NovelToon NovelToon
Fobia Pria Tampan

Fobia Pria Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Imelda Agustine

Kisah seorang wanita bernama Kiko, karena trauma masa lalu nya membuat Ia jijik jika di sentuh oleh seorang pria.

Lebih parahnya akan membuat Ia panik, gemetar bahkan Pingsan.

apalagi Pria itu Tampan.

kemudian Ia bertemu dengan seorang Pria Tampan dan anehnya Ia bisa bersentuhan langsung dengannya, Karena hal itu lah yang membuat Kesalah Pahaman ini Terjadi.

Kiko tidak tahu bahwa Pria tersebut adalah Pria mapan, tampan dan berhati dingin. banyak di Gilai oleh banyak kaum hawa.

Pria tersebut tak lain bernama Dion, pengusaha muda sukses yang memiliki kuasa serta segalanya.


ikutilah Kisah mereka, jangan di lewatkan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Mendekati

KRIIIINGGG KRIIINGGG

Bunyi bisingan alarm pun mampu menembus alam mimpi Kiko, tapi kali ini tangannya bergerak untuk mematikan alarm itu sendiri kemudian kembali tidur.

Ia lupa bahwa mulai hari ini Ia mulai bekerja, dan hari ini pula hari pertamanya masuk kerja.

perusahaan milik Dion masuk pukul jam 9 pagi, dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi yang dimana Kiko harus segera bersiap berangkat kerja dan tak lupa harus menyiapkan sarapan untuk Dion.

apakah Kiko akan datang terlambat pada hari pertamanya masuk kerja?

Dion yang sudah mulai bangun segera membersihkan dirinya di kamar mandi, setelah itu melihat menu masakan yang disajikan Kiko diatas meja makan karena Dion mengira bahwa Kiko akan bangun lebih pagi kali ini.

"kenapa mejanya kosong? apa karena dia mulai bekerja jadi lupa untuk melayaniku?" gumam Dion kesal, "cih, menyebalkan!"

Dion mengira Kiko sudah berangkat kerja hari ini tapi Ia masih melihat bahwa pintu kamar Kiko sedikit terbuka tak ditutup dengan rapat.

"ya Ampun, ternyata dia masih molor aja!"

Dion segera melangkah memasuki kamar dan membangunkan Kiko segera.

"hei bangun!", membangunkan menggunakan kaki.

"pakai t a n g a n, Tuan!" jawab Kiko setengah sadar

Lalu Kiko kembali tidur lagi dan mengorok.

astaga, wanita ini jorok dan pemalas sekali

"mesum, bangun!", membangunkan menggunakan tangan.

"pakai K a k i saja Tuan!" jawab Kiko lagi tanpa sadar.

"cih, kau ini kalau disuruh tidur sampai tidak ingat waktu"

kemudian Dion membuang selimut yang digunakan untuk menutupi tubuh Kiko, Ia mendekatkan diri ditelinga Kiko

"BANGUN! KEBAKARAN! KEBAKARAN!" teriak Dion tepat ditelinga Kiko

sontak Kiko langsung beranjak dari tempat tidurnya seketika

"dimana yang kebakaran? dimana? dimana?" tanya Kiko linglung

"ha ha ha"

Dion pun terkekeh melihat tingkah Kiko yang lucu dan linglung karena Ia kerjai.

"ihh kau menyebalkan, orang enak tidur malah diganggu" Kiko menebalkan bibir kesal

"hei, kau seharusnya berterimakasih padaku karena membangunkanmu"

Dion langsung mengambil jam meja analog lalu mendekatkan dekat wajah Kiko yang masih setengah mengantuk.

"kau tidak lihat sekarang sudah jam berapa hah?"

"jam delapan lima belas menit, lalu kenapa?"

"kenapa?" Dion balik bertanya mengangkat alis

Dan akhirnya memori didalam otak Kiko pun kembali penuh.

"astaga, astaga. aku terlambat!" jerit Kiko langsung masuk kedalam kamar mandi.

ya ampun, kenapa dia manis sekali sih. eh, tidak tidak.

