masih kosong belum ada penumpang, namun baru saja mereka berjalan beberapa langkah tiba-tiba terdengar suara pria memanggil namanya, dan tidak lama kemudian menyusul suara pria lain yang juga memanggil namanya dari arah lain.
"Ai!" suara pria yang tak lain adalah Teddy.
"Dek!" suara pria dari arah lain yang ternyata adalah Radja, suami Riani.
Riani sangat terkejut melihat kedatangan Radja, sedangkan Randi dan Zoya yang berdiri di belakang Riani kebingunan melihat Radja, Teddy dan Riani secara bergantian.
Radja dan Teddy berjalan bersamaan ke arah Riani, setelah keduanya sampai di samping Riani mereka masing-masing memegang tangan Riani dan berusaha saling menarik tangan Riani ke arah mereka.
"Cukup!" kalian dua pria dewasa, tolong jangan kekanakan!" kata Riani sambil menghentakkan kedua tangannya dengan keras hingga terlepas dari keduanya.
"Maaf Ai...Kalian berdua bicaralah baik-baik, dan kamu Radja, jika kelak kamu selalu menyakitinya dan tidak bisa menjaga dia lagi, maka jangan salahkan aku jika nanti aku yang akan menggantikanmu menjaganya" Tedy pun berlalu setelah memberi peringatan pada Radja dan meninggalkan keduanya yang masih terdiam.
"Maaf...Kami berdua juga sebaiknya pamit pergi dulu dan memberi kalian waktu untuk bicara" kata Randi sambil menarik tangan Zoya meninggalkan Radja dan Riani.
.............
Terlihat Riani dan Radja duduk di salah satu bangku taman dekat pantai, keduanya masih terdiam dan enggan untuk memulai pembicaraan.
"Dek...Tolong bicaralah padaku, aku tidak bisa tahan jika kamu diamkan aku seperti ini" kata Radja akhirnya, membuka perbincangan.
"Dari mana kamu tahu aku di sini, lalu kenapa kamu datang ke sini mas?" kata Riani dengan nada dingin.
"Jangan salahkan Roro, aku yang memaksanya, karena aku tidak tahan dan tersiksa dengan perasaan bersalahku ini..."
"Mas, bukankah aku sudah mengatakan dengan sangat jelas, aku sudah memaafkanmu tapi untuk kembali denganmu aku masih butuh waktu untuk memikirkannya..."
"Apakah ini karena ada Teddy yang sekarang menemanimu?"
"Ini tidak ada hubungannya dengan Teddy, bagiku dia hanya masa laluku, kenapa kamu selalu menyangkut pautkan masalah kita dengan dia sih mas?! jawab Riani yang mulai tersulut emosinya.
"Tapi kenapa dia bisa ada di sini dan bersamamu dek?"
"Aku juga tidak tahu, kamu tanyakan saja sendiri padanya, sudahlah tidak ada gunanya kita bicara mas, bila ujung-ujungnya pertengkaran juga" jawab Riani sambil bangkit dari duduknya, hendak pergi.
"Oke-oke, maafkan aku dek, jujur...Aku sangat cemburu melihat mantan pacarmu hingga sampai ke sini masih mengejarmu..." Kata Radja sambil berusaha merayu Riani agar mau duduk kembali.
"Aku sangat benci dengan kecurigaanmu itu mas, sudah aku bilang untuk ke berapa kalinya, dia hanyalah mantan dan masa lalu bagiku" jawab Riani sambil menepis tangan Radja dan berjalan menjauh darinya.
"Jadi sebenarnya kamu memilih siapa dek?! teriak Radja.
Riani menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya pada Radja yang berdiri agak jauh darinya.
"Asal kamu dan Teddy tahu, aku tidak akan pernah memilih kalian, karena kalian berdualah dua pria yang pernah menorehkan luka di hatiku" jawab Riani yang kemudian kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Radja.
"Jadi tidak ada harapan lagi untukku...Maafkan aku istriku, aku benar-benar menyesal, apa yang harus aku lakukan agar kamu mau kembali padaku?" sesal Radja dalam hatinya, diapun dengan lemas kembali duduk di bangku taman, sedangkan matanya menatap kosong ke arah laut yang terhampar luas jauh dari pandangan...
Novel omah yg baru berjudul EPIPHANY, sudah up loh..
Bunda wow hebat bunda ku udah sampai epesode 100 lebih ,kirito bangga punya bunda yang jago