Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Brandon menggelengkan kepalanya tak percaya, dia masih berpikir kalau Tatiana sangat mencintainya. Sebesar apapun kesalahannya, Tatiana tidak akan mungkin minta cerai.
"Tidak mungkin! Tatiana itu sangat mencintai ku, dia sangat mencintai ku. Dia tidak mungkin minta cerai!"
Feby diam, dia juga tidak mengira. Kalau Tatiana akan minta cerai. Selama ini Tatiana sangat penurut, sangat patuh. Siapa sangka dia akan minta cerai. Rasanya bahkan Feby pun tidak bisa mempercayai hal itu.
Selama ini, meski Feby marah. Meminta Tatiana melakukan hal-hal yang tidak masuk akal sekalipun. Tatiana tak pernah menolak. Tatiana sangat patuh pada Feby. Sangat menghormatinya, terlebih lagi Tatiana juga sangat sayang pada ayah mertuanya. Ketika Burhan sakit saja, dia sendiri yang membuatkan bubur untuk ayah mertuanya itu disela kesibukkannya. Rasanya mustahil, Tatiana minta cerai dari Brandon.
"Tidak mungkin dia minta cerai!"
Dan reaksi Feby juga Brandon itu sangat mengejutkan Siska. Kenapa mereka berdua seperti tidak rela Tatiana minta cerai dari Brandon. Bukannya selama ini Feby itu selalu saja bicara dengan sinis pada menantunya. Bahkan sering mengatakan Tatiana itu seperti ayam yang tidak bisa bertelur. Seperti sangat kesal dan benci pada Tatiana. Tapi, begitu Tatiana bilang mau cerai, kenapa wajah Feby seperti itu, begitu gelisah dan khawatir.
Belum lagi ketika Siska melihat wajah Brandon yang langsung menjadi pucat dan bingung.
"Tuan, nyonya pasti hanya sedang mempermainkan mu. Selama ini dia diam saja kan, kamu marah sedikit dia langsung patuh. Tidak mungkin nyonya akan menceraikan tuan..."
Buk
Burhan yang sangat muak dengan Siska segera melemparkan bantal sofa yang satu lagi ada sofa di dekatnya itu pada Siska.
"Aduh!"
"Aku tidak menegur mu karena selama ini aku tidak perduli padamu! Tapi sebagai seorang wanita, apakah kamu tidak punya harga diri batang sedikit saja? apa kamu tidak tahu malu? Sudah tahu Brandon itu suami orang, kenapa kamu masih terus menempel seperti itu padanya? aku akan beritahu kamu satu hal! tanpa Tatiana, Brandon itu bukan apa-apa!"
"Ayah..."
"Mas..."
Burhan sampai berkata seperti itu tentang putranya. Karena dia sangat kecewa. Begitu kecewanya sampai dia bisa mengatakan hal yang menyakitkan bagi Brandon seperti itu. Dia hanya ingin Siska sadar, dan Brandon juga membuka matanya. Tanpa Tatiana, dia memang tidak bisa apa-apa. Ayahnya saja berpikir seperti itu. Berarti itu memang kenyataan yang sebenarnya.
"Paman kenapa bicara seperti itu? demi wanita itu, paman merendahkan tuan!"
Brandon melihat ke arah Siska. Dia pun merasa ada yang membela. Brandon melihat ke arah ayahnya.
"Ayah, aku akan temui dia. Dia tidak mungkin menceraikan aku..."
"Iya, iya... temui Tatiana, Brandon. Temui dia. Dia tidak mungkin menceraikan mu!"
Burhan meninggalkan tempat itu. Bahkan dia bicara sudah sejelas itu. Orang-orang yang ada di dalam ruangan itu sama sekali tidak paham apa yang sudah dia ucapkan.
Burhan sedih sekali. Dia tahu, Tatiana serius dengan keputusannya. Dia kenal anak itu sudah 10 tahun. Wanita tangguh yang akan melakukan apapun demi keluarganya, tapi juga tidak akan pernah menerima pengkhianatan.
Burhan kembali ke ruang kerjanya. Pria itu duduk menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi. Tatapannya sedih, berkaca-kaca. Setelah mendengar semua yang dilakukan anaknya pada Tatiana. Dia juga tidak punya keberanian untuk minta satu kesempatan lagi pada Tatiana. Brandon sudah benar-benar melewati batas.
Feby terburu-buru mendorong Brandon keluar dari rumah.
"Cepat nak, cepat susul Tatiana. Lakukan apa saja supaya dia tidak menceraikan mu!" kata Feby.
Meski wanita itu kesal pada Tatiana yang tak kunjung bisa memberinya cucu. Tapi, Feby juga sadar, kalau Tatiana itu memang yang mengurus perusahaan selama ini. Semua proyek uang dipegang Tatiana menguntungkan. Apalagi sekarang perusahaan sedang merugi, dia butuh Tatiana ingin menangani masalah ini.
Orang seperti Feby ini, bisa merubah ekspresi wajah bahkan sikapnya lebih cepat dari membalikkan telapak tangan. Sudah pasti orang yang sangat egois.
"Cepatlah, Brandon..."
Tapi begitu Brandon, membuka pintu. Dia tertegun diam untuk beberapa waktu.
"Kenapa? cepatlah cari Tatiana!"
"Ibu, masalahnya aku tidak tahu Tatiana dimana?"