Dion memukul kepalanya pelan, "apa sih pikiranku!"

****

"Tuan, maaf saya tidak sempat menyiapkan sarapan?" Kiko memasang sepatu hak nya buru buru.

"eh, tidak boleh kau harus menyiapkan aku sarapan terlebih dahulu!"

"maaf Tuan, saya pergi dulu!" Kiko berlari tanpa menghiraukan Dion yang berteriak memanggil dirinya.

"arghhh seharusnya aku tidak membangunkannya tadi" gumam Dion menyesal

****

Kiko akhirnya datang ketempat kerja walau pun Ia sedikit terlambat tapi untunglah keterlambatannya masih bisa ditolerir oleh Siska atasannya.

"hai Nona, kita bertemu kembali" sapa pria yang Ia kenal pernah bersitatap dengannya

"hai, kau diterima juga kerja disini?"

Pria itu mengangguk, "mulai hari ini kita satu tim kerja", ucap Pria tersebut tersenyum ramah, "oh ya, perkenalkan saya Riko"

Pria itu menjulur tangan memperkenalkan diri serta bersalaman layaknya orang pada umumnya,

tapi Kiko tak dapat bersentuhan dengan Pria, Kiko hanya membalasnya dengan membungkuk memberi hormat.

"nama saya Kiko, mohon kerjasamanya"

Riko menarik tangannya kembali dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena malu Ia di cuekin.

"ah, iya mohon kerjasamanya juga"

Kiko pun duduk di meja kerjanya sendiri yang bersebelahan dengan Riko.

ah, wanita menarik.

****

Disisi lain Dion hanya mondar mandir tak karuan didalam rumah. Ia merasa kesepian karena tak ada lagi Kiko yang biasa dia jahili ketika sedang berada dirumah.

Dion tak berhenti terus menengok jam dinding dan ingin cepat berlalu pasalnya perusahaan milik Dion, tempat Kiko bekerja. pulang jam 5 sore dan sekarang masih jam 2 siang.

"huh, jika tahu seperti ini. aku lebih memilih dia menjadi pengangguran saja agar bisa menemaniku sepanjang waktu" gumam Dion kesal dan gusar.

kemudian ponsel Dion berdering menunjukkan ada panggilan telefon dari 'mama'

"hallo" jawab Dion singkat

"sayang, kau dimana? mama datang mencarimu kerumah juga apartemenmu tapi kau tak ada"

"ada apa mama mencariku?"

"oh itu mama ada hal yang perlu mama sampaikan kepadamu"

"jika mengenai hal yang tidak penting, sebaiknya tidak usah!"

"aduh kenapa kau dingin sekali kepada mamamu sendiri", mama Dion merengek, "mama ini kangen denganmu, jenguklah mama kali ini sayang!"

Dion mengerut kening tak ada pilihan lain, "baiklah, Dion akan segera menemui mama"

Dion begitu tampak kesal karena Ia tahu bahwa mamanya pasti hanya pura pura bermanja padanya karena Ia ingin membicarakan tentang kedekatan Dion dengan wanita pilihan mamanya.

Dion pun menelfon Gogo untuk mengantarnya datang ke kediaman keluarganya.

****

di Kediaman Dion

"sayang, akhirnya kau datang menjenguk mama" mereka berpelukan

dan seketika itu pula datang Mela datang di balik pintu, persis sekali dengan apa yang Dion pikirkan.

"Dion, lama tidak bertemu, aku kangen", ucap Mela dengan nada manja ingin merangkul tangan Dion tapi Dion segera menepisnya

"jangan menyentuhku, cih!" mengibas lengan bajunya takut kotor bila tersentuh

Mela pun merengek manja pada mama Dion membuat Dion makin kesal.

"katakan! mama ingin menyampaikan hal p e n t i n g apa kepadaku?" tanya Dion memalingkan muka

karena memang tak ada yang perlu disampaikan atau berbohong jadi ketika Dion menekankan kata 'penting' membuat mama Dion ciut seketika.

