Ayana Frandrika harus diusir oleh kedua orangtuanya karna ia kedapatan hamil dengan posisi masih menjadi
siswi disalah satu sekolah Negeri disebuah kota. tak ingin menanggung malu, orangtua Ayana dengan tega menyuruh Ayana pergi dan mencari pria yang telah menghamilinya.
Ayana terpaksa datang pada Kelvin, kekasihnya yang juga termasuk ayah biologis dari calon anak yang dikandung Ayana.
Namun karna keadaan ekonomi Kelvin yang pas-pasan, membuat Kelvin selalu menyalahkan Ayana yang harus hamil diusia mereka yang masih sangat muda. Pernikahan bahagia yang diimpikan Ayana selama ini jika bersama Kelvin ternyata hanya sebuah mimpi saja. pada kenyataannya Ayana harus teraniaya dan tersakiti terus-terusan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
apa pantas kau membawa wanita lain
Bab 17
.
.
.
Mobil Davian berhenti diujung komplek sesuai permintaan Ayana. Awalnya Davian menawarkan untuk langsung kerumah kontrakan saja, namun Ayana terus menolak dan berdalih ia tak mau sampai terjadi kesalah fahaman. Dan jika alasannya itu, Davian tak bisa lagi ngeyel. Ia hanya bisa menurut saja.
"Aku yakin ay, sampai sini saja ??" Tanya Davian lagi. Ayana menggangguk seraya membuka seftbell yang ia kenakan.
"Ini sudah dekat sekali Dav. Maaf sebelumnya. Biar bagaimana pun aku ini istri orang, aku tidak mau terjadi salah faham. Kau kan sudah aku beritau sejak dijalan tadi."Tutur Ayana.
Davian menggangguk lagi. "Baiklah. Hati-hati ya.." Ayana membalas dengan anggukan serta senyuman. Ia pun nampak segera turun dan melangkah kembali kekontrakannya.
"Kasihan sekali kau Ay, aku tau kau sangat menderita dipernikahanmu.. Meski aku tidak tau, tapi aku sangat mengerti dari sorot matamu itu.."gumam Davian sendiri.
.
.
Tiba dirumah. bukannya disambut dengan kasih sayang, Ayana malah mendapat omelan dari Kelvin yang masih betah berduaan dengan Mega dikontrakan itu.
kata pulang yang seharusnya bisa menenangkan, nyatanya malah menjadi kesakitan lagi untuk Ayana.
"Kok ingat pulang ?? Apa tidak enak menginap dirumah sakit terus ?? Kau hutang siapa untuk bayar biaya rumah sakit ??" Tegur Kelvin.
Ayana menunduk. Karna tak mau menatap Kelvin yang tengah memangku Mega dengan manja. "Maaf, aku tadi pingsan dijalan."balas Ayana lirih.
"Kau ini terlalu manja !! Dan juga terlalu lemah."Timpal Kelvin.
Mega tersenyum dengan penuh hina.
"Vin.. Dia siapa ??" tanya Ayana penuh keraguan.
"Dia kepo sekali.." Ucap Mega.
Kelvin tersenyum mengejek."Kau harus tau dan terbiasa. Dia mega, Kekasihku. Dulu aku dan dia berpisah karna kau yang hamil."
"Tapi vin.. Kau kan suamiku, apa pantas kau membawa wanita seperti ini ??" Timpal Ayana.
"Memangnya kenapa ??!! mau protes ?? jika tidak mau pergi saja sana !!" balas Kelvin dengan mudah.
Seakan tak memikirkan perasaan Ayana, Kelvin malah menciumi bibir Mega dihadapan Ayana
Tak ingin melanjutkan perdebatan, Ayana langsung masuk kedalam. Menumpahkan air mata kesedihannya. Rasanya sangat sakit sekali, Jika ia pergi ia akan kemana ??
.
.
Davian masih betah menunggu diujung Gang. Kekawatirannya masih saja ada. entah mengapa pria itu malah masih saja diam menunggu disana.
Perhatian Davian teralihkan saat mobil Mega melewati mobilnya.
"Itu kan Mega ?? Dia dari mana ?? Apa jangan-jangan..-" Davian melihat dengan seksama.
"Astaga.. Kelvin, apa-apaan pria itu ?? Kasihan sekali Ayana."gumam Davian yang terus memikirkan Kondisi Ayana.
Davian memilih langsungs pergi juga. Ia tidak tau akan berbuat apa karna memang itu urusan rumah tangga mereka.
.
.
"Ay !!! Buatkan aku makanan !!!" teriak Kelvin setelah mengantar mega keluar rumah.
Hening tak ada sahutan. Kelvin masuk kedalam kamar tapi Kosong juga. "Wanita itu kemana lagi sih ?!!"Kelvin beralih pada dapur.
Disana Kelvin baru menemukan Ayana yang pingsan kembali dengan hidung mengeluarkan darah.
"Astaga !!! Apa dia itu memang ingin tinggal dirumah sakit sih !!! Pingsan lagi !!!" gerutu Kelvin dengan kesal.
"Ay !! Bangunlah !!!"Kelvin terus menggoyang-goyangkan tubuh Ayana. Namun tetap tak ada sahutan. Sembari mendesah kesal, Mau tidak mau Kelvin membopong tubuh Ayana guna dibawa kefasilitas kesehatan.
.
.
Lagi, Baru saja pagi tadi Ayana kembali dari rumah sakit, Siang itu Ayana kembali tiba dirumah sakit itu bersama Kelvin.
Kelvin memanggil perawat guna membawakan brankar untuk Ayana.
Setelahnya,Ayana segera dibawa untuk ditangani.
Kelvin tak langsung mengikuti ia hanya memijit pelipisnya saat perawat menyuruhnya mendaftarkan pasien.
"Sialan Ayana !!! dia benar-benar mau membuatku miskin !!" umpat Kelvin dengan sangat-sangat tidak suka.
.
.
.
Belum sadar juga?
Trauma tapi sering tu ciuman dg Davian bahkan sering curi ciuman lagi.Waras gak si