Feby kaget, bagaimana seorang suami tidak tahu keberadaan istrinya dimana.
"Dia sudah tidak pulang ke rumah. Di rumah Yuli juga tidak ada!"
"Hais, kamu ini bagaimana sih Brandon?" keluh Feby.
"Aku tidak bisa menghubunginya..."
"Cari tahu, Lulu. Tanya Lulu!" kata Feby.
Brandon pun pergi setelah mendengar saran dari ibunya bersama dengan Siska.
"Tunggu Brandon!" kata Feby membuat Brandon membuka kaca jendela mobilnya, "kamu antar Siska dulu, jangan temui Tatiana dengan membawa Siska. Tatiana pasti tidak senang!"
"Baik Bu"
Mobil itu meninggalkan kediaman Wirawan.
Sementara itu, selesai makan. Zack mengajak adiknya pergi ke sebuah museum.
"Kak Erick mungkin akan pulang! dia sudah dengar tentang sidang besok!"
Tatiana menjadi sangat gugup.
"Dia akan hadir di sidang itu?" tanya Tatiana ragu.
"Tentu saja, kita harus merayakannya selesai dari pengadilan. Adikku, akan menjadi janda. Itu hal bagus kan?"
"Kakak..."
"Jadi, nyonya Brandon bahkan akan kehilangan suami, setelah jabatannya?"
Sebuah suara membuat Tatiana dan Zack menoleh bersama.
"Julian!" sapa Zack yang memang kenal dengan pengusaha muda yang sedang naik daun itu.
Tatiana sedikit menjauh dari Julian dan berdiri di dekat kakaknya.
"Kau kenal adikku?" tanya Zack.
Julian mengangguk.
"Kami pernah satu kampus. Dia termasuk yang paling rajin mengumpulkan tugas ketika aku jadi asisten dosen!"
"Kebetulan sekali kalau begitu! apa dulu kamu tidak tertarik padanya?"
"Kakak..." Tatiana menarik ujung jas yang dipakai Zack.
Julian tersenyum pahit.
"Aku hampir menyatakan perasaan ku, tapi hari itu, sudah ada seseorang yang datang padanya lebih dulu, memberikan bunga dan menyatakan perasaannya di aula olahraga!"
Tatiana ingat saat itu, mungkin yang dimaksud oleh Julian adalah ketika Brandon menyatakan perasaan padanya di aula olahraga. Saat itulah mereka jadian dan menjadi sepasang kekasih.
"Wah, sungguh dramatis. Tapi kamu juga belum menikah kan? kalau mau kejar saja lagi dia, besok dia akan jadi janda!"
"Kakak..."
"Aduh!" Tatiana mencubit perut Zack, sampai kakaknya itu mengaduh kesakitan.
Tapi tampaknya ucapan Zack itu sangat dipertimbangkan oleh Julian. Pria itu menatap Tatiana, dengan tatapan yang sama, seperti 12 tahun yang lalu.
***
Bersambung...
Asal jangan yg mokondo aja, rugi banget ya Yuli.. 🤭
Patut Erick yg konon manusia paling sibuk dengan bisnisnya nyempat²in buat repot² turun langsung membantu Yuli menangani kasus perceraian, ternyata Erick sejak awal sudah menyimpan rasa pada Yuli.. 🤭
Di tambah lagi adegan jatuh 2x, jatuh dalam pelukan, dan jatuh terduduk dalam pangkuan.. Membuat seorang Erick yakin dengan hatinya.. 🤭
Pesona janda emang terdepan ya Mas Erick.. 🤣🤣🤣
terima kasih sampai jumpa lagi
Kalau kau berani, ya hadapi saja sendiri..
Untuk apa kau berlindung di balik sangkar emas mu, jika kau punya kuasa di kota D ini..?!
Kau beraninya hanya mengintimidasi wanita, benar² banci..
Kau yg suka mempermainkan wanita, kau lampiaskan egomu pada istri..
Apa yg di harapkan dari lelaki seperti dirimu sebagai suami..?!
Jika kau merasa hebat, ya hadapi..
Bukan ujug² melampiaskan emosi mu pada anak buah mu, itu sih kau pengecut namanya kau sebagai lelaki..
Jatuh dalam pelukan, lalu jatuh terduduk di pangkuan.. Apakah ini ada unsur kesengajaan, atau emang kebetulan..?🤣🤣
mbaca dari awal sudah kerasa nyeseknya.tatiana bener2 kuat.disingkirkan gegara ada ulet buku nemplok si brandon.suami yang g bisa apa-apa tapi uda banyak tingkah.alurnya sat set.jadi sering nungguin up nya.
terimakasih atas bacaannya yg keren thor.
terus semangat berkarya thor 🥰🥰 ❤️❤️
ad rasa juga niih ma Yuli ,,
🤭🤭🤭🫣🫣🫣🫣😂😂😂😂
pas tuh ,, 😁😁😁😁
entah mau dihabisin Tantowi
apa dihabisin Erick
itu terserah kak Thor 🏃♀️🏃♀️🏃♀️
masih perawan ni
eh salah janda yaa..
tapi belum halal oi
begini ni,kalau kelamaan jomblo🤣🤣
btw
amanda mending keluar dr kota itu juga
takut jadi sasaran bales dendam suami nya
eh ralat,mantan
iy mantan yaa 🤣🤣