"hmm itu.., kenapa kau tidak masuk terlebih dahulu sayang? dan menginaplah sehari saja disini ya!" manja mama Dion mengalihkan pembicaraan

"maaf ma aku harus pergi!"

Dion pun langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan mamanya dan Mela yang sedang merengek sambil memanggil namanya.

"kan tante, Dion jahat kepadaku" rengek Mela dipelukan mama Dion

"sudah tak apa, Dion memang sikapnya tidak berubah seperti itu, kau harus lebih sabar" menepuk punggung Mela untuk menghibur.

jika anakku tidak menyukaimu, aku tidak dapat melakukan apapun.

****

Dion sudah kembali ke rumah Kiko serta ditemani Gogo kali ini.

"bagaimana hari pertama Kiko masuk kerja? apakah lancar?"

"sa..."

"jangan jawab! lebih baik aku menanyakannya langsung"

huh, mau nya Bos ini apa sih kenapa sekarang dia menjadi aneh seperti ini.

Gogo meneguk minuman dingin yang baru sempat Ia beli disupermarket dengan cepat kilat.

Dion mengelus ngelus alisnya merasa gelisah karena seharian Ia tidak bisa lagi bertemu dengan Kiko.

"apakah staff bawah bagian umum banyak mengenal wajahku?" tanya Dion tiba tiba

"hmm sepertinya tidak Tuan karena Anda tidak suka bertemu dengan sembarang karyawan jika tidak menyangkut hal penting kecuali para manager perusahaan"

"bagaimana jika aku bekerja dan memasuki staff umum menjadi karyawan magang?"

BYUURR

Seketika Gogo tak sengaja menyemburkan minumannya karena kaget.

"huh, kau jorok sekali! kau ingin aku mati terserang kuman jahat yang bersarang di mulutmu?"

"ma..maaf Tuan saya tidak sengaja"

belum juga kena dia sudah marah seperti ini, apalagi jika terciprat di tubuhnya yang berharga, hikss

"jadi bagaimana menurutmu?"

"apa ini karena Nona Kiko?"

"ya bukanlah bodoh! kau pikir aku mau pura pura menjadi pekerja magang agar bisa dekat dengannya?" bentak Dion

"kan saya tidak bilang seperti itu" gumam Gogo mengejek

Dion hanya melotot.

"tapi apa Tuan serius?" tanya Gogo

"apa aku terlihat bercanda hah?" masih melotot, "siapkan segera agar tidak ada yang curiga!"

"baik Tuan"

duh, cinta bisa membuat orang aneh ya hi hi

****

Disisi lain Kiko berjalan pulang dan melihat ada sebuah mobil tak lain milik Dion yang dikendalikan Gogo terparkir didepan rumahnya,

Kiko sengaja masuk kerumah tanpa bersuara dengan mengendap ngendap.

Kiko yang bersembunyi dibalik tembok mencoba menguping pembicaraan mereka berdua.

"hal intim apa ya yang sedang mereka bicarakan? intip ah, hi hi "

****

1
Gracely Sumendap New
udah 2023 ga lanjut thor, abis idea? 💪
Sulistiyo Wati
ceritanya persis film lee minho
Erstinowsky
aduh ngakakkk banget😂😂😂😂😂😂
Deli Momoidea Pelangiran
😁😁😁
Dafina Delisha
Awal ug seru... langsung favorit nih...
Endang Susilawati Polly
good
ceritanya sangat menarik
Bonaria Simbolon
heran ya, knp cerita ini belum up juga smpi skrg.
Bonaria Simbolon
lanjut up lg dong thor cerita nya ?
Bang Chan
Novelnya sangat menarik
Wahyu Mu'in
siap lembur ....
Wahyu Mu'in
menarik .....lanjut
Nur Adam
lnjht
玫瑰
lucu sangat
玫瑰
Wah.. ibu bapa mereka dulu teman baik..
agasaka
aneh
agasaka
jorok dan pastinya bau naga
agasaka
nenk sihir
agasaka
a mampir tor suka pisualnya ngena bnget.
Satya David
kelamaan ceritanya kebanyakan mengulur ngulur kesel2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!